Share

Ada Rasa Iba

Penulis: Noona Aurora
last update Tanggal publikasi: 2026-07-26 12:50:22

Pelayan senior itu menghela napas pendek melihat keras kepalanya Ronan.

Tanpa sepatah kata lagi, dia berbalik dan melangkah masuk kembali ke dalam mansion, meninggalkan Ronan yang berdiri tegak di bawah terik matahari halaman depan.

Dengan langkah teratur, pelayan itu menaiki anak tangga menuju lantai atas. Sebenarnya dia agak ragu untuk mengganggu waktu istirahat sang majikan. Namun, melihat kesungguhan Ronan yang menolak pergi, dia merasa hal ini tetap harus dilaporkan.

Begitu sampai di depa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Kecemburuan Yang Tak Terduga

    Suara nada panggilan terputus terdengar dari ponsel yang dipegang Alexa. Wanita itu menghela napas lega seraya menurunkan ponsel dari telinganya, lalu menyandarkan tubuh pada kepala sofa di ruang keluarga.Devan yang sedang duduk di sampingnya seraya memeriksa berkas di atas pangkuannya melirik pelan. "Siapa yang menghubungi?""Valeria," balas Alexa singkat, sudut bibirnya terangkat tipis menyunggingkan senyuman lega. "Dia baru saja bercerita kalau dia dan Mike sudah bicara berdua secara tenang di kafe tadi sore. Valeria merasa sangat lega sekarang."Devan mengangguk pelan, menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. "Syukurlah kalau begitu. Semoga saja pikiran Mike juga sudah jernih, karena seharian ini fokus kerjanya kembali kacau. Dia bahkan salah menyortir lampiran berkas penting tadi pagi."Alexa menggepalkan jemarinya pelan di atas pangkuan. "Aku tidak tahu kenapa mereka berdua sampai merasa bersalah dan kepikiran sehebat itu. Padahal keduanya sama-sama sudah dewasa.""Mungkin

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Bicara Dengan Tenang

    Suasana di sekitar pintu kedai kopi itu masih diselimuti keheningan yang menekan. Beberapa pengunjung di dalam area meja mulai melirik ke arah mereka, menyadari ada ketegangan aneh dari dua orang berpakaian formal yang saling berdiri mematung tersebut.Mike menyadari perhatian kecil dari sekitar. Sebagai pria yang terbiasa berpikir praktis, dia menghembuskan napas pelan, mencoba memecah kebuntuan. Dia menunjuk ke arah sudut teras luar kedai yang sepi menggunakan cangkir kopi di tangannya."Nona Valeria... bisa kita bicara sebentar di luar?" tanya Mike dengan nada rendah dan sangat hati-hati. "Hanya sebentar. Saya berjanji tidak akan menyita waktu Anda."Valeria menatap Mike ragu-ragu. Ada dorongan di dalam dirinya untuk menolak dan segera berlari menuju mobilnya. Namun, melihat sorot mata Mike yang begitu tenang dan memohon, benteng pertahanan Valeria perlahan luluh. Dia sadar, melarikan diri terus-menerus hanya akan memelihara rasa canggung yang semakin menyiksa.Valeria mengangguk

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Pertemuan di Luar Dugaan

    Kata-kata Devan menghantam dada Mike bagaikan teguran keras. Mike menundukkan kepala, memegang berkas itu erat-erat."Tidak, Tuan. Ini murni kelalaian saya," sahut Mike berusaha membela profesionalitasnya. "Saya berjanji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi."Devan menghela napas pendek, lalu mengibaskan tangannya pelan. "Ambil lampirannya. Dan nanti sore, pulanglah lebih awal dan selesaikan apa yang perlu kamu selesaikan."Mike terpaku sejenak mendengarkan perintah atasan yang sangat dihormatinya itu. Ada rasa malu yang begitu dalam menyergap dirinya karena telah membiarkan urusan pribadi merusak kinerjanya."Baik, Tuan. Terima kasih banyak," jawab Mike seraya membungkuk dalam, sebelum akhirnya melangkah keluar ruangan dengan langkah kaki yang terasa kian berat.**Sore hari.Sesuai perintah Devan, Mike meninggalkan gedung DEV Group lebih awal dari biasanya. Mike menyusuri jalanan kota yang belum terlalu padat oleh kemacetan jam pulang kerja. Pikiran yang terus berkecamuk s

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Berusaha Melupakan

    Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden kamar tidak lantas membawa kesegaran bagi Valeria. Sejak terbangun dari tidurnya setengah jam yang lalu, wanita itu hanya terduduk diam di tepi tempat tidur. Jemarinya saling bertautan erat, menahan gelombang pening yang masih setia bersarang di pelipisnya. Namun, pusing di kepalanya sama sekali tidak sebanding dengan kekacauan yang berkecamuk di dalam dadanya.Valeria menghela napas panjang, lalu perlahan bangkit berdiri. Dia melangkah menuju kamar mandi, mencoba membersihkan diri dengan harapan air dingin bisa menyapu bersih seluruh bayangan buruk yang menghantuinya.Akan tetapi, saat berdiri di depan cermin besar setelah mandi, jemari Valeria tanpa sadar terangkat. Posisinya berhenti tepat di atas kulit tulang selangkanya. Bercak merah keunguan itu memang sudah sedikit memudar dibanding kemarin, namun keberadaannya tetap menjadi bukti nyata atas kebodohannya sendiri.Bayangan kejadian kemarin sore mendadak kembali berp

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Bayangan Yang Mengusik

    Deru mesin mobil berhenti sempurna di pelataran basement apartemen. Mike mematikan mesin kendaraan, lalu bersandar pada sandaran jok selama beberapa menit. Bayangan sikap dingin Valeria saat menolaknya di foyer rumah tadi terus berputar di benaknya. Niat baiknya untuk memastikan keadaan wanita itu justru menyisakan kecanggungan yang makin tebal di antara mereka.Dengan helaan napas berat, Mike keluar dari mobil dan melangkah menuju unit apartemennya. Suasana sunyi menyambutnya begitu pintu besi berukir elegan itu terbuka.Mike melangkah masuk ke area kamar utama untuk melepas jas kerjanya. Namun, begitu matanya menatap ke arah ranjang berseprai abu-abu di tengah ruangan, langkahnya seketika terhenti kaku.Seprai yang sempat berantakan tadi pagi memang sudah dirapikan kembali, tetapi ingatan tentang apa yang terjadi di atas tempat tidur itu mendadak terbayang sangat jelas di kepalanya. Sentuhan halus, napas hangat yang berpacu, serta bisikan acak Valeria di bawah pengaruh alkohol ma

  • Pernikahan Kilat: Menikah Dengan Paman Mantan Tunanganku   Hanya Ingin Memastikan

    Pertanyaan Valeria yang terlontar menuntut itu menggantung di udara. Suasana foyer rumah yang megah mendadak terasa makin menyempit, diapit oleh keheningan kaku di antara mereka berdua.Mike berdiri mematung di tempatnya. Pria yang biasanya selalu tenang, penuh perhitungan, dan tegas dalam mengambil keputusan di dunia bisnis itu kini tampak begitu kikuk. Jemari tangan Mike meremat di sisi tubuh, mencoba menetralisir rasa canggung luar biasa yang mendadak melumpuhkan lidahnya.Mata Valeria masih menatapnya lekat-lekat—penuh akan keterkejutan, kecanggungan, dan pertahanan diri yang siap meledak kapan saja."Pak Mike?" panggil Valeria lagi, kali ini dengan nada suara yang makin rendah dan ketus. "Kenapa Anda malah diam saja? Untuk apa Anda ke rumah saya?"Mike menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian dan ketenangannya. Pria berusia tiga puluh lima tahun itu menatap lurus ke dalam sepasang mata Valeria, menanggalkan aura kaku keprofesionalannya sejenak."Saya...

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status