/ Romansa / Om Duda! 2 / Chapter 21: Tentang Sakit Yang Dulu

공유

Chapter 21: Tentang Sakit Yang Dulu

작가: Anaa
last update 게시일: 2023-09-27 15:39:28

Disya menundukkan wajahnya dalam, masih menangis sesenggukkan. Benarkah ucapan yang dikatakan Devan beberapa menit yang lalu? Tentang dia yang tidak akan menemui Disya lagi? Itu artinya hubungan mereka benar-benar berakhir. Padahal mereka baru memulainya kembali, tapi sudah harus diakhiri begitu saja?

“Siapa yang mengundang Pak Devan untuk datang ke sini?” tanya Disya mendongakkan wajahnya menatap Samudra yang masih duduk di tempatnya semula, dengan tatapan marah tentu saja.

“Naya, kita berdua
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Om Duda! 2   Chapter 81: Masalah Pernikahan

    Tentang Layla dan bayinya yang ada di kediaman Gina, dan Disya yang bertanya apakah Devan akan meninggalkannya jika terjadi hal buruk dalam pernikahan Samudra dan Naya—Tidak salah kan kalau Devan menyangkut pautkan semuanya? "Bayi itu... anak Samudra?" Disya menggeleng cepat. Segera merogoh handphonenya di dalam tas, tangannya dengan cepat mencari file dokumen hasil tes DNA yang pernah dikirim oleh Alif dan juga Naya. "I—ini, ini Naya sama Alif yang ngirim bukti ini ke Disya," kata Disya sembari menyodorkan handphonenya kepada Devan, kedua pipinya basah, matanya memerah karena masih menangis. Devan segera menerima handphone untuk membaca file tersebut, wajahnya tampak serius, dingin—Selama keduanya kembali bersama, Disya baru melihat ekspresi wajah Devan yang seperti itu, lagi. "Ada jaminan ini dokumen asli?" Disya menunduk dalam, meremas dressnya kuat, berusaha untuk menahan isak tangisnya. "Naya datang

  • Om Duda! 2   Chapter 80: Orang Asing

    Suasana di rumah ini sangat ramai dan hangat terlebih karena kehadiran bayi dalam gendongan Gina. Bahkan Ayah dan Bunda Disya juga sesekali berekspresi lucu untuk mendapat tawa dari bayi kecil itu, ini adalah kali pertama terdengar ada tawa bayi di dalam keluarga—Kai dulu hadir di keluarga ini saat berusia lima tahun, bukan bayi—mereka tampak senang seolah ini adalah pengalam pertama. Disya melirik Naya yang duduk di sampingnya, ikut tersenyum melihat bayi dalam gendongan Gina. Bergantian, menatap Samudra yang duduk di samping Naya, lelaki itu juga terlihat menyunggingkan senyumnya beberapa kali ketika si bayi tertawa. Satu-satunya orang yang tidak ikut terbawa suasana hangat di ruang tengah ini adalah Disya. Perempuan itu bangun dari duduknya, menjauh dari perkumpulan, tidak ada yang menyadari, pun ia tidak mengatakan akan pergi ke mana. Memilih ke luar dari dalam rumah untuk duduk di kursi taman sembari menunggu kedatangan suaminya. Acara dinner akan dilangsungkan setelah kedatan

  • Om Duda! 2   Chapter 79: Ulang Tahun Mamah Gina

    "Belum selesai juga ketawa-ketawanya, sayang?" tanya Devan menatap sang Istri yang masih asyik menatap layar handphone dengan tawa yang tidak kunjung berhenti sedari tadi."Habisnya ini lucu banget Pak Devan," kata Disya menanggapi, mengusap pelan sudut matanya yang sudah berair.Devan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, naik ke atas kasur lalu duduk setengah berbaring di samping Disya. "Sudah malam ini, ayo kita tidur! Besok pagi katanya akan ke rumah Mamah Gina." Devan mengelus bagian atas rambut Disya dengan lembut."Hehehe oke...."Disya segera menyimpan handphonenya di atas nakas, menyamankan posisi berbaringnya, menjadikan dada suaminya sebagai bantalan. "Kayanya kalau fotonya dicetak tambah lucu deh, nanti kita pajang di sini—"Devan mengernyit, sepertinya lelaki itu tidak setuju. "Aneh sekali nanti kalau ada foto si kembar di dinding kamar kita, Sya."Disya kembali terkekeh. "Iya juga ya...."Disya benar-benar mengerjai si kembar, tadi. Selain menyuruh si kembar memakai paka

  • Om Duda! 2   Chapter 78: Ngidam-II

    "Muka sumringah amat tuh Bang, kaya habis dikasih jatah aja sama Disya." Devan dan Disya langsung saling menatap satu sama lain ketika Gio baru saja menyambut kedatangan keduanya di depan pintu rumah. Gio mengernyit, memperhatikan pasangan suami istri di depannya. Dia hanya asal berbicara, tetapi ekspresi keduanya tampak mencurigakan— "Anjir beneran habis dikasih jatah sebelum ke sini?" tanya Gio heboh. Disya diam, wajahnya benar-benar tidak bisa berbohong kalau ia sedang gugup, sedangkan Devan masih bisa mengontrol ekspresi wajahnya dengan ekspresi datar. Gio tertawa, tangannya dengan refleks memukul lengan Disya. "Muka lo ngga bisa bohong, Sya. Ya ampun!" Tawa Gio perlahan mereda ketika dia diberi tatapan tajam dari Devan karena berani memukul bagian lengan Disya, walaupun sebenarnya pukulan tanpa tenaga yang Gio berikan, tetapi tetap saja hal itu membuat Devan kesal. Devan merangkul pundak Disya lembut. "Masalah untuk kamu jika kami bercinta?" tanyanya dengan nada yang terden

  • Om Duda! 2   Chapter 77: Ngidam - I

    Devan kira meskipun Disya sedang dalam mode kesal, bayinya juga akan merasakan hal yang sama. Tetapi, ternyata tidak sama sekali— "Peluk dulu!" pinta Disya, nadanya sedikit merengek tetapi terkesan seperti perintah. Devan menuruti ucapan Disya, lelaki itu mendekap Disya dari belakang—istrinya memilih tidur membelakanginya. "Huh... adik bayinya ngga bisa diajak kerja sama," lirih Disya. Devan tidak bisa menahan untuk senyum ketika mendengar ucapan Disya. Memang, selama masa kehamilan Disya jauh lebih sangat manja kepadanya, ingin selalu menempel dengannya, saat akan tidur harus dan wajib untuk dipeluk, maka dari itu selama masa kehamilan Disya, Devan berusaha menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, tidak boleh sampai lembur—Disya tidak bisa tidur kalau tidak dipeluknya terlebih dahulu. Bisa dibilang ini adalah pertengkaran pertama kalinya selama Disya hamil—tetapi sepertinya itu tidak akan bertahan lama. Istrinya saja tidak bisa tidur jika tidak dipeluk olehnya. "Good job adik ba

  • Om Duda! 2   Chapter 76: Pengaruh Cinta

    Walaupun ragu, tangan kanan Devan pada akhirnya mengetuk pelan pintu kamarnya. Satu... dua... tiga detik berlalu, masih menunggu balasan, bahkan berharap istrinya di dalam mempersilahkannya untuk masuk—tetapi tidak, tidak ada balasan sama sekali. "Sya... saya masuk ya," katanya yang langsung membuka handle pintu. Disya menatapnya dengan kening mengernyit, selimut sudah menutupi sebagian tubuhnya yang berada di atas kasur. "Memang Disya ngijininin Pak Devan masuk?" "Saya hanya ingin menjelaskan—" "Memang Disya minta penjelasan?" tanya Disya cepat memotong ucapannya. "Saya minta maaf jika diary itu membuat kamu tidak nyaman. Tentu ada tujuan khusus saya membuatnya, saya ingin mengabadikan setiap momen tumbuh kembang Kailash sedari masih di dalam kandungan." Walaupun Disya tidak meminta penjelasan, lelaki itu tetap menjelaskan, bahkan sekarang kedua kakinya sudah dibawa melangkah me

  • Om Duda! 2   Chapter 28: Pesta Pertunangan

    Disya menatap cincin—cincin pernikahannya dengan Devan. Tidak hanya cincin yang berada dibalik kotak beludru itu, tetapi lengkap dengan dua kalung berbandul crown yang dulu diberikan oleh Devan—kalung pertama diberikan kepada Disya ketika malam di mana pertama kalinya Disya mengetahui tentang aparte

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Om Duda! 2   Chapter 27: Perlahan Membaik

    Tidak saling berbicara padahal, Disya dan Naya pamit ke luar ketika melihat Devan dan Samudra meninggalkan ruangan. Yang ada dipikiran Disya adalah, bagaimana jika ada adegan adu jotos—semua orang tahu hubungan Devan dan Samudra sama sekali tidak baik—bisa saja hal itu terjadi kan?Disya dan Naya men

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Om Duda! 2   Chapter 30: Cemburu

    “Saya berangkat ya?”Perempuan yang sedang duduk di samping ibunya mengangguk pelan sambil menampilkan senyum kecil, ketika lelaki itu sudah mendaratkan satu buah kecupan di keningnya. “Hati-hati.”Samudra mengangguk, menatap Disya lalu mengecup pipinya sembari mengacak pelan rambut Disya. Disya hanya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Om Duda! 2   Chapter 26: Luluh?

    “Ada apa sebenarnya? Naya tidak mau keluar dari kamar beberapa hari ini, Kai yang terlihat sangat lesu setiap harinya, dia tidak seceria dulu, Dev. Apa yang terjadi, bisa ceritakan dengan jelas?” Maya protes, menatap Devan yang sedang fokus mengemudi.Devan masih setia dengan kebisuannya.“Apa yang te

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status