LOGIN"Ini tidak pantas, Tuan." Alya berbisik, matanya membesar. Ia mencoba meluncur turun dari wastafel, namun Axton tidak membiarkannya. ---***--- Tabrakan bodoh Alya dengan mobil mewah seorang Ibu sosialita kaya adalah awal dari petaka di hidupnya. Untuk menghapus utangnya yang selangit, ia dipaksa menerima tawaran yang tak masuk akal, menjadi pengasuh dan pelayan di rumah megah keluarga itu. Namun, peran itu hanyalah kedok. Misi sebenarnya jauh lebih keji: Menggoda Axton, sang putra mahkota, dan memecah belah rumah tangganya. Terlebih Axton adalah pria yang dingin mematikan yang memiliki sorot mata aneh setiap kali Alya ada di dekatnya.
View MorePagi di kediaman Axton dan Alya tidak lagi sepi dan dingin seperti beberapa tahun silu. Kini, koridor megah itu selalu dipenuhi oleh derap langkah kecil dan tawa melengking yang sanggup meruntuhkan sisa-sisa kantuk siapa pun. Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela besar, memantul di atas lantai marmer, seolah ikut menyambut keriuhan dua malaikat kecil yang kini menjadi pusat semesta Axton dan Alya.Di ruang makan, Axton sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca laporan di tablet. Namun, fokusnya terpecah saat melihat putra sulungnya, Kai, yang kini sudah duduk di kelas empat sekolah dasar, sedang sibuk memeriksa tas ransel merah muda milik adiknya, Mentari.Mentari, yang baru berusia lima tahun dan duduk di taman kanak-kanak, tampak sibuk mengunyah roti selai stroberinya dengan pipi menggembung. Rambut hitamnya dikuncir dua dengan pita senada, membuatnya terlihat seperti boneka hidup yang sangat menggemaskan."Kakak, tas Tari sudah penuh!" rengek Mentari saat Kai mencoba mem
Matahari pagi menembus tirai lembut kamar suite rumah sakit, menciptakan kolom-kolom cahaya keemasan yang menari-nari di atas lantai. Udara di ruangan itu harum, dipenuhi aroma lili segar yang manis dan bersih. Hadiah pertama Axton pagi itu, kelanjutan dari janji diam-diamnya bahwa kamar Alya tak akan pernah sepi dari kehadiran bunga. Aroma itu seperti sebuah mantra, mengusir sisa-sisa sterilitas rumah sakit yang tidak Alya sukai.Badai besar yang pernah mengoyak-ngoyak jiwa mereka, kini telah menjadi bisikan samar di kejauhan. Kini, mereka sepenuhnya menghuni saat ini, setiap detik, setiap napas, diabadikan untuk cinta yang telah mereka rawat kembali dan janji-janji baru yang mereka rajut bersama.Alya terbaring di atas ranjang, tubuhnya lelah setelah pertempuran malam yang panjang, namun wajahnya memancarkan cahaya tenang dan bahagia. Di dalam dekapan lembutnya, seorang bayi perempuan mungil, kulitnya masih kemerahan dan lembut seperti kelopak mawar, tidur dengan damai. Selimut sut
Satu tahun berlalu sejak badai menerjang Alya dan Axton.Taman belakang rumah mereka, kini mekar dengan keindahan yang damai. Aroma mawar Crimson Glory yang semerbak menyambut setiap embusan angin, seolah membersihkan udara dari racun masa lalu. Di sinilah, di antara kelopak-kelopak merah menyala dan dedaunan hijau subur, sebuah kehidupan baru telah dimulai.Alya, kini resmi Nyonya Axton, mengenakan gaun sutra berwarna emerald yang anggun, melengkapi kulitnya yang bersih dan rambut hitam panjangnya yang tergerai. Ia duduk di bangku taman marmer, mengawasi Kai yang tertawa riang saat berlari mengejar kupu-kupu. Bocah kecil itu telah banyak berubah. Suaranya yang dulu tercekik ketakutan, kini melengking ceria.Trauma yang Nadira tanamkan perlahan menguap, digantikan oleh tawa dan rasa aman yang tak tergoyahkan.Axton menghampiri Alya, memegang cangkir teh hangat untuk istrinya. Senyumnya, dulu seringkali dingin dan penuh perhitungan, kini memancarkan kehangatan yang tulus. Ada kerutan ha
Axton keluar dari ruang perawatan Alya, meninggalkannya yang masih terlelap dalam duka dan pemulihan. Ia berjalan cepat menuju lorong sepi dan memberi isyarat kepada anak buahnya, yang sudah menunggu dengan raut wajah tegang."Jadi Nadira sudah mati?" Axton bertanya, suaranya rendah dan datar, tanpa emosi."Benar, Bos." jawabnya sigap."Bagus." Axton mengusap dagunya seraya memandangi anak buahnya. Kepuasan kecil terlihat di matanya, tetapi itu segera digantikan oleh perhitungan dingin. "Lalu Alex?" Axton kembali bergumam dengan suara pelan."Beliau masih hidup. Sekarang masih belum sadarkan diri di rumah sakit yang berbeda. Kami menempatkan dua orang di sana. Lukanya cukup serius."Keheningan sejenak menggantung. Alex tahu terlalu banyak. Tentang Nadira, tentang flashdisk, tentang transaksi uang, dan yang paling penting, tentang misi menghabisi Nadira yang dia perintahkan. Meskipun Axton berjanji memberi kompensasi, Alex yang hidup adalah risiko jangka panjang bagi kebahagiaan Axton
Nadira memasuki apartemen mewah dengan wajah lega, langsung menceburkan diri ke dalam pelukan pria tampan yang sudah menunggunya."Beruntung sekali kamu membantuku menghapus rekaman CCTV itu!" desis Nadira mesra, menatap Alex dengan penuh rasa syukur. Tangannya merogoh tas dan mengeluarkan segepok
"Aku sudah bilang tidak mau maid baru!" bentak Nadira, melempar sendok peraknya ke atas piring keramik dengan bunyi nyaring yang memekakkan telinga. Wajahnya yang cantik memerah, karena kemarahannya. "Sudah ada banyak pembantu di rumah ini! Ngapain ada maid khusus buat Kai dan Axton? Lagipula aku l
Karpet merah yang mewah menelan setiap langkah Alya, tetapi tidak bisa menelan degup jantungnya yang berdebar kencang. Udara di lobi Hotel Rosetta terasa berat, meski beraroma parfum mahal. Dia diantar oleh seorang pria berkacamata hitam ke lift khusus yang membawanya langsung ke suite teratas.Pin
Hujan yang mengguyur kota sore itu bukan sekadar rintik, tetapi tembakan peluru air yang membabi buta terhadap kaca depan mobilnya.Alya menyetir dalam mode bertahan hidup. Pandangannya tertuju pada jalanan licin yang dipadati kendaraan, sementara pikirannya sibuk mengutuki meeting yang molor dan t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews