MasukAlexa tidak menyangka, kesetiaannya dibayar dengan sebuah pengkhianatan. Di hari dia menemukan calon tunangannya berselingkuh dengan adik tiri Alexa, di hari itu pula Alexa berjanji akan membuat keduanya membayar mahal atas perbuatan mereka. Menemui Devan–paman mantan tunangannya, Alexa malah mendapat tawaran pernikahan. Dan, siapa sangka, keduanya memiliki tujuan masing-masing dalam hubungan ini. Saling memanfaatkan atau mereka memang saling membutuhkan?
Lihat lebih banyakKata-kata Devan menghantam dada Mike bagaikan teguran keras. Mike menundukkan kepala, memegang berkas itu erat-erat."Tidak, Tuan. Ini murni kelalaian saya," sahut Mike berusaha membela profesionalitasnya. "Saya berjanji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi."Devan menghela napas pendek, lalu mengibaskan tangannya pelan. "Ambil lampirannya. Dan nanti sore, pulanglah lebih awal dan selesaikan apa yang perlu kamu selesaikan."Mike terpaku sejenak mendengarkan perintah atasan yang sangat dihormatinya itu. Ada rasa malu yang begitu dalam menyergap dirinya karena telah membiarkan urusan pribadi merusak kinerjanya."Baik, Tuan. Terima kasih banyak," jawab Mike seraya membungkuk dalam, sebelum akhirnya melangkah keluar ruangan dengan langkah kaki yang terasa kian berat.**Sore hari.Sesuai perintah Devan, Mike meninggalkan gedung DEV Group lebih awal dari biasanya. Mike menyusuri jalanan kota yang belum terlalu padat oleh kemacetan jam pulang kerja. Pikiran yang terus berkecamuk s
Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden kamar tidak lantas membawa kesegaran bagi Valeria. Sejak terbangun dari tidurnya setengah jam yang lalu, wanita itu hanya terduduk diam di tepi tempat tidur. Jemarinya saling bertautan erat, menahan gelombang pening yang masih setia bersarang di pelipisnya. Namun, pusing di kepalanya sama sekali tidak sebanding dengan kekacauan yang berkecamuk di dalam dadanya.Valeria menghela napas panjang, lalu perlahan bangkit berdiri. Dia melangkah menuju kamar mandi, mencoba membersihkan diri dengan harapan air dingin bisa menyapu bersih seluruh bayangan buruk yang menghantuinya.Akan tetapi, saat berdiri di depan cermin besar setelah mandi, jemari Valeria tanpa sadar terangkat. Posisinya berhenti tepat di atas kulit tulang selangkanya. Bercak merah keunguan itu memang sudah sedikit memudar dibanding kemarin, namun keberadaannya tetap menjadi bukti nyata atas kebodohannya sendiri.Bayangan kejadian kemarin sore mendadak kembali berp
Deru mesin mobil berhenti sempurna di pelataran basement apartemen. Mike mematikan mesin kendaraan, lalu bersandar pada sandaran jok selama beberapa menit. Bayangan sikap dingin Valeria saat menolaknya di foyer rumah tadi terus berputar di benaknya. Niat baiknya untuk memastikan keadaan wanita itu justru menyisakan kecanggungan yang makin tebal di antara mereka.Dengan helaan napas berat, Mike keluar dari mobil dan melangkah menuju unit apartemennya. Suasana sunyi menyambutnya begitu pintu besi berukir elegan itu terbuka.Mike melangkah masuk ke area kamar utama untuk melepas jas kerjanya. Namun, begitu matanya menatap ke arah ranjang berseprai abu-abu di tengah ruangan, langkahnya seketika terhenti kaku.Seprai yang sempat berantakan tadi pagi memang sudah dirapikan kembali, tetapi ingatan tentang apa yang terjadi di atas tempat tidur itu mendadak terbayang sangat jelas di kepalanya. Sentuhan halus, napas hangat yang berpacu, serta bisikan acak Valeria di bawah pengaruh alkohol ma
Pertanyaan Valeria yang terlontar menuntut itu menggantung di udara. Suasana foyer rumah yang megah mendadak terasa makin menyempit, diapit oleh keheningan kaku di antara mereka berdua.Mike berdiri mematung di tempatnya. Pria yang biasanya selalu tenang, penuh perhitungan, dan tegas dalam mengambil keputusan di dunia bisnis itu kini tampak begitu kikuk. Jemari tangan Mike meremat di sisi tubuh, mencoba menetralisir rasa canggung luar biasa yang mendadak melumpuhkan lidahnya.Mata Valeria masih menatapnya lekat-lekat—penuh akan keterkejutan, kecanggungan, dan pertahanan diri yang siap meledak kapan saja."Pak Mike?" panggil Valeria lagi, kali ini dengan nada suara yang makin rendah dan ketus. "Kenapa Anda malah diam saja? Untuk apa Anda ke rumah saya?"Mike menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian dan ketenangannya. Pria berusia tiga puluh lima tahun itu menatap lurus ke dalam sepasang mata Valeria, menanggalkan aura kaku keprofesionalannya sejenak."Saya...












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.