Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2302 - Bertemu Kenalan Lama

Share

Bab 2302 - Bertemu Kenalan Lama

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-10-29 20:59:37

Astagah, maaf salah upload bab.

ini bab yang benar.

sekali lagi othor minta maaf.

othor sedang lelah jadi gak konsen

selamat membaca

-------------------------

"Ada sangat banyak hal baik dan langka yang bisa ditemukan di sana jika Ryan memang ingin pergi," ucap leluhur Sekte Demon Blade dengan nada yang terdengar tulus, "tapi aku sangat khawatir itu akan sedikit... tidak, sangat berbahaya untukmu!"

Leluhur Sekte Demon Blade tampak tenang dan penuh perhatian di luar, tetapi dalam hatinya dia berpikir dengan sinis, 'Ryan, cepatlah pergi ke sana!'

'Dengan kesombongan dan sikapmu yang arogan, kau pasti akan membuat semua orang di sana marah dan tersinggung! Beberapa tetua kuat atau pemimpin sekte pasti akan membunuhmu dengan brutal untuk balas dendam!'

Sebelum Ryan sempat menjawab atau bereaksi, dia tiba-tiba menyadari bahwa batu giok naga di sakunya mulai bergetar hebat tanpa henti. 

Pada saat yang sama, beberapa Nisan Pedang di dalam Kuburan Pedang juga mulai bergetar dengan sangat hebat!

Ini bukan pertama kalinya hal aneh seperti itu terjadi, jadi Ryan sudah tahu bahwa Sekte Golden Vajra pasti memiliki peluang besar untuk memicu satu Nisan Pedang atau lebih di Kuburan Pedang yang dia miliki.

Tentu saja, Ryan sangat menyadari bahwa leluhur Sekte Demon Blade hanya punya niat buruk dengan merekomendasikan tempat berbahaya ini kepadanya, dan bahwa Kompetisi Dunia Seratus Sekte pasti akan sangat berbahaya dan mematikan.

Tetapi sekarang karena masalah ini terkait langsung dengan Kuburan Pedang yang sangat penting baginya, Ryan tidak punya pilihan lain selain pergi.

Dia harus pergi ke sana bagaimanapun caranya!

"Bagus! Aku akan pergi ke sana," ucap Ryan dengan tegas tanpa ragu.

"Formasi Teleportasi Spasial di Sekte Pill Cauldron, kan?" tanyanya untuk memastikan.

Ryan lalu berdiri dengan cepat dan pergi ke wilayah Sekte Pill Cauldron bersama ketiga belas leluhur yang mengikutinya dengan waspada.

"Kalian tidak perlu bercerita lagi tentang hal-hal lain," ucap Ryan sambil berjalan. "Nanti aku akan mencari tahu lebih banyak informasi kalau sudah sampai di sana langsung dari penduduk lokal."

Jelas sekali bahwa Ryan sangat waspada terhadap ketiga belas orang tua licik ini. 

Mengingat mereka sangat ingin memindahkan keluarga dan sekte mereka ke Benua Valorisia, mereka jelas tahu jauh lebih banyak informasi daripada yang mereka ungkapkan dengan jujur.

Ryan tidak ingin mengejar informasi yang mungkin sia-sia atau menyesatkan, atau bahkan terjebak di zona terlarang berbahaya di Benua Valorisia karena informasi yang salah. 

Jauh lebih baik bertanya langsung kepada penduduk setempat untuk informasi yang lebih akurat.

"Baiklah, seperti yang kau mau," sahut leluhur dengan senyum puas tersembunyi.

"Ryan, silakan berdiri di tengah panggung formasi!" perintah leluhur Sekte Pill Cauldron dengan sopan.

Leluhur Sekte Pill Cauldron kemudian mulai mengaktifkan Formasi Teleportasi Spasial dengan hati-hati, yang cara kerjanya sama seperti formasi yang terakhir digunakan Ryan sebelumnya. 

Formasi canggih ini juga akan membutuhkan waktu sepuluh tahun penuh untuk terisi ulang sepenuhnya setelah digunakan.

WUUUSSS!

Berkas cahaya biru yang indah mulai mengelilingi tubuh Ryan dengan perlahan, dan secara bertahap berubah menjadi jutaan partikel biru kecil yang berputar-putar mengelilingi tubuh Ryan dengan sangat cepat!

Partikel biru tersebut dengan kuat merobek celah besar dalam ruang angkasa dan mulai mengangkut Ryan ke dimensi lain dengan cepat!

Semua leluhur yang hadir menyaksikan kepergian Ryan dan menghela napas lega yang sangat panjang. Mereka benar-benar sangat takut Ryan akan tiba-tiba berubah pikiran dan menyerang mereka semua, lalu menghancurkan Kota Spiritum sepenuhnya.

Mereka semua telah hidup cukup lama untuk melihat banyak hal mengerikan, dan telah sampai pada kesimpulan bijaksana bahwa hidup dengan aman adalah hal terpenting di dunia ini.

Namun sayangnya, ketiga belas leluhur itu sama sekali tidak menyadari bahwa tepat saat Ryan menghilang dalam cahaya—sesosok berjubah putih dengan kecepatan luar biasa mengikutinya masuk ke dalam celah spasial! Sosok misterius ini bergerak terlalu cepat untuk bisa mereka lihat atau rasakan kehadirannya.

**

Pada saat yang sama, Ryan melakukan perjalanan melalui lorong spasial yang panjang dan gelap hingga akhirnya dia melihat jejak cahaya terang di ujung lorong yang menandakan pintu keluar.

Namun, tepat saat Ryan hendak melangkah keluar dari lorong spasial—sebuah tangan tiba-tiba menepuk bahunya dengan kuat dari belakang!

Mata Ryan langsung menyipit tajam dan seluruh tubuhnya menjadi dingin. Dia sama sekali tidak menyadari ada seseorang bersamanya di lorong ini!

Jika orang misterius ini menyerangnya dengan serius, konsekuensinya benar-benar tidak terbayangkan dan sangat berbahaya!

Beberapa detik kemudian dengan refleks cepat, Ryan mengumpulkan seluruh energi spiritualnya di kedua tangannya dan bersiap melancarkan serangan. 

Tepat saat hendak melancarkan pukulan kuat, dia dengan terkejut menyadari bahwa seluruh kekuatannya seolah telah lenyap sepenuhnya!

"Kekuatanku benar-benar menghilang sepenuhnya! Bagaimana mungkin ini terjadi?!" gumam Ryan dengan sangat terkejut.

Pada saat kritis ini, mata Ryan dipenuhi dengan keterkejutan dan kewaspadaan yang sangat mendalam.

"Jangan khawatir berlebihan, anak muda," ucap suara seorang pria tua yang terdengar bijaksana dan tenang. "Aku tidak akan membunuhmu sama sekali. Aku tidak tertarik sedikit pun untuk membunuh bocah muda sepertimu."

"Lagipula," lanjut suara itu dengan nada yang terdengar akrab, "kita sudah bertemu dua kali sebelumnya. Apa kau melupakanku secepat ini?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Muchamad Muslih
Oke, thanks
goodnovel comment avatar
Rianoir
dan ada banyak bab catatan
goodnovel comment avatar
Rianoir
karena bab catatan dianggap 1 bab kak.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4070: Pedang Tujuh Pembunuhan Tanpa Hati

    Pertarungan sengit di atas arena membuat semangat para penonton semakin membara. Ryan bukan hanya mampu bertahan menghadapi tiga murid inti teratas sekaligus, tetapi gerakannya masih terlihat cukup santai.Sorakan pun semakin keras. Melihat penampilan muridnya, Walton Crane akhirnya bisa tersenyum lega. Sekalipun Ryan kalah, hasil hari ini sudah cukup membanggakan.'Mulai sekarang, siapa lagi yang berani bilang aku tidak bisa mendidik murid?' pikir Walton puas.Ryan sendiri tidak membiarkan rasa bangga mengganggu konsentrasinya. Napasnya tetap teratur dan genggaman pada pedang kayu tidak mengendur sedikit pun, sebab ia tahu pertarungan sebenarnya baru dimulai.Ketiga lawannya belum memperlihatkan seluruh kekuatan mereka yang sesungguhnya.Lyonel Blau tiba-tiba bergerak. Dalam sekejap, ia sudah muncul di samping Ryan dan pedangnya memancarkan cahaya menyilaukan, diikuti semburan energi pedang yang tajam.Ryan m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4069: Kekuatan Tersembunyi Konrad Ashgrove

    Ryan berdiri di hadapan tiga murid inti terkuat Divine Sword Palace. Setelah mengamati mereka satu per satu, tatapannya berhenti pada Konrad Ashgrove. Ada sesuatu yang tidak beres dengan aura pemuda itu. 'Jadi, Konrad sudah mencapai Ranah Star Sealed. Dia sengaja menyembunyikan kultivasinya.' Dari luar, Konrad tampak tidak berbeda jauh dari dua rekannya yang masih berada di puncak Ranah Star Seed. Namun Ryan mampu menangkap perbedaan tersebut. Ini bukan lawan yang bisa dinilai hanya dari reputasinya. Konrad juga memancarkan hawa dingin yang berbahaya. Di mata Ryan, ketenangannya justru menyerupai ular yang sedang bersembunyi, menunggu kesempatan untuk menyerang. 'Di seluruh Benua Valorisia, tidak banyak murid inti yang mampu mencapai Ranah Star Sealed. Orang ini bahkan menolak undangan Akademi Divine Wind.' Ryan teringat pula pada Jarvis Halden yang tidak pernah menunjukkan kekuatan sesungguhnya. Semakin lama berada di Divine Sword Palace, semakin jelas bahwa sekte tersebu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4068: Tiga Besar Murid Inti

