Inicio / Romansa / Om Duda! 2 / Chapter 72: Double Date - I

Compartir

Chapter 72: Double Date - I

Autor: Anaa
last update Fecha de publicación: 2024-11-24 23:56:47

Hening

Mungkin bisa menggambarkan situasi di dalam mobil saat ini, tidak ada yang mengeluarkan suara seolah keempatnya punya dunia masing-masing—sebenarnya Disya dan Naya yang merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini, keduanya sudah mencoba mencairkan suasana, beberapa kali mencari topik obrolan, tetapi kedua lelaki di sana tidak terlalu menanggapi, yang satu sibuk dengan kemudinya, yang satu sibuk dengan i-Pad di tangannya.

"Mumpung lagi lewat sini, ayo kita ke caffe Rainbow, aku kang
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Dominika Tabita
makasih dah di up kaka.. lanjut lg dunk
goodnovel comment avatar
Nova Ugara
disya kapan bilang nya sich klau dia hamil....entar kelamaan bilang ke devan malah devan tau dri yg lain lagi.... mkasih mbak udah up...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Om Duda! 2   Chapter 86: Tanpa Jarak

    Malam datang perlahan, semua yang hadir sudah berpamitan pulang—masih jam delapan malam, belum memasuki tengah malam, mereka memilih langsung pulang agar Disya bisa beristirahat katanya—manis sekali 'kan? "Sya, masih suka ngidam ngga?" tanya Naya masih tertawa karena baru saja menonton video si kembar yang cemberut karena disuruh memakai kostum Upin & Ipin, handphone masih di tangan, video dijeda untuk beberapa saat. "Hmm... ngga sih," jawab Disya seadanya, tetapi perempuan itu masih berpikir mencoba mengingat. "Kamu ngerjain si kembar ya? Atau beneran ngidam kaya gini sih?" tanya Naya lagi memastikan. "Beneran ngidam, Nay. Beneran maunya dede bayi nonton Upin & Ipin sama si kembar. Awalnya aku iseng nanya sama Dokternya waktu USG, jangan-jangan aku lagi hamil anak kembar. Eh, Dokternya malah kaget, kok aku tahu katanya. Padahal Dokternya udah punya niat kalau kehamilan aku yang kembar ini mau diraha

  • Om Duda! 2   Chapter 85: Gender Reveal

    "Kok ngga ada dekorasi sih, Sya?" tanya Alya dengan kening mengernyit menatap sekitaran halaman rumah, hanya ada Devan dan si kembar yang sedang duduk di gazebo sibuk meniup balon. "Bang Devan tuh ngga punya duit sampe ngga mampu buat beli dekor!" dumel Gio dengan wajah memerah kesal. Alya, Fani, dan juga Yumna yang baru datang sama-sama mengeryit menatap Disya. "Padahal kalau pake dekor lebih bagus lho, Sya. Bisa bikin postingan sosmed kita estetik tau!" usul Alya. "Bang Devan tuh kolot banget!" Lagi-lagi Gio mulai mengomel. "Lo juga, Sya! Bisa-bisanya ketularan Bang Devan sih?" Disya terkekeh pelan. "Acaranya kan jam tiga sore, ini masih jam sepuluh. Kalian datangnya kepagian sih makannya disuruh Pak Devan niup balon." Gio mencebik kesal, tetapi mulutnya masih sibuk meniup balon. Dio juga melakukan hal yang sama, bedanya lelaki itu lebih bersikap tenang seperti Devan. "Kita pesen dekor kok, sebentar lagi juga s

  • Om Duda! 2   Chapter 84: Melekat vs Menjauh

    "Ada apa?" tanya Disya melirik suaminya beberapa detik, lalu kembali fokus dengan kegiatanya yang sedang memasangkan dasi di leher Devan.Lelaki itu tersenyum lalu mengusap lembut pipi kanan Disya. "Kamu cantik sekali, Sya?"Disya memberengut, memukul pelan dada Devan untuk menutupi rasa gugupnya. Bukan satu, dua bulan mereka bersama. Tetapi, Disya selalu dibuat salah tingkah jika Devan menggodanya. Jelas pipinya bersemu merah sekarang, membuat Devan gemas, tidak tahan untuk menciuminya, bahkan lelaki itu sudah memeluk tubuh Disya."Pak Devan harus sarapan, nanti telat.""Saya cuti lagi ya hari ini.""Ngga boleh! Kemarin kan Pak Devan udah ngambil cuti."Devan berdecak, lelaki itu malah semakin memeluk Disya erat. "Saya mau sama kamu terus...." rengeknya manja—Bukan Devan sekali 'kan?!"Ayo sarapan, di bawah Naya sama Bang Sam pasti nungguin!" kata Disya mencoba melepaskan pelukan suaminya."Biarkan saja mereka," ucap Devan sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.Kalau sudah begi

