LOGINTo help Clara recover from a painful heartbreak with her college sweetheart, Kyle, and to also repay a debt, Randy White signs a five-year marriage contract with Clara's father. During the five year marriage, Randy falls in love with Clara, but she doesn't see him as anything more than a gold digger and Kyle's substitute. At the end of the contract, Randy decides to divorce Clara and reclaim his position as a world renowned Physicist.
View MoreāVenue sudah.ā
āGaun pengantin sudah.ā
āKalung berlian sudah.ā
āMahkota sudah.ā
āSovenir sudah.ā
Casandra tersenyum di kala persiapan pesta pernikahannya sudah siap sempurna. Raut wajah gadis itu memancarkan jelas kebahagiaan yang tak terkira. Pernikahan impian yang sudah dia nanti-nantikan akan sebentar lagi menjadi kenyataan.
āNona Casandra?ā Jeanāasisten Casandraāmelangkah menghampiri Casandra.
Casandra menatap Jean, dengan tatapan tatapan riang. āApa Gio sudah datang?ā
Jean menggaruk tengkuk lehernya tak gatal. āM-maaf, Nona. Tadi Tuan Gio menelepon, beliau mengatakan kalau hari ini beliau tidak bisa datang. Beliau ada meeting penting di Cordoba.ā
Casandra mendesah panjang. āJadi maksudmu, hari ini Gio terbang ke Cordoba?ā
Jean menganggukan kepalanya. āBenar, Nona. Tuan Gio hari ini melakukan penerbangan ke Cordoba.ā
āKenapa dia tidak bilang sendiri padaku?ā
āTadi Tuan Gio mengatakan ponsel Anda tidak aktif. Itu kenapa dia menelepon saya.ā
Casandra berdecak kesal, lalu dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dan menatap ke layar ponselnya yang ternyata mati. Sialnya, Casandra lupa mengisi daya ponsel. Terlalu sibuk mempersiapkan pernikahan, kerap membuat Casandra melupakan banyak hal. Bahkan urusan kecil pun bisa lupa.
āBaterai ponselku habis,ā ucap Casandra kesal.
Jean meringis. āNona, saya yakin Tuan Gio tidak akan lama di Cordoba.ā
Casandra mengembuskan napas panjang. āPergilah, Jean. Aku sedang tidak ingin diganggu.ā
āBaik, Nona. Saya permisi.ā Jean menundukkan kepalanya, lalu pamit undur diri dari hadapan Casandra.ā
Casandra menghempaskan tubuhnya ke ranjang, seraya melihat cincin berlian yang berlingkar di jari manisnya. Raut wajah Casandra masih kesal. Padahal hari ini Gio sudah berjanji akan datang.
Gio Redleyācalon suami Casandra itu terkenal sangat sibuk. Sebentar lagi mereka akan menikah, tapi tetap Gio disibukkan dengan pekerjaannya. Hubungan mereka sudah terjalin 7 tahun lamanya. Jika orang mendengar, pasti akan terkejut karena Casandra dan Gio memiliki hubungan cukup lama, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Casandra menjalin hubungan dengan Gio, saat gadis itu berusia masih 16 tahun. Sedangkan Gio kala itu berusia 20 tahun. Hubungan mereka layaknya pasangan sempurna. Setiap kali Casandra marah, maka Gio selalu memiliki kesabaran extra untuk menenangkannya.
Namun, entah belakangan ini menjelang pernikahan, mereka bahkan jarang sekali bertemu. Setiap kali Casandra menelepon, pasti Gio selalu meeting dengan rekan bisnis pria itu. Sungguh, Casandra merasa jenuh karena merasa diabaikan.
āAh! Menyebalkan sekali!ā Casandra mengambil bantal besar, menyembunyikan kepalanya di bantal besar itu. Ingin berteriak menangis, tapi semua itu percuma, karena kejadian seperti ini sudah berulang kali.
***
Suara detuman musik terdengar memekak telinga. Suasana begitu riuh dan ramai. Salah satu klub malam ternama di Los Angeles, itu terkenal tak pernah sepi. Berbagai kalangan atas seperti politikus, artis, dan pengusaha ternama berkumpul di klub malam itu.
Lautan manusia berdansa dan bercumbu. Aroma tembakau dan alkohol begitu kental memenuhi malam itu. Terlihat para pelayan berpakaian sangat seksi bahkan menonjolkan jelas payudaranya seakan menantang para pria hidung belang.
Casandra terdampar di tempat ini. Dalam arti, dia ke klub malam ini di kala suasana hati yang kacau, dan amarah yang berkobar. Casandra kecewa, kesal, dan marah. Harusnya malam ini, dia berkencan dengan calon suaminya, tapi semua rencana gagal total, karena sang calon suami sibuk dengan dunianya.