    Ryan belum tiba di arena ketika tiga orang naik ke panggung. Kemunculan mereka langsung memancing seruan kaget dari tribun yang sudah dipenuhi penonton. Para murid yang semula ramai membicarakan tantangan itu mendadak mengalihkan seluruh perhatian kepada ketiga pendatang. "Astaga, mereka bertiga?" "Tiga besar murid inti yang akan melawan Ryan? Apa Kepala Istana serius?" Ketiganya bukan murid inti biasa. Mereka menduduki tiga peringkat tertinggi di Divine Sword Palace, dengan kultivasi yang sama-sama mencapai puncak Ranah Star Seed. Tinggal satu langkah lagi mereka bisa menembus Ranah Star Sealed. Kekuatan mereka bahkan membuat dua belas kepala puncak harus berhati-hati. Jika ketiganya bertarung bersama, para kepala puncak pun belum tentu dapat menang tanpa mengalami luka. Bagi Divine Sword Palace, mereka merupakan calon penerus yang berpeluang menjadi kepala puncak, bahkan Kepala Istana. Tak mengherankan jika banyak orang langsung menganggap hasil pertandingan sudah ditent

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4067: Syarat dari Kepala Istana

    Sementara itu, Ryan sudah mengikuti Walton Crane memasuki istana utama Divine Sword Palace. Di atas singgasana, Kepala Istana Jarvis Halden memperhatikannya dengan mata menyipit, seolah ingin membaca segala rahasia yang disembunyikan pemuda tersebut. Ryan membalas tatapan itu dengan wajah polos, seakan sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperiksa. "Kepala Istana, seperti yang kau lihat, muridku sudah menjadi murid inti," ujar Walton. "Jadi, mengenai Tanah Terlarang Pedang..." Walton sengaja menggantung ucapannya. Ia tidak perlu mengulangi seluruh kesepakatan di hadapan Kepala Istana. Jarvis pasti mengerti bahwa janji kemarin sudah harus ditepati, terlebih Ryan sudah memenuhi satu-satunya syarat yang mereka tetapkan. "Paman Guru, bagaimana kalau kita membicarakannya lagi dengan para kepala puncak?" Jarvis tersenyum, mencoba mengulur waktu. "Kau sudah berjanji!" Walton menggebrak bangku. "Kalau sekarang kau melarang Ryan masuk, kau sendiri yang harus menanggung ak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4066: Murid Inti dalam Sehari

    Wajah Thane Zoller semakin masam. Sebagai salah satu murid inti terkuat Divine Sword Palace, ia justru dipaksa terus mundur oleh pendatang baru yang hanya menggunakan pedang kayu. Lebih buruk lagi, semua itu terjadi di hadapan ratusan penonton. Para penonton yang tadi yakin ia akan menang kini menyaksikannya terus terdesak. "Aaargh!" Thane meraung lalu melesat ke udara. Pedang beratnya terangkat tinggi sebelum ditebaskan ke arah Ryan dengan kekuatan penuh. Tekanan yang menyertainya begitu besar hingga ruang di sekitar lintasan pedang seolah membeku. Angin kencang menerpa arena, membuat pakaian Ryan berkibar. Thane mengerahkan tenaga yang selama ini membuatnya ditakuti bahkan oleh sesama murid inti. Namun Ryan tetap tenang. Ia mengakui tenaga Thane luar biasa meski tingkat kultivasinya tidak terlalu tinggi. Hanya saja, Ryan tidak berniat menggunakan teknik terkuatnya, apalagi mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengakhiri pertarungan seketika. 'Kalau terlalu banyak menunju

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4065: Pedang Kayu Melawan Pedang Berat

    "Hah? Itu Thane Zoller! Kenapa justru dia yang datang?""Ryan pasti kalah!""Aku dengar Thane pernah bertahan tujuh hari tujuh malam di Gunung Myriad Dragon demi mengasah niat pedangnya." "Dia baru berhasil keluar setelah menghadapi binatang iblis yang hampir setara kultivator Ranah Star Sealed, itu pun dengan luka parah."Kemunculan Thane membuat para penonton langsung menjatuhkan vonis. Di antara murid inti, Thane terkenal karena kekuatan dan ilmu pedangnya. Bekas luka di wajah dan punggungnya menjadi bukti bahwa reputasi itu bukan sekadar hasil latihan di sekte. Kebanyakan orang yakin Ryan akan tumbang dalam satu serangan.Mereka menganggap Ryan kurang beruntung mendapat lawan seberat ini. Dalam tantangan semacam itu, kemampuan memang menentukan hasil, tetapi siapa yang menerima tantangan juga berpengaruh besar. Lagi pula, sebagian murid dalam berhasil naik menjadi murid inti karena kebetulan me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status