LOGINHening. Semua orang terkejut sampai tak bisa berkata-kata. Olivia seakan hampir meledak. Evelyn menusuknya dari belakang, mempermalukannya di depan umum. Dia tak bisa tinggal diam melihat kemenangan Luna.“Apa maksudnya ini?” Olivia terhuyung, lalu memegang lengan Nancy. “Jangan-jangan, gosip yang beredar belakangan ini benar, Jordan? Kak Luna merayumu sampai kamu mau selingkuh dengannya?”Hancur sudah rencana Olivia. Seandainya Jordan mati sekarang pun, dia-lah yang pertama kali akan diselidiki. Citranya sebagai istri yang dicintai suami runtuh dalam sekejap mata. Dia tak menyangka Evelyn sudah tahu tentang Carl dan justru menerima Luna, menyingkirkan dirinya.“Tidak sepenuhnya salah, tapi juga kurang tepat.” Jordan menggenggam tangan Luna. “Aku tidak pernah berselingkuh dengan Luna. Hubungan kami jauh sebelum kita menikah.”“Jordan Reed!” bentak Robert. Kali ini, dia tak bisa menahan diri menghadapi penghinaan keluarga Reed, bahkan Harper terlihat tenang dan jelas telah mengetahui
Luna memakai gaun biru tua, senada dengan warna jas yang dikenakan Jordan dan Carl. Kalung berlian tua menghiasi leher jenjangnya. Dilihat dari mana pun, mereka bertiga tidak mungkin hanya kebetulan bertemu di depan rumah.Kondisi Jordan terlihat bugar. Gagah dan berkarisma seperti biasa. Tidak seperti kata-kata Olivia yang menyatakan suaminya sedang tidak baik-baik saja.Dan seperti syarat yang diberikan Harper, Carl menggandeng Luna dan Jordan, menunjukkan keakraban. Mereka bertiga membelah kerumunan tamu, menuju tengah ruangan.“Kalung para nyonya keluarga Reed dan anak laki-laki … apa yang sebenarnya terjadi di sini? Apa Jordan berselingkuh dan diam-diam memiliki anak laki-laki dengan Luna?” Marilyn mengobarkan api kecurigaan yang semakin kentara.“Mustahil Jordan selingkuh, Mari! Kita semua tahu, dia tidak pernah berhubungan dekat dengan wanita … kecuali istrinya …?” Wanita di sebelah Marilyn tiba-tiba ragu dengan ucapannya sendiri. Jordan tidak pernah sekali pun menunjukkan keme
Aula pesta kediaman keluarga Reed dipenuhi para pelayan yang sedang mempersiapkan pesta ulang tahun Evelyn. Dia mengundang banyak tamu, termasuk orang-orang yang tidak begitu dekat dengannya, tetapi masih dalam lingkaran sosial yang sama di Veridian City.Olivia yang beberapa hari terakhir selalu beralasan sibuk pun ada di sana. Dia membantu persiapan pesta dengan tekun, mendapat pujian-pujian para pelayan.“Olie, sebaiknya kamu istirahat dulu. Jangan sampai kamu kelelahan dan membahayakan bayi dalam kandunganmu,” tegur Evelyn lembut.Olivia tersenyum hangat. Sikap Evelyn sudah kembali seperti semula. Mungkin karena Evelyn mulai melihat ketulusannya membantu Jordan, pikirnya.Beberapa minggu terakhir, Evelyn selalu mengirimkan makan siang ke kantor untuk Olivia. Walaupun tidak datang sendiri, tetapi Olivia yakin jika ibu mertuanya masih peduli dengan keturunan Jordan.“Tidak apa-apa, Mama. Aku hanya menata bunga saja dan tidak banyak melakukan pekerjaan kasar.”“Baiklah kalau kamu ber
Hari berlalu dengan cepat ketika Jordan dan Luna masih bekerja keras untuk meluluhkan hati Carl. Dalam prosesnya, hubungan mereka pun semakin dekat.Carl masih sering mengundang George ke rumahnya dan memanggil papa di depan Jordan. Pria itu pun semakin tidak tahu malu, mulai merayu Luna sesuai keinginan Carl.Jordan kehilangan kesabaran berkali-kali, tetapi dia masih terus mencoba bersikap tenang agar Carl tidak kecewa padanya. Hingga suatu hari, Carl mulai membahas pernikahan ibunya lagi.“Kapan Mama mau menerima Papa George? Aku ingin melihat Mama menikah,” tanya Carl dengan raut wajah polosnya. Di ruangan itu, Jordan seolah tidak dianggap. Carl duduk di antara Luna dan George, sementara Jordan mengamati dari sudut ruangan.“Menikah itu bukan hal yang sepele, Carl. Pelan-pelan saja. Mamamu pasti akan segera membuka hatinya,” sahut George lembut.Senyuman tulus George membuat Jordan begitu muak. Dia tak suka ada pria lain yang tersenyum kepada Luna dan bersikap layaknya ayah pada p
