Share

Bagian 17

“Iya, Pak,” jawab Nur. Sedangkan Endang cuek.

“Sudah lama?”

“Sudah lama banget, Pak. Sejak sekolah.”

“Sudah menikah?”

“Endang sudah, Pak. Saya belum.”

“Sudah punya anak?” Kali ini laki-laki hampir enam puluh tahun itu beralih pada Endang.

“Belum,” jawab Endang malas.

“Sudah lama menikahnya?”

“Dua tahun.”

“Wah, lama juga. Mengapa belum jadi. Kurang genjot kali,” kelakarnya lalu terbawa dibuat seolah sangat geli. Dia sendiri yang tertawa. Kami justru menyorot tajam.

Aku mengamati Bapak mertuaku itu. Mataku sampai menyipit karena terlalu heran. Mengapa gayanya seperti tebar pesona?

Bertanya hal-hal yang tidak penting. Lalu tertawa berlebihan. Sangat tidak etis ditanyakan pada lawan jenis saat pertemuan pertama. Apa ini has

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Wenri Chaniago
hmmmmmm.....
goodnovel comment avatar
Siti Nirwana
semangat terus
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Banyak orang baik sama kamu Ra
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status