LOGINTiga tahun lalu, Aurora Lilian meninggalkan cinta pertamanya tanpa pernah menyangka akan bertemu lagi dengannya. Kini, saat Aurora memulai karier sebagai perawat, takdir mempertemukannya kembali dengan Leon Rosmarin—mantan kekasih yang kini menjadi dokter bedah terkenal sekaligus direktur muda rumah sakit tempatnya bekerja. Leon masih sama: dingin, tegas, dan galak. Namun di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka masa lalu yang belum benar-benar sembuh. Sementara Aurora berusaha menjaga jarak, Leon justru terus muncul dalam setiap langkahnya. Bekerja di bawah mantan yang belum melupakannya adalah mimpi buruk. Terlebih ketika perlahan Aurora menyadari bahwa di balik sikap keras Leon, masih ada perasaan yang belum berakhir. Akankah cinta yang pernah hancur menemukan jalan pulang, atau justru meninggalkan luka yang lebih dalam? "Kalau memang sudah tidak mencintaiku, kenapa matamu masih mencariku, Aurora?" ❤️🩹👨⚕️👩⚕️
View MorePesawat yang membawa Leon dan Aurora akhirnya mendarat setelah perjalanan bulan madu mereka selesai.Begitu keluar dari bandara, Aurora menarik napas panjang. Ada rasa berat meninggalkan tempat yang beberapa hari terakhir menjadi saksi kehidupan baru mereka, tetapi ada pula perasaan tenang karena mereka akan kembali ke rumah.Leon berjalan di sampingnya sambil membawa koper.“Kamu kenapa diam?” tanyanya.Aurora menoleh. “Aku sedang berpikir.”“Berpikir apa?”“Bulan madu kita ternyata tidak berjalan sesuai rencana.”Leon mengangkat alis. “Kamu menyebut hampir ada anak tenggelam sebagai bagian dari bulan madu?”“Aku tidak bilang begitu.” Aurora tertawa kecil. “Maksudku, kita pergi untuk beristirahat, tapi malah tetap bekerja.”Leon mengambil tas dari tangan istrinya. “Aku sudah bilang, profesi kita tidak pernah benar-benar bisa ditinggalkan.”“Aku tahu.”“Dan kamu juga tidak bisa melihat orang membutuhkan pertolongan lalu pura-pura tidak tahu.”Aurora tersenyum. “Kamu juga begitu.”Leon
Suara ombak menjadi alarm pertama yang membangunkan Aurora pagi itu.Bukan suara monitor pasien, bukan dering telepon dari ruang perawat, dan bukan pula suara langkah terburu-buru di koridor rumah sakit.Hanya deburan air laut yang datang berulang kali, menyentuh garis pantai lalu kembali menyeret pasir.Aurora membuka mata perlahan.Ia sempat lupa berada di mana sampai pandangannya menangkap jendela besar dengan pemandangan laut di balik tirai tipis. Perempuan itu tersenyum sendiri. Liburan yang mereka rencanakan akhirnya benar-benar terjadi, bahkan tanpa gangguan pekerjaan.Hampir.Karena ketika ia menoleh ke samping, tempat Leon seharusnya berada sudah kosong.Aurora langsung duduk.“Sayangku?”Tidak ada jawaban.Ia turun dari tempat tidur dan keluar kamar. Di balkon, Leon sedang berdiri sambil membawa dua cangkir kopi. Begitu mendengar langkah kaki istrinya, laki-laki itu menoleh.“Kamu bangun.”Aurora menyandarkan tubuh di pintu balkon. “Aku kira kamu kabur.”Leon mengangkat sala
Ciuman Aurora memang sudah menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan Leon.Namun setelah mereka resmi menjadi suami istri, Leon menyadari ada hal lain yang ternyata jauh lebih membuatnya kecanduan.Bukan sekadar wajah cantik Aurora.Bukan pula senyumnya yang selalu berhasil meruntuhkan ketegasan seorang dokter galak.Tubuh perempuan itu.Bukan dalam arti yang kasar, melainkan sebagai sesuatu yang begitu dekat, begitu akrab, dan kini sepenuhnya menjadi bagian dari kehidupan yang ingin Leon jaga.Pagi itu Aurora baru selesai mandi ketika keluar dari kamar dengan rambut masih sedikit basah. Ia mengenakan pakaian sederhana, lalu berjalan menuju meja makan tanpa menyadari bahwa sejak beberapa detik lalu Leon sudah memperhatikannya.“Kenapa lihat-lihat begitu?” tanya Aurora sambil menarik kursi.Leon masih diam.Aurora mengangkat alis. “Sayangku?”“Hmm.”“Jangan bilang kamu sedang memeriksa pasien.”Leon akhirnya tersenyum tipis. “Pasienku sedang sehat.”“Aku bukan pasienmu.”“Benar. Kamu istri
Cuti Leon akhirnya benar-benar dimulai.Tidak ada jas dokter, tidak ada stetoskop yang menggantung di leher, tidak ada suara langkah tergesa menuju ruang operasi, bahkan tidak ada wajah galak yang membuat para dokter muda otomatis merapikan posisi berdiri ketika berpapasan dengannya.Hari itu Leon hanya seorang suami yang sedang membawa koper.Aurora berdiri di depan pintu sambil memperhatikannya dengan senyum kecil. “Sayangku, kamu yakin kita nggak salah bawa koper? Kita cuma pergi beberapa hari.”Leon menatap dua koper di belakangnya, lalu menatap Aurora. “Aku dokter, bukan peramal. Aku nggak tahu apa yang nanti kamu butuhkan.”Aurora terkekeh. “Berarti salahku kalau ternyata setengah isi koper ini nggak terpakai?”“Bukan.”“Lalu?”“Berarti aku yang terlalu sayang sama istriku.”Senyum Aurora langsung berubah lembut.Kalimat sederhana itu selalu berhasil membuat dadanya hangat.Selama berbulan-bulan mereka melewati terlalu banyak hal. Perpisahan selama tiga tahun, ancaman, konspiras
“B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka
Suara Leon terdengar rendah. Namun cukup membuat tubuh Aurora yang gemetar semakin membeku.“Sa-saya…” Suaranya pecah dan terhenti begitu saja. Kebingungan merangkai kata akibat syok dan ketakutan yang masih melanda dirinya.Leon menatap lamat sosok di depannya.Seragam perawat gadis itu terlihat k
Aurora menghela napas panjang sambil menatap pantulan dirinya di cermin kecil ruang ganti perawat.Wajahnya terlihat pucat. Ada lingkar hitam samar di bawah matanya akibat kurang tidur.Semalaman ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian tadi malam. Wajah Leon yang mengerikan terus memen
Pria itu berdiri di sana dengan wajah datar. Tatapannya perlahan menyapu orang-orang di depannya. Memberikan ketegangan kepada mereka sehingga tidak ada yang berani untuk bereaksi.Viona yang tersadar duluan langsung tersenyum kaku.“Dokter Leon,” sapanya cepat, diikuti beberapa orang lain yang iku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore