Short
My Husband Said He Gifted Me a Child, So I Gifted Him a Exit

My Husband Said He Gifted Me a Child, So I Gifted Him a Exit

Oleh:  BagelTamat
Bahasa: English
goodnovel4goodnovel
10Bab
9.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

My husband, Liam, got his terminally ill ex-girlfriend, Chloe, pregnant. He said it was to grant her dying wish of becoming a mother. On the day she gave birth, Liam's sister, Isabella, hired a security firm to guard the hospital, claiming it was to prevent me from causing a scene. Isabella stood by Chloe's bedside. "Don't worry, I have people posted at the entrance. If Ava dares to show up and make trouble, we'll have her thrown out immediately." Liam, seeing I hadn't come, breathed a sigh of relief. "Chloe, just focus on delivering our baby safely. Don't worry about anything else." He truly believed that since he was only fulfilling his dying ex's last wish, I would never be so unreasonable as to make a fuss. Looking at the tiny, rosy infant in his arms, he sent me a text: "Darling, I did this for you. I had her carry a child for us, so you could finally be a mother." He thought that as long as I accepted it all, this child was my ultimate reward. But what he didn't know was that I had just surrendered my residency. In one week, I would be in Kenya, working as a volunteer on a project of biomedical research. It was meant to be a final goodbye—a world away from Liam, forever. But he was searching for me like a madman, pleading for me to return.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Bab 1: Sistem Intelijen Harian

Angin utara yang dingin dan tajam menderu, mencambuk es dan salju ke batang-batang pohon layu di sepanjang jalan.

Draven Rendell duduk di dalam kereta yang bergoyang. Roda-rodanya mengerang pelan, melindas tanah beku yang keras.

Ia menatap Izin Eksplorasi Penguasa Utara yang tertera segel kerajaan di tangannya, sebuah senyum pahit terukir di wajahnya.

Tiga bulan yang lalu, hidupnya berubah total. Sebuah truk sampah mengakhiri hidupnya di dunia yang lama, hanya untuk membawanya bereinkarnasi sebagai Draven Rendell, putra dari Duke Calvin. Namun, alih-alih menikmati status barunya, ia justru diutus ke tanah beku di utara sebagai Baron Eksplorasi—sebuah "tugas mulia" yang dipaksakan.

Bagi Draven, ini bukan anugerah, melainkan pengasingan.

Wilayah Utara adalah tempat yang keras, beku, tandus, dan selalu terancam oleh Orc Gletser. Hanya orang bodoh yang mau tinggal di sana. Meskipun Kekaisaran Berdarah Besi menguasai utara, banyak wilayah masih didominasi oleh sisa-sisa Negeri Salju.

Dua tahun lalu, pemberontakan besar hampir memisahkan Utara sepenuhnya. Untuk mencegah hal itu terulang, Kaisar memerintahkan para putra bangsawan untuk menjadi Penguasa Eksplorasi, menstabilkan perbatasan sambil melemahkan kekuatan para bangsawan itu sendiri—sekali dayung, dua pulau terlampaui.

Para bangsawan tentu tidak bodoh. Mereka hanya mengirimkan putra-putra yang dianggap "cadangan" dan tidak terlalu penting. Draven, sebagai putra ke-11 dari Duke Calvin yang paling tidak berharga, menjadi pilihan sempurna.

Keluarganya hanya memberinya bekal seadanya: delapan ratus koin emas, beberapa gerobak gandum, tiga Ksatria Elite, sepuluh Ksatria Formal, dan tiga puluh Ksatria

Magang. Sang duke tidak berharap banyak. Selama Draven tidak mati di jalan, itu sudah cukup. Kematian di utara pun akan dianggap sebagai penyelesaian misi.

Tak ada yang percaya Draven akan bertahan. Bahkan Draven sendiri ragu. Bagaimana mungkin mantan budak korporat sepertinya bisa bertahan di tempat yang dingin, berbahaya, dan terisolasi ini?

