Compartilhar

Bab 14

Autor: Aldo Kapak
Luna menatap Radit dan melihatnya mengangguk sebelum memutuskan untuk keluar.

Hanya tinggal Lilian dan Radit di dalam kamar.

"Kenapa Luna di sini? Kamu tahu aku nggak suka dia."

Lilian duduk di kursi, menggenggam tangan Radit dengan lembut, lalu bertanya tanpa basa-basi.

Radit bisa merasakan kehangatan dan kelembutan tangan istrinya, seperti mutiara yang halus. Dia tidak menarik tangannya dan berkata dengan tenang, "Kalau kamu nggak suka, kita cerai saja."

"Kenapa kamu bicara cerai terus? Aku ng
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 50

    Pukul 10 pagi, Radit tiba di depan kantor Bahtera Konstruksi.Begitu masuk, pemandangannya menakjubkan. Para karyawan tampak sangat bersemangat, bekerja dengan giat.Area kantor dipenuhi suara ketikan keyboard.Tampaknya, pernyataan Rosie dalam konferensi pers itu sangat efektif dan menginspirasi.Radit menggelengkan kepala, berpikir dalam hati, ‘Kalian belum tahu, bos kalian sebenarnya sudah kehabisan uang. Semua itu cuma janji-janji kosong.’‘Tapi, selama aku ada di sini, aku akan mengubah janji-janji kosong itu menjadi kenyataan.’Setelah masuk ke ruang kantor Rosie, gadis itu berseru gembira, "Pak Radit!"Radit mengangguk dan bertanya, "Bagaimana situasinya sekarang?"Rosie menggelengkan kepala. "Kurang optimis. Di rekening perusahaan cuma ada 20 miliar, dan aku sendiri punya 40 miliar. Ditotal pun cuma 60 miliar. Belum ada apa-apanya sama sekali, nggak cukup untuk memulai proyek."Bahkan chef terhebat pun tidak bisa memasak tanpa nasi. Sebagus apa pun rancangan arsitekturnya, tida

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 49

    Sambil berbicara, Lilian mengulurkan jari-jarinya yang halus dan menggambar lingkaran-lingkaran di dada Radit.Radit tidak bergeming. Dia hanya mengeluarkan kotak itu dan memperlihatkannya. "Lihat, ini gaun tidurmu bukan? Aku dapat paket ini tadi siang."Lilian merasa bingung. Dia membuka kotak itu, dan ekspresinya seketika berubah. Dia langsung membuangnya ke tempat sampah sambil berkata, "Siapa kirim barang begitu? Menjijikkan.""Harusnya aku yang tanya. Itu kan gaun tidurmu?" Radit menanyai dengan nada menuduh.Sikapnya membuat Lilian marah. Sambil menuding tempat sampah, dia berkata, "Apa maksudmu? Kamu nggak bisa lihat jebakan segampang itu? Itu cuma baju bekas, bahkan belum tentu milikku, tapi kamu langsung curiga dan ingin memancingku bicara. Aku bahkan sudah lupa gaun tidur ini, mungkin sudah kubuang sejak lama. Kalau nanti orang lain mengirim celana dalam padamu, apa kamu akan menceraikanku? Radit, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Radit mengibaskan tangannya. "Jangan marah.

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 48

    Pengirimnya tidak diketahui, membuat Radit merasa bingung. Dia tidak membeli apa-apa.Tanpa berpikir lebih lama lagi, dia langsung membuka kotak itu dan menemukan sebuah gaun tidur sutra yang kusut, dengan secarik kertas di dalamnya.[Gaun tidur Lilian nggak sengaja tertinggal di tempatku. Tolong bantu kembalikan padanya, terima kasih.]Mata Radit berkedut, wajahnya mendung.Ini adalah gaun tidur berwarna merah muda, bahannya lembut dan sangat halus, tapi sekarang dipenuhi noda-noda yang mengeras, membuat gaun tidur itu kusut dan berkerut-kerut.Ini gaun tidur milik istrinya, tentu saja dia tahu.Karena istrinya dulu sangat menyukai gaun tidur tanpa lengan ini. Radit juga suka melihatnya mengenakan ini, membungkus tubuhnya yang montok, sangat cantik dan seksi.Namun, dia sudah lama tidak pernah melihat istrinya mengenakan gaun tidur ini.Tak disangka, hari ini muncul lagi."Awas saja kalau aku tahu siapa orangnya!" Radit mendesis tajam.Kemungkinan besar bukan Victor, karena istrinya k

