Startseite / Romansa / Sentuh Aku, Pak! / [S2] - 05. Hari Pertama Jadi Pasutri

Teilen

[S2] - 05. Hari Pertama Jadi Pasutri

last update Veröffentlichungsdatum: 19.03.2024 01:50:18

Keina melenguh pelan, lambat laun manik cantiknya yang dinaungi bulu mata lentik itu terbuka. Sesaat dia celingukan, mencari keberadaan sang suami yang tak terlihat di sebelahnya. Kemana perginya Kahfi?

Bunyi decitan pintu yang terbuka spontan membuat Keina menoleh ke sumber suara, gadis itu langsung menegakan badannya saat mendapati Kahfi yang keluar dari toilet. Pria itu mengusap wajahnya yang menitikan air ke lantai, tak hanya wajahnya yang basah, namun rambutnya juga. Apa yang habis suamin
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
AishaJuleha
Kahfi bijak bgt.. cepetan move on Na,, Kahfi lebih berharga drpda mantanmu yg brengsek...
goodnovel comment avatar
Budi Tranwijaya
sipp. ditunggu lanjutan ceritanya Thor.
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 37. Feedback Pak Manajer

    Selasa pagi, Keina datang tujuh menit lebih awal dari hari sebelumnya.Bukan karena dia lebih siap, tapi karena Kahfi berangkat lebih awal dan otomatis menurunkannya lebih awal juga. Alhasil Keina berdiri di depan gedung Prominent dengan kopi susu sachet di tangan yang dia beli dari minimarket seberang, menatap pintu lobby yang belum terlalu ramai.Lift ke lantai tujuh. Ruangan Humas masih sepi, hanya Bagas yang sudah duduk di mejanya, headphone besar menutup telinganya, jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard.Keina duduk di mejanya. Menghidupkan komputer. Membuka catatan dari hari kemarin. Perutnya sudah terisi penuh, jadi dia tidak perlu sarapan lebih dulu sebelum memulai hari keduanya bekerja di sini.Tepat pukul delapan pagi, ruangan sudah penuh dan ramai dengan suaranya masing-masing.Nara mengetik sambil sesekali bergumam pada layarnya sendiri. Tiara mengedit sesuatu dengan headphone menutup telinganya. Reno sedang menelepon klien dengan nada yang sangat profesional tapi s

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 36. "Nanti Disaat Yang Tepat

    Lift terbuka di lantai dasar. Keina mengikuti langkah Kahfi keluar dari gedung, tapi baru tiga langkah dari pintu lobby, Kahfi berhenti.“Tunggu di sini sebentar.” ujarnya tanpa menoleh.Keina berdiri di dekat tiang lobby, menonton Kahfi yang berjalan menuju area parkir dengan langkah yang sama seperti biasanya, teratur, tidak terburu-buru. Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya mengangguk hormat, dan Kahfi membalasnya dengan anggukan yang sama.Keina menyandarkan punggungnya ke tiang, menatap langit Surabaya yang mulai berubah warna jingga di ujung barat. Hari ini, hari yang sejak Minggu malam membuatnya tidak bisa tidur, hari yang dia bayangkan akan jadi malapetaka, ternyata tidak seburuk itu.Mobil Kahfi berhenti tepat di depannya dua menit kemudian. Kaca jendela turun.“Naik.”Keina membuka pintu penumpang, melempar tasnya ke jok belakang, dan duduk dengan helaan napas panjang yang sudah dia tahan sejak tadi.“Capek?” tanya Kahfi sambil mengemudi keluar dari area parkir.“Lum

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 35. Day 1 Menjadi Budak Korporat

    Minggu malam, Keina tidak bisa tidur untuk kedua kalinya dalam seminggu.Tapi kali ini alasannya berbeda dari malam sebelum interview. Kalau dulu dia takut gagal, sekarang dia takut berhasil. Atau lebih tepatnya, takut dengan semua konsekuensi dari keberhasilan itu. Besok. Hari pertama kerja. Ya, jumat sore Keina mendapatkan kabar dari HRD kalau mulai hari senin dia sudah bisa masuk kerja. Keina menatap langit-langit kamar, menghitung ulang hal-hal yang sudah dia siapkan. Baju sudah digantung di luar lemari, blazer putih tulang dan celana bahan hitam, pilihan yang sudah dia finalisasi setelah tiga kali ganti pikiran sejak Jumat. Tas sudah dipack dari tadi sore. Alarm sudah diset jam lima pagi. Sudah siap. Harusnya. “Na.” Suara Kahfi terdengar rendah, setengah mengantuk. Keina menoleh. “Mas belum tidur?” “Susah tidur kalau ada orang yang bolak-balik di sebelah.” jawab Kahfi dengan mata masih terpejam. “Aku gak bolak-balik.” Keina membela diri. “Aku cuma… ganti posisi beberapa ka

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 34. Ayam Kecap Yang Kemanisan

