"Hah? Kamu malah merasa jadi korban? Aku yang lebih sedih! Hari ini hari jadi pernikahan kita, tapi kamu malah kencan dengan pria itu. Pernahkah kamu pikirkan perasaanku?"Radit juga merasa frustrasi, jadi dia mencurahkan isi hatinya.Lilian terkejut. Dia melihat kemarahan suaminya dan merasakan kesedihan dalam hatinya. Air matanya mengalir, dan dengan bibir cemberut dia bertanya, "Jadi, apa kamu mencintaiku?""Menurutmu?" Radit mendengus.Lilian menangis sambil tertawa. "Sayang, aku mencintaimu!"Satu jam kemudian, Lilian bersandar di kepala tempat tidur, berkata dengan manja, "Sayang, aku lapar."Radit beristirahat sejenak dan memulihkan diri. Dia mengangguk dan keluar dari kamar untuk menyiapkan makanan.Melihat punggung kekarnya keluar melewati pintu, tatapan Lilian menjadi rumit.Orang bilang pernikahan itu seperti memakai sepatu. Hanya diri sendiri yang tahu apakah pas atau tidak.Lilian tahu bahwa dalam banyak hal, Radit adalah sepatu yang paling pas untuknya. Lembut, perhatian,
Baca selengkapnya