LOGIN"Kamu memang sangat keras kepala." Gerutu Kiev terlihat kesal. Viola belum memakai sabuk pengamannya.
Viola terlihat acuh dan tidak perduli pada keselamatannya, dia sungguh membenci sikap Kiev yang pemaksa.Shiiitttt"Ahhkk!!!" Viola reflek berteriak dan hampir kepalanya terbentur dashboard mobil, karena Kiev menginjak pedal rem secara mendadak dan sengaja.Untung saja Kiev dengan gesit menahan kedua bahu Viola, kalau tidak kepala Viola pasti terbentur dengan keras di dashboard.Viola melepaskan tangan Kiev dengan marah lalu memaki, "Kamu sudah gila ya? Kamu mau membunuhku?""Apa ini juga salahku? Siapa yang tidak memakai sabuk pengamannya?" Kiev mengelak. Dia tidak merasa bersalah."Aku mau turun!" Bentak Viola dengan kesalnya, "Buka kuncinya!" Kiev tidak akan membiarkan Viola pergi sebelum sampai pada tempat tujuan Viola.Viola yang semakin emosi dengan sikap Kiev langsung maju dan memaksa membuka Lock pintu.Seperti biasa, saat tidur Viola selalu tidur dibagian tepi ranjang memberikan jarak untuk dirinya dan Kiev.Kali ini, Kiev tidak tidur diranjang. Justru pria itu hanya mengambil bantal dan selimut didalam lemari walk in closet lalu berjalan menuju sofa.Jujur saja, sebenarnya Kiev ingin tidur diranjang bersama Viola, tapi, Kiev tidak ingin membuat Viola merasa tidak nyaman dan gelisah.Viola merasa tidak ada pergerakan disebelahnya, hingga beberapa saat kemudian, barulah Viola mengintip sedikit dan ternyata disampingnya kosong."Kemana Kiev?" gumamnya, dia tidak bisa melihat dengan jelas karena pencahayaan yang kurang.Hanya lampu tidur yang menyala, Kiev tidak bisa tidur kalau lampu utama menyala.Viola bangun dari tidurnya lalu melihat kesana kemari kesetiap penjuru kamar. Barulah dia melihat sosok bertubuh tinggi dan besar itu tidur disofa panjang yang pas seukuran Kiev.Viola sedih, karena berfikir Kiev memang berusa
"Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Kenapa aku melihat kamu seperti gadis?" Sahut Felix.Viola mengaduk-aduk hazelnut lattenya, sembari berfikir, apa benar dia memang seperti gadis yang belum menikah.Sepertinya memang sedikit benar, lagi pula usianya masih muda dan belum pernah hamil dan melahirkan."Aku nggak memaksa kamu percaya. Tapi memang itu kenyataannya!""Ah, kenapa gadis yang cantik seperti kamu harus sudah laku?" Celetuk felix memasang wajah putus asanya.Viola menahan senyumnya, bisa-bisanya Felix menyamakan dirinya dengan barang jualan. Tapi Viola sama sekali tidak tersinggung"Hidup itu maju, dan tidak berhenti. Masih banyak gadis yang berkeliaran." Sahut Viola.
Apapun yang terjadi dirumah tangganya, Viola tetap berusaha bersikap profesional di boutique dan berusaha melupakan pembicaraannya dengan Kiev. Tapi tetap saja, dia wanita normal yang segala sesuatu pasti selalu dipikirkan. Begitu pula Kiev yang tidak bisa fokus dengan pekerjaannya di perusahaan. Dia selalu memikirkan Viola, dan kelanjutan pernikahan mereka. Kalau dia dan Viola bercerai, bagaimana dengan Nenek dan ibunya mereka pasti akan marah besar. Bahkan nenek dulu selalu mengancamnya, kalau seandainya dia melepaskan Viola, maka Kiev akan dicoret dari daftar warisan. Untuk warisan, Kiev tidak terlalu perduli. Semua harta dan aset yang dia miliki sendiri lebih dari cukup untuk menghidupinya dan keturunannya kelak. "Leon, menurutmu aku harus bagaimana?" Tanya Kiev. Saat ini, dia memang membutuhkan Leon untuk membantunya memecahkan masalahnya. Leon memang salah sa
Pagi yang sangat cerah, Viola sudah berada didalam kamar nek ratu. Membantu wanita paruh baya itu membersihkan diri.Setelah itu, Viola juga kedapur dan mengecek para juru masak wanita yang sedang membuat makanan untuk anggota keluarga."Untuk sup nya nenek, pastikan daginya harus matang sempurna. Jangan terlalu banyak garam dan micin." Titah Viola seperti ahli gizi.Para juru masak mengangguk paham, "Baik Nyonya.""Oh ya, tolong buatkan salad sayur untukku." Tiba-tiba saja, Violet menginginkan makanan itu.Para juru masak pun mengabulkannya. Mereka terus bekerja meski diawasi Viola yang memang sangat teliti untuk masakan keluarga.Tidak merasa risih atau canggung, karena mereka sudah terbiasa disaat ada nenek dirumah, karena Viola selalu ingin memastikan makanan nenek mengandung. gizi dan nutrisi yang seimbang dan terpenuhi.Tanpa Viola sadari, sepasang mata dari tadi terus memperhatikannya dari tangga.Kiev te
Saat matahari sudah mulai terbenam, Viola sampai dirumah keluarga Arron. Baru masuk dari pagar, dia melihat nenek Ratuliu tengah duduk ditaman bersama Clara.Viola pun menghampiri mereka, "Nenek, mama. Sudah mau malam, kenapa masih disini?""Nenek kamu, pengen cari udara segar sebentar." Jawab Clara."Sayang, kamu masih bekerja? Bukankah nenek sudah bilang, jangan lagi bekerja di boutique itu? Nama kamu bisa tercemar." Nek ratu menasehati.Viola tidak bisa menjawab. Tentu saja Viola tidak bisa berhenti bekerja disana, karena dia adalah pendirinya. Namun Nek ratu dan Mama Clara tidak tau, mereka hanya taunya Viola bekerja sebagai Maneger di Mutyara boutique."Emm, begini nek. Viola nggak enak sama teman Viola, kalau nanti dia sudah mendapatkan pengganti Viola, Viola pasti Resign." Jawab Viola berusaha meyakinkan.Dalam diri Viola yang Clara sukai, bukan hanya cantik, dan dari keluarga terpandang, namun Viola memiliki hati yang lem
Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubungi tuan muda Kiev." Jawab Resepsionis lalu menghubungi Secretaris Kiev untuk mengabarkan kalau Aliec datang.Hampir semua pegawai memang tau siapa Aliec, karena Aliec sering datang ke perusahaan grup Arron ketika pulang Kuliah. Dan Kiev juga memang terlihat sering bersamanya dibandingkan bersama Viola.Bahkan para karyawan juga kebanyakan. menyukai Aliec daripada Viola, dan mereka juga mendukung hubungan Aliec dan Kiev.Viola sudah terkenal buruk dimata pegawai karena merusak hubungan Kiev dan membuat Kiev tidak bahagia. Mereka lebih menyukai Aliec, terlebih Aliec gadis yang dicintai Kiev."Nona, silahkan masuk. Tuan muda Kiev. mengizinkan anda masuk." Ucap







