Compartir

Bab 129 Ronde Kedua

Autor: Cynta
last update Fecha de publicación: 2026-06-15 20:17:44
​"Lagi?!" pekik Bianca, matanya membelalak lebar saat merasakan tubuh Damian yang kembali mengeras di atasnya.

"Damian, ini... Ini baru selesai beberapa menit! Kita sudah sampai di puncak, kan? Kamu juga sudah klimaks kan?!" Pertanyaan frontal lolos begitu saja karena penasaran.

Gafis itu berusaha mendorong dada bidang Damian, namun tenaganya seolah menguap begitu saja. Pria itu tidak bergerak sedikitpun, matanya yang tajam menatap Bianca secara intens membuat napas gadis itu kembali tersenga
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 190 Mampus Gue..

    ​"Mampus gue! Mampus beneran ini mah! Gara-gara bantuin si Velove unboxing lingerie premium semalam, otak mesum gue malah begadang dapet bonus mimpi basah bareng pak Damian! Sekarang malah kesiangan, ah elah!" umpat Bianca dalam hati sambil terus mempercepat langkah kakinya menuju deretan lift karyawan. ​Begitu pintu lift terbuka di lantai departemen desain, Bianca langsung melangkah keluar. Namun, baru beberapa langkah kakinya melangkah, tiba-tiba seseorang berhenti di depannya. Bianca hampir saja menabrak dada bidang pria itu kalau tidak segera berhenti. ​"Bianca!" panggil Dirga dengan nada suara yang dipenuhi kecemasan. Pria itu langsung memegang kedua bahu Bianca, menatapnya dari atas sampai bawah dengan raut wajah gelisah. ​"Eh, Kak Dirga? Duh, Kak, bentar dulu ya, gue lagi buru-buru—" ​"Bi, kamu dari mana saja? Ponselmu kenapa tidak bisa dihubungi sama sekali sejak semalam?" potong Dirga cepat, mengabaikan kepanikan Bianca. Tatapannya menuntut penjelasan. "Tadi pagi jam tu

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 189 Cari Alasan Untuk.. 

    ​"Nah! Pas banget! Daripada gue balik ke kosan malam-malam begini, ngeri juga kan di jalan sendirian. Gimana kalau malam ini gue nginep di tempat lo aja? Kita bisa kerjain agak santai, bisa cerita-cerita agak lama! Gimana?!" ajak Bianca dengan ekspresi penuh harap, matanya berkedip-kedip memohon. ​Velove menghentikan aktivitasnya, menatap Bianca dengan dahi berkerut. "Tumben banget lo menawarkan diri nginep di tempat gue, Bi? Akhir-akhir ini lo paling susah diajak nginep kalau gak bener-bener darurat. Kosan lo lagi bermasalah ya? Atau lo belum bayar kosan?!" ​"Eh?! Gak kok! Kosan gue aman, tentram, damai sejahtera!" bohong Bianca dengan tawa canggung yang dipaksakan. "Gue cuma lagi kangen aja deep talk sama lo, Vel. Lagian kan kita udah lama gak sleepover bareng. Mau ya? Boleh ya?" tanyanya dengan penuh harap. ​Velove menghela napas panjang lalu tersenyum kecil. "Tentu aja boleh! Gue seneng kalau lo mau ngin

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 188 Kenapa Kepikiran Itu..

    ‘Kenapa tiba-tiba gue kepikiran Pak Damian ya?! Jangan-jangan, dia lagi ngerencanain penculikan ke gue! Tapi.. Bodo amat, dia kan udah ada Natasya.. Hhhh..’ Bianca mendesah panjang. Bayangan Damian dan Natasya yang begitu intim di ruang kerja masih berputar-putar di kepalanya, membuat hatinya kembali terasa seperti diremas. ​"Eh, Bi, lo beneran gak apa-apa kan? Dari tadi gue perhatiin lo kayak orang bingung deh! Lo mikirin apaan sih?!" tanya Velove penasaran, tapi dia tetap fokus pada kemudinya. ​Bianca sedikit terkejut, ia menegakkan posisi duduknya dan memasang senyum yang dipaksakan. "Tenang aja, Ve. Aman, kok! Kan tadi gue udah bilang, ini cuma efek capek kerjaan kantor aja. Otak gue agak nge-blank dikit. Oh ya, butik lo malam ini dapet kiriman baju apa aja sih dari Paris? Kepo nih gue!" ​"Wah, banyak banget, Bi! Ada dress pesta yang elegan banget, coat buat musim dingin, sampai lingerie premium koleksi t