Jordan terpukul oleh kata-kata Carl. Dia sama sekali tak memprediksi bahwa putranya justru mencari pria lain untuk dijadikan ayah setelah dia mengatakan kenyataan. Dia menatap Luna dan Carl yang bergandengan dan semakin menjauh. Dunianya seakan berputar, membayangkan dua orang yang sangat dia inginkan pergi dengan pria lain.“Apa memang sudah terlambat?” gumamnya.Liam mendekat dengan wajah menyesal. “Tuan …, sepertinya Carl punya rencana rahasia dengan Tuan Muda Kennedy. Mereka tadi …”Laporan Liam pun tidak didengarkan Jordan. Kepalanya berputar keras, mencari cara untuk memperbaiki situasi.Carl kecewa padanya. Jika dia belum menikah, Carl mungkin akan menerimanya. Pada intinya, permasalahan besar yang perlu segera diselesaikan adalah statusnya sebagai suami Olivia.Sudah tak ada waktu lagi menunda-nunda. Dia benar-benar akan kehilangan keduanya jika tidak segera bertindak.“Tetaplah di sini dan awasi George,” titah Jordan. “Laporkan semua yang mereka lakukan, tanpa terkecuali.”J
Bibir hangat dan lembab itu membuat Luna seperti meleleh. Pikirannya menjadi buntu setiap kali Jordan menyentuhnya. Dia tak yakin dengan perasaannya ketika menerima perlakuan itu.Apa dia mulai membuka hati kepada Jordan? Atau hanya tidak mau Jordan marah padanya?“Apa kamu masih belum memahami perasaanmu sendiri?” Jordan menempelkan keningnya di dahi Luna. “Kalau begitu, coba rasakan baik-baik ….” Lalu menciumnya lagi.Luna tak menolak, membalas ciuman Jordan dengan ritme sama. Dalam sekejap, dia telah duduk di atas pria itu.Remasan tangan Jordan di pinggangnya membuat Luna semakin haus. Dia mengalungkan tangan di leher Jordan, meremas rambutnya dengan gemas, menuntaskan rasa dahaga aneh yang membuatnya tak bisa melepaskan pria itu.Kursi yang mereka duduki pelan-pelan bergerak turun. Dekapan Jordan semakin erat dan panas.“Akuilah … kamu juga menginginkanku.” Jordan mengatakan dengan suara berat di tengah deru napas mereka yang memburu.Luna tak menjawab, terus menatap bibir Jordan
Jordan sepertinya sadar oleh tatapan Luna. Dalam sekejap, raut wajahnya kembali datar dan tak terbaca.Dengan santai dan tanpa memedulikan kepanikan lawan bicaranya, Jordan kemudian menjawab, “Aku datang menjemput putraku. Untuk apa lagi aku ke sini?”Luna menyipitkan mata selagi berdecak lirih. Ha
“Mama ….” Suara serak Carl menarik perhatian Luna yang sedang menata baju ke dalam koper. Anak kecil itu mengusap matanya setelah bangun tidur, kemudian turun dari ranjang, duduk di sebelah Luna.Tiga koper besar berjejeran di satu sisi ruangan. Luna telah menyiapkan sebagaian besar barang-barang y
“Bagus kalau kamu sudah sadar.” Pun, Jordan masih berusaha membalas cara Harvey memperlakukannya seperti anak kecil.Harvey mengabaikan itu, kemudian mengatakan inti tujuan kedatangannya, “Kami—aku dan Luna—akan bekerja sama denganmu. Tapi, aku akan mengganti syarat yang kamu ajukan. Kamu bisa mene
Ini pertama kalinya Harvey Blackwood dan Jordan Reed bicara empat mata dan berhadapan langsung. Tatapan mereka sama-sama mengintimidasi, cara bicara mereka terlalu mendominasi. Di balik dua ekspresi yang tenang, suasana terasa menegangkan. Jika ada orang ketiga di antara mereka, orang itu mungkin