  • Om Duda! 2   Chapter 83: Kebenaran Yang Ditunda

    "Abang cinta sama Naya, Sya...." Disya mengangguk pelan memeluk lengan Samudra dengan lembut sesekali mengelusnya, mencoba menyampaikan bahwa ia percaya dengan ucapannya—bagaimana Disya tidak percaya, manik mata Abangnya sudah memerah sekarang, bahkan berkaca-kaca jika saja matanya berkedip beberapa detik maka air mata yang menggenang itu akan jatuh membasahi pipinya. "Abang ngga tau kenapa kamu sama Devan masih belum percaya itu. Abang harus bagaimana lagi?" Disya menggeleng pelan. "Pak Devan bilang apa sama Bang Sam?" Tanya Disya memastikan, beberapa menit yang lalu suami dan abangnya ini baru mengobrol di halaman samping. Disya sudah mengetahui apa yang dibahas, tetapi ia tidak tahu secara rinci kalimat seperti apa yang suaminya ucapkan kepada Samudra sehingga lelaki itu sampai berkaca-kaca hendak menangis seperti ini. "Disya cuman takut—" "Sudah beberapa kali Abang bilang takut kalian itu keterlaluan, berlebihan. Apalagi sekarang

  • Om Duda! 2   Chapter 82: Wejangan Pernikahan

    "Siapa Layla?" Samudra menoleh, lelaki itu baru mendaratkan bokongnya di kursi dan langsung ditembak dengan pertanyaan dari Devan yang sudah menatapnya dengan tatapan penuh selidik—menginterogasi. "Siapa Layla bagi kamu dan Mamah Gina?" Tanya Devan lagi, memperjelas pertanyaannya. "..." Samudra masih diam, tidak membalas tatapan Devan, lelaki itu memilih menatap ke depan dengan mulut terkatup rapat. "Disya menangis semalam, dia mengkhawatirkan pernikahan kalian berdua, dia takut terjadi masalah di hubungan pernikahan kamu dengan Naya, dia takut jika hal itu terjadi... saya akan meninggalkannya—" Devan menjeda kalimatnya, terdengar helaan nafas berat dari mulutnya, mengalihkan pandangan ke arah lain, tidak lagi menatap Samudra. Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak mengingat semalam Disya menangis tersedu karena masalah ini. "Saya tidak akan pernah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya—saya tidak akan pernah meninggalkan Disya apapun

  • Om Duda! 2   Chapter 81: Masalah Pernikahan

    Tentang Layla dan bayinya yang ada di kediaman Gina, dan Disya yang bertanya apakah Devan akan meninggalkannya jika terjadi hal buruk dalam pernikahan Samudra dan Naya—Tidak salah kan kalau Devan menyangkut pautkan semuanya? "Bayi itu... anak Samudra?" Disya menggeleng cepat. Segera merogoh handphonenya di dalam tas, tangannya dengan cepat mencari file dokumen hasil tes DNA yang pernah dikirim oleh Alif dan juga Naya. "I—ini, ini Naya sama Alif yang ngirim bukti ini ke Disya," kata Disya sembari menyodorkan handphonenya kepada Devan, kedua pipinya basah, matanya memerah karena masih menangis. Devan segera menerima handphone untuk membaca file tersebut, wajahnya tampak serius, dingin—Selama keduanya kembali bersama, Disya baru melihat ekspresi wajah Devan yang seperti itu, lagi. "Ada jaminan ini dokumen asli?" Disya menunduk dalam, meremas dressnya kuat, berusaha untuk menahan isak tangisnya. "Naya datang

  • Om Duda! 2   Chapter 27: Perlahan Membaik

    Tidak saling berbicara padahal, Disya dan Naya pamit ke luar ketika melihat Devan dan Samudra meninggalkan ruangan. Yang ada dipikiran Disya adalah, bagaimana jika ada adegan adu jotos—semua orang tahu hubungan Devan dan Samudra sama sekali tidak baik—bisa saja hal itu terjadi kan?Disya dan Naya men

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
  • Om Duda! 2   Chapter 30: Cemburu

    “Saya berangkat ya?”Perempuan yang sedang duduk di samping ibunya mengangguk pelan sambil menampilkan senyum kecil, ketika lelaki itu sudah mendaratkan satu buah kecupan di keningnya. “Hati-hati.”Samudra mengangguk, menatap Disya lalu mengecup pipinya sembari mengacak pelan rambut Disya. Disya hanya

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
  • Om Duda! 2   Chapter 20: Putusnya Hubungan Keluarga

    "Demi Tuhan saya tidak akan menyetujui hubungan kalian berdua. Kamu akan membalas dendam? Melakukan apa yang sudah saya lakukan kepada kedua adikmu?" Devan menatap Samudra yang duduk tepat di depannya dengan tatapan tajam.Samudra tidak merasa terintimidasi dengan tatapan Devan sama sekali, bahkan le

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Om Duda! 2   Chapter 21: Tentang Sakit Yang Dulu

    Disya menundukkan wajahnya dalam, masih menangis sesenggukkan. Benarkah ucapan yang dikatakan Devan beberapa menit yang lalu? Tentang dia yang tidak akan menemui Disya lagi? Itu artinya hubungan mereka benar-benar berakhir. Padahal mereka baru memulainya kembali, tapi sudah harus diakhiri begitu saj

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status