MasukTiga tahun lalu, Aurora Lilian meninggalkan cinta pertamanya tanpa pernah menyangka akan bertemu lagi dengannya. Kini, saat Aurora memulai karier sebagai perawat, takdir mempertemukannya kembali dengan Leon Rosmarin—mantan kekasih yang kini menjadi dokter bedah terkenal sekaligus direktur muda rumah sakit tempatnya bekerja. Leon masih sama: dingin, tegas, dan galak. Namun di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka masa lalu yang belum benar-benar sembuh. Sementara Aurora berusaha menjaga jarak, Leon justru terus muncul dalam setiap langkahnya. Bekerja di bawah mantan yang belum melupakannya adalah mimpi buruk. Terlebih ketika perlahan Aurora menyadari bahwa di balik sikap keras Leon, masih ada perasaan yang belum berakhir. Akankah cinta yang pernah hancur menemukan jalan pulang, atau justru meninggalkan luka yang lebih dalam? "Kalau memang sudah tidak mencintaiku, kenapa matamu masih mencariku, Aurora?" ❤️🩹👨⚕️👩⚕️
Lihat lebih banyakIjab kabul tidak membutuhkan gedung mewah untuk menjadi sah. Di sebuah ruangan sederhana di KUA, Leon dan Aurora duduk berdampingan di hadapan penghulu dengan keluarga serta beberapa kerabat dekat sebagai saksi. Tidak ada pesta besar, tidak ada sorotan kamera, hanya suasana khidmat yang membuat keduanya sadar bahwa setelah semua kekacauan yang mereka lewati, akhirnya hubungan itu memiliki ikatan yang sah. Aurora duduk tenang dengan wajah sedikit tegang. Di sampingnya, Leon terlihat jauh lebih serius daripada biasanya. Penghulu menyampaikan nasihat singkat sebelum wali hakim memulai akad. Leon menarik napas, kemudian menjawab ijab dengan suara mantap tanpa keraguan. "Qabiltu nikahaha wa tazwijaha..." Setelah saksi menyatakan sah, suasana langsung berubah hangat. Ibu Leon mengusap air mata, ayahnya tersenyum bangga, sementara Florina yang hadir sebagai salah satu kerabat dekat Aurora segera memeluknya. "Selamat, sekarang tidak ada lagi yang boleh menyebut kalian pasangan tanpa st
Di rumah sakit, satu kabar bisa berpindah lebih cepat daripada roda brankar menuju ruang operasi. Begitu seorang pasien dipanggil, beberapa detik kemudian namanya sudah terdengar di meja perawat; begitu seorang dokter keluar dari ruang tindakan, pertanyaan mengenai kondisinya segera menyebar dari satu ruangan ke ruangan lain. Karena itu, Leon selalu tahu bahwa rahasia sebesar apa pun pada akhirnya akan sulit disimpan, terlebih jika menyangkut dua orang yang hampir setiap hari terlihat bersama. Namun pagi itu, yang memenuhi pikiran Leon bukanlah pasien, bukan pula operasi yang sudah menunggunya. Melainkan Aurora. Perempuan yang kini membawa kehidupan kecil di dalam tubuhnya. Leon berdiri di depan jendela ruang dokter sambil menatap halaman rumah sakit. Tangannya masih menggenggam hasil pemeriksaan Aurora, sementara pikirannya berputar pada satu kenyataan yang baru benar-benar mereka sadari. Mereka akan memiliki seorang anak. Kabar itu seharusnya menjadi kebahagiaan. Tetapi di b
Bunyi monitor pemeriksaan terdengar teratur di ruangan kecil itu, berbanding terbalik dengan jantung Leon yang sejak beberapa menit lalu tidak mau mengikuti ritme yang sama. Dokter yang biasanya mampu berdiri tenang di tengah operasi paling rumit kini justru mondar-mandir di depan pintu, sesekali melihat jam, kemudian kembali menatap layar hasil pemeriksaan Aurora.Aurora memperhatikannya dari atas tempat tidur."Leon, duduklah.""Aku baik-baik saja.""Kamu sudah berjalan dari tadi."Leon berhenti."Karena hasilnya belum keluar."Aurora tersenyum tipis. "Kamu dokter, bukan orang yang bisa memaksa hasil pemeriksaan keluar lebih cepat.""Aku tahu.""Tapi?""Aku tetap tidak suka menunggu."Aurora tertawa kecil."Dokter galak ternyata gugup."Leon menatapnya."Aku gugup karena kamu."Jawaban itu membuat Aurora terdiam.Leon mendekat lalu berdiri di samping tempat tidurnya. Tangannya meraih jemari Aurora dan menggenggamnya erat."Seharusnya aku lebih memperhatikan keadaanmu.""Aku juga tid
Kesibukan rumah sakit tidak pernah mengenal kata berhenti. Roda brankar terus melintasi koridor, monitor jantung berbunyi dari balik pintu ruang perawatan, perawat bergantian menerima laporan pasien, sementara dokter berpindah dari ruang pemeriksaan menuju ruang operasi tanpa sempat memikirkan jam kerja yang sudah melewati batas. Di tengah rutinitas itu, kehidupan Leon dan Aurora justru berjalan dengan cara yang berbeda. Mereka masih tinggal di rumah singgah yang disediakan rumah sakit. Tempat itu seharusnya hanya menjadi perlindungan sementara sampai ancaman terhadap mereka selesai, tetapi hari demi hari berlalu dan keduanya mulai terbiasa menjalani kehidupan bersama. Pagi mereka dimulai dengan kesibukan masing-masing. Leon menyiapkan perlengkapan kerja, Aurora memeriksa jadwal dinas, kemudian mereka berangkat bersama menuju rumah sakit. Sore atau malam hari, mereka pulang bersama. Tidak ada lagi kecanggungan seperti beberapa minggu sebelumnya. Aurora bahkan sudah terbiasa me
“B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka
Suara Leon terdengar rendah. Namun cukup membuat tubuh Aurora yang gemetar semakin membeku.“Sa-saya…” Suaranya pecah dan terhenti begitu saja. Kebingungan merangkai kata akibat syok dan ketakutan yang masih melanda dirinya.Leon menatap lamat sosok di depannya.Seragam perawat gadis itu terlihat k
Pria itu berdiri di sana dengan wajah datar. Tatapannya perlahan menyapu orang-orang di depannya. Memberikan ketegangan kepada mereka sehingga tidak ada yang berani untuk bereaksi.Viona yang tersadar duluan langsung tersenyum kaku.“Dokter Leon,” sapanya cepat, diikuti beberapa orang lain yang iku
Aurora menghela napas panjang sambil menatap pantulan dirinya di cermin kecil ruang ganti perawat.Wajahnya terlihat pucat. Ada lingkar hitam samar di bawah matanya akibat kurang tidur.Semalaman ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian tadi malam. Wajah Leon yang mengerikan terus memen












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan