Pembantu Berbahaya

Pembantu Berbahaya

last updateLast Updated : 2026-03-27
By:  Hossana222Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
24Chapters
93views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Ini tidak pantas, Tuan." Alya berbisik, matanya membesar. Ia mencoba meluncur turun dari wastafel, namun Axton tidak membiarkannya. ---***--- Tabrakan bodoh Alya dengan mobil mewah seorang Ibu sosialita kaya adalah awal dari petaka di hidupnya. Untuk menghapus utangnya yang selangit, ia dipaksa menerima tawaran yang tak masuk akal, menjadi pengasuh dan pelayan di rumah megah keluarga itu. Namun, peran itu hanyalah kedok. Misi sebenarnya jauh lebih keji: Menggoda Axton, sang putra mahkota, dan memecah belah rumah tangganya. Terlebih Axton adalah pria yang dingin mematikan yang memiliki sorot mata aneh setiap kali Alya ada di dekatnya.

View More

Chapter 1

Prolog

Hujan yang mengguyur kota sore itu bukan sekadar rintik, tetapi tembakan peluru air yang membabi buta terhadap kaca depan mobilnya.

Alya menyetir dalam mode bertahan hidup. Pandangannya tertuju pada jalanan licin yang dipadati kendaraan, sementara pikirannya sibuk mengutuki meeting yang molor dan tagihan yang harus dibayar besok.

Dia benar-benar ingin gila! Apalagi dia adalah anak broken home. Ayahnya sudah meninggal, ibunya menikah lagi dan sudah tidak peduli. Sekarang Alya hidup dari harta peninggalan ayah. Apartemen kecil, mobil tua, dan sedikit tabungan untuk bertahan.

Tapi ya sudahlah. Setidaknya, dia masih memiliki tempat berteduh tanpa harus menyewa.

Namun entah sejak kapan ia melamun, meratapi hidup, karena saat sadar ia sudah menabrak mobil didepannya dengan sangat keras.

Brakkk!

Suara itu bukan sekadar bunyi. Itu adalah sensasi yang brutal. Rangka mobilnya yang tua berderak seperti biskuit kering ditimpa batu.

Kantung udara menyembur keluar, menampar mukanya dengan debu putih dan bau bahan kimia yang menyengat. Kepalanya tersentak ke belakang, lalu ke depan, didampingi bunyi klakson yang macet, meraung-raung dalam kesakitan.

Dia terduduk, diselimuti diam yang mendadak. Hujan adalah satu-satunya suara yang berani bersuara, mengetuk atap mobil yang rusak itu seperti dering bel kematian.

Kemudian, pintu di depannya terbuka.

Seorang wanita tua berdiri di balik tirai hujan, terlindungi oleh payung yang dipegang oleh sopir pribadinya yang berbadan tegap.

Dia tidak terlihat marah. Dia terlihat... terpana. Matanya setajam elang, menyapu tubuh mobil Alya yang ringkih, lalu berhenti pada wajah Alya yang pucat dan basah.

Wanita itu mengenakan jas berwarna coklat yang sudah pasti harganya setara dengan gaji Alya setahun. Seuntai mutiara alami melingkari lehernya yang ramping, memantulkan cahaya suram sore itu dengan cara yang sinis.

"Anak muda..." ucapnya. Suaranya jernih, menembus deru hujan dan raungan klakson. Sebuah suara yang dingin dan terlatih, seperti pisau bedah. "Kamu baru saja menghancurkan sebuah Rolls-Royce Phantom."

Jantung Alya seketika jatuh ke dasar kolam ketakutan. Rolls-Royce. Itu bukan mobil, itu adalah istana beroda. Itu adalah mimpi buruk yang harganya mungkin melebihi nyawa dan masa depannya.

"Bu, Saya benar-benar..." kata Alya gagap, tangannya gemetar memegang stir. Air mata campur air hujan mulai mengalir di pipinya. Ini adalah akhir. Dia akan dijebloskan ke penjara. Hidupnya berakhir di sini, di sebuah persimpangan yang basah, karena sebuah lamunan bodoh.

Tapi wanita tua itu, yang kemudian Alya ketahui bernama Ratri, mengangkat tangan. Sebuah gesture kecil yang penuh kuasa, membungkam semua permintaan maaf yang belum terucap.

"Diam!" perintahnya. Matanya, yang tadi terpana, kini menyala dengan sebuah penilaian yang membuat Alya merinding.

"Kecelakaan sudah terjadi. Air mata tidak akan meluruskan bemper ini." katanya, langkahnya mendekat, sepatu haknya yang elegan menginjak genangan air tanpa ragu. Dia membungkuk sedikit, menatap langsung ke mata Alya yang berkaca-kaca.

"Tapi nasib adalah permainan yang lucu. Kerusakan ini bisa menjadi kutukan, atau..." dia berhenti, senyum tipis dan tanpa emosi mengembang di bibirnya yang merah. "Sebuah pintu. Aku punya sebuah proposal. Lakukan sesuatu untukku, dan kita akan melupakan semua kerusakan ini. Bahkan, aku akan memberimu imbalan yang sangat besar."

"Beruntunglah kamu sangat mirip dengannya, wajahmu itu menyelamatkanmu!"

Dia berdiri tegak kembali, meninggalkan Alya yang terengah-engah, terkunci di dalam mobil yang hancur, dengan sebuah tawaran yang lebih menakutkan daripada ancaman.

"Pikirkan baik-baik, Nak." bisik Ratri sebelum berbalik. "Pilihanmu sederhana. Bekerja untukku, atau aku akan memastikan kamu tidak pernah bisa menghirup udara bebas. Karena kamu akan menghabiskan sisa hidupmu di dalam sel. Ini kartu namaku, besok temui aku di hotel Rosetta. Jam 10 pagi!"

Pintu mobilnya yang mewah tertutup, meninggalkan Alya sendirian dengan gemerincing hujan.

"Nasib sial apalagi ini!" Alya tersedu-sedu. "Papa kenapa tanpa kamu, hidupku sesulit ini?"

*****

Dengan napas yang masih memburu, Ratri menginjakkan kakinya di marmer lobi rumahnya yang megah. Dinginnya lantai tak sebanding dengan dingin yang menggelayuti hatinya.

Dan kemudian, pandangannya tertuju pada pemandangan yang membuat darahnya mendidih.

Di ruang keluarga, Axton, putra satu-satunya, berlutut di atas karpet Persia termahal, dengan patuh memijat kaki Nadira yang terlungkup di sofa.

Ekspresi hamba yang tunduk itu tak bisa disembunyikan lagi. Dia adalah badut di istananya sendiri, diperbudak oleh seorang wanita yang tahu persis di mana letak kelemahannya.

Pikiran Ratri melayang ke masa lalu, ke Chloe. Gadis kecil berambut lurus dan mata sebening embun itu. Anak dari sahabat terbaiknya.

Cahaya yang merebut hati Axton yang pendiam. Kematiannya yang tragis, menyelamatkan Axton dari terjangan mobil, telah merenggut lebih dari sekadar nyawa. Itu merenggut kewarasan putranya.

Axton pun tenggelam, menjadi antisosial, hanyut dalam kesedihan yang tak berujung. Hingga akhirnya, Nadira datang. Wanita yang kebetulan memiliki kemiripan sekilas dengan Chloe. Itulah kail yang berhasil menangkap Axton.

Tapi yang tumbuh bukanlah cinta, melainkan sebuah Attachment Disorder yang parah. Kebutuhan untuk terikat, yang mengubahnya menjadi budak bagi siapapun yang bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Chloe.

Dan Nadira, dengan kelicikannya, memanfaatkan itu sepenuhnya.

Ratri menghela napas. Tapi sore ini, segalanya terasa berbeda. Ada secercah harapan. Alya. Gadis yang mobilnya ia tabrak itu.

Wajahnya... bukan sekadar mirip. Itu hampir menyamai Chloe. Sebuah kemiripan yang menakjubkan, seolah-olah Chloe lahir kembali dalam tubuh seorang gadis biasa.

Meski terpaut usia 10 tahun dan jauh berbeda latar belakangnya, ada cahaya kejujuran di matanya serta akhlak yang jauh lebih baik dari Nadira.

"Eh, Mama udah pulang!" sapa Nadira tiba-tiba, memutuskan lamunannya. Suara itu bagai kuku yang mengores papan tulis.

Ratri mengabaikannya. Langkahnya terus melaju.

"Mama masih nggak suka sama aku? Sayang, Mamamu tuh!" keluh Nadira dengan suara manja yang dipaksakan, memprovokasi Axton.

Axton langsung menatap ibunya. "Mama, kamu punya mulut untuk bicara, kan?"

Ratri berhenti, menatap anaknya dengan pedih. "Besok aku akan panggil Maid baru untuk jaga cucuku, Kai. Maid lama boleh di-cut off."

"Tapi..." protes Nadira, duduk tegak.

"Tidak ada tapi!" bentak Ratri, suaranya menggelegar di ruangan luas itu. Amarah yang lama tertahan mulai mendidih.

"Mama, jangan bentak istriku!" Axton berdiri, wajahnya berkerut, dia telah dibutakan oleh Nadira.

"Kamu mau melawan ibumu?" teriak Ratri, rasa frustrasinya meluap. "Sudah cukup, Mama diam! Mama selama ini mengkhawatirkan mentalmu, tapi kamu semena-mena!"

"Mama berani bicara seperti itu?" sergah Nadira, bangkit dengan senyum kemenangan. Dia melangkah mendekat, matanya menyipit. "Mau provokasi hubungan kami? Sayang..." ujarnya pada Axton dengan suara merayu. "Aku mau Mama-mu bersujud padaku. Sekarang."

"Kamu wanita gila!" desis Ratri, jijik.

"Suruh dia melakukannya!" desak Nadira pada Axton. "Atau aku pergi dan tidak pulang semalaman. Biar saja aku ketemu orang jahat dan..." ancamannya menggantung.

Wajah Axton pucat. Ketakutan akan ditinggalkan lagi, kecemasannya yang parah, langsung mengambil alih. Dia menatap ibunya dengan mata memohon, tapi juga memerintah.

"Mama..." katanya, suaranya tegang namun penuh desakan, "Bersujudlah."

"Kamu..." Ratri tercekat, hancur. Air mata kebencian dan kepedihan menggenang di matanya.

"Pengawal!" panggil Axton pada dua orang pengawal yang berdiri kaku di pintu. "Bantu Mama meminta maaf pada istriku!"

Dua pengawal itu mendekat dengan ragu. Ratri menatap mereka, lalu menatap Nadira. Di wajah menantunya itu, terpancar senyum kepuasan yang jumawa, sebuah kemenangan mutlak.

Tapi di balik rasa hina yang membara, hati Ratri berbisik. "Tunggu saja, Nadira. Tunggu besok. Ketika Alya datang, senyummu yang keji itu akan pudar. Takhtamu akan runtuh. Dan aku akan menyaksikan kehancuranmu!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

sunskysea
sunskysea
love this story. definisi, benar benar bahaya ......
2026-03-26 21:23:07
2
0
Hossana222
Hossana222
Terimakasih sudah mampir yaaa ...
2026-03-26 19:57:34
2
0
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status