MY ENEMY'S DAUGHTER

MY ENEMY'S DAUGHTER

last updateLast Updated : 2025-12-27
By:  EvieOAOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
63Chapters
2.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Her father was killed and then the killer made her his wife Avelina Moretti’s life ended the night her father, a feared mafia boss of the Moretti’s organization is gunned down in a fight ordered by his rival, Allessandro Rossi. Before she was able to bury him, She was dragged away from the cemetery and forced into marriage. Allessandro claims their marriage will put an end to the decades of fights and bloodshed between both families but Avelina calls it imprisonment. She swore to make Allessandro pay. But behind the marble walls of the Rossi estate, nothing is as it seems. The man who was once her captor protects, bleeds and provides for her. As blood debts turn to desire, and secrets unravel ,guns turns on her and it is Allessandro who takes the bullet and now she must choose between vengeance and the man who was supposed to be her enemy. Because the truth may destroy them both—and love might be the most dangerous weapon of all.

View More

Chapter 1

THE FUNERAL

“Kamu pikir uang dari Papamu cukup buat biaya hidup mama?! Dia hampir bangkrut Azel! Mama harus banting tulang jadi model, jadi muse, jadi apa aja demi duit!”

            Cengkeraman tangan Miranda di kedua pipi Azel menguat, memaksa gadis itu menatap sepasang mata yang penuh kebencian. Azel meringis. Baru saja ia menginjakkan kaki di rumah dengan sisa energi yang terkuras habis akibat ujian semester, sebuah tamparan realita sudah menantinya.

            Di layar ponsel yang tadi direnggut paksa oleh ibunya, sebuah huruf E terpampang nyata. Satu mata kuliah gagal. Sebuah kegagalan yang menjadi bahan bakar sempurna bagi amarah Miranda.

            “Kebanyakan main kamu, ya? Sampai nilai anjlok begini!” desis Miranda tajam, menyodorkan layar ponsel tepat di depan hidung Azel. “Anak bodoh!”

            Azel terpaku. Suara di dalam kepalanya mulai berisik, membenarkan bahwa ia memang tidak berguna. Namun, rasa perih di pipinya memicu sesuatu yang selama ini ia pendam. Sesuatu yang akhirnya pecah.

            “Tapi penghasilan tetap Mama donaturnya dari Om Hans, kan?” Suara Azel bergetar, namun tajam. “Karena mama jadi pelacur pribadinya.

            Hening seketika.

            Wajah Miranda berubah gelap. Atmosfer di ruangan itu seolah membeku sebelum akhirnya meledak.

            “Lancang juga kamu yaa!” Miranda menghempaskan wajah Azel dengan kasar hingga gadis itu terdorong ke sofa. Ponselnya di lempar asal sebelum Wanita itu melenggang pergi dengan kemarahan yang membekas di udara.

            Azel terkulai lemas. Jemarinya gemetar mengusap pipi yang mulai berdenyut nyeri. Air mata jatuh satu demi satu. Yang paling menyakitkan bukanlah cengkeraman fisik itu, melainkan fakta bahwa ia mulai memercayai ucapan ibunya: bahwa ia adalah sebuah kegagalan.

            Dengan sisa tenaga, Azel menyeret langkah menuju kamar. Ia menjatuhkan diri ke  atas kasur, menatap nanar langit-langit kamar yang terasa seperti jeruji penjara. Rumah ini bukan lagi tempat pulang, melainkan tempat mentalnya dihancurkan.

            TING.

            Sebuah notifikasi memecah kesunyian.

            Vayla : “Zel hangout yuk. Ngilangin penat bentar.”

            Azel membuang napas berat. Pikirannya kosong. Baginya, keluar rumah tidak akan pernah benar-benar menyembuhkan luka yang sudah menganga di dalam.

            TING.

            Kaivan : “Gas yuk malam ini ke Dragon Club. Suntuk banget! Ajak Vayla juga ya!”

