LOGINKeinginan Minari Halden adalah keluar dari rumah Papa yang bagaikan penjara. Hal itu bisa ia dapatkan asalkan mau dijodohkan dengan Zian, putra keluarga Ravenshow yang bisa membantu bisnis Papa dari kebangkrutan. Namun selama menjadi tunangan Zian, Minari justru dekat dengan seorang pria bernama Evan yang selalu membuatnya teringat masa lalu. Masa-masa yang pernah Minari lupakan. Siapa sebenarnya Evan, apakah ia pernah memiliki hubungan dengan Minari sebelum wanita itu menderita amnesia? Lalu, apa Zian akan diam saja melihat seorang pria misterius terus berusaha mendekati tunangannya?
View MoreBerita tentang pernikahan Minari dan Evan akhirnya tersiar di berbagai stasiun televisi internasional.Pernikahan itu menjadi salah satu pernikahan paling fenomenal tahun itu. Bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena tamu-tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan penting dan keluarga bisnis ternama dari seluruh dunia.Nama Evan Alaric Veyron kembali menjadi sorotan.Namun, yang paling banyak diberitakan justru wanita yang berdiri di sampingnya.Minari.Setelah menikah dengan Evan, Minari bergabung dengan Veyron Group. Kemampuan ingatannya yang luar biasa perlahan diketahui oleh banyak orang di dunia bisnis. Alih-alih menganggapnya sebagai sesuatu yang harus disembunyikan, Evan justru membantu Minari memanfaatkannya.Ingatan yang dahulu dianggap sebagai kelemahan kini menjadi salah satu kekuatan terbesarnya.Minari mampu mengingat data, angka, nama, bahkan berbagai detail dalam pertemuan bisnis yang hanya berlangsung se
“Kau selamat? Kau baik-baik saja?”Begitu mereka berada di dalam mobil, Minari langsung menatap Evan dengan cemas. Matanya memeriksa wajah pria itu, lalu turun ke lengannya, seolah mencari luka yang mungkin disembunyikannya.Evan justru tersenyum.“Jangan cemaskan aku. Aku baik-baik saja.”“Tapi aku melihat keadaanmu waktu itu...” Minari terdiam sejenak. Bayangan Evan yang tidak berdaya di tangan anak buah Alistair kembali melintas di kepalanya. “Aku takut sesuatu terjadi padamu.”“Aku sudah melewati banyak hal lebih buruk dari itu.”Evan meraih tangan Minari dan menggenggamnya erat. “Sekarang, bagaimana denganmu?”Minari menarik napas panjang.“Aku tidak apa-apa. Hanya saja...” Ia menatap Evan dengan sorot serius. “Papa menyuntikkan sesuatu padaku semalam. Aku yakin itu obat yang bisa membuatku kehilangan ingatan lagi.”Evan
“Saya datang untuk menjemput Anda.”Minari terdiam.Untuk beberapa detik, ia hanya menatap pria di hadapannya seolah ingin memastikan bahwa ia tidak salah mendengar.“Evan mengirimmu?”Pria itu mengangguk. “Benar, Nona.”Minari segera melangkah mendekat. Ia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.“Apa Evan baik-baik saja?”“Pak Evan baik-baik saja.”Minari mengembuskan napas panjang. “Syukurlah.”Sejak dibawa paksa oleh Alistair, satu-satunya hal yang terus menghantuinya adalah keadaan Evan. Ia tidak tahu apakah pria itu selamat. Tidak tahu apa yang dilakukan Alistair kepadanya.Mendengar bahwa Evan masih baik-baik saja membuat dadanya sedikit lebih lega.“Di mana dia sekarang?”“Beliau menunggu Anda di tempat yang sudah disiapkan.”Minari mengangguk. “Aku ingin pergi sekarang.”Pria itu mengamati pintu ruangan.“Kalau begitu,
Minari membuka mata perlahan.Cahaya pagi yang menerobos celah tirai membuatnya menyipitkan mata. Kepalanya terasa berat dan berdenyut. Tubuhnya pun seperti kehilangan tenaga setelah melewati malam yang panjang.Ia mengerjapkan mata beberapa kali. Beberapa pelayan berdiri mengelilingi tempat tidurnya.“Nona, bagaimana perasaan Anda?”Minari memandangi mereka dengan wajah bingung.“Kepalaku sakit.”Salah seorang pelayan segera mengambil segelas air dan menyerahkannya. “Minumlah, Nona.”Minari menerimanya. Tangannya sedikit gemetar ketika membawa gelas itu ke bibir.“Apa yang terjadi?” Pertanyaan sederhana itu membuat para pelayan saling bertatapan.Tidak ada satu pun yang langsung menjawab. Minari memperhatikan perubahan wajah mereka.“Ada apa?”“Tidak ada apa-apa, Nona.” Pelayan itu tersenyum kaku. “Kami hanya ingin memastikan kondisi Nona baik-baik saja.”Minari mengangguk pelan.Ia kemudian
“Aku hitung sampai tiga. Keluar dari sini!”Wanita itu langsung panik.Dengan tergesa-gesa ia turun dari tubuh Zian, meraih pakaiannya yang berserakan di lantai, lalu mengenakannya sembarangan.Tak sampai satu menit, wanita itu sudah berlari keluar mansion tanpa berani menoleh lagi.Suasana mendadak
Pintu terbuka, Minari terbelalak kaget melihat tamunya yang datang.“Hai, aku tetangga baru. Aku mau memberikan camilan sebagai tanda perkenalan."Minari membeku.Bukan hanya karena kedatangannya yang tiba-tiba, tetapi juga karena pria yang berdiri di depan pintunya adalah sosok bermata hazel yang i
“Lehermu. Aku bisa melihat bekas ciuman di sana.”Zian terkesiap. Namun hanya sepersekian detik.Setelah itu, ia kembali pada ekspresi santainya, seolah tidak terjadi apa-apa.“Apa maksudmu?” tanyanya ringan.Minari tersenyum miring. “Jangan pura-pura bodoh. Aku tahu semuanya. Termasuk hobimu yang s
“Kalau kau ingin keluar dari rumah ini, kau harus mau dijodohkan dengan putra keluarga Ravenshow.”Kalimat itu menjadi alasan Minari Halden berdiri tegap mengikuti acara pertunangan hari ini.Papanya – Alistair Halden, memilih Zian Nathaniel Ravenshow sebagai pasangan hidupnya. Putra satu-satunya ke






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore