Short
Shock of My Death

Shock of My Death

Par:  Kitty DairiesComplété
Langue: English
goodnovel4goodnovel
8Chapitres
2.5KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

I used to be the most promising composer of my generation. But while I was working on my latest piece, my husband Charles Lambert's childhood friend destroyed everything I had. She slashed my face, stole my compositions, and set fire to my house—leaving me to burn alive alongside the kitten I'd just adopted. Then, as if my death were just a spark for her success, she posted my compositions online, claiming I'd plagiarized her. And people believed her. Everyone did. Strangers on the internet sneered and spat my name, and my own husband, Charles, chose to believe her over me. Even the International Musical Society rescinded my award and handed it to her without a second thought. My students, who once followed me loyally, were now fawning over her. I became the laughingstock of the entire internet—mocked, discredited, erased. It wasn't until a week later, when someone stumbled upon the charred remains of my lakeside studio, that they found what was left of me.

Voir plus

Chapitre 1

Chapter 1

Jika kesialan adalah tropi penghargaan dia akan memilikinya segudang penuh. Berkali melompat, menghindar, hingga mengubur bulat-bulat nasib buruk. Dia selalu jadi pemenang dalam perlombaan sebagai tumbal.

Anniversary kedua. Saat tangan membawa hadiah dan kue cokelat merah muda Ayu melihat sang calon suami bercumbu mesra dengan adik satu-satunya. Di apartemen yang ia cicil. Di sofa merah marun yang dia beli tahun lalu.

"Jangan salahkan Kak Baskara, Kak! Semua salahku! Maafkan aku...," pinta si adik bersimpuh meminta pengampunan. Dia terisak. Akan tetapi suaranya terasa seperti sebuah tawa kemenangan.

Kaku. Tubuh perempuan yang dikhianati tak mampu memberi respons terbaik. Dia hanya mampu berdiri dengan tatapan hambar. Tak ada makian. Tak ada kekerasan brutal.

"Sayang ayo bangun. Aku enggak mau anak kita yang ada di dalam perutmu kesakitan."

Ucapan calon suami Ayu menyadarkan si wanita dari situasi miris. Perempuan itu buru-buru menoleh. Dia melempar tatapan sinis sekaligus jijik.

"Anak?"

Pandangan Ayu berubah. Telaga matanya beriak dengan menyembunyikan amarah yang tertahan. Baskara menarik tangan Sita untuk berdiri di belakang. Lelaki itu tahu Ayu akan meluapkan kekecewaan sekaligus amarah setelah ini.

"Ayu. Begini,” tutur Baskara dengan tatapan bimbang. Dia tidak sungguh-sungguh tangguh menatap sang tunangan. “Aku dan Sita sudah lama menjalin hubungan. Beberapa bulan setelah pertunangan kita."

"Apa?" Ayu memberi penekanan. Sementara sang pengkhianat tak melanjutkan ucap. Dia berpaling menatap Sita dan menggenggam hangat. Ayu tak menyangka si adik akan sejauh ini. Dia tahu sejak dulu Sita memiliki kebiasaan merebut sesuatu darinya. Tapi seorang kekasih adalah yang terburuk.

Wajah Ayu merah padam. Wanita itu mencengkeram erat paper bag berisi hadiah dan kue anniversary yang seharusnya jadi barang spesial.

Dia berusaha menatap kedua orang tanpa melayangkan tamparan. Dia terus bertanya-tanya. Apa salahnya? Mengapa gadis bergaun cyan itu mempermainkan hidupnya? Mengapa juga kekasih terlalu gampang tergoda?

"Kami saling cinta, Ay.”

"Bullshit, Bas!"

"Sungguh! Sita hamil anakku sekarang!"

Deg! Detak jantung yang tak keruan makin memburu perkara sebuah janin bersarang pada si adik kurang ajar. Ayu menatap lekat calon suami. Lelaki itu sudah buta dan tuli. Memilih si adik daripada bakal istri yang bertahun-tahun menemani.

"Kamu serius mengatakan ini?" tanya Ayu memastikan. Genangan air mata berkumpul dan bersiap luruh. Namun Ayu tidak ingin terlihat lemah. Sekuat tenaga dia menahan emosi sekaligus benci yang memberontak.

"Kamu tahu, Ay? Selama ini kita enggak cocok. Kamu terlalu fokus dengan pekerjaanmu. Aku cuma bagian kecil yang enggak akan terlihat besar di mata kamu,” ungkap Baskara untuk pertama kalinya. Dia menunduk sejenak kemudian menggelengkan kepala tanda tak kuat.

"Dua tahun, Bas. Setelah dua tahun pertunangan kenapa baru bilang kita enggak cocok? Aku nemenin kamu buka usaha mebel dari nol. Aku bantu persiapan bahan dan cek finishing saat kamu belum bisa bayar lebih karyawan. Sekarang kamu bilang kita enggak cocok dan aku kurang perhatian?"

Ayu menggebu. Dia melempar paper bag yang sedari tadi dipegang ke arah Baskara. Lelaki itu kelabakan. Dia mampu menangkap satu tas dan terlihat box jam tangan Hamilton edisi terbaru.

"Katakan sekali lagi kalau kamu selingkuh dengan Sita karena kita enggak cocok," tutur Ayu parau.

Baskara bimbang. Bibirnya terkatup tanpa bisa melawan. Di sisi lain Sita menarik ujung lengan kemeja. Terdengar gumam dengan rona gelisah. Sang calon ayah langsung bereaksi tegas dan siap membela si selingkuhan.

"Aku lebih bahagia dengan Sita, Ay."

"Sungguh?”

“Kamu bukan apa-apa sekarang.”

“Astaga, Bas..."

Ayu mendengkus. Perempuan itu menunduk tajam sambil memegangi kepala yang mulai nyut-nyutan. Dia mengumpat dalam hati. Bukan untuk Baskara ataupun Sita. Tetapi untuk dirinya sendiri. Dia terlambat menyadari semua rahasia. Bertahun dia membangun istana cinta. Lalu segalanya runtuh hanya dalam semalam.

"Kenapa?" tutur Ayu lirih. Dia memberi sorot mata menyayat hati. Anehnya tatapan itu membuat si wanita begitu indah nan memabukkan. Rambut gelombang yang ia tata berjam-jam. Bibir tipis rona peach. Hingga kemeja putih berbalut cardigan soft pink membuatnya begitu menawan. Andai tak ada Sita di sana, Baskara akan kembali hanyut pada pemilik mata indah bola pingpong.

"Aku... aku butuh seorang perempuan yang bisa mendukungku di belakang, Ay. Bukan perempuan yang malah memunggungiku seperti kamu."

"Kapan aku memunggungimu? Jika kamu memang menginginkan Sita kenapa enggak sejak awal kamu pilih dia?" gertak Ayu. Nada bicaranya meninggi. Dia tidak bisa memahami situasinya lagi.

"Saat itu aku kira kamu bisa jadi support sistem-ku. Tapi kenyataannya hampir setiap saat kamu terlihat unggul. Sita yang selalu ada untukku. Dia lembut dan penyayang. Aku lebih nyaman dengan sosok pendamping yang manis dan menghiburku di belakang."

"Baskara Nareindra!"

Panggilan keras ditujukan pada sang kekasih. Ayu sungguh tak mampu melihat sisi baik dari dua orang yang berkhianat. Kini hanya dia yang hancur. Sementara Sita seolah menyeringai senang di balik bahu lelaki yang terjebak cinta palsu.

Ayu yakin Sita menjalani setengah hati. Dia hanya ingin merebut apa yang Ayu miliki. Dia senang jadi pemenang dan melihat Ayu jadi pecundang.

"Pernikahan kita sebulan lagi! Bisa-bisanya kamu bertingkah gila begini?"

"Aku akan membatalkan pertunangan dan menikahi Sita bulan depan," tegas Baskara dengan raut muka meyakinkan.

"Wah, kalian benar-benar mengagumkan. Di situasi ini kalian enggak merasa bersalah padaku?" tanya Ayu tak habis pikir. "Sita, katakan sesuatu! Jangan pura-pura bodoh!" bentak Ayu geram.

"Jangan meneriakinya! Sita hamil dan emosinya enggak stabil," balas Baskara tak kalah lantang.

"Bagaimana denganku? Apa menurutmu emosiku stabil melihat kekasihku berselingkuh dengan adikku sendiri?" ujar Ayu sengit. Perempuan itu memukul dada dengan kepalan tangan.

"Sayang..."

Sita memanggil Baskara pelan. Gadis itu limbung. Dengan sigap tunangan Ayu menangkap tubuh mungil Sita. Sementara sang kakak mengernyitkan dahi. Entah sandiwara apalagi yang akan menyelimuti.

"Jangan pura-pura lemah, Ta," celetuk Ayu kesal.

"Jaga ucapanmu, Ay," balas Baskara seraya melirik tipis.

"Ha?"

"Aku tahu selama ini kamu enggak pernah memandang Sita sebagai adik. Padahal keluarga Sita sudah berbaik hati merawatmu,” celetuk Baskara menyudutkan mantan kekasih.

"Jangan buat masalah melebar, Bas,” ujar Ayu peka. Dia tahu lelaki itu akan mengeluarkan segala hal yang bisa membuat posisi Sita tak berdosa.

"Dari sudut manapun kamu perempuan jahatnya. Sita yang lemah selalu jadi bayang menyedihkan karena kamu."

"Dia? Menyedihkan? Harusnya aku yang mau pingsan sekarang. Kalian berselingkuh di belakangku sampai-sampai si Sita hamil!" tegas Ayu dengan amarah yang tersangkut di tenggorokan. "Ta, kamu tahu dia tunanganku! Kenapa kamu ngelakuin semua ini?"

"Kak Baskara bilang enggak bahagia bareng Kakak,” jawab si adik takut-takut. Dia menekuk wajah dengan kesan sendu dan gelisah yang memuakkan. Ayu menyeringai. Dia hampir tertawa melihat sandiwara si adik yang dia tonton sejak dua puluh tahun belakangan.

"Hebat! Kalian berdua memang serasi,” canda Ayu getir. Wanita itu tak minat menangis maupun meraung seperti betina serigala yang sakit hati. “Oke. Terserah mau kalian. Batalkan saja pertunangannya. Silakan menikah tapi tolong keluar dari sini. Ini apartemenku,” tegas Ayu akhirnya.

"Enggak bisa. Apartemen ini atas namaku, Ay."

"Tapi aku yang mencicil bulanannya, Brengsek! Kuberi waktu tiga hari. Keluar dari apartemen ini atau aku akan membuatnya semakin alot."

Ayu jengah. Dia merapikan pakaian dan berbalik menuju pintu. Dari arah belakang Baskara menyusul. Dia merenggut pundak sang tunangan dengan napas memburu.

"Ay! Kenapa kamu sejahat ini? Apartemen ini akan ditinggali adikmu. Seharusnya kamu berbaik hati."

"Berbaik hati? Setelah semua yang kalian lakukan? Kalian benar-benar enggak waras!"

"Tunggu dulu, Ay! Ayu!”

Baskara coba mencegah kepergian Ayu. Namun Perempuan yang terluka hanya bisa melarikan diri. Marah, sedih, dan sesal mencekik leher hingga napas yang berembus tak benar-benar lebur. Dadanya panas. Sesak. Dia kira sang kekasih akan jadi suami impian tak tergantikan. Nyatanya malah Ayu yang didepak. Calon suami yang dia perjuangkan akan berubah jadi adik ipar. Ditambah dia akan memiliki ponakan dari hubungan menjijikkan yang terjadi di belakang.

"Bodoh!" bentak Ayu sendirian. Dia memencet tombol lift menuju lobi. Saat berada di kotak sunyi itu tanpa sadar air mata turun. Dia menggigit ujung bibir. Kemudian mengertakkan gigi kuat-kuat.

"Sial. Seharusnya aku ambil lavender di studio sebelum pergi,” gerutu Ayu sambil mengusap air mata. Saat keluar lift ekspresinya kembali. Tenang. Anggun. Tak menyiratkan kesan sayu sedikitpun.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Pas de commentaire
8
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status