CindeREA:Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

CindeREA:Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

last updateLast Updated : 2026-07-27
By:  brokolyingUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Rea percaya uang adalah satu-satunya jalan agar dia bisa hidup bahagia. Demi menebus kembali peninggalan terakhir orang tuanya, gadis itu bekerja keras tanpa memberi ruang bagi hal lain. Namun, keyakinan itu goyah saat seorang duda beranak dua sekaligus bosnya, Rumi Rajendra, hadir mendobrak hatinya dengan tawaran pekerjaan yang di luar kepalanya. Di antara ambisi dan perasaannya yang perlahan tumbuh, Rea mulai bertanya, bisakah dirinya menjaga batas sebagai bawahan, atau justru jatuh pada pria yang tak seharusnya ia inginkan?

View More

Chapter 1

CHAPTER 1

“Nah, kalau ini ballroom utama kami. Lebih besar dari yang tadi, dengan gaya European classic. Bapak Ibu perlu melakukan reservasi kurang lebih dua tahun sebelumnya kalau memilih yang ini.”

Rea reflek menganga sedikit sambil berbalik mencari arah suara itu. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, tiga orang masuk beriringan ke dalam ballroom. Dari pakaian dan papan nama di blazernya, ia tebak salah satu dari mereka adalah seorang banquet manager. Seseorang yang bertanggung jawab mengelola acara-acara yang akan diadakan di hotel tersebut.

Tidak berhenti hanya mengecek asal suara, Rea bahkan ikut mendengarkan penjelasan wanita itu dari jarak yang tidak terlalu jauh. Kebetulan dia sedang berdiri tepat di samping pintu masuk, dengan plastik sampah hitam besar di genggamannya.

Matanya naik menatap chandelier megah di tengah ruangan yang sedang menjadi objek penjelasan. Dia tidak berkedip melihat betapa indahnya lampu itu.

“Woooow.…” bisiknya pelan. Spontan.

Rea bertanya-tanya mengapa dia baru memperhatikan benda tersebut, padahal sudah berdiri di ruangan itu sejak sejam yang lalu.

Sejak dulu, gadis itu selalu punya bayangan akan menikah di ballroom yang mewah seperti ini. Jadi sekarang, mendengar gadis lain akan dirayakan seroyal itu, entah kenapa hati kecilnya ikut bahagia. Baginya, semua perempuan berhak mendapatkan hal-hal mewah.

“Gimana Baby? Suka?” tanya satu suara. Pria. 

Suara yang sontak membuat Rea menegang.

“Suka. Aku suka kemewahannya. Luasnya juga pas. Tamu kita kan banyak, Baby,” sahut suara lainnya. “Tapi dua tahun…. Itu terlalu lama.”

Rea berbalik pelan. Pelan sekali. Dia harus mematikan sesuatu.

Dan benar saja.

Itu suara yang sama dengan yang dia duga. Suara yang menghantuinya beberapa tahun belakangan. Cepat-cepat dia memutar badannya kembali. Pemilik suara itu tidak boleh melihatnya di sini. Mereka tidak seharusnya bertemu di mana pun.

Rea kembali fokus pada tugasnya. Hanya, kali ini lebih senyap. Dia berusaha tidak mengeluarkan suara sedikit pun dalam tiap gerakannya.

Tapi kalau Rea bisa mengenali suara pria itu bahkan sebelum melihat wajahnya, itu berarti pria itu juga bisa mengenalinya meski hanya melihat punggung gadis itu.

“Amarea?” Sapa yang membuat mata Rea memejam. Gadis itu menggigit bibirnya. Dia bisa merasakan bulu kuduknya meremang. Nafasnya tertahan.

Apa Rea merespon? Tidak. Dia melanjutkan pekerjaannya seolah-olah tidak mendengar apapun. Dengan lincah dia memasukkan beberapa kertas bekas juga tisu dari meja ke dalam kantong sampah di tangan kirinya.

“Hey!” Panggil suara itu sekali lagi. Hanya, sekarang pria itu sambil menarik bahunya. “Ternyata benar kamu,” katanya dengan senyum tersungging. Menatap gadis itu dari ujung rambut ke ujung sepatu canvas usangnya.

Rea melihat sosok di hadapannya dengan pandangan paling datar yang dia punya. Ingatannya terlempar ke beberapa tahun silam, di mana dia memohon sambil menangis-nangis di kaki sosok itu agar tidak meninggalkannya.

“Kerja di sini kamu sekarang?” tanyanya lagi, yang belum juga bisa dijawab oleh Rea.

Dia masih sibuk dengan memorinya. Bagaimana pria itu pergi tanpa berbalik. Pria itu benar-benar pergi tanpa ragu sedikit pun waktu itu. Begitu yakin kalau yang dia lakukan benar dan terbaik.

“Bara.” Sapa Rea akhirnya. Pelan. Sekarang, menyebut nama itu terasa begitu susah untuknya.

“Kamu cleaning service di sini?” Lanjut Bara dengan nada yang tidak Rea suka. “Wow, hidup benar-benar tidak bisa ditebak ya Re?”

Rea mengenal pria itu bertahun-tahun. Dia tahu betul, menjawabnya hanya akan membuat pria itu terprovokasi. Jadi yang dia lakukan hanya senyum dan mengangguk. Membenarkan.

“Baby…. Kamu kenal orang ini?” tanya sosok yang menghampiri mereka. Melihat bagaimana jemarinya langsung merangkul lengan Bara, Rea tahu itu adalah calon istrinya.

“Eh Baby. Iya. Ini teman aku dulu. Ternyata sekarang dia kerja di sini,” ucap Bara memperkenalkan Rea. “Sebagai cleaning service,” lanjutnya penuh penekanan.

“Ooooh….” Gadis itu juga tidak ketinggalan menatap penampilan Rea, yang tengah memakai rompi ivory, bertuliskan trainee di salah satu sisinya.

“Aku nggak tahu kamu punya teman seorang cleaning service, Baby.”

Sadar menjadi pusat pembahasan pasangan di hadapannya, Rea benar-benar tidak berkutik. Dia hanya ingin menunduk. Menghindari pandangan Bara yang seolah menelanjanginya.

“Memang tidak punya. Dulu kami berteman saat dia belum menjadi tukang bersih-bersih seperti sekarang,” jawab Bara menggaris bawahi bahwa mereka memang kini tidak berteman lagi. Tidak ada hubungan lagi. Bahwa sekarang dia hanyalah tukang bersih-bersih di mata pria itu.

“Oh oke. Kalau gitu aku lanjut lihat-lihat bagian panggung dulu ya Baby. Kalau udah ngobrolnya, kamu langsung nyusul aja.” Wanita itu berlalu, menghampiri Banquet manager yang sedari tadi menatap mereka dari jauh.

“Saya juga harus lanjut bersih-bersih. Permisi,” ucap Rea ketika kini hanya tersisa dia dan pria tersebut.

“Nggak usah buru-buru lah. Ngobrol dulu. Sampah-sampah itu bisa menunggu, kan?” seru Bara yang berhasil menghentikan langkah Rea.

“Bara, saya sedang bekerja. Kamu kesini dengan keperluan, kan? Tolong lanjutkan kegiatanmu, dan aku lanjutkan kegiatanku. Boleh?” pinta Rea dengan suara pelan. Tidak ingin terdengar siapapun selain mereka berdua.

“Kamu nggak senang ya ketemu teman lama di sini?”

“Teman?” Suara Rea tercegat di kerongkongan. Tidak pernah sekalipun dia menganggap pria itu adalah temannya.

“Kenapa? Haruskah ku sebut mantan? Mau banget kamu aku akuin sebagai mantan? Oooooh Amarea…. Belum move on kamu?” Kalimat Bara terucap sambil ia melipat kedua lengannya di depan dada. Angkuh.

Rea menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak mau diskusi ini menjadi lebih panjang, sekali lagi gadis itu berusaha menjauh. “Permisi. Saya benar-benar harus melanjutkan pekerjaan saya.”

“Sebagai cleaning service, kamu seharusnya tidak sesombong ini, Rere,” ucap Bara menahan lengan gadis itu cepat. Dengan keras. “Kamu harusnya bersyukur aku masih mau menyapamu saat kamu sedang memungut sampah.”

“Lepasin, Bara,” pinta Rea sedikit panik dengan sentuhan itu.

“Sekarang kamu bahkan nggak pantas buat menyuruhku apapun, Re! Apa kamu nggak sadar keadaanmu sekarang serendah apa untuk bersuara?”

Rea tercengang. Itu kalimat terkejam yang pernah seseorang ucapkan padanya. Air matanya nyaris menetes saat sebuah suara tiba-tiba menyela.

“Sayang? Aku tahu kamu bertanggung jawab atas event yang tadi. Tapi kurasa kamu tidak perlu sampai ngurusin kebersihannya juga deh. Kamu janji mau temenin aku makan siang loh,” tutur seseorang yang baru saja masuk ke ballroom, dan langsung menghampirinya.

Rea dan Bara sontak berbalik menatap pemilik suara. Pria tinggi memakai kemeja linen navy, yang langsung merangkulnya. 

‘Ini siapa? Kenapa tiba-tiba manggil aku kayak gitu?!’

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status