Share

Pesta Perayaan

Penulis: Stary Dream
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-01 17:34:11

Elena memarkirkan mobilnya sebatas di depan pagar. Baru saja turun dari mobil, ia sudah mencium bau bakar.

"Asap apa ini? Apa ada kebakaran?" Elena sampai heran.

Namun dirinya begitu terkejut ketika melihat asal api berasal dari perkarangan rumah.

"Zayn, apa yang kamu lakukan?" Jerit Elena.

Zayn menoleh dan menandang wanita itu dengan dingin.

Elena berlari menuju ke arah Zayn. Buku, tas, baju, sepatu, bahkan photo pernikahan mereka dilemparkan begitu saja oleh pria itu ke dalam api.

"Apa yang kamu lakukan?"

"Membakar kenangan menjijikan!" Sahut Zayn dingin.

"Itu barangku!" Teriak Elena. Dia pulang siang ini untuk mengambil sisa barangnya yang tertinggal. Tapi, malah terkejut karena Zayn membakar barang-barangnya.

Tak ada jawaban dari Zayn, pria itu sedang sibuk merobek novel-novel tulisan Elena.

"Dimana komputer jinjingku?" Elena sampai histeris. "Jangan bilang kalau kamu bakar juga!" Elena akan marah sekali kalau itu sampai terjadi.

"Tidak tahu!"

Elena menghempaskan kakinya dengan ka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Terbakar Cemburu

    Rapat kali ini gagal, bagaimana tidak? Map kerja yang harusnya dibawa Malik entah hilang kemana. Dia sudah menyelusuri isi rumah tapi map itu bak hilang ditelan bumi. Padahal isi map itu sangat berharga untuk rapat hari ini.Jadilah, Malik kerja keras semalaman membuat proposal baru. Namun sayang, isi yang baru dibuat tak sesuai dengan apa yang sebelumnya dirancang. Rapat gagal karena para pemegang saham tak mau memberikan dana tambahan untuk meluaskan jangkauan perusahaan yang kini ingin mengepakkan sayap di luar negeri.Malik hanya bisa menekukan wajahnya dengan dalam. Dia sudah dibantai habis-habisan tadi."Akhir-akhir ini kamu tidak fokus bekerja, Malik. Ada apa? Apa kamu juga ikut mengganti popok anakmu di tengah malam?" Sindir Bram."Maafkan saya, Pak. Ini keteledoran saya." Malik tertunduk."Satu kali lagi, Malik.. setelah itu tidak akan ada kesempatan." Jelas Bram kecewa atas performa kinerja Malik yang menurun. Beberapa belakang ini Malik suka tidak fokus, belum lagi laporan

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Bertemu Rival

    Baru satu jam di taman, Elena mengomel saat sampai di rumah. Padahal tadi inspirasi menulisnya sedang lancar jaya."Kamu kenapa nyuruh aku pulang? Apa nggak bisa bicara di telpon aja?" Gerutu Elena."Kamu lihat map kerjaku yang di meja kerja?""Meja kerja?""Ruang kerja.""Map yang mana? Aku nggak tahu. Coba tanya bibi." Mana Elena tahu barang-barangnya Malik, masuk ke kamar kerja suaminya saja tidak pernah."Bibi!" Teriak Malik."Pelan-pelan, sayang! Lay baru tidur!" Elena melotot pada suaminya."Bibi!" Teriak Malik lagi.Bibi yang menjadi pelayan di rumah ini pun lalu datang tergopoh-gopoh."Ada apa, Tuan?""Map kerja saya yang ada di ruang kerja dimana?""Map kerja warna apa ya, Tuan? Tadi ketika bibi bersihkan nggak ada map disana.""Map kerja berwarna merah." Malik meninggikan suaranya. "Semalam masih ada, masa sekarang udah nggak ada lagi? Bibi buang?""Nggak, Tuan. Sumpah.. mapnya nggak ada.." jawab Bibi ketakutan."Kamu lupa naruh kali, sayang..""Jangan ikut campur kamu, Elen

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Beda Nasib

    Tiga bulan kemudian.."Elena!" Panggil Malik.Tubuh ini gerah sekali. Dia kelelahan karena harus meeting seharian. Pulang sudah hampir malam, dan ketika pulang lampu rumah sudah dimatikan seakan tidak mau ada yang menyambutnya."Kenapa kamu teriak-teriak? Lay lagi tidur.""Siapkan air mandi. Aku gerah." Malik melepaskan dasi dan pakaiannya secara sembarangan.Elena mendengkus. "Kamu aja yang siapin sendiri, atau mandi pake shower aja.""Apa?""Aku ngantuk mau tidur." Elena kembali menuju tempat tidur dan merebahkan dirinya.Biar saja pakaian kotor Malik yang berserakan nanti ada bibi yang akan mengambilnya. Sementara, dia ingin tidur dulu."Ah, sial!" Malik mengumpat. Sudah tiga bulan berumah tangga tapi pria ini merasa tak dilayani dengan baik.Besoknya, kegaduhan kembali muncul di ruang makan."Apa kamu nggak bisa buat sarapan? Sekedar membuat sandwich atau kopi. Kamu nggak bisa?""Aku bisa. Tapi, aku nggak punya waktu.""Nggak punya waktu gimana, Elena?""Kamu tahu kalau Lay itu re

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Naik Status

    Berbanding terbalik dengan Malik yang tengah meratapi perpisahannya. Elena malah merasa senang. Ada perasaan lega atas statusnya saat ini. Ya, terdengar jahat. Tapi inilah petikan buah yang selama ini dia tanam."Lihat, Malik. Bayimu.." Ucap Elena mencoba mengalihkan perhatian Malik yang tengah bersedih.Malik menatap bayi mungil yang belum diberi nama ini."Tampan.""Seperti dirimu." Elena tersenyum. "Apa kamu nggak ingin memberikan sesuatu untuknya?""Maksudmu?""Status. Aku ingin anak ini diakui negara." Itu sama saja Elena ingin meminta menikah secara hukum."Tunggu hasil dna keluar.""Apa?" Elena terkejut. "Hasil dna?"Malik menatap Elena lalu mengangguk."Kamu meragukan anak ini anakmu? Begitu?" Elena jadi kaget. Obrolan terakhir mereka, Malik mengatakan tidak perlu melakukan tes dna. Tapi kenapa sekarang malah berubah pikiran? Tunggu dulu, lalu kapan tes itu dilakukan? Elena tidak tahu."Aku hanya ingin memastikan." Jawab Malik datar.Elena tergelak. "Jika anak ini terbukti seb

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Resmi Berpisah

    Tak punya pilihan lain, rumah Zayn saat ini tempat teraman. Shireen sendiri ditempatkan di kamar tamu dekat area dapur. Sedikit kebelakang dibanding kamar Zayn. Setidaknya pria itu mengerti bahwa saat ini Shireen butuh yang namanya privasi.Puas meluapkan perasaannya melalui tangisan. Shireen merebahkan dirinya di tempat tidur. Sekitar 1 jam, Zayn memanggil untuk makan malam bersama.Shireen baru memperhatikan rumah ini. Rumah sederhana, tak lebih luas dari rumah bersamanya dengan Malik. Tapi, semua barang tersusun rapi. Ah, ada sedikit renovasi dibagian dapur akibat kebakaran tempo lalu."Makan malam dulu." Perintah Zayn. Pria itu lalu duduk di kursi makan."Aku jadi nggak enak ngerepotin."Tak ada yang istimewa menu makan malam ini. Hanya ayam goreng, capcai dan sambal."Mas yang masak atau pesan di restoran?" Tanya Shireen."Coba saja dulu."Shireen menyendokan sayur ke mulutnya. Lumayan. Rasa nikmat ini bisa mengurangi sedikit kesedihan dihatinya."Bagaimana?" Tanya Zayn."Masakan

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Selesai

    Tubuh Shireen ditarik begitu saja oleh Malik dalam pelukannya. Begitu erat sampai Shireen tak mampu melepaskan dirinya.Terlebih bibir ini dibungkam oleh Malik. Ciuman yang menuntut dengan tahanan nafas yang diinginkan menyatu. Handuk dikepala Shireen saja sampai jatuh menampakkan rambutnya yang setengah basah.Shireen mendorong keras bahu suaminya beberapa kali, mencoba menyadarkan Malik yang sedang dikuasai emosi.Sampai..Plak!Malik terhuyung, Shireen mendorongnya lagi hingga langkahnya termundur. Sambil menahan air mata, ia menyeka air mata yang berjatuhan.Kasar sekali! Itu yang Shireen rasakan. Dia hampir kehilangan nafas tadi."Shireen!""Jangan menyentuhku!" Teriak Shireen. Dia sungguh jijik pada suaminya. Apalagi mengingat ciuman tadi. Ciuman yang sama dengan yang ia berikan pada Elena."Aku ingin memperbaiki semuanya." Ucap Malik keras kepala. "Aku nggak mau kehilanganmu."Shireen menggeleng dan berjalan mundur. Malik main maju saja menyergap tubuh indah itu dalam pelukanny

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status