Chapter: Bab 297 Curiga.. ‘Hhhh.. Sudahlah terserah dia, gue capek mikirin pusaka premiumnya.. Eh ngapain juga ngomongin pusaka dua puluh lima senti, bocor banget otak gue! Jangan-jangan gua lagi kangen digituin.. Ah sial, kenapa gue makin mesum sih?!’ Bianca menghembuskan nafasnya pendek, berusaha menghilangkan pikiran liarnya yang terus menari dalam imajinasinya. Ia pun memilih melangkah masuk ke dalam kamar untuk segera mandi. Di ruang tengah, Velove menerima panggilan masuk dengan rasa penasaran, ponselnya sudah menempel di telinganya. [Halo, Kak? Ada apa, tumben banget telepon? Tadi pagi kan masih ketemu?!] tanya Velove dengan nada sedikit curiga. [Kamu di mana?] Velove memutar bola matanya malas mendengar nada bicara kakaknya yang selalu irit kata dan datar tanpa ekspresi. [Aku masih di apartemen, Kak. Males balik ke mansion, sepi banget. Emangnya kenapa sih?] [Apa kamu sedang bersama Bianca
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 296 Mencari AlasanBianca gelagapan mendengar pertanyaan Velove, otak kreatifnya langsung bergerak liar mencari alasan. “Eh.. Ngg.. Ini tadi habis dinas luar, terus gue langsung dapat izin pulang cepat.. Biasalah bos gue suka-suka kasih izin.. Ya gue mau aja disuruh pulang..” ucap Bianca asal. “Ish! Gak masuk akal, masa bos lo yang otoriter itu jadi baik hati.. Tapi tetep aja lo dateng-dateng ngagetin gue, sampe mau timpuk gue pakai sapu! Lo kebangetan deh bar-barnya..” oceh Velove. "Ya lagian lo ngapain di dalam kamar pake acara grusak-grusuk kayak tikus kejepit tau?! Gue kan takutnya ada maling mesum yang mau nyuri daleman gue!" ceplos Bianca tanpa filter. Tangannya mengibas pelan mengusir rasa canggung dan gugupnya sambil menaruh kembali sapu ke tempat semula. “Eh mana ada maling jemuran di apartemen! Ya kalau di kosan lo, Bi! Lo itu ada-ada aja, heran gue!” Velove melangkah ke arah dapur mengambil minuman
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 295 Ada Siapa di Sana"Huft... Akhirnya sampai juga di zona aman gue! Tempat ternyaman gue untuk saat ini, apartemen murah meriah fasilitas premium.." gumam Bianca sambil menutup pintu apartemennya. Ia menyandarkan punggungnya, menghela napas panjang, menormalkan detak jantungnya yang sejak di dalam mobil berdebar cepat tanpa ampun karena sentuhan, ciuman dan sikap otoriter Damian."Hhh.. Dasar Damian menyebalkan, egois, hyper, tapi kok ya herannya beneran bikin gue selalu luluh! Ciumannya itu lho, duh... Selalu bikin gue pengen lanjut kemana-mana!Aahh.. Gila, gue makin mesum deket-deket dia!" pekik Bianca pelan sambil menangkup kedua pipinya yang mendadak terasa panas.Gadis itu melangkah lunglai melepaskan flat shoesnya. Pikirannya benar-benar kacau, ia ingin hari bisa langsung bergulung di atas kasur empuknya sendirian untuk menenangkan diri.“Sepi juga sendirian di apartemen segede ini, Velove pasti sudah pulang sejak pagi ke mansion.. Ruangan ini ud
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 294 Rencana di Balik Janji ManisLamunan Bianca buyar seketika saat merasakan mobil itu perlahan mulai melambat dan akhirnya berhenti tepat di depan lobby gedung apartemen.Perlahan Damian melonggarkan pelukannya, membiarkan Bianca menegakkan tubuhnya.‘Huft lega.. Akhirnya tubuh gue di lepasin, tapi kenapa gue ngerasa gak rela.. Hhh.. Bianca udah deh jangan mulai..’ batinnya berkecambuk. Pria itu menatap wajah Bianca, mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut bagian atas Bianca dengan gerakan yang sangat lembut.Tiba-tiba Damian kembali mencondongkan tubuhnya, mengecup pucuk kepala Bianca sekilas, lalu beralih memberikan kecupan singkat di bibir manis gadis itu selama beberapa detik sebelum akhirnya menjauhkan wajahnya."Sudah sampai. Turunlah dan istirahat," ucap Damian datar, suaranya kembali ke mode dingin namun terasa begitu perhatian.Bianca mengerucutkan bibirnya, mencoba menyembunyikan rona merah yang kembali membakar pipinya akibat ciuman dadaka
