Share

Bab 16

Author: Rizcaca21
last update publish date: 2026-09-08 19:31:35

“Papa kenapa nggak tulun-tulun dari mobil?” Daffa bertanya sambil mengulurkan tangannya kepada Azka yang baru saja turun dari mobil.

Azka lalu meraih tubuh kecil Daffa ke dalam gendongannya, sambil berjalan ke dalam rumahnya berkata.

“Papa habis hukum Bunda,” jawab Azka sambil tersenyum dengan sesekali mencuri ciuman di pipi gembul sang anak.

Mendengar jawaban Azka, Dira menatap jengkel pria yang berjalan beberapa langkah di depannya ini.

“Bunda nakal?” tanya Daffa dengan polosnya yang membuat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 27

    Malam itu Dira tidur dengan senyum mengembang, gadis itu bersyukur memiliki pasangan yang berpikiran dewasa seperti Azka. Azka mampu mengimbangi dirinya, mampu mengerti dirinya. Dulu, ibunya selalu bilang cari suami itu yang usianya lebih matang dari kita, selain perkara wajah, juga perkara pemikiran, seperti ibu dan ayahnya dulu, dan Dira setuju dengan apa yang dikatakan sang ibu.Paginya, Dira bangun terlambat, karena saat melihat jam dinding, jarum jam sudah berada di angka delapan. Padahal Dira ada kuliah di jam sembilan, kenapa bisa dia bangun terlambat seperti ini. Dira juga melihat sisi kirinya yang kosong, Claris sudah bangun terlebih dulu. Cepat-cepat gadis itu beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk melaksanakan ritual paginya.Sesudah mandi dan berganti pakaian rapi, Dira turun menuju meja makan. Di sana, Dira melihat Claris yang tengah menyuapi Daffa, namun Azka tidak terlihat keberadaannya di sana. Dira melangkah pelan dan berdeham, untuk membuat Clari

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 26

    Kini Dira sedang berada dalamruang rapat yang tengah Dirga pimpin,sementara pikiran gadis itu sedang tidak fokusdengan apa yang telah Dirga jelaskan. Pikirangadis itu sedang berkelana kepada Azka, Daffadan mantan istri laki-laki itu.Kira-kira apa yang sedang terjadikepada mereka kini, mereka pasti sedangmakan siang dengan makanan yang Dirabawakan tadi. Gadis itu menghela napas pelan,gadis itu merasa jika dia sudah sepertipembantu, yang tadi sedang membawamakanan siang untuk majikannya.Senggolan pelan di sikut tangannya,membuat Dira menolehkan kepalanya kepadaOki yang berada disampingnya, cowok ituMas Suami| 404mengarahkan dagunya ke depan, tepatnya kearah Dirga berada.Saat Dira menghadap depan, gadis itumeringis malu, semua mata memandang kearahnya, yang membuat gadis itumenundukkan kepalanya sambil bergumamkata maaf. Dirga menghela napas pelan,mencoba mengatur pengendalian dirinya agartidak meledak di sini.“Ra, masih bisa fokus?”Dira menjawab dengan mengangg

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 25

    Setelah tiga hari berada diSurabaya, kini Azka, Dira dan Daffa sedangdalam mobil yang menjemput mereka untukpulang ke Malang. Mereka memutuskan ataulebih tepatnya Azka memutuskan,menggunakan mobil agar perjalanan terasalebih lama. Azka mengerti jika sesampainyamereka di Malang, maka kesibukan akanberjalan seperti biasa, dan Azka rasa dirinyamasih menginginkan waktu luang bersamadengan Dira dan Daffa.Dira menatap Azka yang tengah asikdengan lamunannya, gadis itu menoel-noellengan kanan Azka, yang membuat laki-laki itumenoleh dan memandang Dira dengan tanya.“Kenapa?”Mas Suami| 390“Kenapa Mas bilang kalau kita tidurbareng?”“Bener-kan kita tidur bareng, tapibedanya kita nggak satu ranjang.”“Mas!”“Apa?”“Kesannya tuh, aku cewek nggak benerdi depan keluarganya, Mas!”“Siapa bilang?”Dira hanya memandang Azka dengankesal lalu membuang muka ke depan,sejujurnya sudah sedari kemarin, saat beradadi Surabaya, Dira ingin menanyakan hal ini,namun dia urungkan karena di san

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 24

    Sepulang dari Taman Bungkul,Azka mengajak Dira pulang ke rumah sangkakak untuk menjemput Daffa. Dira juga sudahbertekad akan berjuang untuk memperolehrestu ibunya Azka, dia tidak akan menyerahbegitu saja.“Mamanya Mas, suka apa makananapa?” tanya Dira saat mereka tengah berada dijalan menuju rumah kakak perempuan Azka.“Mama suka semua masakannyasendiri,” jawab Azka sambil terkekeh.“Serius!”“Udah di seriusin juga, sabar dongnunggu restu mama, nih.”Dira hanya memandang Azka denganpandangan merajuk, tanpa bersuara sedikitpun, dia-kan serius. Lagi pula kalau kata orang,Rizca 373ibu mertua itu akan luluh jika calonmenantunya bisa memasak.Azka menghentikan tawanya danmenoleh kepada Dira sekilas, dia melihat gadisitu yang tengah cemberut menatapnya, Azkakembali terkekeh kecil lalu tangannyamengacak pelan rambut gadis itu.“Aku serius, mama emang lebih sukamasakannya sendiri, mama lebih suka masakanrumahan dari pada beli di restoran,” jelas Azkasambil menatap jalan di

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 23

    Dira kembali ke ruang tamu, dimana Daffa berada, gadis itu mencobabersikap biasa, walau kenyataannya dia barusaja mengetahui suatu hal yang kurang baikyang baru saja dia dengar.Tidak beberapa lama setelah itu, Azkajuga kembali ke ruang tamu, beberapa kalijuga Dira mencoba mengalihkanpandangannya, saat tidak sengaja bertatapandengan Azka, yang membuat laki-laki itumenghela napas pelan, dia tidak suka Dirabersikap seperti itu kepada dirinya.“Daffa ngantuk nggak?” Azka bertanyakepada sang anak yang berada dalamgendongannya.Daffa hanya menggelengkan kepalanyadengan mulut yang penuh dengan makanan.Rizca 357“Mau ketemu Mas Ali sama Mas Abi?”Ali dan Abi adalah anak dari kakakperempuan Azka, mereka kembar, satu tahunlebih tua dari pada Daffa. Semenjak menikah,kakaknya tidak lagi berada di rumah ini, diaikut sang suami ke rumahnya, walau tetap diSurabaya. Dan karena kakaknya itu sedanghamil tua, dia jadi jarang berkunjung ke rumahini.“Mau.”“Kalau gitu siap-siap sekar

  • Putra Duda Tampan Itu Memanggilku Bunda?   Bab 22

    Setelah sekitar tiga hari berada diSolo, hari ini Azka mengajak Dira untuk pulangbersama, dengan Daffa tentu saja. SebenarnyaPakde dan Bude Dira keberatan dengankeputusan Azka, tapi karena alasan pekerjaanAzka dan kuliah Dira, akhirnya dengan berathati mereka mengizinkan kepulangan Azka.Di depan rumah Pakde Dira, sudah adaRio dan mobil yang akan membawa merekamenuju ke stasiun. Jika kalian bertanyakemana Rio selama berada di Solo,jawabannya adalah Azka menyuruhpengawalnya itu untuk pergi menginap di hotelterdekat.“Pakde, Bude. Dira pulang dulu ya,kapan-kapan Dira sama Mas Azka pasti ke sinilagi.” pamit Dira kepada kedua orang tua, yangMas Suami| 342sudah seperti orang tua kandungnya sendiriitu.“Hati-hati di jalan, kamu memang haruske sini lagi, sama Daffa jangan lupa dibawaNduk.”Dira yang mendengar itu tersenyum,budenya terlihat sekali enggan melepaskepergian Daffa bersamanya.“Iya, nanti Daffa diajak, Bude samaPakde sehat-sehat terus, ya.”“Iya, sudah sana, i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status