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 47

    Seseorang seperti ayah Rosie seharusnya tidak berpikiran sempit, bukan?Seorang tokoh besar di dunia bisnis seharusnya dapat melihat keuntungan di balik ini, apalagi gambar desainnya sudah diberikan kepadanya.Dia pun berkata, "Oke, aku mengerti. Soal uang, kita tunda dulu. Hari ini istirahat, besok kita bicarakan lagi."Dia menutup telepon, masih benar-benar bingung.Jika proyek ini berjalan lancar dan hasil rancangan dapat ditampilkan dengan sempurna, manfaatnya bagi Bahtera Konstruksi tentu saja sangat besar.Bahkan bisa menjadi tolok ukur industri konstruksi.Karena ini adalah proyek yang akan mengangkat nama Selanta, bahkan gubernur dan pejabat pemerintah tidak akan berpandangan sempit.Nantinya, Bahtera Konstruksi akan jadi terkenal. Semua orang tahu akan tahu perusahaan ini hanya mengerjakan bangunan berkualitas tinggi. Dengan begitu, proyek-proyek yang diterima di masa depan pasti juga berkualitas tinggi. Menghasilkan uang pun akan menjadi hal yang mudah.Empat ratus miliar ini

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 46

    "Ketiga, kapan proyek ini akan selesai?""Ini adalah satu hal yang sangat saya sesalkan. Karena Bahtera Konstruksi mengutamakan kualitas, Panti Jompo Asri tidak dapat diresmikan tepat waktu. Saya akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul akibat keterlambatan ini. Mari kita lihat bersama ...."Sambil berbicara, Rosie menekan tombol remot di tangannya.Di layar besar di belakangnya, muncul gambar-gambar visualisasi desain Panti Jompo Asri setelah selesai dibangun nanti.Seketika itu juga, suasana menjadi riuh.Seiring bergulirnya gambar-gambar tersebut, para hadirin semakin terkejut, bahkan terpesona!Sebuah pikiran muncul di benak mereka. Jika selesai dibangun, pasti akan menjadi bangunan ikonik di Selanta!Dibandingkan dengan rancangan sebelumnya, bisa dibilang perbedaannya bagaikan langit dan bumi.Para pejabat pun tercengang, mulut mereka menganga lebar.Rosie tersenyum lembut dan berkata, "Ini rancangan yang dipesan oleh Bahtera Konstruksi dengan biaya sepuluh

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 45

    Luna masuk dan tersenyum tipis kepada Rosie.Wajah Rosie pun memerah, dia batuk pelan dan berkata, "Gambar rencananya sudah ada, jadi selanjutnya bagaimana?"Radit mengembuskan napas panjang, perasaannya yang bergejolak perlahan mereda. Dia berkata, "Saatnya keluarkan kartu as kita. Besok kita adakan konferensi pers, perlihatkan rancangannya, dan tekankan bahwa semua biaya pembangunan ditanggung oleh Bahtera Konstruksi. Setelah konferensi pers, semua opini negatif akan mereda, dan selanjutnya akan berjalan lancar!""Ya!"Rosie setuju, lalu mereka mendiskusikan beberapa detail lagi sebelum Radit pergi.Dia tidak berani berlama-lama di sana. Luna tidak bisa diandalkan, dan dia sendiri cacat. Dia harus waspada hadapan Rosie, tidak boleh ada kesempatan untuk berdua saja.Setelah keduanya pergi, Rosie buru-buru berlari ke ruang istirahat di dalam kantor.Dia mengingat kejadian tadi dan menunduk malu-malu. "Pantas saja istrinya nggak mau melepaskannya ...."Tiba-tiba, dia terpikir sesuatu da

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status