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 293 Sentuhan Lembut Pria DewasaBianca terdiam beberapa detik sebelum ia merasakan jantungnya kembali berdebar meresahkan. ‘Eh-eh.. Damian beneran serius ngajak nikah? Tapi..’Karena perasaannya masih campur aduk, Bianca pun mengalihkan fokusnya dengan protes pada Damian."Lepasin dulu Damian, kamu kenapa hobi banget peluk aku kayak guling sih?!Tadi aja di rooftop pasang muka datar, sekarang di mobil malah mendadak berubah meresahkan!" Protes Bianca sambil menggeliat. Gadis itu merasa tidak nyaman dalam dekapan Damian, meskipun hidungnya dengan sangat tidak tahu diri terus menghirup dalam-dalam aroma parfum maskulin yang super seksi milik pria itu.Bianca mendongak kaku, matanya yang masih sembab langsung bertatapan dengan manik mata Damian yang tampak sangat tenang, dan sangat serius.Bibir Bianca kembali terbuka, bersiap untuk mengeluarkan rentetan protes dan omelan tanpa filter, namun sebuah jari telunjuk yang hangat tiba-tiba mendarat perlahan, menutup
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 292 Marah, Bukan Merajuk! Bianca membelalakkan matanya, mulutnya melongo lebar. "A-apa?! Jadi kamu beneran bohongin aku?! Ya ampun, Damian! Kamu ini beneran bikin aku kesel! Aku gak habis pikir kenapa sih bohongin aku?! Mau culik aku lagi?! Ini jam kerja lho!" pekik Bianca histeris, emosinya kembali naik ke ubun-ubun. 'Wah, bener-bener ini si Pak Bos gue! Taktiknya luar biasa! Pake bawa-bawa nama klien segala demi bisa bawa gue ke sarangnya siang-siang begini! Pasti ujung-ujungnya mau gempur gue lagi sampai tubuh gue lemas terus dibawa ke kamar mandi lagi, digempur lagi! Ah tidak-tidak!! Cukup, gue tolak mentah-mentah!' geram Bianca, imajinasi liarnya yang mulai mengacaukan fokusnya. Bianca tidak tinggal diam, ia langsung memajukan tubuhnya menekan tombol untuk membuka pembatas tengah. "Pak, tolong hentikan mobilnya di halte terdekat! Saya mau turun secepatnya!" ucap Bianca. Namun tentu saja Pak Sopir t
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 512 Kebahagiaan Mencapai PuncakGrand Ballroom Hotel RC bintang lima malam itu di desain sangat megah malam ini. Cahaya laser berwarna biru safir seakan membelah ruangan, memantul pada instalasi kristal yang menyerupai struktur atom Silk-Graphene. Ratusan investor kelas kakap dari berbagai penjuru dunia, pejabat pemerintahan, hingga kru media internasional memenuhi ruangan dengan setelan formal yang mewah. Di tengah kerumunan, Keenan Arkana berdiri tegak. Ia mengenakan tuksedo hitam custom-made yang membalut tubuh atletisnya dengan sempurna. Aura dominannya terasa begitu pekat, membuat siapa pun segan untuk mendekat. Namun, tatapan matanya yang tajam hanya tertuju pada satu titik, Aruna. Aruna tampak memukau dengan gaun bodycon berwarna perak metalik yang memeluk lekuk tubuhnya dengan anggun terlihat begitu elegan. Rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang kini dihiasi kalung berlian. Keenan melangkah mendekat, melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aruna dari belakang. Ia menarik
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 511 Gairah di Tengah Ekspansi GlobalSuasana hangat di balkon Mansion Arkana seketika mendingin setelah mendengar kata-kata Nandi yang menggantung. Keenan berdiri tegak dengan kancing kemeja teratasnya yang terbuka memperlihatkan dada bidang yang masih naik-turun karena gairah yang terinterupsi. Ia menatap Nando dengan mata biru yang berkilat tajam, seolah siap menerkam siapa pun yang berani mengusik ketenangannya setelah seminggu penuh penderitaan di rumah sakit. "Katakan dengan jelas, Nando. Jangan membuang waktuku dengan wajah ragu seperti itu," geram Keenan. Suaranya rendah, bergetar oleh otoritas yang mutlak. Aruna, yang berdiri di sampingnya, masih sibuk mengancingkan kemeja casualnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia bisa merasakan aura dominan Keenan yang kembali memuncak. Keenan, tanpa memalingkan wajah dari Nando, meraih pinggang Aruna dan menariknya merapat ke sisi tubuhnya. Nando menarik napas panjang, mencoba menenangkan debar jantungnya. "Ini tentang Tante Sofia, Keenan. Pak Alexander." Alexan
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 510 Berkumpul di MansionSatu minggu telah berlalu setelah ketegangan di rumah sakit saya itu, pagi ini matahari masuk kedalam kamar melalui cela gorden memberi kesan hangat didalam ruangan VIP rumah sakit yang penuh aroma antiseptik. Aruna berdiri di dekat jendela, melipat beberapa pakaian Stella ke dalam koper kecil. Rambutnya diikat asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang jatuh di tengkuknya yang putih. Tanpa ia sadari, sepasang mata biru tajam sedang memperhatikannya dari balik pintu yang terbuka sedikit. Keenan melangkah masuk dengan suara sepatu langkah yang sedikit menggema dilantai. Ia tidak langsung menyapa. Pria itu berjalan mendekat, lalu dengan gerakan posesif yang menjadi ciri khasnya, ia melingkarkan lengan kokohnya di pinggang Aruna dari belakang. "Sudah selesai berkemas, Sayang?" bisik Keenan tepat di telinga Aruna. Napas panasnya seketika membuat bulu halus Aruna meremang. Aruna sedikit tersentak, namun ia segera menyandarkan punggungnya pada dada bidang Keenan yang terbalut kemej
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 509 Desahan di Balik Ruang ICU"Aku tidak peduli," gumam Keenan. Ia membungkam bibir Aruna dengan ciuman yang sangat kasar dan menuntut. Lidahnya masuk dengan paksa, menjelajahi rongga mulut Aruna seolah sedang mengklaim wilayah kekuasaannya.Tangannya merayap masuk ke balik kemeja Keenan, merasakan otot-otot dada suaminya yang mengeras. Sentuhan mereka semakin liar. Tangan Keenan mulai membuka kancing jas lab Aruna, lalu dengan lihai ia menyelinap ke dalam kemeja sutra Aruna, meremas squishy kenyal istrinya itu dengan gemas. Aruna menahan desahan di balik ciuman mereka, kepalanya mendongak saat Keenan mulai menciumi lehernya dengan rakus, meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang baru."Sshhh... Keenan... Nanti ada yang lihat," rintih Aruna kecil."Nando tahu apa yang harus dia lakukan. Dia akan menjaga area di sini," bisik Keenan serak. Ia membenamkan wajahnya di antara belahan squishy Aruna, menghirup aroma parfum mawar dan gairah yang menguar dari tubuh istrinya.Di sisi lain ruangan, Nando memang tampak san
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 508 Kesempatan Kedua"Mama!" Aruna segera melepaskan diri dari dekapan Keenan dan berlari menghampiri Stella.Stella menolak bantuan perawat untuk tetap duduk. Dengan sisa tenaganya, ia mencoba berdiri dari kursi roda, tangannya yang gemetar mencari pegangan. Keenan dengan sigap melompat maju, menyambar tubuh Mamanya sebelum wanita itu jatuh karena lemas."Mama, kenapa ke sini? Dokter bilang Mama harus istirahat!" tegur Keenan, suaranya keras namun penuh kekhawatiran."Aku tidak bisa diam saja di sana, Keenan," kata Stella dengan suara parau. Ia menatap Alexander yang terbaring lemah dengan berbagai selang di tubuhnya. "Aku harus melihatnya... Aku harus memastikan pria ini tidak pergi sebelum menebus semua air mataku."Perawat yang menemani Stella tampak serba salah. "Maaf Tuan Keenan, Nyonya Stella memaksa. Beliau bahkan mengancam akan mencabut infus kalau tidak dibawa ke sini."“Baiklah, tidak apa-apa, suster tinggal saja..” Keenan menghela napas, ia membantu Stella duduk di kursi samping ranjang
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 507 Rahasia yang Akhirnya TerungkapKeenan menatap Papanya dengan tatapan yang sulit dibaca. Ada sisa amarah di sana, namun juga ada rasa ingin tahu yang sangat besar."Katakan padaku, Pa," suara Keenan terdengar rendah, bergetar karena emosi yang tertahan. "Apalagi yang ingin Papa siapkan? Setelah semua kebenaran ini, setelah racun itu hampir merenggut nyawa Papa... Apalagi yang Papa sembunyikan di balik punggungku dan Aruna?"Alexander menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang terdengar berat dan menyakitkan. Masker oksigennya berembun setiap kali ia mencoba bicara. "Banyak... Keenan. Selama ini... aku membangun Arkana bukan hanya dengan keringat, tapi juga... dengan duri di sekelilingku. Aku harus memastikan... Kalau duri itu tidak menusukmu... atau Aruna."Aruna merasakan remasan tangan Keenan di pinggangnya semakin mengencang. Ia mendongak, menatap profil samping wajah suaminya yang terlihat sangat maskulin dan penuh otoritas. Aruna memberanikan diri untuk bersuara, suaranya lembut namun memiliki ketegas
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 555 Kebahagiaan Keluarga HarrisonSuasana pagi di mansion hari ini terasa begitu hidup. Meja ruang makan panjang dipenuhi dengan berbagai hidangan sarapan kelas atas, mulai dari steak premium, croissant hangat, hingga buah-buahan segar yang aromanya menggugah selera. Seluruh keluarga besar berkumpul. Denzel duduk tegap di kursi utama sebagai kepala keluarga, memancarkan aura wibawa yang mutlak. Di sebelah kirinya, Audrey duduk dengan anggun mengenakan terusan sutra kasual berwarna pastel yang tetap memperlihatkan lekuk tubuh sintalnya. Di sisi lain meja, tampak Trustin, Sarah, Aiden, Elena, Aksa, dan Fiona. Sementara itu, Paman Jacksonville duduk agak di ujung, dengan santai memangku Kenneth yang sibuk mengunyah biskuit bayinya. Tiga stroller bayi portabel berbaris rapi di samping masing-masing mamanya, sesekali terdengar lenguhan kecil yang menggemaskan dari para bayi. Setelah pelayan selesai menyajikan kopi hitam pekat kesukaan Denzel, pria itu meletakkan cangkirnya dengan ketukan perlahan yang seketika membuat
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 554 Berkumpul BersamaMobil Rolls-Royce hitam yang membawa Denzel, Audrey, dan Kenneth perlahan memasuki gerbang megah mansion utama Shaquille. Setelah berbulan-bulan berada di luar negeri untuk menuntaskan proyek dan akuisisi bursa efek, mereka akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air.Di kursi belakang, Kenneth yang kini berusia hampir dua tahun tidak bisa diam. Tubuh mungilnya bergerak aktif, wajahnya menempel di kaca mobil dengan mata bulat yang berbinar cerah."Papa! Mama! Bayi! Lihat bayi!" seru Kenneth dengan suara cadelnya yang melengking lucu. Tangannya menepuk-nepuk kaca dengan tidak sabar.Audrey terkekeh pelan. Ia merapikan rambut Kenneth yang sedikit berantakan, lalu menoleh ke samping, menatap suaminya. Denzel duduk dengan tegap, mengenakan kemeja formal hitam kegemarannya yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Tangan besar Denzel bergerak, menggenggam jemari Audrey di atas kursi, memberikan remasan posesif yang hangat."Dia benar-benar tidak sabar karena selama ini hanya meli
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 553 Tidak Ingin Berbagi[Iya, iya, Sayang, nanti biar Mama marahi Aiden ya,] bujuk Audrey dengan suara yang sangat lembut dan keibuan.[Elena, Bu Sarah, dengar ya. Kami sekarang sedang berada kapal pesiar beberapa hari. Tapi setelah itu kembali ke London memantau proyek. Kalian mau oleh-oleh apa nantinya dari sini? Katakan saja, biar aku dan Denzel belikan. Nanti aku kirim kalau sudah dapat.]Elena langsung menghapus air matanya, matanya berbinar instan.[Benarkah, Ma? Aku mau cokelat premium yang ada di bursa London, dan... aku mau gaun bayi rajutan tangan asli dari sana!]Bu Sarah yang sejak tadi menyimak di samping Elena akhirnya ikut tersenyum dan menggeleng pasrah melihat tingkah menantunya.[Aku tidak minta apa-apa, Audrey. Yang penting kalian berdua dan Kenneth pulang dengan selamat. Jaga kesehatan kalian di sana.][Pasti, Bu Sarah. Kami akan membawakan banyak oleh-oleh untuk kalian semua,] jawab Audrey manis.Denzel yang merasa urusan keluarga ini sudah cukup mengalihkan perhatian istrinya, mula
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 552 Masalah Besar Itu Ternyata… Sinyal holografik tiba-tiba berkedip tidak stabil karena guncangan ombak yang menghantam kapal pesiar cukup keras, memotong kalimat Trustin di saat yang paling krusial. Wajah panik Aiden dan tangisan manja Elena bergantian memudar, meninggalkan suara kresek digital yang mendebarkan di tengah keheningan kamar. Audrey menatap ponsel di tangan Denzel dengan jantung yang berdegup kencang, rasa penasaran yang besar seketika menyelimuti dadanya. "Denzel... apa yang terjadi di ibu kota? Apa yang dialami Elena?" Denzel tidak langsung menjawab. Mata gelapnya menyipit tajam menatap layar yang perlahan menggelap, memancarkan kilat kewaspadaan predatornya yang kembali terusik. Namun tidak lama, sinyal holografik yang sempat terganggu oleh guncangan ombak perlahan mulai kembali stabil. Cahaya biru kembali menerangi kabin kapal pesiar yang temaram. Begitu layar digital menampilkan kembali gambar dengan jelas, Audrey dengan tidak sabar langsung menyambar ponsel satelit dari genggaman Denzel.
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 551 Sosok yang di RindukanDenzel mendengus kasar saat getaran di saku celananya yang tergeletak di lantai tidak kunjung berhenti. Dengan enggan, ia melepaskan sedikit pelukan posesifnya pada pinggul Audrey, lalu menjangkau ke bawah ranjang untuk menyambar ponsel satelit tersebut.Layarnya menyala terang, menampilkan panggilan video terenkripsi dari jalur pribadi kediaman utama mereka."Siapa yang menelepon, Daddy?" bisik Audrey parau.Suaranya masih serak, sisa dari jeritan gairah yang meledak beberapa saat lalu. Ia menarik selimut sutra merah marun itu untuk menutupi dadanya yang naik-turun, lalu menyandarkan dagunya di bahu kokoh Denzel.Denzel"Elena dan Sarah," jawab Denzel pendek. Rahangnya yang tegas mengeras sejenak karena hasratnya yang membara terpaksa digantung begitu saja.Namun, melihat binar rindu di mata emerald Audrey, Denzel menghela napas panjang dan menggeser tombol hijau."Ya, ada apa?" Suara bariton terdengar sangat serak dan berat.Begitu layar holografik terbuka, wajah panik Elena dan
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 550 Masih PanasDenzel melangkah dengan tergesa-gesa menyusuri dek dan menuruni tangga menuju kamar utama di bagian bawah kapal.Sepanjang langkahnya, Denzel tidak membiarkan bibir mereka terpisah. Ia terus melumat bibir Audrey dengan kasar dan menuntut, menciptakan suara kecapan basah yang intim di koridor kapal yang sunyi.Audrey membalas dengan keberanian yang sama, meremas rambut tebal Denzel, menyalurkan rasa nikmat yang mulai membakar jiwanya.Begitu kaki Denzel menendang pintu kamar utama hingga terbuka dan menutupnya kembali dengan sentakan kasar, suasana di dalam kamar langsung berubah menjadi sangat panas dan mendebarkan.Denzel menurunkan Audrey di tepi ranjang king-size yang luas, namun ia tidak melepaskan kungkungannya."Nggak ada waktu untuk lepas pakaian pelan-pelan, Audrey," bisik Denzel parau tepat di depan bibir istrinya.Tangan besar Denzel bergerak dengan cepat dan nakal. Ia menyambar bagian atas gaun sutra merah marun Audrey, menariknya turun dengan satu sentakan menuntut hin
Last Updated: 2026-05-31

Putri Terbuang itu Istri Sah CEO
Diusir oleh keluarga yang tak lagi mempercayainya, Aluna, perempuan bar-bar dan keras kepala, berlari di tengah hujan, hingga tertabrak mobil milik Raka Aryaputra, pria dingin, tajam, dan anti perempuan tapi kocak. Aluna tidak tahu, bahwa pria itu akan jadi babak baru dalam hidupnya.
Raka hanya ingin lolos dari perjodohan dengan Keyla, perempuan licik dan manipulatif yang mengaku sebagai anak kandung keluarga Aluna. Tanpa tahu masa lalu mereka, Raka menawarkan solusi brutal, menikah kontrak dengan Aluna.
Gila? Jelas. Tapi hidup Aluna lebih gila dari itu.
Tapi ketika Aluna dikenalkan sebagai istrinya di depan keluarga, semua api menyala kembali. Fitnah, dendam, dan rahasia yang terkubur mulai bermunculan.
Di tengah fitnah dan pengkhianatan, perlahan Raka mulai melihat kebenaran di balik semua luka Aluna. Dan untuk pertama kalinya, pria yang membekukan hatinya dari cinta itu, rela terbakar demi seorang perempuan.
Karena saat cinta bertemu dengan kebenaran, siapa pun tak bisa menyangkal siapa sang putri yang sebenarnya.
Read
Chapter: Bab 201 Puncak kebahagiaanBeberapa bulan berlalu dengan cepat, membawa Raka dan Aluna semakin dekat menuju hari kebahagiaan yang mereka nantikan. Aluna kini tinggal sepenuhnya di Mansion yang telah disiapkan Raka, dilengkapi dengan fasilitas dan pengamanan terbaik, serta perawat dan bidan khusus yang siaga 24 jam untuk kehamilan quadrupletnya. Selama masa kehamilan yang berat ini, Raka benar-benar membuktikan julukannya sebagai King pelindung. Ia memangkas jadwal kerjanya, sering mengambil rapat online dari rumah, memastikan ia selalu berada di dekat Aluna. Raka menepati janjinya pada Dokter Clara untuk menjaga keintiman secara aman. Di malam hari, keintiman mereka mencapai level yang baru dan mendalam. Raka akan menghabiskan waktu berjam-jam memijat kaki Aluna yang membengkak karena membawa beban empat janin. Ia akan membelai perut Aluna yang kini sangat besar dengan penuh cinta dan kekaguman, bibirnya berbisik penuh janji-janji mesra pada empat calon pewarisnya. Suatu malam, Raka berbaring miring, wajah
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 200 Perayaan kebagianSatu bulan telah berlalu sejak masalah pengkhianatan dan penangkapan itu. Kekuatan cinta dan kebersamaan telah mengalahkan segala masalah yang mereka hadapi. Raka dan Aluna sepakat untuk merayakan kebebasan Alvian di Mansion Keluarga Aluna, sebuah janji simbolis bahwa Alvian telah kembali pulang ke keluarga, siap memulai babak baru. Saat mobil hitam Raka memasuki gerbang mansion yang megah, Aluna, yang duduk di kursi penumpang dengan sabuk pengaman yang disesuaikan untuk kehamilannya, tersenyum lebar. Kehamilannya sudah mulai terlihat, menjadi bukti nyata dari janji cinta mereka. Raka mencium pipinya, memancarkan kebahagiaan dan gairah yang terpendam. “Siap membuat Papa dan Mama lo pingsan karena kabar baik, sayang?” bisik Raka, matanya penuh gairah yang hanya bisa ia tunjukkan kepada istrinya. Aluna tertawa, tawanya merdu. “Mereka pasti akan senang melihatmu, Raka, meskipun mereka akan terkejut mendengar kehamilan ku yang kembar empat.” Di dalam mansion, suasana penuh kebaha
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 199 Kebahagiaan di tengah kekacauanSetelah Alvian dan Pak Aditya dibawa pergi, Raka dengan perlahan mendorong kursi roda Aluna kembali ke kamar VVIP. Ia memastikan ruangan sekitar aman dengan menempatkan beberapa bodyguard yang sangat terpercaya di depan ruangan.“Pastikan tidak membiarkan siapapun masuk, bahkan perawat dan dokter sekalipun, tanpa izin langsung dari saya!”“Baik Pak Raka..”Begitu pintu kamar tertutup, Raka menguncinya, menjauhkan mereka dari dunia luar yang penuh bahaya dan kekacauan. Ia mengangkat Aluna dari kursi roda dengan hati-hati, memeluknya ke dada.“Kita aman, Sayang. Hanya kita berdua sekarang,” bisik Raka, menciumi rambut Aluna yang harum. Raka membawa Aluna ke ranjang, membaringkannya perlahan, lalu naik ke ranjang, memposisikan dirinya di samping Aluna, menyandarkan istrinya ke lengan kokohnya.“Gua takut sekali, Raka,” bisik Aluna, suaranya serak. Ia memeluk pinggang Raka, merasakan setiap lekuk tubuh suaminya, mencari kehangatan dan kep
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 198 Wajah sang pengkhianatSuara tembakan itu memecah keheningan di koridor rumah sakit, menggantikan suasana tegang menjadi kepanikan sesaat. Peluru itu mengenai bahu pria yang mencoba menembak Raka, yang segera tersungkur.Seseorang tertembak.Raka dan Aluna saling berpandangan, dengan kompak saling bertanya, “Kamu baik-baik saja?!”“Lo nggak apa-apa, Sayang?” Raka memutar tubuh Aluna, memeriksa apakah ada goresan atau cedera.Aluna menggeleng cepat. “Aku aman, Raka. Tapi kamu..” Air mata kembali menetes di pipinya. Ia menarik Raka, mendekapnya erat dari kursi roda, menciumi dada Raka untuk memastikan keberadaannya.“Kalian baik-baik saja?!” Radit yang segera berlari menghampiri, pistolnya masih siaga.Tidak lama Alvian pun juga menghampiri, diapit oleh polisi. “Kalian tidak ada yang terluka, kan?!” tanyanya cemas.“Kami baik-baik saja..” Raka menghela napas panjang, membalas pelukan Aluna erat sebelum melepaskannya perlahan. “Tapi siapa
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 197 Firasat Buruk“Baiklah,” Raka akhirnya mengalah. “Tapi ini di bawah pengawasan dan pengawalan gua dan Radit. Tidak ada pergerakan berlebihan, tidak ada kelelahan, dan hanya sepuluh menit. Setelah itu, lo kembali ke sini dan istirahat.”“Iya Raka, gua terima syarat lo.. Makasih sayang..” suara Aluan terdengar lega dan manja. Raka mencium bibir Akuna sesat lalu menghubungi Radit dan Kapten Polisi yang menangani kasus Kayla dan Alvian.Raka menggunakan pengaruh dan koneksinya, menekankan kondisi psikologis Alvian yang membutuhkan konfirmasi langsung dari kembarannya dan menyatakan bahwa kondisi Aluna aman. Ia juga meyakinkan Kapten Polisi bahwa Alvian akan segera bebas dan akan bergabung dengan Wijaya Global, menjamin bahwa Alvian tidak akan melarikan diri.Setelah negosiasi yang cukup sulit, Kapten Polisi setuju karena Radit juga akhirnya menghubungi dan menunjukkan jaminan atas kebebasan Alvian yang sedang dalam proses hukum. Mereka akhirnya setuju membawa Alvian ke rumah sakit dengan pengawala
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: Bab 196 Bagaimana kondisi Aluna? Raka tiba di rumah sakit terdekat dengan mobil polisi, membopong Aluna erat-erat ke dadanya. Petugas medis segera menyambut mereka, dan Aluna langsung dibawa ke ruang pemeriksaan. Raka, dengan wajah panik dan tegang, berusaha mengikuti."Maaf, Pak, Anda tunggu di luar saja," kata seorang perawat."Saya suaminya! Saya harus di sana!" bentak Raka, suaranya dipenuhi otoritas dan kecemasan. Kekhawatiran akan kondisi Aluna, terutama keempat janin mereka, mengalahkan segalanya.Dokter yang akan memeriksa Aluna melihat ketegasan dan kepanikan di mata Raka dan menghela napas. "Baiklah, tapi Anda harus tenang dan tidak membuat gaduh di dalam. Kami perlu fokus.""Saya janji, Dok," jawab Raka cepat, mengikuti langkah brankar Aluna.Raka mendampingi Aluna, menggenggam erat tangan wanita itu. Di tengah kepanikan dan rasa sakit yang menusuk, genggaman Raka adalah satu-satunya jangkar yang menahan Aluna. Dokter mulai memeriksa, memastikan tidak ada cedera fisik yang serius, dan yang paling pen
Last Updated: 2025-12-01