Chapter: Bab 338 Bagaimana Keadaan Mereka?! Denzel segera berbalik dan berlari secepat kilat menuju ruangan sebelah. Di koridor, ia melihat tumpukan mayat musuh yang sudah dilumpuhkan tim elitnya. "Jaga pintu ini! Siapa pun yang berani mendekat tanpa izin, tembak di tempat!" perintah Denzel pada dua anggota tim elit yang berjaga di depan kamar Audrey. Denzel membuka pintu kamar Audrey dengan kasar. "Audrey!" Di dalam, ruangan Denzel melihat Audrey sedang duduk di pojok tempat tidur, meringkuk sambil mendekap erat bayi Kenneth di dadanya. Tubuhnya gemetar hebat, air mata membasahi wajahnya yang pucat. "D-Denzel?" suara Audrey bergetar, hampir tidak terdengar di tengah isak tangisnya. Denzel langsung menjatuhkan senjatanya ke lantai dan berlari ke arah istrinya. Ia naik ke atas tempat tidur, melingkarkan lengan kokohnya di sekeliling Audrey dan Kenneth. Ia memeluk mereka begitu erat, seolah ingin menyatukan tubuh mereka ke dalam dadanya. "Aku di sini, Sayang... Aku di sini. Maafkan aku, aku terlambat," bisik Denzel pa
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 337 Kekacauan di Ruang VVIPJendela kamar yang berada di lantai lima itu sudah pecah. Dua orang pria bertopeng sedang mencoba menarik Elena yang berontak di atas tempat tidur, sementara Sarah tergeletak pingsan di lantai dengan luka di kepalanya. "LEPASKAN ISTRKU!" teriak Aiden menggelegar. Aiden mencabut pistol dari balik jasnya dan melepaskan tembakan presisi yang menghantam bahu salah satu penculik. Namun, penculik yang satu lagi dengan cepat menarik Elena dan menodongkan pisau tepat di leher istrinya yang sedang pucat pasi. "Mundur! Atau istrimu dan bayi di perutnya akan mati sekarang juga!" teriak si penculik dengan suara parau. Elena menatap Aiden dengan mata yang penuh ketakutan. "Aiden... Tolong..." Di saat yang sama, Denzel dan Trustin sampai di pintu. Trustin langsung berlari menghampiri Sarah yang tidak sadarkan diri, sementara Denzel berdiri di samping Aiden dengan senjata teracung. Namun, sesuatu yang lebih mengerikan terjadi. Dari arah luar jendela, terdengar suara helikopter yang mende
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 336 Pemandangan yang MenegangkanDokter Maya melepas stetoskopnya dan menatap Aiden dengan ekspresi serius. "Tekanan darahnya sedikit rendah, mungkin karena syok dan kelelahan fisik semalam. Tapi ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Elena, apakah kamu merasa ada rasa nyeri di perut bagian bawah?" Elena mengangguk pelan. "Sedikit, Dok. Seperti kram." Wajah Aiden semakin pucat. Ia menatap Denzel, seolah mencari pegangan. Denzel hanya mengangguk kecil, memberikan kekuatan pada putranya itu. "Kita harus melakukan USG ulang untuk memastikan kondisi janinnya. Kejadian pengejaran di hutan semalam pasti memberikan tekanan yang luar biasa pada rahimnya yang masih sangat muda," jelas Dokter Maya. Aiden bangkit, ia hendak menggendong Elena menuju ruang radiologi, namun pintu kamar tiba-tiba terbuka kembali. Trustin dan Sarah muncul dengan napas yang sedikit terengah-engah, wajah mereka tampak berseri namun seketika berubah saat melihat situasi di dalam ruangan. "Ada apa ini? Kenapa Elena diperiksa?" tanya Trustin
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bab 335 Cukup Rasakan MilikkuTrustin mendengus keras setelah membaca pesan masuk dari Auden, ia melempar ponselnya kembali ke atas nakas dengan perasaan campur aduk antara kesal dan geli. Pesan dari Aiden benar-benar merusak suasana romantis yang baru saja ia bangun kembali bersama Sarah. "Ada apa, Trustin? Kenapa wajahmu jadi merah begitu?" tanya Sarah sambil menarik selimut untuk menutupi dadanya, matanya menatap Trustin dengan rasa ingin tahu yang polos. Trustin menoleh, menatap Sarah yang tampak begitu cantik dengan rambut berantakan di atas bantal. Ia menghela napas panjang, lalu menarik Sarah kembali ke dalam pelukannya. "Anak itu... Aiden benar-benar tidak punya sopan santun. Dia menyuruhku mengambil 'pengaman' di kamarnya. Dia pikir papanya ini sudah tidak sanggup mengurus hal seperti itu sendiri?" Sarah tertegun sejenak, lalu tawa renyahnya pecah. Ia menutupi mulutnya, mencoba meredam tawa yang membuat bahunya berguncang. "Astaga, Aiden benar-benar perhatian dengan caranya sendiri. Tapi Trustin, m
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bab 334 Pertama Kalinya..?! Sarah mengangguk pelan, air mata haru sedikit menggenang di sudut matanya. "Aku menunggumu, Trustin. Meski aku pikir kamu tidak akan pernah hadir untuk ku, tapi hatiku tidak pernah bisa menerima pria lain. Aku menyimpan semuanya... Hanya untukmu." “Ini pertama kalinya untukmu?!” tanya Trustin sekali lagi. Sarah mengangguk pelan, “Iya Trustin..” jawabnya lirih. Hati Trustin bergetar hebat. Rasa bersalah dan cinta yang luar biasa bercampur menjadi satu. Ia tidak menyangka kesetiaan Sarah begitu murni hingga menjaga kesuciannya selama puluhan tahun. Trustin mengecup kening Sarah dengan sangat lama, menyalurkan rasa hormat dan cintanya. "Terima kasih, Sarah... Terima kasih telah menungguku. Aku berjanji akan melakukannya dengan sangat lembut," bisik Trustin dengan suara yang semakin berat oleh hasrat. Trustin kembali memulai dengan ciuman yang lebih lembut namun penuh gairah. Ia menjelajahi setiap inci tubuh Sarah, memastikan wanita itu merasa nyaman dan menikmatinya. Saat Trus
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Bab 333 Malam Penuh GairahSaat sampai di dalam, suasana mansion tampak jauh lebih tenang. Aiden dan Elena ternyata sudah lebih dulu sampai dan sedang duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati teh hangat. Aiden tampak sedang mengusap perut Elena dengan sangat protektif, sementara Elena menyandarkan kepalanya di bahu Aiden. "Wah, calon pengantin baru kita sudah pulang!" goda Aiden saat melihat Trustin masuk sambil menggandeng erat tangan Sarah. Trustin mendengus pelan, namun ia tersenyum sambil melangkah menghampiri mereka. "Bagaimana keadaanmu, Elena? Bayimu baik-baik saja, kan?" Elena tersenyum cerah. "Dokter bilang semuanya baik, Papa Trustin. Hanya perlu istirahat total selama beberapa hari ke depan. Aiden benar-benar tidak membiarkanku berdiri lebih dari lima menit." "Tentu saja! Aku tidak mau mengambil resiko lagi," sahut Aiden sambil mengecup kening Elena dengan penuh gairah. Ia kemudian menatap Trustin dengan tatapan penuh arti. "Jadi, Papa... Apakah kamar utama sudah siap untuk tamu istimewa?"
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Bab 205 Survey Penthouse Sambil ‘Mencicipinya’Mata Aruna terbelalak mendengar kata-kata Keenan. Sebuah kata ‘permainan peran’ kembali mengingatkannya pada permainan perannya di malam jumat sebelumnya. Ia membayangkan bagaimana liarnya Keenan yang langsung menyerangnya saat itu. “Tidak Keenan! Tidak ada permainan peran lagi,” Aruna membalas bisikan Keenan. “Kalau begitu, aku yang akan bermain peran..” Keenan menoleh ke arah papanya. “Pa, kalau sudah tidak ada yang dibahas, alu dan arun pulang dulu..” Suasana di ruang tamu mansion itu terasa sedikit tegang setelah ultimatum keras Alexander. Sofia masih tampak mematung dengan wajah pucat, sementara Chelsea menatap lantai dengan tangan gemetar. Alexander melirik jam tangan lalu kembali menatap Keenan. ”Tidak bisa Keenan! Sekarang juga pergilah ke gedung Penthouse itu. Asistenku sudah di sana bersama pihak manajemen. Aku sudah meminta mereka menyiapkan dua pilihan unit penthouse terbaik di lantai teratas untuk kamu pilih," kata Alexander dengan nada yang tidak menerima bantahan.
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 204 Kalian Harus Segera MenikahMobil sport pribadi Keenan segera meluncur menuju Mansion keluarga Arkana dengan kecepatan yang cukup tinggi. Di sampingnya, Aruna duduk dengan jarinya yang saling bertautan erat di atas pangkuan. Wajahnya tampak jelas menunjukkan kegelisahannya. Keenan yang menyadari hal itu, ia melepaskan satu tangannya dari kemudi dan menggenggam tangan Aruna, membawanya ke depan bibir lalu menciumnya dengan cukup lama. "Tenanglah, Sayang. Ada aku. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, termasuk Mama atau Chelsea sekalipun," bisik Keenan menenangkan. Aruna hanya mengangguk pelan, meski hatinya masih bergelar cepat. Ia tahu, masuk ke rumah itu berarti siap menghadapi masalah apapun. Begitu mobil berhenti didepan pintu mansion, Keenan segera mengulurkan tangan, membantunya untuk turun. “Ayo Aruna, jangan takut..” Aruna turun dan melangkah disamping Keenan. Saat pintu besar mansion terbuka, pemandangan di ruang tamu utama langsung membuat langkah Aruna tertahan. Aruna melihat Sofia
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 203 Rayuan Keenan“Sial! Harusnya aku tidak membiarkan Chelsea bersikap manja seperti dulu..!” kesal Keenan sambil mengumpat berkali-kali di balik kemudi mobilnya. Pikiran Keenan benar-benar kacau. Bayangan wajah Aruna yang berkaca-kaca tadi terus terlintas dalam pikirannya. Ia merasa sangat bodoh karena membiarkan Chelsea, si sepupu manjanya itu, menyentuhnya di saat hubungannya dengan Aruna sedang sangat sensitif. Saat Keenan sedang menyisir jalanan dengan kecepatan rendah, ponselnya bergetar di atas dashboard. Sebuah pesan masuk dari Nando. [Nando: Keenan, aku melihat Aruna di Taman Kota. Dia duduk sendirian di bangku taman dekat air mancur. Kelihatannya sedang menangis.] Tidak lama Nando mengirimkan sebuah foto. Hati Keenan seolah diremas melihat Aruna yang duduk meringkuk dengan bahu yang sedikit bergetar. Wanita itu terlihat sangat rapuh di balik blazer biru navy-nya. [Sial! Nando, awasi dia dari jauh! Jangan biarkan dia pergi sampai aku datang kesana. Kalau dia sampai hilang lagi,
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 202 Cemburu yang MeledakKeheningan di dalam mobil pagi ini begitu terasa, Keenan sesekali melirik Aruna yang duduk di sampingnya, namun wanita itu hanya membuang muka ke luar jendela, menatap jalanan yang mulai padat dengan pandangan kosong. Aruna mengenakan setelan kerja yang sangat tertutup hari ini, seolah sedang membangun benteng pertahanan diri. Tidak ada rok mini, tidak ada belahan tinggi. Hanya celana kain formal dan blazer yang dikancing rapat hingga ke leher. "Aruna, tentang telepon semalam... Chelsea itu hanya sepupu jauh dari Mama. Dia baru pulang dari luar negeri," Keenan mencoba menjelaskan sambil memecah kesunyian. Aruna tidak menoleh sedikitpun. "Aku tidak bertanya, Pak Keenan." "Jangan panggil aku seperti lagi kalau kita sedang berdua, Aruna. Aku tahu kamu marah," geram Keenan sambil menoleh ke arah Aruna dengan tatapan tajam. ”Kita sedang menuju perusahaan, Pak Keenan dan disana saya hanya staf Anda yang sedang bersiap untuk bekerja. Jadi silahkan fokus pada pekerjaan anda nan
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 201 Dibawah Guyuran ShowerGaun marun itu merosot jatuh, basah kuyup di dekat kaki Aruna. Kini ia hanya mengenakan pakaian dalam tipis yang menutupi aset berharganya. Keenan mematikan air dingin dan menggantinya dengan guyuran air hangat yang mulai mengepulkan uap di ruangan itu. Suasana berubah drastis menjadi sangat sensual dan pengap oleh uap panas. Keenan menarik Aruna ke dalam pelukannya, menyatukan dada telanjangnya dengan tubuh Aruna yang bergetar. Ia mulai menciumi leher Aruna, menghisap air yang mengalir di sana, dan memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat Aruna mengerang keras. "Aku sangat benci melihat mereka menatapmu, Aruna," geram Keenan di sela hisapannya. "Aku ingin setiap inci tubuhmu hanya mengenali sentuhanku." Tangan Keenan mengangkat satu kaki Aruna, melingkarkan di pinggangnya sementara punggung Aruna tetap menempel pada dinding marmer yang licin. Tanpa aba-aba lagi, ia membebaskan naganya yang sudah menegang hebat dan mengarahkannya pada pintu goa Aruna yang sudah merinduka
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 200 ‘Beralih’ ke PenthouseTangan Keenan yang besar mulai bergerilya nakal di balik gaun Aruna. Ia meraba setiap inci kulit Aruna. Saat jarinya menyentuh pintu goa, ia merasa ruangan hangat itu sudah sangat basah karena godaannya sendiri tadi, Aruna mendongak dan mendesah keras. "Kamu sudah sangat siap, Sayang. Ternyata kamu juga tidak sabar, kan?" goda Keenan sambil terus mempermainkan Aruna. "Kamu... Benar-benar nakal, Keenan... Aaahhh!" Aruna meremas rambut Keenan, menariknya agar ciuman mereka semakin dalam. Keenan membuka resleting celananya dengan terburu-buru. Naganya yang sudah tegang sempurna sejak di podium tadi akhirnya terbebas. Dengan satu gerakan yang sangat presisi dan kuat, Keenan memposisikan tubuh Aruna dan menghujam masuk ke dalam goa hangat milik Aruna dalam satu hentakan. "AARRGGHHH!" Aruna menjerit tertahan, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Keenan. Rasa penuh dan nikmat yang luar biasa menyapu kesadarannya.
Last Updated: 2026-02-22

Putri Terbuang itu Istri Sah CEO
Diusir oleh keluarga yang tak lagi mempercayainya, Aluna, perempuan bar-bar dan keras kepala, berlari di tengah hujan, hingga tertabrak mobil milik Raka Aryaputra, pria dingin, tajam, dan anti perempuan tapi kocak. Aluna tidak tahu, bahwa pria itu akan jadi babak baru dalam hidupnya.
Raka hanya ingin lolos dari perjodohan dengan Keyla, perempuan licik dan manipulatif yang mengaku sebagai anak kandung keluarga Aluna. Tanpa tahu masa lalu mereka, Raka menawarkan solusi brutal, menikah kontrak dengan Aluna.
Gila? Jelas. Tapi hidup Aluna lebih gila dari itu.
Tapi ketika Aluna dikenalkan sebagai istrinya di depan keluarga, semua api menyala kembali. Fitnah, dendam, dan rahasia yang terkubur mulai bermunculan.
