LOGIN"Jangan sentuh aku, Kak!" "Kenapa? Bukankah suamimu itu, tidak pernah menyentuh kamu seperti ini kan? Dan sekarang, tugas suamimu akan aku gantikan." Arsela tidak menyangka, dalam keadaan terpuruk, ia malah menghabiskan malam dengan pria yang berstatus sebagai kakak angkatnya, Kaindra Justin. Seorang pria yang pernah Arsela cintai di masa lampu, sebelum akhirnya ia memutuskan pergi menjauh dari Kaindra Justin, saat merasa tidak pantas mencintainya. Dengan berjalannya waktu, Arsela merasa nyaman dengan Kaindra Justin. Yang ternyata juga mencintainya. Namun, saat keduanya nyaman dengan hubungan yang terjadi. Ada hal baru yang tidak Arsela ketahui tentang Kaindra Justin. Apa itu? Dan apakah Arsela akan tetap bersama Kaindra Justin, saat tahu siapa sebenarnya kakak angkatnya tersebut?
View MoreDisini Kai berada, di rumah Robert. Tidak peduli jika malam sudah larut. Dan semua penghuni rumah sudah larut dalam mimpi mimpinya. Kai tidak bisa menunggu besok, untuk menunjukkan foto dan video Calista pada Robert. Bagi Kai, semakin cepat semakin baik. Agar ia terlepas dari pernikahan yang tidak sama sekali ia inginkan, dan tentu saja agar terlepas dari Robert.Kai duduk di sofa ruang tamu, ketika pembantu rumah Robert sedang membangunkan majikannya.Awalnya pembantu tersebut tidak ingin menuruti kemauan Kai, untuk membangunkan majikannya. Karena tahu akan risikonya, jika membangunkan majikannya. Apalagi kini sudah tengah malam.Namun, Kai memaksa. Sampai akhirnya pembantu tersebut mau mengikuti perintahnya.Tidak berselang lama, Kai mendengar langkah kaki. Langkah kaki yang begitu Kai kenali.Kai mengangkat kepalanya, menoleh pada sumber langkah kaki, dimana ia melihat Robert dengan menggunakan baju tidur, melangkah mendekatinya."Kau." ujar Robert. Lalu duduk di sofa sebrang berh
Kai menghubungi ponsel Leon, ingin menanyakan sudah sejauh mana sahabatnya itu membantunya.Tapi ponsel Leon tidak bisa di hubungi. Membuat Kai langsung melempar ponselnya ke kursi penumpang. "Sialan kau Leon!" seru Kai dan langsung menambah kecepatan laju mobilnya, untuk menemui sahabatnya itu.Kai tidak menemukan keberadaan Leon, di apartemen dan rumahnya. Sahabatnya itu tidak ada, ponselnya pun masih belum bisa di hubungi.Sekarang Kai memutuskan untuk pergi ke bar milik Jimi, berharap ia bisa menemukan Leon disana.Tentu saja Kai harus memberi pelajaran pada sahabatnya itu, karena tidak ada kabar. Sudah sejauh mana Leon membantunya.Kai berjalan menuju ruang vip sesaat setelah menginjakkan kakinya di bar milik Jimi, tempat ketiga sahabat itu selalu bertemu. Tepatnya, ruangan itu sudah menjadi markas ke tiganya jika sudah berkumpul.Tautan kening menghiasi wajah Kai, sesaat setelah masuk ke dalam markas mereka, karena Kai tidak mendapati Leon. Hanya ada Jimi di balik meja, sedang m
Brian terus mencoba menghubungi ponsel Sela. Awalnya sambungan itu masih tersambung, walau tidak pernah diangkat. Namun kini, nada dering itu bahkan tidak lagi terdengar. Nomor Sela benar-benar tidak bisa dihubungi."Sial!" teriak Brian frustasi, lalu melempar ponselnya ke atas kasur hingga memantul dan jatuh ke lantai.Nafasnya memburu, dada naik turun tidak teratur. Ia menoleh ketika merasakan tatapan tajam mengarah padanya.Jane berdiri di samping tempat tidur, kedua tangannya terlipat di dada. Wajahnya tidak menunjukkan simpati sedikit pun, setelah tahu. Jika Brian di pecat dari pekerjaannya."Kalau kamu dipecat, bagaimana kamu bisa membelikan aku tas keluaran terbaru, Brian." katanya dingin, dengan nada kesal yang jelas.Brian menatapnya tidak percaya. "Dalam situasi seperti ini kamu masih memikirkan tas?" balasnya, suara meninggi. "Aku dipecat, Jane. Dipecat dengan tidak hormat! Kamu tahu itu, kan?""Aku tahu," jawab Jane cepat. "Makanya aku bilang, temui Sela. Dia pasti bisa me
Memori Sela kembali berputar ke masa lampau, ketika Kai ternyata mengajaknya pergi ke vila pribadi milik keluarganya. Vila yang berdiri megah di kawasan perbukitan, dikelilingi pepohonan tinggi yang menjulang dan taman yang terawat rapi. Tempat itu sunyi, namun justru menyimpan begitu banyak suara dari kenangan yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan Sela.Bagi Sela, vila itu bukan tempat asing. Di sanalah sebagian masa remajanya terukir, masa ketika ia masih canggung menyadari perasaannya sendiri.Sela masih mengingat dengan jelas, bagaimana hidupnya berubah. Ia hanyalah anak seorang pembantu yang bekerja untuk keluarga Kai. Namun takdir membawanya menjadi anak angkat keluarga itu. Ia tinggal di rumah besar yang sama, makan di meja yang sama, tapi tetap merasa ada jarak yang tidak kasat mata, terutama dengan Kai.Ia hanya bisa menatap pria itu dari jauh, mengagumi tanpa berani berharap. Tidak seorang pun tahu bahwa di balik sikap pendiamnya, ia menyimpan cinta yang tumbuh
"Sebentar, ibu buka pintu dulu." Ibu Ina berjalan menuju pintu yang masih terus di ketuk.Sedangkan Sela memilih menyandarkan punggungnya di sofa yang ia duduki.Ibu Ina membuka pintu, dan mendapati Pak Ramli tetangga rumahnya yang ada di depan pintu. Padahal ibu Ina pikir, Brian yang datang menyus
"Untuk apa aku cemburu?" Sela menimpali ucapan Kai sambil tersenyum. Senyum itu tipis, rapuh, dan jelas dipaksakan. Ada luka lama yang bergetar di baliknya. "Dan ya, lepas tanganku, Kak." pintanya pelan, tapi tegas.Kai terdiam sesaat sebelum akhirnya melepas genggamannya. Namun, bukannya memberi j
Sela mendorong tubuh Kai dengan sisa tenaga yang ia miliki hingga tautan bibir mereka terlepas. Napas Kai tersengal, dadanya naik turun tidak beraturan. Bukan karena lelah, melainkan karena perasaan yang tiba-tiba menyerbu tanpa izin.Namun, Kai tidak benar-benar menjauh. Ia justru menempelkan ken
Sela memutuskan untuk pergi ke toko Romi. Lampu-lampu toko roti masih terang benderang ketika Sela berdiri ragu di depan pintu kaca. Ia tahu betul, jam kerjanya pagi dan seharusnya ia ada di kamar kos, beristirahat setelah hari yang melelahkan di pertama kalinya bekerja di toko roti tersebut. Tapi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews