تسجيل الدخولHis urge to sleep with any beauty he laid his eyes on, never stops. He loves women's body. He loves to explore and the reactions his pleasuring brings from them, makes him feel whole. He's a Playboy, a jerk, the worse boyfriend ever. He knew all this himself, but couldn't stop. ****** "The last thing I remembered was being stabbed in the stomach by my girlfriend, but now where am I? Why am I inside the body of a baby? What language are they speaking? "Congratulations host, you're chosen by the pain and pleasure system. I'm happy to embark on this journey with you" "Okay, now what is that voice in my head?" ****** His wish came to pass, because now he got a system who will make all his wish to experience pleasuring, come to pass. His wish to play around, but this comes with punishments after each failure. That's where the 'pain' comes in. It comes with adventure and involves completing seduction mission. Would he be up to this task? Would he realized it was more of being punished than how he finds it as sexual paradise? ***** Explore this crazy idea with me if the story is up to your taste. **** Join Author discord server: https://discord.gg/Q7tY3F8
عرض المزيدDi Kota Wuyu, sebuah kota besar dari Dinasti Ming, penguasanya adalah kerajaan Wang. Namun, raja saat ini tidak bermarga Wang, melainkan bermarga Xiao. Nama raja saat ini adalah Xiao Jian, menantu raja Wang sebelumnya. Istri Xiao Jian adalah putri sulung raja Wang sebelumnya. Kini, Xiao Jian bersama istri dan anaknya sedang dikelilingi oleh jenderal dari kerajaan Wang sendiri, yang dibantu oleh tokoh-tokoh kuat dari kekuatan lain.
Xiao Jian berdiri bersama istrinya, Wangmei, sementara di belakang mereka ada anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Xiao Tian. “Xiao Jian, sekarang aku akan mengambil nyawamu dan juga anak, istrimu. Aku akan mengambil tahta yang semestinya milikku!” Orang yang berbicara adalah Wang Chong, dia adalah adik Wangmei. Namun saat ini, adik yang paling dia sayangi memberontak, bahkan dia berani membunuh semua orang yang setia pada Xiao Jian. "Adik Wang Chong, mengapa kamu melakukan ini? Jika kamu menginginkan tahta, aku tidak akan sungkan untuk memberikan semuanya padamu. Lagipula, aku memang tidak menginginkan tahta. Aku hanya menjalankan pemerintahan dan menunggumu hingga dewasa. Setelah kamu dewasa, aku akan memberikannya kepadamu," tegas Xiao Jian kepada adik iparnya. "Ha ha ha," Wang Chong tertawa terbahak-bahak. "Xiao Jian, tidak perlu naif. Apa kamu mengira aku bodoh? Siapa yang ingin turun tahta setelah merasa nyaman di posisi itu? Tidak ada! Aku tidak bisa membiarkanmu turun tahta dengan hati yang tidak rela. Aku akan menyingkirkan kalian semua!" Wangmei sebagai kakak perempuan Wang Chong sangat kecewa dengan tindakan adiknya. “Wang Chong, sekarang izinkan kakak pergi! Kakak berjanji tidak akan mengganggu kepemimpinanmu di Kota Wuyu.” “Ha ha ha, maafkan adikmu ini Kakakku, aku tidak bisa membiarkanmu pergi,” jawab Wang Chong, kemudian dia menatap seluruh pasukannya yang sudah membantai semua pengikut setia Xiao Jian. “Bunuh mereka semua!” perintahnya dengan wajah yang sangar. Ribuan prajurit Kerajaan yang menggunakan baju besi dipimpin oleh jenderal kerajaan mengepung Xiao Jian dan anaknya. “Kalian bertiga harus mati! Kalian tidak pantas memimpin kerajaan Wang ini!” Semua orang berlari sambil menyeret senjata mereka. Xiao Jian, Wangmei dan anaknya Xiao Tian diserang dari berbagai arah. “Bunuh!” “Bunuh!” Suara langkah kaki bergemuruh hingga menggetarkan Bumi. Melihat begitu banyak pasukan yang datang dari berbagai arah, Xiao Jian menatap mereka semua dengan penuh napsu pembunuh. “Mei’er, lindungi anak kita, aku akan membuka jalan agar kalian bisa selamat,” ujar Xiao Jian dengan suara yang berat. "Suamiku, aku tidak bisa meninggalkanmu mati sendirian. Jika kamu ingin mati, kita akan mati bersama," kata Wangmei dengan nada tegas, tanpa rasa takut menghadapi ribuan pasukan yang semakin mendekat. Wangmei melihat salah satu anggota kekaisaran dari Dinasti Ming. Namun sayang, orang dari Dinasti Ming hanya duduk menonton tanpa mempedulikan mereka. “Tidak! Jika kamu dan Tian’er mati, tidak akan ada yang mencari keadilan untuk kita. Tetapi, jika kalian selamat, kalian bisa mencari keadilan untukku dan juga orang-orangku yang mati di tangan mereka!" Xiao Jian mengeluarkan pedang berwarna hitam pekat. Lalu dia mengangkat pedangnya. “Bunuh!” Tanpa menunggu jawaban Wangmei, Xiao Jian mengikat anak istrinya dengan tenaga dalamnya, lalu dia berlari ke arah pasukan yang berada di hadapannya. Dia menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam pada pedang dengan sangat kuat, lalu dia menebasnya dengan sangat ganas. Xiao Jian seperti binatang buas yang sedang mengamuk, setiap kali dia mengayunkan pedangnya, beberapa kepala akan terpenggal. Namun, walaupun jumlah lawan sangat banyak, beberapa tusukan dan tebasan pedang sudah melukainya. Klang ~~~~ Klang ~~~~ Suara benturan senjata terus terdengar. “Jangan biarkan dia melarikan diri!” Wang Chong berteriak dari jauh. “Yang mulia tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang bisa meninggalkan tempat ini. Mereka bertiga akan mati!” Jenderal kerajaan menyahut dengan suara percaya diri. Shot ~~~~ Sebuah senjata menusuk dada Xiao Jian. Namun Xiao Jian tidak berteriak, dia bahkan berubah semakin ganas dan menakutkan. Plof, plof, plof …. Beberapa kepala berhasil dipenggal oleh Xiao Jian. Dia terus berlari sambil membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Setelah membunuh banyak orang, akhirnya Xiao Jian berhasil lepas dari kepungan banyak pasukan. Namun, walau dia sudah berhasil masih banyak pasukan yang berusaha mengejarnya. Tubuhnya sudah penuh dengan luka, tubuh yang terus menerus mengeluarkan darah. Hingga jubah putih yang mempesona, kini sudah berubah berwarna merah karena darah segar yang terus menerus keluar. Akhirnya, Xiao Jian berhenti berlari. "Istriku, kamu harus membawa Tian’er pergi dari Kota Wuyu, pergi sejauh mungkin, dan ingat, bahwa adikmu, paman anak kita, yang telah melakukan semua ini. Kalian harus membalas dendam untuk kematianku!" “Suamiku, tidak! Aku akan menemanimu di sini! Kita akan hidup dan mati bersama!” Wangmei tidak ingin meninggalkan suaminya yang sudah pucat pasi karena mengeluarkan darah yang banyak. “Tidak, kalian harus hidup. Pergi!” Xiao Jian melemparkan istri dan anaknya menjauh. Lalu dia berbalik dan menatap jenderal klan Wang dan seluruh pasukannya. “Aku akan membantai kalian semua.” Xiao Jian melompat sambil menebaskan pedangnya. Sekarang dia tidak menahan lagi tenaga dalamnya. Sebagai pendekar raja tingkat 6, kultivasi Xiao Jian cukup tinggi. Sedangkan Jenderal klan Wang hanya pendekar raja tingkat empat. Namun dia diuntungkan dengan jumlah. Shoott ~~~~ Xiao Jian menebaskan pedangnya, dan energi pedang langsung meluncur dengan kecepatan tinggi. “Aaahhh!” Ratapan suara yang menyedihkan terus terdengar. Banyak anggota klan Wang yang tubuhnya terpotong menjadi dua bagian. Shoott ~~~ Plof …. “Kakak ipar, aku tidak bisa lagi membiarkan terus hidup!” “Uhuk, uhuk, uhuk!” Xiao Jian berdiri mematung, dia terus menerus memuntahkan darah. Dia melihat pedang dengan racun yang terus menetes sudah menembus tubuhnya, bahkan jantungnya sudah hancur. Wang Chong telah muncul di belakang Xiao Jian, dan langsung menusukkan pedangnya. "Tidak... Ayah!" Xiao Tian yang melihat ayahnya tertusuk pedang berteriak histeris. Xiao Tian ingin kembali, namun ibunya menghentikannya. "Tian’er, kita harus pergi. Jangan sia-siakan perjuangan ayahmu yang menginginkan kita hidup!" “Tidak ibu, aku harus menyelamatkan ayah!” Xiao Tian meronta-ronta ingin melepaskan diri dari genggaman ibunya, namun ibunya tetap menahannya dan mereka berlari semakin cepat. Mata Xiao Tian sudah berubah menjadi merah, dia mengeluarkan air mata darah. Dia terus menatap ayahnya yang kini sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk hidup. Puluhan tombak dan pedang sudah menembus tubuh ayahnya dari depan dan belakang. Xiao Jian berdiri dengan pedangnya sebagai penopang. Dia menatap Wang Chong dengan tatapan penuh napsu membunuh. "Wang Chong, tidak akan lama lagi kematian menjemputmu. Anakku pasti akan membalaskan dendamku." Wang Chong mendengus dingin. "Kamu tidak perlu banyak berharap. Mereka tidak akan bisa melarikan diri! Aku akan mengirim mereka ke neraka untuk menemanimu!" Wang Chong menatap pasukannya. "Tangkap mereka dan bawa mereka dan bawa mereka kembali, entah hidup atau mati!" "Baik, Yang Mulai."A few days have passed since the new man-friend incident.Those days felt like the worst days of my life. The second night of introducing her new friend to me, I was asleep deep in the night when the sound of the door closing jolted me awake.Mine and my mom's home is a two bedroom flat. Although it sounds rich, the apartment stood on a small piece of land, but the owner managed to divide it to make 2 bedrooms flat each, hence leaving the 2 rooms close to each other and smaller than they should be.The living room, however, was a bit spacious enough to house 6 guests for whatever reason they might come for.This living condition made each sound in the living room audible to anyone in mine and my mother's room.I was quick on my feet upon hearing the sound and was about to go greet her before returning to bed when I heard her whispering. “Shh. Careful Tobi. My boy is sleeping.” I heard my mom's voice. The abominable name of her friend with benefits makes sleep instantly wiped off my
My expression was comical when the man smiled warmly at me and even stood up to address my presence. I slowly dropped my school bag on the floor and took another good look at the room.I just had to confirm if it's my own house.It happened to be so."Scott, right? My name is Tobi. Your mom talks alot about you. I'm glad to be meeting with you young man." The dark well fit stranger said to me with gleaming eyes.He was now in front of me, extending his hand, which I stared at in disgust.I had always hated men around my mom. Not after my dad had hurt her so much."Where is my mom?" I asked with a cold expression. The man glanced at me, embarrassed by my blatant disrespect. He soon awkwardly scratched the back of his head and nodded towards my mom's room.I dashed towards her room with fury in my eyes.I knocked and her voice was soon heard.It sounds so seductive and different. "Tobi, I need a few minutes more. Calm down….." She walked to the door dressed in her underwear, with a
I froze at her question. Every part of me wanted to nod my head. To tell her that I actually think about my ex girlfriend in all of this, but I just couldn't lie.I felt like lying to my mum will make her dislike me more. I felt bad for my ex girlfriend, but it was for the beating she had received for the incident.No regret. The only regret was disappointing my mom.My silence spoke volume.My mum let out a soft sigh. "I see." She said calmly."I.. I.. " I stammered, but she held up her hand to make me shut it."I don't hate you, Scott." She suddenly said,I held my breath, knowing fully well she wasn't about to tell me she forgave me for not lying to her."I had a deep thought about my life and one thing was sure, I raised you well. I did my best and didn't think I could do more than what I'd done. I loved and cared for you. Live my life to make sure you're comfortable and had given the best a mother could give her child." Tears welled in her eyes as she made her declaration. I co
I couldn't believe this is actually happening to me.I am still traumatized over my breakup with Mary and the state she was in. I'm sure a naked lady in front of me at the moment won't trigger an arousal. I took several deep breaths to calm my nerves before walking away from the annoying girl, who called after me before giving up with a loud hiss to indicate she doesn't really care.Well, after fucking triggering a mission!My mind remained fixated on my now ex girlfriend who kept avoiding me like the plague. Before closing time, my attention was needed in one of our active teacher's offices. She's a very cheerful woman, who joked with us a lot. More approachable also.Upon entering, she had asked me to take a seat across from her and said I should forget the fact that she's my teacher.She asked me to see her like a mother and to listen carefully. Her eyes occasionally roared about my bruises.I shrank in my seat, feeling exposed under her gaze."You have always been a good boy." S
She kept moaning and panting hard as I rammed my manhood inside her cave until we were both near and knowing fully well that she never jokes with a pregnancy pill, I increased my pace.I'm coming ahhI'm near, Scott!We both screamed intensely with a muffled tone till I filled
After a minute or two of our fiery kiss, I was now in between her thighs with her legs wrapped around my waist.The table supporting her weight, gave me the privilege to let my hands begin to fondle her breast, while our lips still engaged in a passionate kiss, savoring the taste of eac
I shrugged at my girlfriend."See? You worried too much." I said and she rolled her eyes at me.I pulled out my tongue and moved it up and down with a soft smirk. She understood what I meant.Before reacting, she turned to see if her friend saw that, but smart
I'm tall just as most ladies likes it. Beautiful face with a well defined feature.Curly blonde hair. It may sound cliche, but you should really see me for yourself.White sets of teeth clothed by an upper thin lip and a slightly full lower one. Cool right? I know it is. A nic












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
المراجعات