Di tengah fitnah dan pengkhianatan, perlahan Raka mulai melihat kebenaran di balik semua luka Aluna. Dan untuk pertama kalinya, pria yang membekukan hatinya dari cinta itu, rela terbakar demi seorang perempuan.
Karena saat cinta bertemu dengan kebenaran, siapa pun tak bisa menyangkal siapa sang putri yang sebenarnya.
Read
Chapter: Bab 201 Puncak kebahagiaanBeberapa bulan berlalu dengan cepat, membawa Raka dan Aluna semakin dekat menuju hari kebahagiaan yang mereka nantikan. Aluna kini tinggal sepenuhnya di Mansion yang telah disiapkan Raka, dilengkapi dengan fasilitas dan pengamanan terbaik, serta perawat dan bidan khusus yang siaga 24 jam untuk kehamilan quadrupletnya. Selama masa kehamilan yang berat ini, Raka benar-benar membuktikan julukannya sebagai King pelindung. Ia memangkas jadwal kerjanya, sering mengambil rapat online dari rumah, memastikan ia selalu berada di dekat Aluna. Raka menepati janjinya pada Dokter Clara untuk menjaga keintiman secara aman. Di malam hari, keintiman mereka mencapai level yang baru dan mendalam. Raka akan menghabiskan waktu berjam-jam memijat kaki Aluna yang membengkak karena membawa beban empat janin. Ia akan membelai perut Aluna yang kini sangat besar dengan penuh cinta dan kekaguman, bibirnya berbisik penuh janji-janji mesra pada empat calon pewarisnya. Suatu malam, Raka berbaring miring, wajah
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 200 Perayaan kebagianSatu bulan telah berlalu sejak masalah pengkhianatan dan penangkapan itu. Kekuatan cinta dan kebersamaan telah mengalahkan segala masalah yang mereka hadapi. Raka dan Aluna sepakat untuk merayakan kebebasan Alvian di Mansion Keluarga Aluna, sebuah janji simbolis bahwa Alvian telah kembali pulang ke keluarga, siap memulai babak baru. Saat mobil hitam Raka memasuki gerbang mansion yang megah, Aluna, yang duduk di kursi penumpang dengan sabuk pengaman yang disesuaikan untuk kehamilannya, tersenyum lebar. Kehamilannya sudah mulai terlihat, menjadi bukti nyata dari janji cinta mereka. Raka mencium pipinya, memancarkan kebahagiaan dan gairah yang terpendam. “Siap membuat Papa dan Mama lo pingsan karena kabar baik, sayang?” bisik Raka, matanya penuh gairah yang hanya bisa ia tunjukkan kepada istrinya. Aluna tertawa, tawanya merdu. “Mereka pasti akan senang melihatmu, Raka, meskipun mereka akan terkejut mendengar kehamilan ku yang kembar empat.” Di dalam mansion, suasana penuh kebaha
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 199 Kebahagiaan di tengah kekacauanSetelah Alvian dan Pak Aditya dibawa pergi, Raka dengan perlahan mendorong kursi roda Aluna kembali ke kamar VVIP. Ia memastikan ruangan sekitar aman dengan menempatkan beberapa bodyguard yang sangat terpercaya di depan ruangan.“Pastikan tidak membiarkan siapapun masuk, bahkan perawat dan dokter sekalipun, tanpa izin langsung dari saya!”“Baik Pak Raka..”Begitu pintu kamar tertutup, Raka menguncinya, menjauhkan mereka dari dunia luar yang penuh bahaya dan kekacauan. Ia mengangkat Aluna dari kursi roda dengan hati-hati, memeluknya ke dada.“Kita aman, Sayang. Hanya kita berdua sekarang,” bisik Raka, menciumi rambut Aluna yang harum. Raka membawa Aluna ke ranjang, membaringkannya perlahan, lalu naik ke ranjang, memposisikan dirinya di samping Aluna, menyandarkan istrinya ke lengan kokohnya.“Gua takut sekali, Raka,” bisik Aluna, suaranya serak. Ia memeluk pinggang Raka, merasakan setiap lekuk tubuh suaminya, mencari kehangatan dan kep
