MasukAra yang melarikan diri ke Eropa dari trauma masa lalu dan perjodohan paksa berakhir dengan kesalahan fatal. Ia tidur dengan seorang pria asing dan meninggalkan uang sebagai bayaran. "Aku sudah memikirkannya. Aku punya satu tawaran untuk membersihkan kekacauan yang kau buat, sekaligus kekacauan dalam hidupku." Elvano menyandarkan punggungnya di kursi, matanya menatap Ara dengan penuh perhitungan. "Menikahlah denganku," ucapnya singkat. Ara menatapnya, mengira ia salah dengar. "Apa? Menikah?" "Ya. Pernikahan kontrak," jelas Elvano. "Kau akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu, dan sebagai gantinya, aku akan melepaskanmu dari masalahmu." Ara merasa dunia seolah berputar. Di satu sisi perjodohan dengan Dion Satria, mantan kekasih yang telah meninggalkan trauma untuknya. Di sisi lain ia dihadapkan pada pernikahan kontrak dengan Pria ini. "Aku kabur dari satu sangkar, hanya untuk menjebloskan diriku ke dalam sangkar yang lebih besar. Dan kini, aku membawa serta bayangan dosa dari pulau yang indah itu."
Lihat lebih banyakSepatu hak tinggi Clara bergema di lorong sunyi apartemen Dion. Dengan napas yang sedikit memburu karena rindu, ia menekan deretan angka yang sudah ia hafal di luar kepala pada keypad digital pintu unit Dion.Tit... tit... tit...Bip!Lampu merah menyala."Access Denied."Clara mengerutkan kening. Ia mencoba lagi, lebih lambat kali ini. Hasilnya tetap sama."Salah? Kenapa bisa salah?" gumamnya heran. Ia mencoba kombinasi tanggal lahir Dion, tanggal mereka pertama kali bertemu, namun pintu itu tetap membeku.Perasaan tidak enak mulai merayap di dadanya. Dengan tangan gemetar, ia merogoh tasnya dan menghubungi ponsel Dion.Di dalam kamar yang temaram, ponsel di atas nakas bergetar hebat. Dion, yang saat itu tengah terbuai dalam gairah bersama Kania, melirik layar. Nama 'Clara' berkedip di sana. Ia mendecak kesal, namun tetap mengangkatnya dengan suara serak."Halo," jawab Dion pendek."Dion? Kamu di mana? Aku di depan pintu apartemenmu dan sandinya salah. Kamu menggantinya?" suara Clara
Malam semakin larut ketika Kania melangkah menyusuri lorong apartemen mewah milik Dion. Ia telah menanggalkan gaun merah ketatnya, menggantinya dengan setelan yang jauh lebih praktis namun tetap menggoda. Kemben hitam ketat yang menonjolkan lekukan dadanya, dibalut jaket kulit pendek, dan rok mini yang nyaris tidak menutupi paha mulusnya.Di dalam unitnya, Dion baru saja selesai mengganti kode akses pintu. Ia tidak ingin Clara atau siapa pun mengganggu kegiatannya malam ini. Begitu bel berbunyi, Dion membuka pintu dan langsung disambut oleh aroma parfum Kania yang kuat. Tanpa basa-basi, Dion menarik tengkuk Kania dan membungkam bibirnya dengan ciuman kasar yang penuh tuntutan.Kania terengah, telapak tangannya menahan dada bidang Dion untuk menciptakan sedikit jarak."Tunggu, Dion... Jangan terburu-buru. Katakan dulu, apa rencanamu untuk menghancurkan mereka?"Dion tidak menjawab dengan kata-kata. Matanya yang gelap karena gairah dan dendam memindai tubuh Kania yang berdiri menantang
Ketegangan di ruang rapat tadi siang rupanya hanyalah pembuka dari badai yang sebenarnya. Sore itu, sebuah kurir datang membawakan sebuah undangan fisik berwarna hitam elegan dengan aksen emas yang mencolok."The Golden Muse: Grand Appreciation Night."Ara membaca nama di bagian pengirim: Kania. Nama itu bagaikan duri yang langsung menusuk ketenangan Ara. Kania, sang supermodel internasional sekaligus mantan tunangan Elvano yang pernah hampir bersanding di pelaminan sebelum ego dan karier wanita itu menghancurkan segalanya."Dia belum menyerah juga?" gumam Elvano dingin, melirik sekilas undangan itu sebelum melemparkannya ke atas meja."Sudah tiga nomor baru yang dia gunakan untuk menghubungiku minggu ini, dan semuanya sudah kublokir.""Dia mengundang kita berdua, El. Dia wanita dengan ambisi yang kuat" sahut Ara, tangannya meremas pinggiran undangan itu. Egonya terusik. Sebagai seorang wanita yang kini menyandang status istri sah, ia tidak bisa membiarkan masa lalu suaminya terus mem
Pagi itu, atmosfer di ruang rapat utama Adhitama Group terasa begitu kontras. Di satu sisi, ada ketenangan yang dingin dari Elvano, dan di sisi lain, ada aura manis yang terasa terlalu dibuat-buat dari sosok Clara.Clara datang mendampingi Dion untuk pertemuan lanjutan mengenai integrasi vendor. Namun, ada yang berbeda dari penampilannya hari ini. Ia mengenakan terusan berwarna pastel yang memberikan kesan santun dan lembut, sangat berbeda dari gayanya yang biasanya sangat formal dan kaku."Selamat pagi, Pak Elvano, Ibu Ara," sapa Clara dengan suara lembut yang terdengar tulus, lengkap dengan senyum kecil yang terlihat malu-malu."Mohon maaf jika kehadiran kami sedikit menyita waktu sibuk anda berdua."Ara menyipitkan matanya. Insting wanitanya menangkap sesuatu yang ganjil. Ia memperhatikan bagaimana mata Clara tidak lepas dari sosok suaminya. Elvano hari ini memang terlihat sangat menawan, ia telah melepas jasnya, hanya mengenakan kemeja biru tua yang lengannya digulung hingga ke si
Pagi harinya Ara telah bersiap-siap. Ia mengenakan blazer berpotongan tegas berwarna navy yang diserasikan dengan rok span berwarna senada yang jatuh beberapa senti di atas lutut.Paduan busana itu tidak hanya menampilkan profesionalisme yang kokoh, sepatutnya seorang Kepala Arsitek dari grup prope
Mentari pagi Jakarta menembus lapisan jendela kaca ruang makan keluarga Paramita. Sinarnya jatuh lurus di atas hidangan sarapan yang disajikan dengan kemewahan yang sunyi.Eggs Benedict yang sempurna, irisan salmon impor, dan jus segar yang memercikkan warna. Namun, di balik sajian yang memikat mat
Pesawat jet pribadi milik Elvano dengan mulus membelah langit malam, menembus lapisan awan tebal di atas hamparan Jakarta yang berkelip. Di dalam kabin yang dirancang khusus, dihiasi kayu mahogany gelap dan kulit Italia berwarna krem, keheningan terasa begitu pekat, hanya sesekali terinterupsi oleh
FLASHBACK ONAra memejamkan mata di tengah dentuman musik Trance yang memekakkan telinga di club tepi tebing Santorini. Sudah tiga minggu ia berada di sini, melarikan diri dari Jakarta dan dari cincin yang disiapkan oleh orang tuanya untuk menjodohkannya. Ia minum terlalu banyak malam ini. Ia butuh


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.