Istri Dadakan Sang Raja

Istri Dadakan Sang Raja

last updateLast Updated : 2026-07-05
By:  Naomi LeonOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
24Chapters
234views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Namaku Khairan Alyssa — Rakyat Jelata, Roker KRL Bekasi, dan ... Ratu Grindlandia! “Miss Khairan Alyssa, kamu harus menikah denganku. Hanya ini caranya aku bisa memberimu perlindungan penuh yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tidak oleh musuhku, tidak juga oleh negaramu.” Kesadaranku belum terkumpul sepenuhnya saat mendengar kalimat panjang yang membingungkan itu. Seperti bukan kalimat yang seharusnya ditujukan untukku. Tapi percayalah, aku sangat yakin kalau tadi dia menyebut Khairan Alyssa. Memangnya ada berapa Khairan Alyssa di dunia ini? Di ruangan ini? Tunggu. Ruangan apa ini? Mataku sontak terbuka lebar, dan pandanganku menjadi sangat fokus. Aku langsung melihat ke segala arah. Ke tubuhku, ke ruangan asing itu, tiang infus, juga pria berhidung mancung di hadapanku. Kalau tidak geger otak, berarti ingatanku masih utuh. Laki-laki ini adalah Domnick. Domnick si Raja Kerajaan Grindlandia. Domnick Raja Grindlandia yang kaya raya tampan berkuasa dengan istri cantik jelita serba sempurna. “Maaf, tadi kau bilang apa?” pintaku memastikan. “Jadilah ratuku, Alyssa,” jawab Domnick dengan serius. Terlihat dari mimiknya. Oke. Mungkin aku belum seutuhnya sadar. Raja beristri ini minta aku menikahinya? Sekarang? Kenapa? Kok bisa? Buat apa? Kucoba memejamkan mata sekali lagi, sambil menarik nafas sebanyak mungkin. Menambah jumlah oksigen yang masuk ke otakku, agar aku bisa mengingat semua kejadian yang membuatku tiba-tiba dilamar raja ini. 

View More

Chapter 1

1. Calon Ratu, Enggak Terima Refund

“Miss Khairan Alyssa, kamu harus menikah denganku. Hanya ini caranya aku bisa memberimu perlindungan penuh yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tidak oleh musuhku, tidak juga oleh negaramu.”

Kesadaranku belum terkumpul sepenuhnya saat mendengar kalimat panjang yang membingungkan itu. Seperti bukan kalimat yang seharusnya ditujukan untukku. Tapi percayalah, aku sangat yakin kalau tadi dia menyebut Khairan Alyssa. Memangnya ada berapa Khairan Alyssa di dunia ini? Di ruangan ini? Tunggu. Ruangan apa ini?

Mataku sontak terbuka lebar, dan pandanganku menjadi sangat fokus. Aku langsung melihat ke segala arah. Ke tubuhku, ke ruangan asing itu, tiang infus, juga pria berhidung mancung di hadapanku.

Kalau tidak geger otak, berarti ingatanku masih utuh. Laki-laki ini adalah Domnick. Domnick si Raja Kerajaan Grindlandia. Domnick Raja Grindlandia yang kaya raya tampan berkuasa dengan istri cantik jelita serba sempurna.

“Maaf, tadi kau bilang apa?” pintaku memastikan.

“Jadilah ratuku, Alyssa,” jawab Domnick dengan serius. Terlihat dari mimiknya.

Oke. Mungkin aku belum seutuhnya sadar. Raja beristri ini minta aku menikahinya? Sekarang? Kenapa? Kok bisa? Buat apa?

Kucoba memejamkan mata sekali lagi, sambil menarik nafas sebanyak mungkin. Menambah jumlah oksigen yang masuk ke otakku, agar aku bisa mengingat semua kejadian yang membuatku tiba-tiba dilamar raja ini. 

****

“Sas, tolong buatkan undangan nikah sekarang! Sekarang! Aku tungguin, kamu desainer kan?”

Sasha melotot, matanya membulat keluar bagai ikan mas koki. Entah apa yang membuatnya bereaksi seperti itu. Kalimatku barusan kah, atau bentukanku yang menghampirinya rangan rambut acak-acakan?

"Siapa yang nikah?" Sasha memastikan. Pertanyaan yang sangat wajar karena Sasha sudah hapal sejarah percintaanku yang nggak ada bagus-bagusnya. 

"Aku lah!" teriakku. 

"HAH?"

“Sekarang juga, pokoknnya aku tungguin,” kataku cepat, sambil terus mengacak-acak rambut sendiri, rasanya ingin lenyap jadi arwah gentayangan saja daripada tetap jadi pegawai kantor ini.

Lima menit sebelumnya, aku baru saja keluar dari ruangan Direktur kami yang biasa kami panggil singkat ‘Madam’. Sesaat setelah keluar, aku mantap memutuskan dua hal. Satu, aku butuh cuti, dua, aku harus menikah! Pokoknya nikah!

“Kamu mau nikah sama siapa, Alyssa?” Sasha menyipitkan mata, mode menyelidik aktif.

Sehari-hari Sasha bekerja sebagai layouter merangkap desainer di kantor berita lifestyle perempuan ini. Pekerjaan sampingan Sasha adalah jadi tempat curhat semua kengenesanku.

Aku, Khairan Alyssa, wartawan muda yang dulunya meliput bencana alam dan konflik, setelah tersapu gelombang PHK sekarang terjebak menulis tips diet dan horoskop percintaan di kantor berita asal-asalan ini.

“Sama siapa saja terserah, yang penting Madam melepaskan aku dari penugasan berangkat ke Manila minggu depan. Aku mau pakai alasan nikah sebagai alasan nggak berangkat.”

“Al, kamu mau nikah minggu depan, padahal calon suaminya aja belum ada?” Sasha mengelus dada. “Dikira cari suami gampang, tinggal disendok dari toples.”

“Udah, buatin aja, Sas. Tulis nama mantan terakhir aku sebagai mempelai. Cetak sekarang, undangannya mau aku bawa ke Madam supaya dia batal ngajak aku ke Manila.”

Sasha tertawa miris sampai kursinya ikut berputar. “Bukannya mantan kamu baru kemarin kamu putusin? Cowok psikopat begitu masih mau kamu nikahi lagi?”

“Sst, jangan keras-keras. Sekantor belum ada yang tahu aku kembali jomblo!”

Sengaja aku merahasiakan drama terakhir itu karena malu. Dua tahun berpacaran, ujung-ujungnya bubar jalan gara-gara dia punya utang pinjol di mana-mana. Saat gagal bayar, rentenir menelepon ke mana-mana, termasuk ke ponselku dan grup keluarga besar. Cinta kami kandas bahkan sebelum sempat sampai ke acara lamaran.

“Oke, oke, Ibu Khairan Alyssa.”

Sasha memutar kursi ke arah layar, jarinya mengetik cepat. Sejumlah template undangan pernikahan serba pastel muncul. Ia cekikikan sendiri.

“Aku nggak nyangka bisa begini, wartawan serius macam Khairan Alyssa bikin undangan nikah palsu demi kabur dari Madam.”

“Ini darurat siaga satu, tahu!” Aku menubruk mejanya. “Tadi malam aku ditelepon, pagi ini dipanggil Madam. Madam serius minta mau aku menemani di liputan ke Manila. Sehari semalam jadi pengasuh dia saja nyawaku belum tentu cukup. Ini seminggu, Sas. Seminggu!”

“Ya sudah, kamu jujur saja bilang tidak bisa ikut.”

Aku mendengkus panjang.

“Kamu karyawan baru di kantor kita, ya? Kamu lupa cuti kerja di sini cuma disetujui kalau dipakai untuk tiga urusan. Menikah, melahirkan, atau meninggal. Aku bisa dipecat di tempat kalau menolak penugasan Madam hanya demi menjaga kewarasan.”

Sasha terkekeh, tapi matanya penuh rasa iba. “Jadi karena itu kamu berniat nikah bohongan buat kabur dari kerjaan?”

“Betul sekali.” Aku menyeringai. “Menurut kamu bagaimana?”

“Menurutku, sirkuit otak kamu terlalu keriting untuk ukuran sarjana,” balas Sasha santai.

Saat itu, aku pikir kekonyolan terbesar dalam hidupku adalah meminta dibuatkan undangan nikah palsu supaya bisa kabur dari liputan bareng atasan.

Ternyata aku salah.

Ternyata semesta punya selera bercanda yang mirip sekali dengan Madam... kebangetan!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status