เข้าสู่ระบบEnam tahun lalu, Daisy Wilson kehilangan karier, kehormatan, dan pernikahannya dalam satu malam. Dituduh berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Daisy menjadi wanita paling dibenci di Cresden. Bahkan suaminya sendiri menolak mempercayainya dan menganggap putri mereka adalah anak pria lain. Selama enam tahun Daisy memilih bertahan. Sampai ia memergoki suaminya tidur dengan sahabat yang selama ini menjadi tempatnya bersandar. Perceraian seharusnya menjadi akhir dari semua penderitaannya. Namun kemunculan kembali Lucian Griffin justru membuka rahasia yang selama ini terkubur. Bagaimana jika skandal yang menghancurkan hidup Daisy ternyata bukan kecelakaan? Dan bagaimana jika orang yang paling ia percaya selama ini adalah dalang di balik semuanya?
ดูเพิ่มเติมAiden langsung terdiam. Tatapan pria itu tetap tertuju pada Daisy, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Daisy perlahan menggenggam map putih di tangannya lebih erat sebelum akhirnya berjalan melewati Aiden menuju ruang sidang. Langkah wanita itu tenang, tetapi dadanya terasa sesak. Setelah bertahun-tahun memperjuangkan pernikahan ini sendirian, akhirnya ia benar-benar sampai di titik akhir. “Aiden.” Suara Daisy membuat pria itu kembali mengangkat pandangannya. Wanita itu berhenti tepat di depan pintu ruang sidang tanpa menoleh sepenuhnya. “Aku dulu pernah nunggu kamu berubah, dan percaya sama aku.” Kalimat itu terdengar pelan, tetapi cukup membuat rahang Aiden menegang samar. Daisy tersenyum kecil. Senyum yang terlihat rapuh. “Atau seenggaknya kamu setuju buat lakuin tes DNA dengan Evelyn. Tapi nyatanya kebencian kamu ke aku sangat besar.” Setelah mengatakan itu, Daisy langsung masuk ke dalam ruang sidang. Sementara Aiden
Langit Kota Cresden pagi itu terlihat mendung. Sisa hujan semalam masih meninggalkan udara dingin yang menusuk hingga ke kulit.Daisy turun perlahan dari mobilnya sambil menggenggam map putih di dada.“Nyonya yakin nggak perlu saya temenin?”Suara Martha membuat Daisy menoleh pelan. Pengasuh paruh baya itu berdiri di dekat pintu mobil sambil menggendong Evelyn yang masih setengah mengantuk.Daisy tersenyum tipis. “Aku cuma sidang sebentar.”“Mama cepet pulang, ya?”Suara kecil Evelyn langsung membuat hati Daisy terasa lembut seketika.Anak itu memeluk boneka kelincinya sambil menatap Daisy dengan mata bulat yang masih terlihat sedikit lemas setelah sakit beberapa hari lalu.“Iya, Sayang.” Daisy mengusap rambut putrinya pelan. “Nanti Mama bewain strawberry cake buat Eve.”Evelyn langsung mengangguk kecil.Melihat putrinya mulai kembali ceria seharusnya membuat Daisy merasa lega. Namun kenyataannya, seminggu terakhir justru terasa sangat melelahkan bagi dirinya sendiri.Setelah keluar d
Lucian langsung membeku. Sorot mata pria itu berubah gelap. Rahangnya mengeras samar saat mendengar suara Daisy yang mulai bergetar menahan emosi.Selama bertahun-tahun, Lucian membayangkan banyak kemungkinan tentang pertemuan mereka kembali.Daisy marah, menangis, atau mungkin Daisy sudah benar-benar melupakan dirinya. Namun Lucian tidak pernah membayangkan akan melihat wanita itu sehancur ini tepat di depan matanya.“Aku—”“Kamu tahu apa yang paling lucu?” Daisy memotong cepat sambil tertawa kecil penuh kepahitan. “Aku dulu masih berharap kamu bakal datang.”Lucian terdiam.Daisy menatapnya dengan mata yang mulai memerah.“Minimal bilang kalau malam itu bukan salah aku.”Suasana parkiran mendadak terasa semakin sunyi. Hanya suara tetesan air hujan dari atap gedung yang terdengar samar di sekitar mereka.Napas Lucian terasa berat malam itu. Malam yang menghancurkan hidup Daisy.Malam ketika berita tentang skandal dirinya dan Daisy tersebar di seluruh Kota Cresden hanya dalam beberapa
Daisy melangkah pelan keluar dari ruang rawat putrinya. Dokter mengatakan kondisi Evelyn mulai stabil setelah obat penurun panas diberikan. Meski begitu, Daisy tetap belum bisa merasa tenang sepenuhnya.Anak itu masih tertidur lemah di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat.Martha memilih menjaga Evelyn sementara Daisy kembali sebentar ke rumah untuk mengambil semua pakaian dan beberapa barang. Ia memutuskan untuk tinggal di apartemen miliknya mulai malam ini.Daisy menghela napas berat. Koridor rumah sakit malam itu terasa sunyi.Daisy berjalan sambil memeluk tas kecilnya erat. Kepalanya begitu penuh oleh kejadian beberapa jam lalu.Pengkhianatan Selena, dan juga perceraian. Semua itu bercampur menjadi satu hingga membuat tenggorokannya tercekat. Hujan di luar rupanya sudah berhenti sejak tadi. Udara dingin langsung menyambut Daisy begitu ia keluar menuju area parkiran rumah sakit.Lampu-lampu putih memantul samar di atas aspal basah.Daisy menundukkan kepalanya sambil berjalan c


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.