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 187 Emang Gue Pikirin

    Bianca menatap layar ponselnya yang kembali menyala, membaca rentetan kalimat ancaman dari sang bos hyper ala mesin diesel. Bibirnya berdecak kesal, matanya mendelik sinis menatap baris pesan teks yang baru saja masuk. ​"Hah! Kesempatan terakhir kata lo? Dan lo ngatain nyali gue besar?!" oceh Bianca, memaki layar ponsel dalam genggamannya seolah sosok Damian ada di hadapannya saat ini. "Emang! Nyali gue emang segede gaban sekarang! Bodo amat lo mau marah, gue udah gak peduli! Mau ngamuk sampai kayang sekalipun! Emang gue pikirin?!" umpatnya kesal. ​Gadis itu mendengus kasar, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas tanpa berniat membalas pesan Damian. “Lo pikir gue gampang diancam?! NO!” gumamnya. ​Drrttt... Drrttt... ​Ponselnya kembali bergetar di dalam tas. Bianca sempat tersentak kaget, mengira Damian menelepon lagi. Namun saat ia membaca nama Velove yang tertera di layar ponse

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 186 Amarah Damian

    ​Jawaban Ibu kos bagai disambar petir siang bolong, tubuh mungil Bianca seketika lemas. Bahunya merosot turun dengan wajah yang mendadak melas. ​[Ah... Begitu ya, Bu? Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak ya, Bu. Selamat malam,] ucap Bianca pelan sebelum akhirnya memutus panggilan telepon. ​Bianca berjalan gontai lalu duduk bersimpuh di teras halaman kosnya. Ia menekuk kedua lututnya, menyembunyikan wajah cantiknya di balik kedua telapak tangannya dengan perasaan campur aduk bercampur frustrasi. ​‘Aduh apes banget sih hidup gue hari ini! Kamar kos penuh, barang-barang gue ada di penthouse pak Damian, terus malam ini, apa iya gue harus jadi gelandangan di pinggir jalan gitu?! Hikss... Sialan lo, Damian! Ini semua gara-gara lo!’ umpat Bianca merutuki nasib sialnya. ​Drrttt... Drrttt... ​Tiba-tiba, ponsel di genggaman tangan Bianca kembali bergetar keras. Ia sedikit terkejut, mengira panggilan itu dari Dami

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 185 Pulang Kos Atau Balik Penthouse?!

    Bianca menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Dirga. ​“Ah... Saya tinggal di kos-kosan yang dekat area kampus dulu, Kak,” jawab Bianca berbohong demi menyembunyikan status tinggal bersamanya dengan Damian. ​Dirga mengangguk mengerti tanpa curiga sedikit pun. “Oh, di daerah sana ya? Kebetulan searah dengan jalan pulang ke rumahku. Kalau gitu ayo, aku antar kamu pulang ke kosanmu sekalian. Besok pagi aku juga bisa sekalian menjemputmu untuk berangkat ke kantor bareng lagi.” ​Bianca hanya bisa mengangguk ragu dengan senyuman masam yang tertahan di bibirnya. ‘Aduh, mampus gue. Dijemput besok pagi?! Masalahnya gue sendiri gak yakin malam ini masih bisa tidur di kosan itu atau gak!’ batin Bianca merasa bingung. ​Sepanjang perjalanan menuju area kos lamanya, Bianca terus bertanya dalam hatinya dengan perasaan cemas. ‘Aduh... Kalau ternyata kamar kos lama gue itu udah penuh dan ditempati orang lain, terus mala

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 81 Tidak Tahan Lagi

    ​Bianca justru tertawa, ia mengalungkan lengannya di leher Damian. "Kehilangan kendali? Wah, itu yang saya tunggu, Pak! Ayo dong, jangan kaku kayak kanebo kering terus! Tunjukin milik Bapak.. Eh, maksud saya, tunjukkan kekuatan pak Damian yang keras itu!" ​Damian hanya bisa memutar bola matanya, r

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 78 Makan Malam Meresahkan

    "Pak Damian, bisa gak tangannya jangan elus-elus terus. Tubuh saya udah panas dingin nih. Jujur ya, sentuhan bapak bikin saya kepanasan.." celoteh Bianca sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan.​Damian menoleh sedikit, menatap Bianca datar. "Diam."​"Iya, iya, Pak! Galak

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 77 Gaun Malam Minimalis

    ​"Astaga, ini beneran gue? Kok kesannya kayak mau pergi ke acara Oscar Awards, bukannya makan malam bisnis?!" gumam Bianca sambil memutar tubuhnya, memperhatikan gaunnya.Potongan off-shoulder memperlihatkan bahu serta punggungnya mulusnya, sementara bagian dadanya memiliki aksen silang yang menonj

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 76 Kamu Cemburu?

    ​"A-apa? Ce-cemburu?! Eh.. Mana mungkin Pak. Saya.. Saya cuma mikir, nanti sekretaris baru Pak Damian mau ditaruh mana?! Ruangan anda pasti akan penuh, selain itu kan lebih berisik! Atau.. Saya kembali saja ke kubikel saya di ruangan design.. Mungkin itu lebih baik.”  Bianca membuang muka, mencob

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status