Masuk_Berdasarkan Kisah Nyata_ Enam tahun kamu menikah dan selama itu pula, kamu masih perawan. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, selama suami tidak menyentuhmu. Bukan! Lebih tepatnya, suami tidak mampu menggaulimu. Suami impoten? Yakin bisa bertahan?
Lihat lebih banyak“Beautiful,” he murmured, I was standing with my eyes down, I didn't know for some reason, I didn't feel like looking at him, The way his eyes were locked on me was chilling enough to keep me gulping hard.
I stood still in my track like an obedient puppy. I fetched hard to muster up my courage but it wasn’t ready at any cost to be in my favour so I ended up deciding not to glance him.
Obviously, I didn't want my cause of death to be too stupid, His eyes walked around my body progressively, clearly scanning me up.
“Come here,” He said while patting his thighs and my feet automatically moved toward him for not giving him a chance to hurt me.
As I reached under his range, he grabbed my forearm and pulled me to him, I grimaced in pain, “Ahh ouch,” a tear dropped from my eye, my body shaking and my eyes mouthlessly asking him to let me go and choose someone else.
What he did was not what I wanted to happen with me again. I don’t want to take my last breath in pain where this inhuman hellion would rape me violently, again. I won't be able to bear the torture repeatedly. Even the thought of him tearing me again ripped my soul into uncountable bits.
He bent ahead to a level where our lips were inches away, his face was covered with a frown in concern; acted as he cared. His fingers held my chin gently and mouth spoke “Sweetheart, are you hurt? Tell me who? who dared to?” He was so drunk that he couldn’t comprehend what he was speaking. Even in his defenseless state, his tone held demand than a request.
Those brown eyes were confusing; on one hand, they had a shade of power and authority, furthermore at the same time, the flip side held promises of love and protection.
No, it’s all a trap. Think, Lana, think, why in the world would he love you? the only thing he is doing is playing with you and your feelings because that’s what he regularly does, it’s his way to trap people and then break them. It’s normal for him to manipulate girls like you. Look around you, look at these girls who are wearing nothing but a sheer dress which is barely covering their skin, it’d be an injustice to say that they are wearing something called clothes because they are openly exposed to hungry wolves around them and if that’s what this man expects me to wear then it’s never in the dear world going to happen.
Confusion within me only overgrew. I’m damn sure he’s only pretending so he can cage me here. Who am I to him? A priceless slut? Maybe he treated every girl to mend her into this woeful creature. Maybe he still treats all his mistresses this way.
I shook my head rather than speaking. I was at a loss of words.
“Wor-ds! Kitten!” he pressed each of the words with a longing to hint me his hypersensitivity. I spontaneously answered him the response in words. His face calmed a little bit,
“No one hurts what’s mine, now tell me kitten who,” he sounded dead-serious concerned. He wrapped one of his arms around my back and pushed me further into his body.
I sensed discomfort in his men. Their gestures were having slight changes momentarily and It was clear to me how obnoxious the situation is for them.
I was observing the situation whereas the grip tightened and I shifted my attention towards the man who seemed to inquire an answer. When I witnessed his face, my body reacted inwardly, pools of complex thoughts were a part of it,
“Don’t you dare to have a soft corner for him. If you give him a ray of hope to play with you, you wouldn’t be able to win him over. Stop him no matter what, tell him it’s him. Only him. Do not let him get your heart, you are not in your right mind. Don’t let him use you. Think about it. Think about it fast Lana. This is all false.” My conscience scolded me to keep believing in the actuality.
I was in a dilemma until I recalled that very tortuous night with him. My eyes changed it’s tone before he could hunt down any warm sentiments for him. He saw it. He read it all, my thoughts in me which were all on my face display, instantaneously caught his attention. He stared at me and I glared back in return,
“You! you hurt me, you are the thing I need to be away from, first your men kidnapped on your orders, humiliated me and thousands of other captives, and when I tried to escape you, you tore my whole soul far away. You are the person I need to stay away from.” As I strived to get away from him and his grip, he tightened the grip to the level where It’d leave bruises once he stopped, he kept hurting me, and then I shouted, “LET ME GO!” I continued to struggle where every single entity shot their eyes on the scene. I kept yelling and sobbing.
I sensed one of his men stood ahead and said, “Armando, give me a green light. I’ll gladly accept a chance to rip this whore into twos. she fucking needs a rod in he...” He stopped right there in his tracks when he earned a glare from who?... Ar... Armando.
No, this can’t be him. Please don’t let it be him.
I stopped fighting him when I finally realized that I wasn’t caged by an ordinary person but the mafia leader El Veneno. He was a person who was feared by the entire Spain, then who am I to fight over him? He is really a monster, a man who is a killer, a drug dealer, a human trafficker, and a rapist.
