Short
Shock of My Death

Shock of My Death

By:  Kitty DairiesCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
8Chapters
1.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

I used to be the most promising composer of my generation. But while I was working on my latest piece, my husband Charles Lambert's childhood friend destroyed everything I had. She slashed my face, stole my compositions, and set fire to my house—leaving me to burn alive alongside the kitten I'd just adopted. Then, as if my death were just a spark for her success, she posted my compositions online, claiming I'd plagiarized her. And people believed her. Everyone did. Strangers on the internet sneered and spat my name, and my own husband, Charles, chose to believe her over me. Even the International Musical Society rescinded my award and handed it to her without a second thought. My students, who once followed me loyally, were now fawning over her. I became the laughingstock of the entire internet—mocked, discredited, erased. It wasn't until a week later, when someone stumbled upon the charred remains of my lakeside studio, that they found what was left of me.

View More

Chapter 1

Chapter 1

"Clara, kamu sudah pikirkan baik-baik? Kamu sungguh mau dipindahkan ke Rumah Sakit Joria?"

Martin Johanus, kepala rumah sakit, memegang surat permohonan mutasi Clara Sengadi dan menatapnya dengan heran.

Bulu mata Clara sedikit bergetar. Dia tersenyum pahit. "Aku sudah memikirkannya."

Melihat Clara telah mengambil keputusan, Pak Martin pun menghela napas dan menandatangani permohonan mutasi itu.

Clara keluar dari kantor kepala rumah sakit. Di koridor, dia bertemu Jason Horman, Sindy Wongso yang mengenakan jas putih, beserta anak laki-lakinya.

Langkahnya terhenti sejenak.

Yang terlihat adalah pemandangan indah keluarga beranggotakan tiga orang.

Sindy menggandeng tangan anak laki-laki itu dan berjalan berdampingan dengan Jason. Anak laki-laki itu menggenggamnya dengan tangan satunya dan tersenyum ceria.

Adegan ini pastinya membuat Clara tidak nyaman.

Jason memperlakukan Sindy dan anak laki-laki itu dengan kesabaran dan kelembutan yang belum pernah dialami Clara sebelumnya.

Clara tahu Jason membencinya.

Sindy adalah cinta pertama Jason. Dulu sewaktu Clara membuat kesepakatan dengan Nenek Ratna Yuniar dan menikahi Jason sesuai keinginannya, dia baru tahu kalau mereka berdua putus.

Bagi Jason, Clara adalah wanita kejam yang memanfaatkan situasinya dan menggunakan berbagai cara untuk menjadi Nyonya Horman.

Namun, Jason tidak tahu.

Clara mengenal Jason lebih awal dari Sindy. Hanya saja, pria itu tidak mengingatnya lagi...

Clara berpikir asalkan dia menikah dengan Jason, pria itu akan mengingatnya.

Dia juga mengira bisa menghangatkan hati Jason yang dingin.

Namun, Clara sepenuhnya salah.

Jason membencinya.

Bagaimana mungkin pria itu akan mencintainya?

Kalau tidak, setelah enam tahun menikah, kenapa Jason mengatakan kepada publik bahwa dirinya masih lajang? Dia juga berpura-pura tidak mengenal Clara.

"Dokter Clara?" Sindy melihatnya.

Jason mengerutkan kening dan menatapnya.

Seolah-olah takut Clara akan mengungkapkan hubungan mereka.

Penghindaran Jason membuat hati Clara sakit sesaat, tetapi dia segera menenangkan diri. "Bu Sindy, Pak Jason."

Jason baru-baru ini berinvestasi di Rumah Sakit Pusat dan sekarang menjadi pemegang saham rumah sakit.

Namun, Clara tahu pria itu berinvestasi di rumah sakit bukan karena dirinya, tetapi demi Sindy.

Sejak Sindy kembali ke tanah air, Jason-lah yang mengatur agar wanita itu bekerja di sana. Begitu tiba di rumah sakit, Jason langsung memberinya posisi direktur bedah.

Semua orang di rumah sakit tahu Sindy mendapat dukungan dari Jason. Namun, Jason sendiri tidak pernah menjelaskan tentang rumor yang beredar di rumah sakit, yang mana menyebutnya sebagai pacar Sindy.

Sindy tidak segan menggenggam lengan Jason dan berkata, "Dokter Clara, kamu terlalu sungkan. Di rumah sakit ini, kamu adalah seniorku. Aku baru saja bergabung, jadi masih butuh arahan dari Dokter Clara."

Sebelum Clara sempat bicara, anak laki-laki di samping memeluk Jason dan berkata, "Ayah, aku capek. Ayah gendong aku ya?"

Ekspresi Clara tiba-tiba berubah.

Anak itu memanggilnya ayah?

Sindy berpura-pura marah. "Stefan, kok asal panggil begitu?" Sembari berbicara, dia juga menatap Jason dengan ekspresi bersalah. "Maaf, Jason. Anak-anak nggak ngerti."

Jason melirik Clara sekilas. Ekspresi wajah pria itu tidak menunjukkan emosi. Dia hanya menggendong Stefan Wongso dan berkata, "Nggak apa-apa."

"Aku suka Ayah Jason!"

Stefan memeluk lehernya dan berkata dengan manja, "Alangkah baiknya kalau Ayah Jason adalah ayahku!"

"Kamu benar-benar, deh." Sindy mengetuk pelan kepala anaknya.

Clara mengepalkan tangannya.

Dia belum pernah melihat Jason yang begitu lembut dan penuh perhatian seperti ini.

Sudahlah.

Lagi pula, Clara tidak bisa menghangatkan hati pria itu.

Begini juga bagus.

Clara memaksakan diri untuk menahan kesedihan di hatinya. Dia berjalan melewati mereka bertiga dan memasuki lift.

Kenyataan bahwa Clara mengajukan permohonan pindah belum dipublikasikan. Dia juga tidak memberi tahu hal itu pada Jason karena merasa tidak perlu.

Toh, pria itu mungkin juga tidak tertarik.

Clara menyetir ke rumah lama Keluarga Horman. Dia berdiri di luar pintu dan membunyikan bel.

Tak lama kemudian, pengasuh, Lina Suadi keluar dan membukakan pintu. "Nyonya Clara, kamu sudah kembali?"

"Nenek ada di rumah?"

"Nyonya Ratna ada di rumah. Silakan masuk." Bi Lina sangat sopan pada Clara.

Nyonya Ratna adalah tetua yang sangat dihormati di Keluarga Horman. Setelah kakeknya Jason meninggal, urusan Keluarga Horman, baik besar maupun kecil, semuanya ditangani oleh Nyonya Ratna.

Nyonya Ratna berasal dari wilayah Selatan. Keluarganya adalah seorang konglomerat bisnis di wilayah Selatan. Semasa mudanya, dia adalah wanita yang kuat dan teguh. Meskipun ibu mertua tidak menyukainya, juga tidak berani mempersulitnya di depan Nyonya Ratna.

Bi Lina membawanya ke ruang sembhayang. Nyonya Ratna sedang berlutut di atas bantal sambil menggerakkan gelang Bodhi di tangannya.

"Nyonya Ratna, Nyonya Clara datang."

Nyonya Ratna perlahan membuka matanya dan menoleh, "Ayo duduk di sini."

Setelah Bi Lina pergi, Clara ikut berlutut di samping Nyonya Ratna dan memuja patung Buddha dengan khusyuk.

Nyonya Ratna percaya pada ajaran Buddha. Dia sering pergi ke kuil untuk membakar dupa. Apalagi, sekali pergi bisa sampai setengah bulan.

"Nenek, aku mau cerai sama Jason."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status