Share

Pengakuan

Author: Susi_miu
last update Petsa ng paglalathala: 2024-10-11 12:07:48

Lagi – lagi, di bawah sentuhan Abihirt, mata Moreau menatap pria itu lekat tertegun, membakar, dengan napas menggebu berat ketika pria itu menekan punggungnya ke kasur. sementara Abihirt kembali menggeram, hujaman kasar yang tersisa segera mengakhiri pernyatuan mereka. Pria itu mengeluarkan kejantanannya, mengurut persis di depan perut rata Moreau sambil mendesis, lalu menumpahkan cairan hangat di sana. Sesuai keinginan. Moreau tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana saat sesuatu di da

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Terlarang   Kembali Aneh

    “Hi, Mommy. Daddy membuatkan kami sarapan yang lezat.”Sebuah pemandangan tidak biasa di pagi hari. Moreau tahu bagaimana permintaan Abihirt semalam membuatnya terbangun lebih siang. Namun, tidak pernah menduga bahwa pria itu akan terlihat sangat sibuk di dapur—masih cukup sibuk dengan penampilan seksi—yang nyaris tidak bisa membuatnya berkomentar apa pun; hanya dengan celana kain dan apron yang meliputi tubuh seksi di sana. Benar – benar menggiurkan.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Moreau setelah memberi senyum dan ciuman singkat di pipi tebal anak – anak. Sempat menanggapi pernyataan mereka, tetapi tidak dimungkiri ... dia memang langsung mendatangi Abihirt—memberi pria itu tatapan dibuat – buat, supaya mengatakan sesuatu.“Aku sedang menyibukkan diri untuk menyiapkan sarapan untuk kalian.”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar tenang, saat pemiliknya sedang membungkuk sekadar memberi toping madu di atas roti panggang itu. Well, Abihirt jarang sekali b

  • Perjanjian Terlarang   Dasar!

    Tuntutan untuk tetap tidur masih terus mendesak. Moreau bahkan nyaris tak menemukan cara terbaik sekadar membuka mata saat merasakan sesuatu yang halus dan menusuk di waktu bersamaan, berusaha memberikan sensasi tambahan, tetapi begitu dekat di ceruk lehernya.Dia bergumam samar; sesekali mencoba menyingkirkan sesuatu yang sangat berat, sesuatu yang terasa keras dan mengingatkannya dengan dada seseorang saat tidak sengaja menempatkan sentuhan terlalu lama di sana.“Abi, apa yang kau lakukan?”Satu pertanyaan itu tidak diucapkan dengan kesadaran penuh. Namun, Moreau mencoba keras untuk merangkak ke permukaan. Sedikit yakin bahwa kali ini Abihirt memilih cara yang sebenarnya sudah sering kali pria tersebut lakukan, meski dia masih enggan membuka mata.Sapuan hangat dan basah di waktu bersamaan benar – benar tidak dapat dihindari. Pada akhirnya, Moreau memutuskan untuk membuka mata; perlahan – lahan dan menyadari suasana di dalam kamar bahkan masih begitu temaram.S

  • Perjanjian Terlarang   Sudah Berani

    “Kau tak serius dengan keputusan untuk tidak membiarkanku menyentuhmu, kan, Mommy?”Moreau baru saja menyelesaikan ritual mandi. Sekarang sedang duduk di meja rias diliputi harapan bisa melakukan beberapa kegiatan dengan tenang; seperti memoleskan gel masker di wajah. Namun, harus mendapati Abihirt muncul diliputi ekspresi memelas.Pria itu menjulang tinggi di belakang. Moreau hanya melihat dari pantulan cermin. Tidak ada yang ingin dia katakan, sebenarnya, tetapi Abihirt adalah Abihirt. Tidak akan menyerah sampai mendapat jawaban.Moreau mendengkus. Sedikit berusaha menyingkirkan ujung jemari Abihirt yang terus menjalar di punggungnya—seperti sengaja membentuk pola acak sebagai bentuk bujukan supaya dia berubah pikiran.“Keputusanku masih sama. Jika kau tidak bisa menahan gairahmu. Kau bisa merancap sendiri di kamar mandi,” ucap Moreau setengah kesal. Abihirt bisa melihat bagaimana dia butuh waktu menyelesaikan perawatan wajahnya di sini. Bukan terus mencoba membuju

  • Perjanjian Terlarang   Jurus Maut

    “Kau seharusnya menciumku di sini.”Masih dengan pernyataan yang sama dan kali ini Moreau bisa melihat sendiri bagaimana Abihirt menunjuk bibir sendiri untuk diberikan ciuman ringan. Rasanya, dia tidak bisa menahan diri selain mengeluarkan suara tawa yang keras. Untunglah, hanya senyum yang Moreau berikan, kemudian berkata, “Batas mencium-mu hanya satu kali. Aku sudah melakukannya,” sambil mengulurkan tangan menyentuh pipi Abihirt—tempat di mana dia menjatuhkan bibir; sesekali memberi sapuan ringan di sana.“Siapa yang bilang kalau menciumku ada batas limitnya?” Suara serak dan dalam Abihirt terdengar sedikit dengan nada geram. Akhirnya membuat kekehan Moreau mencuak samar ke permukaan.“Aku yang membuat aturan itu,” dia menjawab—sedikit harus menenangkan diri dari tawa yang perlahan – lahan menjadi lebih keras. Abihirt kembali terdengar menggeram. Benar – benar tak setuju terhadap apa pun yang dia katakan, sehingga buru – buru berkata, “Aku yang seharusn

  • Perjanjian Terlarang   Seharusnya di Sini

    “Apa kami sudah terlihat sangat siap untuk bersekolah, Mommy?” Tidak ada yang lebih indah dari menanggapi pertanyaan anak – anak dengan senyum. Seperti yang pernah dia bicarakan di rumah sakit; Moreau ditemani Lore dan Arias untuk membuka paket berisi keperluan sekolah si kembar. Mereka begitu senang melihat tas dan sepatu baru, bahkan tidak ragu – ragu untuk langsung mencobanya. “Kalian sangat menggemaskan. Tentu saja sudah sangat siap untuk bersekolah,” ucap Moreau, tidak hanya sekadar memberi pujian. Sebaliknya, ingin anak – anaknya bersemangat melakukan aktivitas baru mereka. Seharusnya tidak perlu ragu. Dia sendiri tahu bahwa si kembar memang sudah menunggu saat – saat seperti ini. Mereka tidak pernah mengecewakan siapa pun soal keinginan besar yang mereka miliki. “Apa yang sedang kalian lakukan?” Atmosfer terasa sedikit berbeda oleh kemunculan Abihirt. Moreau tidak pernah menyangka bahwa pria itu akan tiba – tiba bergabung dengan penampilan yang masih terlihat sediki

  • Perjanjian Terlarang   Protes Anak-anak

    “Mommy, kenapa setelah pulang dari rumah sakit Daddy menjadi sangat berbeda?”Sudah waktunya tidur, meski bukan sesuatu yang baru jika Moreau mendapati anak – anak mengajak bicara atau sekadar mengajukan pertanyaan seperti yang barusan Lore tanyakan. Apakah sungguh ada sesuatu yang tidak biasa dari Abihirt sehingga pria itu benar – benar meninggalkan petunjuk—tak akan bisa si kembar tahan, selain mengeluarkan semua dari isi kepala mereka?“Dia masih Daddy kalian. Apa yang berbeda?”Moreau menjatuhkan bokong persis di pinggir ranjang milik Lore, karena memang menyusul menyelimuti gadis kecil itu setelah Arias. Dia menatap si kembar secara bergantian. Posisi mereka sudah siap untuk tidur, tetapi keinginan membahas tentang ayah mereka masih terlalu besar.“Daddy tidak banyak bicara. Saat bermain pun, Daddy hanya melihat, tidak mau bergabung bersama kami. Biasanya Daddy tidak pernah menolak. Tadi harus Paman Roger yang menemani kami berdua,” tambah Arias—lebih rinci, leb

  • Perjanjian Terlarang   Jujur

    Setelah menarik napas cukup dalam. Moreau menuntut diri supaya siap, lalu berkata, “Kau tahu dari awal kalau aku tidak pernah menginginkan ini. Mungkin kau membuatku terbiasa, atau aku tak akan pernah benar – benar terbiasa. Sesuatu membuatku mendapatkan sudut pandang yang buruk tentang seks.”

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Terangsang

    Tidak tahu mengapa Moreau seolah terjebak, nyaris tak dapat mengatakan apa – apa sekadar menjatuhkan pilihan yang membingungkan. Masih menatap ragu pada klip di tangan Abihirt, tetapi kemudian pria itu mengambil tindakan sekadar menyentuh lengannya lembut. Menuntun supaya dia menurut; menjatuhkan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Ciuman Tak Terduga

    “Kau mungkin memang sayang kepada Chicao. Tapi, ibuku dan Bibi Gloriya benar. Bukankah terlalu berbahaya membiarkan Froy sampai melukai bahumu seperti kemarin? Bagaimana jika kapak yang Froy gunakan malah membuat tanganmu putus? Bagaimana kalau—“ “Kenapa? Kau takut tidak ada lagi yang aka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Ingin Bertemu?

    “Bukankah bagus jika ibumu mantan figure skating. Kau bisa mempertemukanku dengannya dan aku bisa belajar lebih banyak—“ “Kau ingin bertemu dengannya di alam kubur?” Begitu saja. Mendesak Moreau diam beberapa saat. Dia sungguh tidak pernah bermaksud atau setidaknya sampai membuat Abihi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status