    Keina sudah di rumah sejak jam dua belas siang. Setelah dari kantor Prominent, dia mampir ke minimarket dekat kompleks, membeli beberapa bahan masakan dan satu cup puding coklat yang tidak ada di list belanjaan tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. Semacam hadiah kecil untuk dirinya sendiri atas interview yang tadi tidak seburuk yang dia bayangkan.Sampai di rumah, dia berganti baju, meletakkan blazer hitamnya dengan rapi di gantungan, lalu berdiri di dapur dengan celemek terikat di pinggang, membuka kulkas, dan menatap isinya dengan ekspresi orang yang baru menyadari bahwa semangat memasak dan kemampuan memasak adalah dua hal yang berbeda.Ayam. Tahu. Telur. Bumbu.Oke. Ayam kecap. Aku pernah liat tutorialnya dua kali.Keina menghidupkan kompor.***Kahfi pulang pukul setengah tujuh kurang lima menit.Begitu pintu dibuka, hal pertama yang menyambutnya adalah aroma masakan yang menguar dari dapur, bukan bau gosong, bukan bau minyak yang terlalu dominan, tapi aroma yang cukup membuat p

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 33. Hari Interview Keina

    Hari ini Kahfi berangkat lebih dulu seperti biasanya. Sebelum pergi, dia berhenti di depan pintu, menatap Keina yang masih sibuk memasukkan dokumen ke dalam map dengan tangan yang sedikit gemetar. Ya, ini adalah hari dimana Keina akan melakukan interview di kantor Kahfi.“Na.”“Iya, Mas?” Keina mendongak.“Interview jam sepuluh, ya. Jangan sampai telat, datang lima belas menit sebelumnya.” Kahfi berkata dengan nada yang sama seperti biasa, tapi ada sesuatu di matanya yang tidak bisa Keina namai. “Dan satu lagi.”“Apa?”“Kalau sudah di dalam ruangan, jangan terlalu banyak bilang aku rasa atau mungkin. Bicara yang pasti.” Kahfi mengetuk kusen pintu dua kali sebelum berbalik. “Kamu bisa, Na. Semangat, ya.” Kata-kata terakhir itu dia ucapkan ringan saja — seperti fakta yang tidak perlu diperdebatkan.Keina menatap punggungnya sampai menghilang di balik pintu.Lalu menarik napas dalam.“Oke. Aku bisa.”***Gedung Prominent Corp terlihat lebih besar dari yang Keina bayangkan.Atau mungkin

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 32. Morning Kiss

    Keina tidak langsung tidur malam itu.Dia berbaring di sisi kanannya, menatap dinding, mendengar napas Kahfi yang sudah teratur di sebelahnya. Pikirannya masih berputar mempertimbangkan, menimbang, mundur selangkah lalu maju dua langkah.Kerja di kantor Kahfi.Bukan ide yang tidak menarik. Justru sebaliknya, terlalu menarik sampai Keina tidak yakin dirinya layak untuk itu. Divisi kreatif, sekretaris, apapun itu, semua terdengar seperti dunia yang pernah dia bayangkan tapi tidak pernah benar-benar dia masuki.Lulus kuliah, rencana Keina berantakan berbarengan dengan hubungannya bersama Dirga yang juga berantakan. Tidak ada waktu untuk memikirkan karir ketika hidupnya sendiri sedang berjalan ke arah yang salah. Dan sebelum dia sempat meluruskan semuanya dia sudah berdiri di sini. Surabaya. Tapi mungkin sekarang waktunya. Besok. Dia akan jawab besok.***Pagi harinya, Kahfi baru selesai merapikan kerah kemejanya ketika Keina muncul dari arah dapur dengan dua cangkir teh di tangannya.“M

  • Sentuh Aku, Pak!   52. Tidur di Sofa

    Chaka suka suaranya. Penuturan kata yang tenang dan halus. Membuat Chaka yang biasanya kalau ngomong agak teriak jadi sedikit merendahkan oktaf suaranya ketika membalas ucapan Carla."Gue pernah ngeliat lo di lorong gedung FEB beberapa kali, di kantin juga sering. Dan udah pasti lo selalu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-21
  • Sentuh Aku, Pak!   53. Katanya, Cuma Bercanda

    Pukul sembilan pagi Carla terbangun dari tidurnya. Sinar matahari yang menembus tirai jendela membuat kelopak mata Carla mengerut, tangan kanannya lantas terangkat menutupi bagian matanya guna menghalangi silau mentari yang menyengat.Mendengar suara grasak-grusuk dari luar kamar, Car

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-21
  • Sentuh Aku, Pak!   34. Cadangan?

    Carla mengetahui satu hal, Savian telah membohonginya. Carla ingat dengan jelas bahwa hari itu Savian mengatakan bahwa hubungannya dengan Kristal hanya sebatas dosen dan mahasiswi. Tapi ternyata... Carla tertawa renyah untuk sedikit menutupi sesak yang merambat di dada. Ia kira selama i

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-19
  • Sentuh Aku, Pak!   35. "Gue Andrey"

    Savian: Car, kamu masih di kampus? Savian mengusap layar ponselnya untuk bergulir kebawah, men-scroll puluhan pesannya yang sudah satu minggu ini tidak pernah Carla ladeni. Gadis itu hanya membacanya tanpa membalas. Dan nasib pesan yang Savian kirim satu jam lalu pun be

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-19
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status