And with the painful reality, I’m his victim too.
He is the monstrous Armando De Luca.
****
Hi, before you start let me tell you that I wrote this story when I was really, really young. The age you wouldn't even want to imagine when I wrote this down. So, if you find it cringy at some point just know that I was in a learning phase, still am, but got better.
But at least, do give it a try.
Edisi Malam Jumat"Wajahmu mengerikan sekali." Zamir menatap sinis Rena yang masih mendekam dalam penjara. Hari ini adalah tahun keenam ia dihukum. Masih ada empat tahun lagi yang harus ia lewati di dalam penjara untuk membayar semua perbuatannya yang telah merugikan banyak orang, sekaligus melakukan tindakan hampir membunuh seseorang dengan sengaja."Kalau lu kemari cuma mau mengejek gue, sebaiknya lu pergi aja!" Rena bangun dari duduknya dan bermaksud meninggalkan Zamir. Lelaki teman tidurnya sekaligus lelaki yang membuat semua rencananya yang hampir menguasai harta Erlan berhasil."Raka menikah hari ini. Pestanya sangat meriah. Apa kau tidak ingin lihat, bagaimana kebahagiaan kembali padanya? Heh, wanita yang pernah ia nikahi, kembali menjadi istri sahnya dan kau tahu, dia akan menjadi salah satu penerus keluarga Teja Corp. Ah, satu lagi ... Erlan juga
PTM 48Hari pernikahan besar antara Siwi dan Raka digelar di sebuah hotel bintang tiga milik Teja yang baru saja sebulan resmi beroperasi. Berlangsung di ballroom yang cukup megah dan luas, pasangan Siwi dan Raka-lah yang pertama kali menggunakan tempat itu sebagai lokasi sakral mengucapkan janji suci pernikahan. Ruangan yang dengan kapasitas menampung maksimal kurang lebih seribu lima ratus orang. Namun tidak perlu khawatir dengan kapasitas maksimum itu, karena tamu dijamin tidak akan berdesakan dan penuh karena area foyer dari ballroom ini sangat luas.Ada yang menarik dari acara pernikahan anak pemilik hotel baru di Jakarta ini, tidak adanya pelaminan megah, tempat tamu memberikan doa dan selamat. Lalu di mana kedua pengangtin itu akan duduk? Siwi dan Raka memiliki konsep bahwa mereka yang akan berkeliling menyambut tamu yang datang. Kenapa tidak ada pelaminan dalam sebuah pesta pernikahan? Bukankah pelaminan itu hal wajib dalam sebuah pe
6 Tahun KemudianHari Sabtu yang begitu dinantikan oleh anggota keluarga besar Teja dan Ria pun tiba. Hari yang akan dilangsungkannya pesta ulang tahun Ayumi; cucu mereka yang telah berusia delapan tahun.Pesta digelar dengan meriah di dalam rumah Teja yang baru saja selesai direnovasi. Yah, setali tiga uang. Sambil mengadakan pesta ulang tahun, Teja juga mengadakan syukuran acara rumah barunya yang semakin bagus dan mewah. Ada beberapa tamu artis dan petinggi yang datang memberikan selamat.Pesta yang digelar di dalam ruangan, tetapi juga tamu dipersilakan untuk menikmati pemandangan luar rumah yang sangat asri. Teja berhasil mendesign rumahnya dengan ide dan sesuai keinginannya sendiri. Begitu melihat hasilnya, ia sangat puas.Semua tamu yang datang ke rumahnya tentu saja membawa banyak kado untuk Ayumi. Gadis kecilnya yang semakin hari semakin cantik d
Rena terus saja menggaruk tubuhnya yang terasa sangat gatal. Tidak hanya di kedua kaki dan tangan, Rena juga mengalami rasa gatal di leher dan juga wajahnya. Entah apa yang terjadi sehingga tahanan lain tidak mau satu sel dengan Rena, karena amat jijik dengan bau busuk serta kudis yang muncul di permukaan kulit wanita itu.Seorang dokter sudah didatangkan untuk memeriksa Rena dan ia pun sudah diberikan salap dan juga obat yang harus diminum sehari tiga kalia agar rasa gatalnya hilang. Namun sangat disayangkan, wanita itu masih terus menggrauk seluruh tubuhnya. Jangankan tahanan lain, sipir penjara dan pengacaranya saja tidak sanggup duduk berlama-lama di dekat karena karena bau bangkai seperti bangkai tikus tercium hidung mereka. Rena pun hampir frustasi dengan keadaannya yang sangat menyedihkan. Tidak ada siapapun yang bisa menoleongnya, karena kedua orang tuanya juga masuk ke dalam penjara, karena kasus penggelapan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat