CindeREA: Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

CindeREA: Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

last updateLast Updated : 2026-09-09
By:  brokolyingUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
50Chapters
345views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Rea percaya uang adalah satu-satunya jalan agar dia bisa hidup bahagia. Demi menebus kembali peninggalan terakhir orang tuanya, gadis itu bekerja keras tanpa memberi ruang bagi hal lain. Namun, keyakinan itu goyah saat seorang duda beranak dua sekaligus bosnya, Rumi Rajendra, hadir mendobrak hatinya dengan tawaran pekerjaan yang di luar kepalanya. Di antara ambisi dan perasaannya yang perlahan tumbuh, Rea mulai bertanya, bisakah dirinya menjaga batas sebagai bawahan, atau justru jatuh pada pria yang tak seharusnya ia inginkan?

View More

Chapter 1

CHAPTER 1

“Putus dari aku, kamu jadi cleaning service di sini?” tanya seseorang yang muncul di belakang Rea. Berhasil membuat gadis itu tercekat dan mematung sebentar.

Dia tahu suara itu. Dia hafal. Dia mengenalnya seperti dia mengenal suaranya sendiri. Dengan pelan tapi tanpa ragu sedikit pun, Rea berbalik perlahan. Memvalidasi sesuatu.

Dan benar saja.

Itu suara yang sama dengan yang dia duga. Suara yang menghantuinya beberapa tahun belakangan.

Seketika, memori tentang bagaimana pria itu pergi dulu, kini kembali sejelas matanya memandang.

“Bara,” sebutnya pelan. Sekarang, menyebut nama itu begitu berat untuk dia lakukan.

“Wow, hidup benar-benar nggak bisa ditebak ya Re?” lanjut Bara dengan senyum tersungging. Terlihat seperti mencemooh gadis itu dari ujung rambut hingga ke ujung sepatu kanvas usangnya.

Rea tidak menjawab. Tapi tangannya yang sedang menggenggam satu kantong sampah plastik besar hitam di kirinya, mengepal lebih erat seiring ingatannya terlempar ke malam di mana dia memohon sambil menangis-nangis di kaki pria itu agar tidak meninggalkannya dulu.

“Baby…. Kamu kenal orang ini?” tanya sosok yang menghampiri mereka. Melihat bagaimana jemarinya langsung merangkul lengan Bara, Rea tahu itu adalah calon istrinya.

“Eh Baby. Iya. Ini teman aku dulu. Ternyata sekarang dia kerja di sini,” ucap Bara memperkenalkan Rea. “Sebagai cleaning service,” lanjutnya penuh penekanan.

“Ooooh….” Gadis itu juga tidak ketinggalan menatap penampilan Rea, yang tengah memakai rompi ivory, bertuliskan trainee* di salah satu sisinya.

“Aku nggak tahu kamu punya teman seorang cleaning service, Baby."

Sadar menjadi pusat pembahasan pasangan di hadapannya, Rea benar-benar tidak berkutik. Dia hanya ingin menunduk. Menghindari pandangan Bara yang seolah menelanjanginya.

“Memang tidak punya. Dulu kami berteman saat dia belum menjadi tukang bersih-bersih seperti sekarang,” tegas Bara menggaris bawahi bahwa kini mereka tidak berteman lagi. Tidak ada hubungan lagi. Bahwa sekarang dia hanyalah tukang bersih-bersih di mata pria itu.

“Oh oke. Kalau gitu aku lanjut lihat-lihat bagian panggung dulu ya. Kalau udah ngobrolnya, kamu langsung nyusul aja.” Wanita itu berlalu, menghampiri Banquet manager yang sedari tadi menatap mereka dari jauh.

“Saya juga permisi,” timpal Rea ketika kini hanya tersisa mereka berdua.

“Nggak usah buru-buru lah. Ngobrol dulu. Sampah-sampah itu bisa menunggu, kan?” seru Bara yang berhasil menghentikan langkah Rea.

“Bara, saya sedang bekerja. Kamu kesini punya keperluan, kan? Tolong lanjutkan kegiatan kamu, dan aku lanjutin kegiatanku. Boleh?” pinta Rea dengan suara pelan. Tidak ingin terdengar siapapun apalagi rekan kerjanya.

“Kamu nggak senang ya ketemu teman lama di sini?”

“Teman lama?” Suara Rea tercekat di kerongkongan. Tidak pernah sekalipun dia menganggap pria itu adalah temannya.

“Kenapa? Harusnya mantan ya? Mau banget kamu aku akuin sebagai mantan? Oooooh Amarea…. Belum move on kamu?” Kalimat Bara terucap sambil ia melipat kedua lengannya di depan dada. Angkuh.

Rea menggeleng-gelengkan kepala. Bukan karena mengiyakan, tapi menyayangkan. Ia mengenal pria itu bertahun-tahun. Dia tahu betul, menjawabnya hanya akan membuat pria itu terprovokasi, dan jelas dia tidak mau buat keributan di tempat kerjanya ini.

Jadi, untuk mencegah agar diskusi ini tidak memanjang, sekali lagi gadis itu berusaha menjauh. “Permisi. Saya benar-benar harus melanjutkan pekerjaan saya.”

“Sebagai cleaning service, kamu mestinya nggak sesombong ini, Rere!” gertak Bara menahan lengan gadis itu cepat. Dengan keras. “Kamu harusnya bersyukur aku masih mau nyapa saat kamu sedang mungut sampah.”

“Lepasin, Bara. Please…” pinta Rea sedikit panik dengan sentuhan itu.

“Lepas? Sekarang kamu bahkan nggak pantas buat nyuruh aku apapun! Apa kamu nggak sadar keadaanmu sekarang serendah apa untuk bersuara?”

Rea tercengang. Itu kalimat terkejam yang pernah seseorang ucapkan padanya.

“Kalau saya emang serendah itu di mata kamu, harusnya kamu nggak perlu nyapa bahkan nyentuh saya sedikit pun!” cecar gadis yang berhasil membebaskan tangannya dengan satu tarikan keras. Air matanya nyaris menetes saat sebuah suara tiba-tiba menyela.

“Sayang? Aku tahu kamu bertanggung jawab atas event yang tadi. Tapi aku rasa kamu nggak perlu sampai ngurusin kebersihannya juga deh. Kamu janji mau nemenin aku makan siang loh,” tutur seseorang yang baru saja masuk ke ballroom, dan langsung menghampirinya.

Rea dan Bara sontak berbalik menatap pemilik suara. Pria tinggi memakai kemeja linen navy, yang langsung merangkul gadis itu akrab.

Kalau saja Bara tidak berdiri di sana, dia mungkin sudah memekik kaget.

Mata Rea membulat. Kata-kata sanggahan sudah nyaris terlontar, tapi terbungkam karena telapak tangan pria itu lebih dulu turun mengusap perlahan dari bahu, leher, turun ke sepanjang punggung, hingga merangkul pinggangnya erat.

Sapuan yang panjang, tenang, dan sensual, membuat Rea merinding halus. Pria itu bahkan membalas tatapan Rea dengan alis terangkat diikuti sebuah anggukan kecil.

Saat itulah Rea menangkap maksudnya. Kalau dia hanya perlu mengikuti sandiwara apapun ini.

“O-oh aku hampir lupa, M-mas. Tadi tim cleaning kurang personil. Jadi aku bantuin aja sekalian,” balas Rea sedikit terbata. Tidak lupa menarik sedikit senyum pada siapapun orang yang tengah menyentuhnya itu.

Sedang di hadapan mereka, raut Bara ikut berubah. Tatapannya berpindah antara Rea dan pria baru yang merangkul gadis itu. Kerutan di dahinya muncul, menyiratkan rasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar juga saksikan.

Hanya dari gestur dan ucapan mereka, harusnya Bara bisa menangkap apa status keduanya. Tapi, ia tak melakukan apapun di hadapan pria yang jelas-jelas tampak lebih tinggi darinya.

“Pantesan. Terus ini siapa sayang?” tanya pria itu menatap Bara.

“Tamu hotel, Mas. Lagi datang cek venue buat nikahannya.”

“Oh selamat ya. Semoga ballroom ini sesuai sama selera, dan….” Ia menatap Bara dari ujung kepala hingga kaki, sebelum balik lagi ke matanya. “Budgetnya.”

Mendengar itu, rahang Bara mengeras. Entah apa yang sedang dia pikirkan, tapi dia terlihat tidak senang, dan Rea menyadari itu.

“Tentu. Kalau begitu, saya permisi,” ucap Bara singkat dan berlalu.

Kalimat itu sukses membuat gadis yang sedari tadi engap tersebut, berangsur lega. Gadis yang lupa kalau masih ada seseorang yang merangkul pinggangnya mesra.

“Ehm.”

Deheman yang menarik Rea kembali menatap pria tinggi bermata cokelat di sampingnya.

“Eh, saya minta maaf atas kejadian barusan, Pak. Sekaligus berterima kasih, karena Bapak sudah bantu saya tadi,” tutur Rea tulus sambil menatap mata sosok itu.

Dari penampilannya, Rea bisa menebak dia pasti seseorang dengan jabatan di hotel ini. Apapun itu, dia harus sopan.

“Setelah pekerjaanmu di sini selesai, tolong ke ruang saya segera,” tuntutnya sebelum berjalan keluar ballroom, meninggalkan Rea yang kebingungan dan tidak diberi kesempatan untuk bertanya.

‘Ruangan? Ruangan apa? Ruang HRD kah? Bakal dipecat kah?!’

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

ti dhap
ti dhap
judulnya lucu, kak. jd penasaran sama kisah Cinderella yg ini...
2026-08-02 06:26:04
0
0
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status