Draven menarik jubahnya, namun dinginnya angin tetap menusuk tulang. "Sialan, bukankah setiap orang yang bereinkarnasi itu dapat kekuatan istimewa? Kenapa aku tidak dapat apa-apa!" gumamnya kesal.

Tepat saat ia mengeluh, sebuah suara wanita mekanis terdengar dalam benaknya.

"Sistem Intelijen Harian sedang dimuat..."

Draven terpaku. Sebelum ia sempat mencerna apa pun, informasi tentang sistem itu mengalir deras ke otaknya.

Sistem Intelijen Harian akan memberinya beberapa informasi acak setiap hari: lokasi sumber daya, rahasia pribadi, bahkan peristiwa di masa depan. Bagi seorang Penguasa Eksplorasi di tempat yang tidak pasti seperti utara, ini adalah anugerah terbesar. Sistem ini akan membantunya menghindari bahaya, mendapatkan sumber daya, dan membangun kekuasaan.

Draven tak bisa menahan kegembiraan. Sebuah harapan kini muncul di tengah perjalanan yang gelap dan penuh bahaya ini.

"Sistem Intelijen Harian selesai dimuat!"

Di hadapan Draven, muncul sebuah layar transparan dengan beberapa baris teks yang berkedip.

【Pembaruan Intelijen Harian Selesai】

【1: Pangeran Ketiga Kekaisaran Berdarah Besi terjatuh ke dalam lubang kotoran saat memeriksa kandang kuda dan tenggelam.】

【2: Putri kesepuluh Duke Calvin telah lahir, dengan bakat 'Ledakan' di garis darahnya.】

【3: Sekawanan Ikan Kod Kristal Utara akan muncul di celah sungai es tiga kilometer di barat saat fajar.】

【4: Ksatria Roy akan mencampurkan racun Kalajengking Beku ke dalam sup makan malammu.】

Draven membaca semua poin dengan antusias. Dua informasi pertama tidak terlalu penting baginya, tapi informasi ketiga membuat matanya membelalak.

Ikan Kod Kristal Utara!

Ia ingat dari buku-buku yang ia pelajari.

Ikan ini tidak hanya lezat, tetapi tulangnya mengandung zat yang bisa memurnikan garis darah dan meningkatkan kekuatan seorang ksatria. Ini adalah barang berharga yang tak ternilai harganya! Sebuah peluang untuk mendapatkan kekayaan dan memperkuat pasukannya.

Sistem ini datang di waktu yang tepat. Ia sudah khawatir bagaimana harus memulai, dan kini, kesempatan itu datang dengan sendirinya.

Namun, senyum Draven seketika hilang saat membaca poin keempat.

"Ksatria Roy akan mencampurkan racun Kalajengking Beku ke dalam sup makan malammu."

Tenggorokan Draven tercekat. Matanya tanpa sadar menyapu sekelompok ksatria yang sibuk membuat perkemahan di dekat api unggun.

Seorang ksatria berwajah jujur sedang mengaduk sup di panci besar. Itu Roy.

Draven merinding. Salah satu ksatria yang ditugaskan keluarganya, kini diam-diam berencana untuk membunuhnya. Ia pikir para ksatria ini hanya akan meremehkannya, bukan membunuhnya secara langsung!

Beruntung ia memiliki Sistem Intelijen Harian. Jika tidak, ia mungkin sudah mati bahkan sebelum petualangannya dimulai.

"Tuanku, makan malam sudah siap," sebuah suara dari luar kereta memecah keheningan.

Draven membenarkan kerahnya, lalu perlahan membuka tirai dan turun.

Cahaya api unggun menerangi perkemahan, dan aroma sup yang kaya tercium, membangkitkan selera makan. Para ksatria sudah berkumpul, menunggu Draven. Sesuai tradisi, ia harus makan lebih dulu.

Draven melayangkan pandangannya ke arah para ksatria, lalu kembali menatap panci besi dengan senyum tipis di bibirnya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status