āNona, Anda jangan terlalu banyak minum. Nanti kalau Tuan Gio tahu, beliau bisa marah besar,ā ucap Jean mengingatkan Casandra untuk tak banyak minum.
Casandra duduk di kursi VIP, lalu dia meminta pelayan untuk menyiapkan minuman terbaik. āKau jangan banyak menasihatiku, Jean.ā Dia mengabaikan apa yang dikatakan oleh sang asisten.
āNona, tapiāā
Casandara menatap tajam Jean. āKalau kau masih berisik, lebih baik kau angkat kaki dari hadapanku!ā
Jean menundukkan kepalanya, tak berani melawan apa yang Casandra katakan.
Tak selang lama, pelayan datang membawakan minuman yang dipesan oleh Casandra. Tepat di kala minuman sudah terhidang, Casandra langsung menenggak vodka. Dalam keadaan emosi tinggi, yang Casandra butuhkan adalah alkohol untuk meredam kemarahan yang bergejolak.
āJean, apa menurutmu Gio berselingkuh?ā Casandra menenggak habis vodkanya, lalu dia meminta pelayan menuangkan vodka lagi ke gelasnya.
Jean nampak ingin melarang Casandra untuk minum, tapi Jean tak berani melarang. Terlebih tadi sebelumnya bosnya itu sudah memberikan ancaman padanya. Jadi, mau tak mau Jean harus mengawasi saja, tanpa sama sekali melarang.
āNona, Anda jangan bicara seperti itu. Tuan Gio sangat mencintai Anda. Tidak mungkin beliau berselingkuh,ā kata Jean meyakinkan Casandra untuk berpikir positive.
Casandra mendesah panjang. āGio belakangan ini sibuk sekali, sampai tidak memiliki waktu untukku. Padahal sebentar lagi, aku dan dia akan menikah.ā
Jean tersenyum. āNona, Tuan Gio memiliki tanggung jawab di perusahaan keluarganya, sama seperti Anda yang juga memiliki tanggung jawab di perusahaan. Jika Anda berpikir negative, maka yang muncul hanyalah rasa cemas dan hal-hal yang belum tentu terjadi. Sekarang, menurut saya, Anda lebih baik berpikir positive.ā
Casandra menenggak kembali vodka-nya, dengan raut wajah yang masih frustrasi. āAku ingin ke toilet.ā
āNona, apa Anda ingin saya antar?ā tawar Jean sopan.
āTidak usah, aku bisa sendiri.ā Casandra menolak tawaran Jean, lalu dia bangkit berdiri dan melangkah menuju ke toilet dengan langkai kaki gontai, bahkan nyaris jatuh. Beruntung, Casandra tak sampai benar-benar jatuh.
Di sisi lain, dari kejauhan seorang pria tampan dengan iris mata biru terus menatap Casandra yang tampil sangat cantik dan seksi. Mata biru pria itu berkilat, menunjukan jelas tatapan penuh arti.
***
Casandra membasuh wajahnya dengan air bersih. Kepalanya pusing akibat minum alkohol terlalu banyak. Namun, meski demikian, Casandra merasa masalahnya lepas dan tak lagi memiliki beban. Mabuk memang membuat gadis itu melupakan sejenak masalah yang hadir di hidupnya.
Casandra berbalik, hendak meninggalkan toilet, namun tiba-tiba Casandra menubruk seorang pria gagah berdiri di hadapannya. Kening Casandra mengernyit bingung. Meski mabuk, tapi Casandra tak mungkin salah masuk ke dalam toilet.
āKau siapa? Ini toilet wanita,ā kata Casandra yang mabuk berat.
Pria itu tersenyum, lalu tanpa izin dia mengangkat tubuh Casandra dan mendudukan ke atas wastafel. āYouāre so hot,ā bisiknya serak.
Casandra mendorong pria itu. āKau ini siapa?ā tanyanya susah payah. Kepalanya sangat pusing, membuat kesadaran benar-benar menipis.
Pria itu membelai bibir ranum Casandra, menelusuri bibir itu, hingga membuat Casandra memejamkan mata merasakan kelembutan dari jemari maskulin pria asing yang ada di hadapannya. Otak Casandra tak mampu berpikir jernih, semuanya sangat kacau membuatya hilang kendali.
āKau sangat cantik, Casandra,ā bisik pria itu serak.
āK-kau tahu namaku?ā tanya Casandra dengan mata sayu.
āI know you.ā Pria itu melumat lembut bibir Casandra, dan tangannya melucuti dress Casandra, hingga membuat dress yang dipakai gadis itu terjatuh menumpuk di pinggang.
Iris mata biru pria itu berkilat memuja kedua payudara Casandra yang berukuran padat menantang. Casandra tak memakai bra, membuat pria itu dengan mudah melihat langsung payudara Casandra.
āThis is mine.ā Pria itu membelai puting payudara Casandra.
āAh!ā erang Casandra mendapatkan sentuhan dari pria asing itu. Alkohol telah menguasainya, hingga membuat kewarasan di dalam otak Casandra hilang.
Pria itu menciumi leher Casandra, lalu mengecupi dada gadis itu, dan terakhir dia mengisap puting payudara Casandra dengan lembut. Jemarinya bermain di puting payudara Casandra yang lainnya.
āAhh!ā desah Casandra keras di kala pria asing itu mengisap puting payudaranya.
Tangan pria itu turun, menyelinap masuk ke dalam celana dalam Casandra, dan membelai titik sensitive Casandraāhingga membuat Casandra bergetar hebat dan semakin meloloskan desahan.
Pria itu menyeringai puas. āKau basah.ā
āAhhh.ā Casandra mencondongkan dadanya, memejamkan mata tak sanggup dengan sentuhan itu.
Pria itu kembali mengisap payudara Casandra bergantian, meninggalkan jejak kemerajan di sana, dan jemarinya membelai klitoris Casandra.
āAh, ah, ah!ā lenguh Casandra keras.
Pria itu terkekeh melihat Casandra tak bisa menahan diri. Dia menyudahi cumbuan itu, dan memakaikan kembali dress Casandra sambil berbisik serak, āNot now, Baby girl. One day, Iāll fuck you so hard.ā
Randy's Pov Trisha's wounded expression lasted only a moment before her face shifted back into that excited, gossipy look that suggested she was enjoying this drama far too much. She took a step closer to our little circle, her red dress swishing with the movement, and I could see the determination in her eyes. She wasn't going to let Clara shut her down."Yeah, even though Kyle was away for a while, he's back now," Trisha said, her voice taking on an encouraging, almost conspiratorial tone. She looked directly at Clara, her eyes bright and intense. "You don't have to hide how you feel anymore. You don't have to pretend to love someone you've never even loved before."The last part was delivered with a pointed glance in my direction, making it crystal clear who she was referring to. I stood there, the expensive suit suddenly feeling like a costume, watching this woman I'd never met casually dissect my marriage in front of a growing audience of wealthy party guests."Exactly," Selene
Randy's Pov The silence that followed my words was thick and suffocating, pressing down on the small circle we'd formed in the middle of the Hall family's decorated sitting room. I could feel the weight of multiple stares, not just from Kyle and Selene and the blonde woman whose name I still didn't know, but from other party guests who'd been close enough to hear what I'd said.The words hung in the air like ornaments on one of the Christmas trees, visible and undeniable. For a few seconds, maybe three or four, but feeling much longer, all four of them just looked at me. Their expressions were almost identical, a mixture of shock and disbelief and confusion, like I'd suddenly sprouted horns on my head or started speaking in a foreign language.Kyle's mouth had fallen open slightly, his practised composure slipping for just a moment. The yacht key dangled from his fingers, forgotten now as he tried to process what I'd just said. Beside him, Selene's champagne glass had paused halfway
Randy's Pov The suit fit perfectly, just as I'd known it would. The fabric moved with me as I adjusted the collar in front of the bathroom mirror, expensive material. The dark gray brought out something in my features that I hadn't noticed before, or maybe it was just that I looked different now. More confident. More certain of who I was and where I was going. I'd emerged from the bathroom to find Clara waiting, now dressed in a designer dinner gown that probably had its own name and backstory. The dress was a deep emerald green that complemented her skin tone perfectly, with a fitted bodice and a skirt that flowed when she moved. Her hair was styled in loose waves, and she'd added more makeup, transforming herself into the version of Clara Hall that the world expected to see at exclusive family gatherings. The drive to her parents' house had been quiet. Clara had driven, her hands steady on the wheel, the silence between us filled only by the soft sound of Christmas music playing
Randy's Pov The bedroom had become my sanctuary, at least for these final few days. I'd pulled my old duffle bag from the back of the closet, the fabric slightly dusty from years of disuse, and laid it open on the bed. The process of packing should have been simple. After five years in this house, I should have accumulated more possessions, more evidence of a life lived. But the bag remained mostly empty, holding only a few changes of clothes and some personal items that actually mattered to me. My hands moved methodically, folding a shirt and placing it in the bag. Then another. The repetitive motion was almost meditative, giving my mind something to focus on besides the voices that had finally faded from the living room. Kyle and Selene must have left, taking their excitement about the yacht with them. A soft knock sounded against the door, three gentle taps that barely disturbed the quiet of the room. I paused, my hands stilling on the shirt I'd been folding. For a moment, I con






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.