ログインEnam tahun lalu, Daisy Wilson kehilangan karier, kehormatan, dan pernikahannya dalam satu malam. Dituduh berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Daisy menjadi wanita paling dibenci di Cresden. Bahkan suaminya sendiri menolak mempercayainya dan menganggap putri mereka adalah anak pria lain. Selama enam tahun Daisy memilih bertahan. Sampai ia memergoki suaminya tidur dengan sahabat yang selama ini menjadi tempatnya bersandar. Perceraian seharusnya menjadi akhir dari semua penderitaannya. Namun kemunculan kembali Lucian Griffin justru membuka rahasia yang selama ini terkubur. Bagaimana jika skandal yang menghancurkan hidup Daisy ternyata bukan kecelakaan? Dan bagaimana jika orang yang paling ia percaya selama ini adalah dalang di balik semuanya?
もっと見るDaisy menatap layar ponselnya sambil menunggu balasan. Entah mengapa, jantungnya kembali berdegup lebih cepat. Ia bukan sedang menghadapi sidang perceraian, bukan pula menunggu hasil dari sebuah keputusan besar yang akan menghancurkan hidupnya. Namun, bertemu dengan keluarga Lucian tetap membuatnya gugup. Ia ingin diterima, bukan hanya sebagai perempuan yang dicintai Lucian, tetapi juga sebagai ibu dari Evelyn.Beberapa detik kemudian, layar ponselnya kembali menyala."Ayah bilang, 'Kalau perempuan itu benar-benar Daisy yang selama ini kamu ceritakan, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama. Bawa dia pulang.'"Daisy membaca pesan itu berulang kali. Senyum perlahan merekah di wajahnya, sementara matanya kembali dipenuhi air mata. Selama ini ia selalu takut masa lalunya akan menjadi alasan seseorang menolaknya. Namun, tanpa pernah ia duga, keluarga Lucian justru membuka pintu sebelum ia sempat mengetuknya.Ia membalas dengan satu kalimat singkat."Terima kasih sudah memilihku sejak dul
Daisy menatap pria di hadapannya cukup lama. Jemarinya masih menggenggam tangan Lucian dengan erat, seolah ingin memastikan bahwa semua yang terjadi saat itu bukan sekadar mimpi. Bertahun-tahun lalu, ia pernah berdiri di hadapan seorang pria sambil mengucapkan janji yang ternyata berakhir dengan luka. Karena itulah, keputusan untuk membuka kembali pintu hatinya bukan sesuatu yang bisa diucapkan dengan mudah. Namun kali ini berbeda. Di hadapannya bukan seseorang yang hanya mencintainya ketika semuanya baik-baik saja, melainkan seseorang yang tetap memilih bertahan bahkan saat hidupnya berada di titik paling hancur."Aku sudah memikirkan semuanya," ucap Daisy perlahan. "Tentang aku, tentang Eve, dan tentang kita."Lucian mendengarkan tanpa memotong sedikit pun. Tatapannya tetap tenang, meski jantungnya berdegup jauh lebih cepat daripada biasanya. Selama bertahun-tahun ia belajar bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati setiap keputusan yang diambil orang tersebut. Karena itu,
"Tentu," jawab Lucian sambil tersenyum hangat. "Kalau aku ingin menjadi bagian dari keluarga kalian, maka aku juga harus menghargai perasaan Eve."Keesokan harinya, tepat setelah jam sekolah usai, Evelyn berlari keluar gerbang sambil membawa tas ransel berwarna merah muda. Begitu melihat Daisy menunggunya, gadis kecil itu langsung memeluk ibunya dengan wajah penuh semangat."Mama, hari ini aku dapat nilai bintang lima!" serunya bangga sambil menunjukkan buku tugasnya."Wah, hebat sekali." Daisy mengusap rambut putrinya dengan lembut. "Berarti nanti malam kita rayakan pakai es krim.""Yeay!"Sepanjang perjalanan pulang, Evelyn tidak berhenti bercerita tentang kegiatan di sekolah. Daisy mendengarkannya sambil sesekali tertawa. Namun di balik senyumnya, ia terus memikirkan percakapan semalam. Ia belum tahu bagaimana harus memulai pembicaraan itu, tetapi ia yakin Lucian akan datang sore nanti.Menjelang pukul lima, bel rumah berbunyi. Evelyn yang sedang menggambar di ruang keluarga langsu
Malam itu, setelah seluruh rapat selesai dan pekerjaan di cake shop juga berakhir, Lucian menjemput Daisy tepat ketika langit mulai dipenuhi cahaya lampu kota. Pria itu mengenakan setelan jas yang masih rapi meski hari panjang jelas terlihat dari sorot matanya. Saat Daisy masuk ke dalam mobil, ia sedikit heran karena Lucian memilih jalan yang berbeda dari biasanya."Kita mau ke mana?" tanya Daisy sambil memasang sabuk pengaman.Lucian tersenyum tipis. "Makan malam. Anggap saja hadiah karena kita sama-sama berhasil melewati hari yang sibuk."Daisy mengangguk tanpa bertanya lagi. Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di sebuah restoran kecil di tepi danau. Tempat itu tidak terlalu ramai. Lampu-lampu hangat memantul di permukaan air, sementara alunan musik piano mengisi udara malam dengan lembut. Suasananya sederhana, tetapi terasa begitu nyaman.Setelah pelayan menghidangkan makanan, keduanya menikmati makan malam sambil mengobrol tentang hal-hal ringan. Daisy bercerita tentang pelang
Aiden langsung terdiam. Tatapan pria itu tetap tertuju pada Daisy, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Daisy perlahan menggenggam map putih di tangannya lebih erat sebelum akhirnya berjalan melewati Aiden menuju ruang sidang. Langkah wanita itu
Langit Kota Cresden pagi itu terlihat mendung. Sisa hujan semalam masih meninggalkan udara dingin yang menusuk hingga ke kulit.Daisy turun perlahan dari mobilnya sambil menggenggam map putih di dada.“Nyonya yakin nggak perlu saya temenin?”Suara Martha membuat Daisy menoleh pelan. Pengasuh paruh
Lucian langsung membeku. Sorot mata pria itu berubah gelap. Rahangnya mengeras samar saat mendengar suara Daisy yang mulai bergetar menahan emosi.Selama bertahun-tahun, Lucian membayangkan banyak kemungkinan tentang pertemuan mereka kembali.Daisy marah, menangis, atau mungkin Daisy sudah benar-be
Daisy melangkah pelan keluar dari ruang rawat putrinya. Dokter mengatakan kondisi Evelyn mulai stabil setelah obat penurun panas diberikan. Meski begitu, Daisy tetap belum bisa merasa tenang sepenuhnya.Anak itu masih tertidur lemah di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat.Martha memilih menjaga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー