The Day We Do It

The Day We Do It

last updateLast Updated : 2026-08-12
By:  AnidaniaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
13 ratings. 13 reviews
6Chapters
31views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Raia sudah menjadi sekretaris Leo selama bertahun-tahun. Ia tahu kebiasaan atasannya, tahu jadwalnya, bahkan tahu satu rahasia besar yang tak pernah Leo ceritakan kepada siapa pun. Sebagai pewaris perusahaan keluarganya, ia seharusnya mengambil alih bisnis dan melanjutkan nama besar keluarganya. Namun diam-diam, Leo justru sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan semuanya. Dan Raia mulai menyadari yang jauh lebih menyakitkan—mungkin bagi Leo, dirinya hanyalah godaan terakhir sebelum pria itu benar-benar pergi. Jika Leo memilih hidup yang selama ini ia impikan, apakah Raia harus rela menjadi satu malam yang akan ia sesali seumur hidup?

View More

Chapter 1

BAB 1 - Permintaan Tak Masuk Akal

“Minggu ini, mulailah perbarui portofoliomu dan silakan cari pekerjaan di tempat lain. Saya akan fasilitasi surat rekomendasi terbaik dari perusahaan.”

Perintah itu muncul begitu saja dari pria di hadapan Raia yang sudah tujuh tahun ini menjadi atasannya.

Seketika, tubuh Raia membeku. Jemarinya mencengkram dokumen lebih erat. 

“Ma-maksud Bapak?” tanya Raia sedikit bergetar. 

“Apakah saya dipecat? Atau ada laporan tentang kinerja saya yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan?” lanjutnya, menatap Leo bosnya dengan penuh tanya.

Leo tak menjawab. Ia meletakkan pulpennya, lalu mengangkat pandangannya. 

“Bukan. Kerjaanmu selalu sempurna, Raia,” jawabnya, menyenderkan punggungnya pada kursi kerjanya.  

“Hanya saja ... dalam waktu dekat, saya akan mengundurkan diri dari jabatan ini.”

“M-mundur, Pak?” potong Raia terkejut.

Leo mengangguk, sekali. “Saya berencana pindah ke tempat yang jauh, dan saya tidak bisa membawamu.”

Raia semakin membelalak. “Pindah ke tempat yang ...jauh? maksud Bapak?”

Leonardos Vaneric. 

Bagi Raia, Leo adalah sosok CEO muda yang sempurna.

Ia memiliki keberanian yang luar biasa. Ketegasan, kebijaksanaan, dan jiwa kepemimpinannya membuat dirinya dihormati tanpa perlu meninggikan suaranya.  

Ditambah dengan kecerdasan dan analisis tajam di dalam situasi sulit, membuat perusahaan yang dipimpinnya melaju dengan begitu pesat.

Selama tujuh tahun mendampingi Leo sebagai sekretaris pribadinya, Raia hafal dengan setiap gerak-gerik dan kebiasaan atasannya itu. 

Di mata Raia, Leo adalah pria terbaik dan sempurna yang pernah ia temui—sosok pemimpin yang selalu mengayomi stafnya, seorang pemimpin yang selalu menggunakan empati dalam setiap tindakannya, dan seorang anak yang begitu menyayangi ibunya.

Namun, kali ini Raia merasa kecolongan dengan rencana hidup Leo—seorang CEO dari salah satu konglomerat terbesar di negara ini, ingin melepaskan segala yang ia miliki dan pergi ke tempat yang jauh? 

Otak Raia bekerja begitu keras mencerna situasi yang tak masuk akal ini. 

Belum juga Raia bisa menanyakan alasannya lebih dalam, Leo sudah berdiri terlebih dahulu. 

Ia meraih jasnya dan melangkah meninggalkan berjuta pertanyaan di benak Raia.

Drtt... Drtt...

Getaran ponsel di saku blazernya menyadarkan Raia dari lamunannya. Ia memejamkan mata sembari menghela napas panjang. 

Tangannya merogoh saku, dan ibu bosnya sudah terpampang di layar.

“Halo, Ibu?” lirih Raia.

Sebagai sekretaris Leo, ia tentu mengenal sosok wanita itu.

“Rai, bisa ke rumah sekarang?”  

Refleks, Raia mengangguk. Meskipun ia tahu jika Ibu Rica tak bisa melihatnya.  “Baik, Ibu.” 

Sambungan terputus. Rica bergegas merapikan barang-barangnya dan segera meninggalkan ruangan dan menuju ke kediaman keluarga Vane.

Setibanya di rumah milik keluarga Vane, Raia disambut oleh seorang pelayan dan membawanya menuju ruang tamu utama. 

Di sana, Bu Rica duduk di sofa beludru berwarna biru dengan raut gelisah dan wajah pucat, jauh dari kesan tenang yang selama ini membingkai wajahnya.

“Rai, duduklah,”  ujar Bu Rica cepat.

Raia mengangguk, ia mengambil posisi duduk di samping Bu Rica. 

Ibu Rica mengepalkan tangannya, pandanganannya melayang jauh, memendam kekecewaan. 

“Leo ... anak itu benar-benar sudah gila, Raia!” ucapnya tertahan. 

“Pagi tadi, dia mendatangi Ibu dan menyatakan akan melepaskan seluruh hak waris serta jabatannya di perusahaan. Siapa yang akan meneruskan perusahaan sebesar ini, Rai?!”

Dada Raia berdesir. Berita yang baru saja didengarnya dari Pak Leo di kantor ternyata bukan sekedar gertakan biasa. 

“Pak Leo sungguh-sungguh ingin mengundurkan diri?” tanya Raia, mengerutkan alisnya.

Ibu Rica mengalihkan tatapannya pada Raia dengan mata berkaca-kaca. 

“Rai, kamu kan sudah tujuh tahun bekerja dengan Leo, dan kamu mengerti dia lebih dari siapapun,” jelas Ibu Rica singkat. 

Tangannya bergerak mengambil jemari Raia dan menggenggamnya erat. “Ibu minta tolong ... carikan wanita-wanita dari keluarga terpandang untuk didekatkan dengan Leo. Buatkan jadwal pertemuan, perjodohan, atau apapun itu,” pintanya terdengar begitu tulus.

Raia mengerutkan dahinya, bingung dengan permintaan mendadak ini. “Perjodohan?”

Pasalnya, selama ini, Rica sama sekali tak pernah mengetahui jika Leo memiliki hubungan dengan perempuan lain. Waktu pria itu hanya dihabiskan dengan berbagai berkas dan rapat silih berganti tanpa jeda.

Ibu Rica menatap foto Leo yang terpajang di dinding belakang Raia dengan tatapan kosong. 

“Hanya ada satu cara untuk menahannya tetap berada di dunia ini ... yaitu, jika dia jatuh cinta dan memilih alasan itu untuk tetap bertahan.”

Raia memicingkan matanya. “Bukannya Pak Leo bilang kalau beliau berniat mengundurkan diri dan pindah ke tempat yang sangat jauh ya, Bu?” tanya Raia, semakin bingung.

Ibu Rica menghembuskan napas panjang.  “Dia ... dia tidak memberitahumu soal rencananya?”

Raia menggelengkan kepalanya. “Beliau tidak memberikan secara detail, Ibu,” jawab Rai jujur.

Ibu Rica mengeratkan genggamannya pada jemari Raia, menatap gadis itu penuh keputusasaan. 

“Leo ... dia bilang ingin menjadi pelayan gereja ... dia ingin menjadi pastor. Ibu harus bagaimana, Rai?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Hydragea
Hydragea
Leo mau jadi pelayan gereja? ini sih beda dari yang lain, punya uang, jadi CEO, konglomerat, tapi mau hidup sederhana tanpa nafsu dunia.. astagaa Leoo...
2026-08-14 20:57:48
1
0
ararasa
ararasa
7 tahun kerja bareng, apa iya gak ada rasa? huhuhu...
2026-08-14 19:26:18
1
0
MissLucky
MissLucky
Baru beberapa bab tapi sudah bikin penasaran. semangat update nya kak!
2026-08-14 19:18:34
1
0
Cynta
Cynta
Eh apa alasan Leo mengambil keputusan itu?! jadi penasaran? Raia bisa nahan Leo gak ya? bisa ambil hatinya gak ya? eh jadi penasaran.
2026-08-14 18:11:11
1
0
Rosa Rasyidin
Rosa Rasyidin
apakah rahasia besar Leo?
2026-08-14 16:50:47
1
0
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status