Reborn in the Apocalypse: My Level-Up System

Reborn in the Apocalypse: My Level-Up System

last updateLast Updated : 2026-09-08
By:  Kosi AntoniaUpdated just now
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
50Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

When the apocalypse came, she lost everything. Starving, hunted, and desperate, she trusted the one man she loved… only for him to betray her in the cruelest way possible. He stole her last supplies to please another woman and left her to die in a sea of the undead. But death wasn’t the end. She woke up days before the world collapsed. After cutting ties with her ungrateful ex and his parasitic family, a mysterious voice awakens in her mind, LUS, a Level-Up System designed to help her survive the coming end. With knowledge of the future and a system guiding her every move, she begins to prepare. She stockpiles resources, builds a base, and learns how to fight back against the horrors that once destroyed her. And when the apocalypse arrives again… she’s ready. But survival isn’t the only thing waiting for her in this new life. A silent killer who watches her like prey. A manipulative genius who wants to unravel her secrets. A gentle protector who sees the girl she hides. And a dangerous man who thrives in chaos. As the world burns and power shifts, they’re all drawn to her, each with their own motives, each with their own darkness. Even her past refuses to stay buried. Because now, the man who once abandoned her is back, broken, desperate, and begging for a second chance. Too bad she has no time for regrets. Not when she’s busy rising to power… and building a kingdom in the ruins of the world.

View More

Chapter 1

Telenburgh 2050

Dara terengah-engah saat merasakan pusat kenikmatannya berdenyut. Basah di dalam sana, tapi itu bukan berasal dari miliknya melainkan Arkha—suaminya yang sudah mendapatkan pelepasan.

Arkha, suaminya menarik selimut untuk dirinya sendiri. Tubuhnya sudah berpindah ke sisinya dengan senyum penuh kepuasan.

“Makasih ya, Yang. Sekarang sebaiknya kita tidur. Aku capek banget, Yang, ” kata Arkha berbisik di telinga Dara.

Dara tak menyahuti. Hatinya bergemuruh. Ia masih menginginkan sentuhan serta hujaman dari suaminya.

Setiap melakukan hubungan seksual, ia tak pernah terpuaskan. Hanya Arkha yang selalu mendapatkan kepuasan.

“Aku belum puas, Mas! Tidakkah kamu tahu itu. Aku bahkan belum keluar sama sekali! ” sungut Dara dalam hatinya.

Ingin Dara mengatakan itu semua. Namun, teriakan itu hanya tertahan dalam pikirannya.

Dara menatap langit-langit kamarnya yang gelap. Denyut di antara pahanya perlahan mereda.

Hatinya terus merasa hampa. Entah apa yang salah dengan dirinya sampai tak pernah merasakan kenikmatan lagi.

Dara menarik selimut hingga ke dagu, merasakan dinginnya kain sutra yang yang menutupi tubuhnya. Hal itu terasa kontras dengan hawa panas yang masih terasa di bawah permukaan kulitnya.

Di sampingnya suara napas Arkha sudah berubah menjadi dengkuran pelan dan teratur. Setiap tarikan dan embusannya seakan menegaskan jurang yang memisahkan mereka di ranjang yang sama.

Dara memalingkan wajah, memandangi sosok suaminya yang sudah tertidur lelap.

Ujung jari Dara bergerak, meraih tangan Arkha yang tergeletak lemas di atas seprai.

Dengan sangat hati-hati dia membalikkan telapak tangan suaminya, laku perlahan-lahan menuntun tangan itu meletakkannya kembali di atas pusat kenikmatannya. Dia hanya sedang mencoba mencari kepuasannya.

Tangan suaminya yang hangat dan berat itu hanya diam, tidak bergerak ataupun memberi sentuhan yang bisa menuntut lebih untuk menciptakan permainan baru.

Hasrat Dara tak terbalas.

Hampa itu kembali menyapa. Penasaran itu selalu terjadi setelah permainan suaminya usai.

“Apa hanya aku yang merasakan hal seperti ini. Tidak mendapatkan kepuasan di atas ranjang? ”

Dara menarik napasnya dalam-dalam, menahan sesak di dadanya. Pertanyaan itu tidak berhenti berputar di kepalanya.

Bukan hanya kepuasan secara fisik yang tidak didapatkannya, tetapi juga emosionalnya.

Dara bangkit dari tempat tidur. Kakinya membawanya ke jendela. Dari balik kaca, dia melihat bayangan dirinya sendiri, samar. Seorang wanita dengan rambut berantakan usai percintaan yang menyesakkan. Matanya menyimpan kegelisahan yang tak terselesaikan.

Sepasang mata Dara mengamati pasangan di seberang jalan yang sedang berpelukan di balkon, dari kaca jendela.

Tawa mesra seolah dunia hanya milik berdua. Perasaan hampa di dalam dadanya semakin menjadi. Iri dengan apa yang dilihatnya.

“Apa dia juga pura-pura puas dengan suaminya?” tanyanya dalam hati.

Dara menatap tangannya yang kosong, mengingat kembali bagaimana jari-jarinya sendiri lebih setia memenuhi hasratnya dari pada pasangannya di ranjang.

Setidaknya sentuhannya sendiri tak pernah membuatnya merasa sendirian.

***

Keesokan harinya, untuk menemukan jawaban dari kegelisahannya, Dara membuat janji temu dengan Fanny, sahabatnya. Matahari siang menyelinap lewat jendela kaca Cafe de Luna. Suara gemericik air mancur di taman tengah mall hampir tenggelam oleh bunyi mesin pembuat kopi dan bisik-bisik percakapan pengunjung lain.

Fanny duduk bersebrangan dengan Dara.

“Kamu kayaknya harus ke profesional deh, Ra. It's serious! Kamu nggak akan bisa kalau cuma curhat ke aku!” kata Fanny.

Dara menatap sedotan panjang di gelasnya, mengaduk-aduk bubble yang sudah habis. Sisa milk tea-nya yang mencair itu seolah menjadi gambaran pernikahannya dengan Arkha. Rasa manis di awal kemudian pudar dan jadi tawar seiring waktu.

“Aku bingung, Fan,” ujarnya.

Suaranya lirih namun sarat beban. “Tiap kali kayak gini tuh rasanya aneh. Aku juga pengen kayak kamu. Bisa puas. Hasratku bisa ... terpenuhi.”

Fanny mendesah pelan, matanya yang tajam menangkap setiap kerutan kekhawatiran di wajah Dara. Dia meraih tangan Dara di atas meja, menggenggamnya erat. “Dengerin aku, Ra. Ini bukan cuma soal kamu nggak klimaks. Ini soal kamu yang merasa sendiri di ranjang tiap kali kalian berhubungan. Itu masalah serius!” ucap Fanny menekankan, suaranya terdengar khawatir.

“Kamu harus ke profesional, Ra. Aku punya rekomendasi tempat yang bagus. Ada seorang sex therapist yang terkenal. Kamu dateng ke sana buat dapet solusi, bukan cuma tempat curhat.”

Dara mengangkat pandangannya, bertemu dengan mata Fanny yang penuh keyakinan. Ada sebentuk harapan kecil yang mulai menyala di dadanya yang sempat beku.

“Terapis ... seks?” gumannya, mencoba mengucapkan kata itu di lidahnya.

Rasanya asing, sedikit menakutkan, tetapi juga menjanjikan sesuatu yang selama ini ia rindukan. Sebuah kepuasan untuk hubungan romantis dengan suaminya.

“Iya,” sahut Fanny meyakinkan. “Itu bukan aib, Ra. Itu sama kayak kamu periksa ke dokter kalau sakit gigi. Coba kamu bayangin, kamu bisa belajar bukan cuma soal tubuh kamu sendiri, tapi juga cara komunikasiin yang kamu inginkan ke Arkha.”

Dara menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Sebuah harapan kecil akhirnya terlihat di matanya yang biasanya pasrah.

“Iya deh,” katanya, sambil memainkan ujung sedotan. “Nanti ... nanti aku coba omongin sama Arkha.”

“Iya, Ra. Ini serius. Kamu harus pikirin saran aku kalau mau hubungan kalian di ranjang bisa balik harmonis. Percaya, deh!” Fanny terus membujuknya.

Namun di balik kata-kata yang terucap dari bibirnya itu, sebuah pertanyaan menggelitik di benaknya.

Bagaimana cara menyampaikan hal seserius itu pada suami yang selalu ‘selesai’ lebih dulu, saat mereka berada di dalam permainan ranjang mereka?

“Terapis … seks? Apa aku harus mencobanya?”

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Lisa Spearrs
Lisa Spearrs
This book will make you feel how you should when the world is ending, terrified, paranoid and calculative. Every decision, every step is a gamble. I love that Ara won't play the fool again. It's a refreshing story line. Worth every penny and energy.
2026-06-14 22:00:15
2
0
Maye Scaver
Maye Scaver
i love me a strong newly born female lead. Ara is what she thinks she is. highly recommended.
2026-06-09 16:25:38
2
0
Kosi Antonia
Kosi Antonia
Welcome everyone, and thanks for reading my book. please do well to drop a review, comment, and support. Thank youuuuu.
2026-06-09 15:54:39
4
0
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status