MasukElang Mahaputra Adikara POV
Saat sampai di rumah Mama lagi, aku langsung berganti pakaian. Selesai melakukan itu, aku segera turun ke bawah tempat teman-temanku sudah menungguku. Di sana ketiga temanku sudah menunggu namun Hanna dan Gadis belum selesai membersihkan make up serta melepas sanggul yang mereka kenakan saat acara lamaran tadi berlangsung
Caramel Attanaya Raharja POVHari ini suasana di rumah cukup ramai karena dari pagi sampai siang ini kami akan menyelenggarakan acara mitoni dengan adat jawa. Acara kali ini tentu saja kami serahkan ke Mbak Luna untuk mengatur semuanya. Aku dan Elang cukup terima beresnya saja. Aku bersyukur orangtua kami bisa menerima keputusan kami yang ingin mengadakan acara tujuh bulanan di rumah kami saja. Hanya saja setelah acara hari ini aku dan Elang akan terbang ke Amerika. Elang ingin aku melahirkan di negara itu seperti Mama melahirkan aku dan Vanilla dulu. Sejujurnya ini terasa berat, namun tetap saja aku tidak bisa menolak apalagi pekerjaan Elang beberapa waktu kedepan akan cukup banyak di negeri paman sam itu. Daripada aku berpisah dengannya selama tiga bulan dan kemungkinan aku lahiran sendiri tanpa didampingi olehnya, lebih baik aku ikut saja ke san
Elang Mahaputra Adikara POVMalam ini aku dan Caramel memilih duduk di balkon kamar kami yang ada di lantai dua setelah pulang dari acara makan malam keluargaku. Aku menemaninya duduk di sini karena ia ingin melihat bintang-bintang yang menurutnya begitu cantik malam hari ini. Selama kami melihat bintang-bintang ini, Caramel memilih menyandarkan kepalanya di pundakku. Awalnya sih biasa saja tapi lama-lama pegal juga. Sayangnya aku juga tidak mau mengatakan hal ini kepadanya. Lebih dari itu, aku tidak mau hal ini segera berakhir begitu saja."Lang?""Apa?""Kalo anak kita nanti laki-laki, boleh enggak aku yang kasih nama."Aku te
Caramel Attanaya Raharja POVSetelah sebulan aku menjalani long distance marriage akhirnya aku yang tidak tahan juga. Momen ulang tahun pernikahan mertuaku adalah alasan aku ingin pulang ke Jakarta. Aku tidak hanya mengatakan alasan ini kepada orangtuaku tapi juga kepada Elang. Tentu saja mereka semua menolak keinginanku ini namun jangan panggil aku Caramel jika aku tidak memiliki cara untuk bisa pulang ke Jakarta. Saat aku mengetahui Mbak Salma akan pulang ke Jakarta menggunakan private jet milik suaminya, tentu saja aku meminta tolong kepadanya untuk 'mengangkut' diriku bersamanya. Tanpa perlu mengemis pun ia menyetujui hal ini. Bukankah ini yang paling aman? terbang selama satu jam saja tidak akan terjadi apa-apa pada diriku. Apalagi menurut dokter Robert pun rahimku cuku
Elang Mahaputra Adikara POVSetelah beberapa hari aku ada di Jogja, aku harus meninggalkan Caramel sendirian bersama keluarganya di kota Gudeg. Hmm.. ternyata long distance marriage itu berat ya, kenapa juga Gavriel dan Gadis cukup betah sekali melakukan hal ini? Kalo aku tidak akan kuat lama-lama jika alasannya tidak begitu kuat dan masih ada solusi lain yang bisa diperjuangkan. Apalagi saat memasuki kamar dan melihat tidak ada barang-barang milik istriku berserakan seperti biasanya. Biasanya Caramel akan membaca novel di kamar dan novel itu kadang ada di sofa, di kamar mandi bahkan di atas ranjang tempat tidur tapi kini tidak aku temukan. Kamarku juga jauh lebih rapi tetapi rasanya justru dingin. Tidak... aku tetap akan membawanya pulang ke Jakarta secepat yang aku bisa.
Elang Mahaputra Adikara POVHari minggu ini aku dan Caramel sudah ada di acara resepsi pernikahan dokter Robert. Di sini aku banyak bertemu keluarga Caramel bahkan teman-teman sepupunya. Tidak pernah aku sangka jika dokter yang se-macho ini punya tiga sahabat wanita sedangkan istrinya terlihat baik-baik saja saat ketiga teman suaminya sering skinship di atas pelaminan. Selain istrinya dokter Robert yang hebat adalah para suami teman-temannya itu termasuk mas Juna. Bisa-bisanya mas Juna juga tidak cemburu sama sekali. Kalo aku sih akan lain jalan ceritanya jika istriku sedekat itu dengan laki-laki di luar keluarganya. "Hebat ya, Mas lo bisa santai lihat bini lo di atas pelaminan lagi foto-foto begitu sama dokter Robert.""Ngapain gue cemburu sama si Robert. Orang Robert aja sudah bilang mau sampai matahari terbit dari
Caramel Attanaya Raharja POVSetelah beberapa hari mengabaikan sinyal dari tubuhku jika aku perlu istirahat, akhirnya aku tumbang juga. Aku bersyukur karena setidaknya saat aku tumbang, kami sudah berada di Jogja. Andai masih berada di Jakarta, aku yakin Elang akan membatalkan semua rencana kami ini. Sampai saat ini bahkan aku masih berusaha untuk menutupi semua yang sedang aku rasakan mulai dari perut yang masih tetap terasa kembung, sendawa terus menerus dan badan rasanya tidak bertenaga. Kini aku membuka kedua mataku kala Elang membangunkan aku. Saat aku membuka kedua mataku, kursi-kursi yang ada di sekitarku tampak sudah diduduki lebih banyak ibu hamil dan beberapa pria yang aku yakin para suami siaga. "Wake up, Mel... dokt
Elang Mahaputra Adikara POVSaat sampai di sekolah Lean, aku langsung menuju ke arah ruang UKS berada. Aku sudah tidak mempedulikan penampilanku yang kelewat sa
Caramel Attanaya Raharja POVMalam ini rasanya aku cukup lelah karena setelah ikut mbak Luna bertemu dengan client-nya, kami mencoba beberapa jajanan y
Elang Mahaputra Adikara POVAku keluar dari lobby hotel kala Caramel sudah sampai di depan. Aku segera masuk ke kursi penumpang depan mobil. Baru setel
Elang Mahaputra Adikara POVAku duduk di butik langganan keluarga Gadis siang ini khusus untuk melakukan fitting baju pagar bagus alias groomsmen