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 198 Wajah sang pengkhianatSuara tembakan itu memecah keheningan di koridor rumah sakit, menggantikan suasana tegang menjadi kepanikan sesaat. Peluru itu mengenai bahu pria yang mencoba menembak Raka, yang segera tersungkur.Seseorang tertembak.Raka dan Aluna saling berpandangan, dengan kompak saling bertanya, “Kamu baik-baik saja?!”“Lo nggak apa-apa, Sayang?” Raka memutar tubuh Aluna, memeriksa apakah ada goresan atau cedera.Aluna menggeleng cepat. “Aku aman, Raka. Tapi kamu..” Air mata kembali menetes di pipinya. Ia menarik Raka, mendekapnya erat dari kursi roda, menciumi dada Raka untuk memastikan keberadaannya.“Kalian baik-baik saja?!” Radit yang segera berlari menghampiri, pistolnya masih siaga.Tidak lama Alvian pun juga menghampiri, diapit oleh polisi. “Kalian tidak ada yang terluka, kan?!” tanyanya cemas.“Kami baik-baik saja..” Raka menghela napas panjang, membalas pelukan Aluna erat sebelum melepaskannya perlahan. “Tapi siapa
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 197 Firasat Buruk“Baiklah,” Raka akhirnya mengalah. “Tapi ini di bawah pengawasan dan pengawalan gua dan Radit. Tidak ada pergerakan berlebihan, tidak ada kelelahan, dan hanya sepuluh menit. Setelah itu, lo kembali ke sini dan istirahat.”“Iya Raka, gua terima syarat lo.. Makasih sayang..” suara Aluan terdengar lega dan manja. Raka mencium bibir Akuna sesat lalu menghubungi Radit dan Kapten Polisi yang menangani kasus Kayla dan Alvian.Raka menggunakan pengaruh dan koneksinya, menekankan kondisi psikologis Alvian yang membutuhkan konfirmasi langsung dari kembarannya dan menyatakan bahwa kondisi Aluna aman. Ia juga meyakinkan Kapten Polisi bahwa Alvian akan segera bebas dan akan bergabung dengan Wijaya Global, menjamin bahwa Alvian tidak akan melarikan diri.Setelah negosiasi yang cukup sulit, Kapten Polisi setuju karena Radit juga akhirnya menghubungi dan menunjukkan jaminan atas kebebasan Alvian yang sedang dalam proses hukum. Mereka akhirnya setuju membawa Alvian ke rumah sakit dengan pengawala
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: Bab 196 Bagaimana kondisi Aluna? Raka tiba di rumah sakit terdekat dengan mobil polisi, membopong Aluna erat-erat ke dadanya. Petugas medis segera menyambut mereka, dan Aluna langsung dibawa ke ruang pemeriksaan. Raka, dengan wajah panik dan tegang, berusaha mengikuti."Maaf, Pak, Anda tunggu di luar saja," kata seorang perawat."Saya suaminya! Saya harus di sana!" bentak Raka, suaranya dipenuhi otoritas dan kecemasan. Kekhawatiran akan kondisi Aluna, terutama keempat janin mereka, mengalahkan segalanya.Dokter yang akan memeriksa Aluna melihat ketegasan dan kepanikan di mata Raka dan menghela napas. "Baiklah, tapi Anda harus tenang dan tidak membuat gaduh di dalam. Kami perlu fokus.""Saya janji, Dok," jawab Raka cepat, mengikuti langkah brankar Aluna.Raka mendampingi Aluna, menggenggam erat tangan wanita itu. Di tengah kepanikan dan rasa sakit yang menusuk, genggaman Raka adalah satu-satunya jangkar yang menahan Aluna. Dokter mulai memeriksa, memastikan tidak ada cedera fisik yang serius, dan yang paling pen
Last Updated: 2025-12-01