Share

Bab 14

Penulis: Khoirul N.
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-30 14:43:07

Sesuai rencana, pagi ini Jack bersemangat untuk membeli hunian baru. Dengan skuter tuanya, dia melaju ke area perumahan elite Blossom Hills. Sebagai nasabah prioritas dengan saldo tabungan paling besar, Jack mendapat undangan khusus dari Greatest Bank untuk menghadiri lelang sebuah flat apartemen mewah Greenwoods City, yang diselenggarakan di perumahan tersebut.

Saat tiba di tempat itu, ternyata juga ada pameran untuk unit-unit mewah lainnya yang masih kosong. Acara bertajub PropVaganza itu dihadiri oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Ada yang datang memang dengan niatan membeli, tapi banyak pula yang hadir sekadar untuk melihat-lihat, mengambil foto, mencari teman kencan, dan jalan-jalan santai, terlebih acara diramaikan dengan berbagai penampilan artis-artis lokal.

Jack sangat antusias melihat pameran. Dia mengambil brosur yang disediakan untuk mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di apartemen itu. “Menarik,” komentarnya singkat.

Walaupun flat-flat di gedung apartemen Green
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 60

    Rahang Emma jatuh ke lantai, sebelum senyum lebar terbit di wajahnya. Dia bertepuk tangan sambil melompat kecil, seperti kanak-kanak yang diizinkan bermain hujan.Ini mungkin terdengar tidak baik, tapi dia benar-benar senang melihat sikap Jack yang terkesan 'jahat'."Tidak! Aku tidak akan melakukannya!" Elena menolak dengan keras. Dia berdiri dengan sendirinya, mengabaikan tangan Victor yang terulur hendak membantu."Tidak masalah." Jack berkata tak acuh. Dia menggandeng Emma. "Ayo kita pulang. Nenek sudah menunggu di rumah." "Tapi..." Emma sedikit kecewa karena Jack tidak menekan Elena dan Victor untuk menuruti persyaratan darinya. Bukan karena dia ingin mereka membersihkan sepatunya, melainkan lebih kepada ingin menunjukkan pada keduanya bahwa Jack memiliki 'kuasa' sehingga mereka tidak bisa bersikap seenaknya."Urusan kita sudah selesai. Jadi, kita pergi saja." Jack tersenyum.Emma tidak bisa menolak. Dia menurut dengan nada rendah tak bersemangat, "Baiklah."Terus terang, situas

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 59

    Jack tidak melarang ketika Emma berinisiatif mematikan ponselnya. Dia hanya tersenyum mendengar Emma mengoceh membicarakan Victor dan Elena.Gerutu Emma berhenti saat dia menerima pesan dari Kepala HRD untuk mengambil seragam di meja resepsionis. Meski merasa heran lantaran teringat bahwa tadi para resepsionis menggunakan pakaian yang berbeda-beda, Emma mengajak Jack untuk ke lobi utama.Setibanya di depan salah satu meja resepsionis, Emma menoleh ketika seorang resepsionis di meja lain memanggilnya."Nona Wexler!" Wanita itu melambaikan tangan sambil tersenyum. Dia menjinjing sebuah paperbag bermotif bunga.Emma tersenyum dan menarik tangan Jack sebelum mendekati wanita itu. "Apa itu seragamku?" "Ya! Ini semua milikmu." Resepsionis senior itu melirik sesaat ke arah Jack sebelum mengangguk kecil.Emma menoleh pada Jack, lalu menerima paperbag itu dengan wajah sumringah.Ketika dalam suasana hati yang begitu bahagia, Emma dikejutkan dengan kemunculan Victor dan Elena, yang mendadak be

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 58

    "Nyonya, saya tidak bisa melakukannya." Victor menolak cepat.Disusul Elena, "Saya juga. I-itu tidak masuk akal." Bagi keduanya, berlutut di hadapan Jack adalah penghinaan paling hina. Di mata mereka Jack tidak lebih dari orang rendahan yang bahkan tidak layak untuk sekadar diajak duduk sejajar. Lantas, mengapa mereka mesti merendahkan diri di depan orang yang derajatnya jauh di bawah mereka?Tapi Daisy tidak mau ambil pusing. Dengan tegas dia berkata, "Terserah kalian. Yang harus kalian tahu adalah ini bukan penawaran, tapi perintah. Kalian sudah tahu risikonya jika melawan perintah Direktur." Victor dan Elena menelan ludah dengan susah payah. Daisy berdiri, "Waktu kalian hanya 15 menit. Pastikan kalian tidak menyia-nyiakannya." "Nyonya, tunggu... Nyonya..." Victor memanggil-manggil Daisy yang keluar ruangan. Tapi tidak digubris sama sekali.Dia duduk dengan frustrasi. Tuan Filantropi benar-benar membuatnya tertekan."Victor, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau minta maaf,

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 57

    Victor dan Elena menjadi lebih tegang. Terlebih, mereka melihat ekspresi dingin yang ditunjukkan Daisy pasca menerima panggilan dari Tuan Filantropi. Entah akan seperti apa nasib mereka setelah ini. Mereka sampai tertunduk, tidak berani menegakkan kepala.Daisy mengepalkan tangannya. "Padahal sebelum ini, kalian bahkan mengancamku. Sekarang apa yang memberatkan kepala kalian hingga tidak berani melihatku?" Masih dengan kepala tertunduk, Victor berkata, "Saya sungguh menyesal, Nyonya. A-anda bisa meminta saya melakukan apa saja, asalkan saya tetap diizinkan berkunjung ke sini di kemudian hari untuk mengajukan proposal lagi." "Tidak sudi," sahutnya ketus. Bahkan jika bukan karena perintah Jack, Daisy pasti telah menampar dan mengusir keduanya sejak tadi. Namun, dia pikir, apa yang Jack inginkan akan membuat mereka lebih tertampar, bukan secara fisik, melainkan mental. "Tapi kalian beruntung," kata Daisy setelah duduk di hadapan Victor dan Elena.Victor dan Elena refleks menegakkan ke

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 56

    Dengan ragu Daisy menuruti perintah Jack. Dia menyalakan laptop dan menghubungkannya ke proyektor. "Berikan ponsel anda. Aku akan memeriksa video itu untuk melihat apakah anda berbohong atau tidak." "Haha, apa anda kira saya sebodoh itu? Siapa bisa menjamin anda tidak akan menghapusnya. Tapi, ini bukan masalah besar. Saya akan mengirim video itu ke email anda." Daisy menggertakkan gigi. Dia ingin menampar mulut Victor, tapi dia tahan-tahan. "Sudah." Victor tersenyum. "Jangan lupa untuk menghubungkan laptop anda ke pengeras suara, supaya anda bisa mendengar percakapan di video itu dengan lebih jelas." Victor menoleh pada Elena yang tersenyum lebar. Dalam benak Victor sesumbar, 'Video itu tidak hanya akan membuat Tuan Filantropi menemuiku, tetapi juga akan memaksanya agar menerima proposal yang aku ajukan. Itu artinya, selangkah lagi, posisi CEO di EchoBuild Contruction akan jatuh ke tanganku!' Dia tersenyum licik.Daisy menahan napasnya ketika hendak menekan tombol 'play' pada vid

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 55

    Elena mendengus kesal. Sudah cukup lama dia dan Victor menunggu, tapi Tuan Filantropi tidak juga datang menemui."Sebenarnya, seberapa dekat hubunganmu dengan Tuan Filantropi? Kenapa dia membiarkan kita menunggu begitu lama?" keluh Elena berwajah masam.Selain karena Elena merasa dongkol menunggu tanpa kepastian kapan Tuan Filantropi akan datang, sebenarnya dia memiliki niat busuk, yakni melanjutkan penghinaannya kepada Jack dan pacar barunya. Ia tidak terima karena belum membalas ucapan kurang ajar Emma tadi.Lebih dari itu, Elena yang begitu licik berharap bisa menemui Tuan Filantropi sebelum Emma menjalani tes wawancara. Dia ingin memengaruhi Direktur Redwave Group itu agar tidak menerima Emma di perusahaannya dengan merendahkan reputasinya, supaya si gadis miskin menyadari kesalahannya yang berani melawan wanita terhormat seperti Elena."Tenang, Sayang. Pasti saat ini Tuan Filantropi sedang menguji kita. Kamu tahu bahwa proyek kerjasama yang aku ajukan ini bernilai fantastis. Dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status