            Dada Azel terasa sesak. Seluruh rangkanya seolah baru saja remuk dihantam kenyataan. Ia merasa payah, hancur, dan kehilangan arah. Namun, ia sadar satu hal: jika ia tetap diam di sini, suara-suara di kepalanya akan membunuhnya lebih cepat. Ia tidak boleh kalah oleh keadaan. Tidak malam ini.

            Dengan jempol yang masih sedikit gemetar, ia mengetik balasan singkat di ruang chat mereka.

            Azel : “Okey, I’m in. Send me the details.”

            Ia menjatuhkan ponselnya Kembali ke Kasur. Entah ini keputusan yang benar atau tidak, ia tidak peduli. Untuk malam ini, ia hanya ingin melarikan diri sejauh mungkin dari rumah yang rasanya kian menyesakkan.

***

Azel akhirnya bangkit dari atas ranjang. Langkahnya pelan saat berjalan menuju cermin di sudut kamrnya. Pantulan dirinya langsung terlihat.

            Matanya sembab. Area pipinya masih tampak sedikit membengkak, menyisakkan jejak samar dari cengkeraman yang beberapa jam lalu menghancurkan sisa energinya.

            Azel menatap dirinya cukup lama. Kosong dan Lelah. Namun seperti biasa, ia akan berusaha menyembunyikan semuanya.

            Tangannya meraih foundation cair di atas meja rias, lalu mulai mengaplikasikannya perlahan ke wajahnya. Jemarinya berulang kali menepuk area bawah mata dan pipinya, berusaha menutupi sembab serta rona kemerahan yang masih terlihat jelas.

            Sedikit demi sedikit, wajah kacau itu mulai tertutup rapi oleh make-up.

            Azel Kembali menatap pantulannya di cermin. Memaksa bibirnya untuk tersenyum. Tak ada lagi gadis yang habis menangis. Tak ada lagi rona merah yang terlihat.

            Hanya Azel dengan wajah sempurna yang siap berpura-pura bahwa hidupnya baik-baik saja. Ia mengembuskan napas pelan sebelum akhirnya meraih tas dan ponselnya. Lokasi club yang dikirim Kaivan dan Vayla sudah terpampang di layar.

            Dan malam ini, gadis itu memilih menenggelamkan dirinya dalam keramaian daripada kembali sendirian bersama pikirannya sendiri.

            Namun ternyata pergi dari rumah itu tidak semudah yang Azel bayangkan. Baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, sebuah cekalan keras tiba-tiba mendarat di bahunya, memaksanya menoleh.

            Miranda. Wanita itu berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam yang terasa begitu dingin dan menghakimi.

            “Mau ke mana kamu?”

            Suara itu terdengar rendah, tapi cukup untuk membuat tubuh Azel menegang. Tatapan Miranda mulai menyusuri wajah putrinya, berhenti pada area pipi yang tertutup foundation tebal. Jemarinya mencolek bagian itu pelan dengan senyum miring yang sinis.

            “Oh..” desisnya pelan. “Jadi keluar malam begini mau usaha jual diri juga, iya?”

            DEG.

            Azel langsung membelalak. Dadanya seperti dihantam sesuatu yang keras. Ia bahkan tak percaya kalimat sekotor itu bisa keluar dari mulut ibu kandungnya sendiri.

            Untuk beberapa detik. Rahangnya mengeras, sementara amarah yang selama ini ia telan perlahan mulai meluap ke permukaan.

            “Lepasin,” Suaranya bergetar.

            Tatapannya kini menatap lurus Miranda tanpa takut seperti sebelumnya.

            “Satu hal yang perlu Mama tahu..” ucapnya lirih namun tajam. “Sesama murahan gak perlu saling menghina.”

            Wajah Miranda berubah.

            Namun sebelum Wanita itu sempat membalas, Azel sudah menepis tangannya kasar lalu melangkah pergi keluar rumah. Pintu tertutup keras di belakangnya.

            Meninggalkan Miranda yang masih terpaku di tempatnya.

            Ia cukup tertegun oleh keberanian putrinya yang untuk pertama kalinya berani melawan ucapannya.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

EvieOA
EvieOA
This book is hood
2025-11-18 03:40:47
0
0
63 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status