Compartilhar

39. Kenyamanan

last update Última atualização: 2024-05-18 20:41:21

Davina tak mengangguk. Terakhir kontrol, dokter mengatakan pertumbuhan janinnya sudah normal dan sehat. Hanya perlu menjaga asupan gizi. Dirga pun pernah bertanya tentang berhubungan intim pada dokter. Sepertinya hanya untuk ini.

“Apakah kau sudah merasa lebih baik?”

Entah kenapa Davina mengangguk dan bibirnya langsung ditangkap oleh Dirga. Pria itu melumatnya dengan rakus meski tetap berhati-hati agar tak menyakitinya.

“Katakan kalau aku membuatmu tak nyaman,” bisik Dirga tanpa melepaskan pagutannya. Membaringkan tubuh Davina dengan lembut sementara tangannya mulai menelusup ke balik pakaian tidur gadis itu. Menyentuh kulit telanjang Davina yang mulut dan lembut. Luapan gairahnya begitu besar. Bagaimana tidak? Sudah sebulan penuh sejak gadis itu keluar dari rumah sakit, Dirga mati-matian menahan hasratnya setiap kali melihat kulit Davina ketika pakaian gadis itu tersingkap, atau ketika gadis itu sedang berpakaian, atau bahkan ketika melintas di depannya dan aroma manis yang tertangka
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (9)
goodnovel comment avatar
Meychilona
min di tunggu updatenya ...️
goodnovel comment avatar
R!kα ααα
sdah bermingu blm ada yg pembaharuan bab nya ,,...
goodnovel comment avatar
Haiqal Azhari
kebosanan skrg ni dn cerita ni blm ada pulak kelanjutannya lagi... lincah dn ceria Thor... semoga d permudkn urusan
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Pelayan Sang Tuan   Part 4 Ikatan Yang Merapuh

    “Kau pembunuh. Kau membunuhnya!” Suara Elea kembali memenuhi seluruh ruangan. Mata wanita itu menyorotkan kebencian yang begitu dalam dan pekat meski tak lagi meronta dan histeris, setelah tertidur selama beberapa jam oleh obat penenang.Zhafran sama sekali tak menyangkal tuduhan tersebut. Ialah yang bertanggung jawab atas kematian anak mereka. Juga atas apa yang dialami sang istri.“Jangan mendekat!” jerit Elea ketika kaki Zhafran bergerak, hendak mendekat. “Aku tak ingin melihatmu. Pergilah.” Elea menghapus air matanya, memeluk kedua kakinya yang terlipat dan menenggelamkan wajahnya di lutut.“Aku akan kembali setelah …”“Aku tak ingin melihatmu lagi.” Suara lemah Elea memenggal kalimat Zhafran. Diselimuti permohonan yang begitu kental.Mata Zhafran terpejam, kakinya bergerak maju. Yang membuat kepala Elea terangkat dan menjerit padanya.“Kubilang jangan mendekat.”“Aku tahu kau begitu membenciku, Elea. Sejak

  • Pelayan Sang Tuan   Part 3 Duka Yang Dalam

    “Keguguran?” Suara Zhafran tercekik di tenggorokan. Di antara semua keterkejutan yang datang silih berganti, yang terburuk dari yang terburuk kini datang bersamaan. Karena kekerasan seksual yang dialami sang istri, Elea mengalami keguguran. Nyaris kehabisan darah jika tidak terlambat datang menemukan wanita itu dan membawanya ke rumah sakit.Dadanya serasa dikoyak dengan keras, sebelum kemudian jantungnya dibetot dengan cara yang paling buruk yang tak pernah terbayangkan akan di hidupnya. Dadanya kesulitan bernapas, dan ia berharap udara di paru-parunya direnggut paksa.Ia tak bisa menghadapi penyesalan terlalu besar ini seorang diri. Yang menggerogoti hidupnya dengan perlahan, hingga ia berharap lebih baik mati saja. Namun, bagaimana dengan Elea? Istrinya mengalami mimpi buruk ini karena dirinya. Ia tetap meninggalkan Elea meski wanita itu sudah memohon. Melakukan segala cara untuk mendapatkan seluruh perhatiannya. Tetapi ia dibutakan oleh perhatiannya t

  • Pelayan Sang Tuan   Part 2 Penyesalan Tiada Akhir

    Tepat jam dua belas malam, kecepatan mobil Zhafran mulai berkurang ketika mendekati gerbang tinggi rumahnya. Yang masih terbuka lebar. Sepertinya Elea benar-benar pergi ke rumah orang tua wanita itu. Keningnya berkerut penuh tanya, apakah Elea lupa menyuruh penjaga untuk menutupnya? Batinnya bertanya, gegas menginjak pedas gas dan berhenti di teras rumah. Yang salah satu pintunya terbuka.Zhafran mendesah pelan. Masih mencoba memahami sikap Elea yang kekanakan. Wanita itu meninggalkan rumah dalam keadaan gerbang dan pintu terjemblak terbuka seperti ini. Ia turun dari mobil dan berjalan ke carport, memanggil salah satu penjaga di ruang CCTV yang bersebelahan dengan carport."N-nyonya?" Penjaga tersebut tampak mengembalikan kesadarannya. Mengucek mata, mengembalikan kesadaran yang hanya setengah dan rasa pusing di kepalanya yang semakin menusuk. Bukannya menjawab sang tuan yang mempertanyakan kenapa tidak menutup gerbang ketika istrinya pergi dan malah meng

  • Pelayan Sang Tuan   Part 1 Sang Penguntit

    Beberapa tahun kemudian ...‘Zhaf, bisakah kau datang ke apartemenku? Sepertinya maagku kambuh dan aku harus ke rumah sakit. Aku tak bisa menyetir.’Elea membaca pesan singkat di ponsel yang dipegang Zhafran, yang baru saja bergabung dengannya di tempat tidur. Setelah menghabiskan berjam-jam di ruang kerja. “Aku harus …”“Jangan pergi,” ucap Elea sebelum Zhafran menyelesaikan kalimatnya. Ia tahu bahwa pria itu akan pergi. Tubuhnya maju ke depan dan menahan pergelangan tangan Zhafran yang sudah menyingkap selimut. “Aku tidak mau kau pergi.”“Fera sedang sakit, Elea. Aku harus segera membawanya ke rumah sakit.”“Aku ikut.”“Ini sudah malam. Tidurlah.”“Aku tidak mau.” Suara Elea semakin kuat, mulai diselimuti emosi. “Aku tidak mau sendirian di rumah.”“Ada pelayan dan pengawal …”“Aku tidak mau kau pergi.” Kali ini suara Elea berupa menjadi rengekan. “Apakah dia lebih penting ketimbang diriku? Aku istrimu!”Zhafran mendesah pelan. Melepaskan pegangan tangan Elea dan turun dari tempat t

  • Pelayan Sang Tuan   Extra 8b

    Davina membalas ciuman tersebut dengan tak kalah lembutnya. Menerima semua buncahan perasaan cinta dan kasih yang diungkapkan Dirga melalui ciuman tersebut. Hingga akhirnya pagutan tersebut berakhir, Dirga tetap membiarkan wajahnya dan Davina berjarak setipis mungkin, membiarkan napas mereka saling berhembus di wajah masing-masing, berbagi udara bersama. “Kau pernah bilang, kehadirannya datang di saat yang tidak tepat.” Davina kembali bersuara. “Namun, aku menyadari, keberadaannya di antara kita, ternyata datang di saat yang tepat. Untuk menghentikan pertikaian yang tak bisa kita kendalikan ini sebelum menghancurkan kita berdua hingga di titik yang tak bisa diselamatkan.” “Kedengarannya seperti aku.” “Hmm, memang.” Davina tertawa kecil. Dan tawa tersebut terdengar begitu indah di telinga Dirga. “Aku pernah menghadapimu yang lebih buruk dari sekedar ingatan yang hilang. Jadi … kupikir ini bukan masalah, kan?” “Oh ya?” Dirga menyangsikan pernyataan tersebut. Davina mengangkat tang

  • Pelayan Sang Tuan   Extra 8a

    Extra 8 Ungkapan Cinta Sang Tuan “Jadi kau tak akan menjawabku?” Pertanyaan Dirga membuyarkan lamunan yang malah menatap pria itu dengan terbengong. “Pergilah kalau begitu. Kau tak akan membiarkan anakku tertular penyakitku, kan?” Davina mengerjap, kemudian mengangguk meski kedua kakinya enggan bergerak dari tempat ini. “A-apa kau akan tidur di kamar?” “Kau ingin aku tidur di mana?” Davina tak langsung menjawab, menatap lurus kedua mata Dirga yang pasti tahu apa keinginannya. Ujung bibir hanya menyeringai dengan tatapan tersebut. “Pergilah ke kamar.” Ada segurat kecewa yang muncul di kedua mata dengan pengusiran tersebut meski nada suara Dirga terdengar lembut. Davina memaksa kedua kakinya berputar dan beranjak menuju pintu. Ia baru mendapatkan dua langkah ketika tiba-tiba Dirga memanggil namanya. “Davina?” Tubuh Davina berputar dengan cepat, menghadap Dirga yang masih duduk di kursi di balik meja. Menatapnya dengan lembut meski ada sesuatu yang mengganggu dalam tatapan pria i

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status