MasukDua Bulan Kemudian..."Jagat, sampai kapan kamu mau menghindari Mama? Mama kirim pesan nggak dibalas, Mama telepon nggak bisa, bahkna Mama masuk rumah sakit kamu nggak menjenguk sama sekali."Jagat hanya diam dan terus menatap serta membolak-balikkan tiap lembar laporan yang ada di mejanya. Mamanya tidak tahu saja saat ia dikabari kalau sang Mama masuk rumah sakit, ia langsung datang ke sana. Namun ketika akan memasuki ruangan Mamanya, ia justru mendengar pembicaraan antara Mamanya dengan Airin - adiknya. "Ma, Mama ngapain sih pura-pura sakit begini? Di luar sana banyak orang yang berjuang keras buat sembuh dan keluar dari rumah sakit, Mama yang sehat justru minta opname di sini.""Udah lah, Rin. Mama cuma pengen kakak kamu datang menemui Mama."Jagat yang masih berdiri di depan pintu ruang rawat yang sedikit terbuka itu kemudian mendengar Airin berdecak sebal. Adiknya itu seperti sudah kepalang kesal dengan tingkah Mama."Terus kalau Mas Jagat datang ke sini, Mama mau bujuk dia lagi
"Thank you for coming to this company. I hope we can work together well." Ucap Jagat saat menyalami Alexander di ruang rapat."You're welcome, Mr. Jagat." Jawab Alexander dengan tersenyum ramah, khas seorang pengusaha yang berwibawa.Akhirnya usai sudah rapat antara kedua belah pihak. Kesepakatan investasi di JB Company telah dicapai. Jagat bersyukur karena Alexander begitu profesional dan yang paling penting adalah pria itu melihat perusahaanya dengan kaca mata yang jeli, tak lupa ia juga berterima kasih pada team dari perusahaannya sendiri yang sudah bekerja keras dan saling bahu membahu membantu sehingga bisa menyuguhkan presentasi yang luar biasa di hadapan Alexander."Dim, makan siangnya sudah siap kan?" Jagat beralih bertanya pada sekretarisnya. Sebagai bentuk penyambutan, ia memesan makanan spesial yang dimasak oleh salah satu chef terkenal secara langsung. Ia bahkan mengubah ruang serba guna di perusahaan ini untuk dijadikan dapur sementara."Sudah, Pak."Setelah itu ia mengaj
"Aku nggak tahu sedetail itu tentang pertemanan Pak Devan. Kamu tuh aneh banget sih, sering tanya tentang bosku. Sebenarnya kamu mau tahu kabarku apa bosku?"Langkah Devan yang akan memasuki pantry akhirnya terhenti kala mendengar suara asisten pribadinya - Adelia. Ia bukanlah tipe manusia yang kepo tentang urusan pribadi manusia lain, tapi apa yang diucapkan oleh Adelia sungguh janggal.Siapa yang sedang berbicara dengan asisten pribadinya itu sampai membahas tentang pertemanannya?"Aku baru sadar, dari beberapa bulan ini kamu selalu ingin tahu tentang bosku termasuk pertemanannya."Lagi. Devan mendengar suara Adelia dan kali ini terdengar penuh selidik. Ia jadi semakin penasaran. Selama ini Adelia selalu terlihat profesional ketika bekerja, ia tak sedikitpun menaruh curiga pada wanita itu. Namun kini ia merasakan sebaliknya."Jujur saja, David! Aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Apa kamu punya niat lain selain mendekati aku?"Devan mengernyitkan dahinya. Nama David terden
Sekar keluar dari ruangan interview dengan perasaan yang mengganjal hanya karena mendengar nama Jagat yang diucapkan oleh salah satu pewawancaranya. Padahal di dunia ini, khususnya di Indonesia nama Jagat mungkin tidak hanya ada satu yang memilikinya, namun bagi Sekar yang belum move on itu adalah Jagat yang sama dengan Jagat mantan kekasihnya."Aku udah pergi ke Singapura padahal, tapi nama kamu tetap masih aku dengar." Gumamnya sambil memandangi jalanan dari dalam taxi yang akan mengantarnya untuk pulang ke apartemen.Kenapa begitu sulit baginya untuk bisa melupakan Jagat? Apa karena ia masih belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa hubungan mereka sudah berakhir?Tapi wanita mana yang bisa menerima kenyataan begitu saja untuk berpisah dengan pria yang dicintainya saat di antara mereka berdua tidak ada masalah yang berarti?Jika saja Bu Dian hanya mengancam dirinya, ia akan tetap mempertahankan hubungannya dengan Jagat. Tapi sayangnya wanita itu membuatnya tak bisa berkutik ketika
Ya, Rachel selama ini bekerja sama dengan David - mantan kekasih Sekar. Dulu saat pertama kali Jagat mengunggah foto yang memperlihatkan pria itu tengah melamar seorang wanita, ia langsung mencari tahu siapa wanita itu yang tak lain adalah Sekar.Ia terus mencari siapa sosok itu hingga akhirnya ia mendapati fakta bahwa beberapa hari sebelumnya Sekar ternyata sempat viral karena tuduhan perselingkuhan dan yang menyebarkannya adalah mantan kekasihnya sendiri.Dari sanalah ia mencari informasi tentang David dan saat mereka akhirnya bertemu, ia bekerja sama dengan pria itu untuk berusaha membuat jarak atau membuat Jagat dan Sekar berpisah.Dan seolah takdir berpihak pada mereka, ternyata asisten pribadi Devan merupakan teman dari David. Entah bagaimana akhirnya David dapat mengorek informasi tentang perjalan Jagat dan Devan ke Labuan Bajo saat itu."Gue dapat info kalau Jagat dan Devan akan ke Labuan Bajo minggu depan. Lo bisa tuh ke sana terus terus ketemu mereka dan buat seolah-olah itu
Tak ingin terus meratapi kegalauannya, Sekar dengan cepat menyelesaikan kegiatannya mengeringkan rambut. Lebih baik sekarang ia bersiap-siap untuk pergi dengan Mamanya, tak. Untungnya saat ia membuka pintu kamar, ia masih mendapati Mamanya yang menonton televisi."Ma, kita berangkat sekarang aja gimana? Ajak aku jalan-jalan dong, Ma. Nanti kalau udah lapar kita baru makan." Ucapnya sambil menaikturunkan kedua alisnyaDan bukan Mamanya kalau langsung mengiyakan. Wanita yang telah melahirkannya itu justru memutar kedua bola matanya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengangguk setuju. "Ya sudah, Mama siap-siap dulu."Setelah Mamanya beranjak dari ruang televisi, Sekar pun masuk ke dalam kamarnya kembali untuk mengambil tas dan ponselnya. Hingga setengah jam kemudian ia dan sang Mama sudah ada di Suntec City Mall - salah satu pusat perbelanjaan yang ada di dekat Marina Bay Sand. Di sana banyak sekali pilihan ritel dan makanan.Sekar langsung menuju gerai pakaian, sudah lama ia tidak berbel
Jagat mematung memandang Mamanya yang kini tersenyum dan melangkah ke arahnya. Ia tak mengira sang Mama akan datang ke sini. Memang perusahaan ini milik Mamanya, tidak ada aturan yang melarang sang pemilik untuk datang. Tapi dulu Mamanya bilang tidak akan datang ke AYT Tech karena lebih memilih unt
Jagat langsung menghubungi Sekar, namun nomor wanita itu tidak aktif. Ia coba mengirimkan pesan, juga hanya berakhir dengan centang satu. Apa yang sudah Mamanya bicarakan dengan Sekar? Hingga satu kalimat yang Mamanya ucapkan beberapa waktu lalu terlintas di pikirannya."Kalau kamu memang nggak mau
"Kebanyakan orang yang benar-benar bahagia di kehidupan nyata nggak butuh validasi dari orang lain apalagi dari media sosial. Sedangkan kita-kita ini yang lagi hidup di tengah gencarnya media sosial seringnya terpapar hal-hal dari maaf ya, orang yang mungkin kurang bahagia atau cari sensasi biar vi
"Saya tahu kamu sekarang menjalin hubungan palsu dengan anak saya. Tapi saya sarankan lebih baik kamu secepatnya mengakhiri hubungan itu, karena sebentar lagi Jagat akan menikah.” Seperti ada belati yang menusuk tepat ke ulu hatinya, begitu sakit dan berdarah-darah meski tak terlihat. Kenyataan ya







