LOGINIn the dark corners where desire is a weapon and pleasure comes at a cost, nothing is ever simple and no one escapes untouched. This collection of twisted, explicit tales drags you into the depths of forbidden cravings where pleasure and pain blur and surrender is the only escape. You’ll surrender to: - The commanding touch of a dominant stranger who knows exactly how to make you beg for more. - The slow, teasing exploration between a stepbrother and his stepsister as the line that’s been simmering beneath the surface finally snaps. - The raw, electric pleasure of a beast that leaves you questioning everything. - The intoxicating thrill of being claimed by multiple lovers who uncover every hidden yearning you’ve never dared to voice. These stories are mercilessly sensual, brutally intimate, and unapologetically depraved. Every climax feels like both salvation and ruin. WARNING: Only dive in if you’re ready to let go of whatever innocence you have left. These pages won’t release you until every wicked fantasy in your mind comes to life. Welcome to the darkness. Let it devour you.
View MoreKisah ini berawal kira-kira 5 abad silam atau 500 tahun yang lalu. Dimana terjadi disebuah bukit yang terlihat berdiri dengan tegarnya menjulang keangkasa, seakan ingin menantang keperkasaan langit yang ada diatasnya. Jurang lebar tampak berada dipinggiran bukit tersebut. Sementara itu di langit, tampak segerombolan awan menghitam datang secara bergerombol bagaikan air bah yang siap menghantam apa saja yang ada dihadapannya, perlahan tapi pasti keadaan diatas bukit itu mulai terlihat mendung dan gelap.
“Glaaarrr........glarrr........”. terdengar dua kali guntur menggelegar keras memecah kesunyian alam, tak lama kemudian secara sambung menyambung keadaan diatas bukit itu terlihat semakin menggila, alam seakan tidak lagi bersahabat, sambung menyambung guntur dan halilintar menggelegar dasyat seakan-akan shang yang widhi benar-benar sudah murka. Tapi anehnya, bila dilihat dari kejauhan, hanya diatas bukit itu saja yang menjadi tempat kemurkaan alam, sementara diluar bukit itu, keadaan alam begitu tenang dan hening, seakan tak pernah terjadi apa-apa, sungguh sangat mengherankan dan mengejutkan.
“Werrrrr..........”. satu cahaya biru tampak terbang melesat dari arah utara, melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah bukit tersebut, begitu cepatnya lesatan cahaya biru itu akan sangat sulit ditangkap dengan pandangan mata biasa, beberapa kali terlihat cahaya biru itu berputar-putar diatas puncak bukit tersebut, hingga akhirya cahaya biru terlihat turun tepat dipuncak bukit tersebut.
“zeeebbb........”. bersamaan dengan turunnya cahaya biru yang cukup terang itu keatas permukaan tanah diatas puncak bukit tersebut, bersamaan dengan itu pula cahaya biru tersebut berubah menjelma menjadi satu sosok tubuh seorang laki-laki berperawakan besar, wajahnya tampak dipenuhi oleh cambang dan brewok, tapi hal itu masih tak membuat kewibawaan dan keagungan wajahnya, lelaki berperawakan besar ini tampak mengenakan pakaian yang begitu mewah seperti layaknya pakaian seorang raja besar, ditambah lagi sebuah mahkota berkepala naga yang tersampir dikepalanya. Matanya yang tajam terlihat menatap keadaan disekitarnya, tapi sejauh mata memandang hanya dataran bebatuan dan pinggiran jurang yang terlihat dihadapannya.
“Wuutttt......weeessshhhh.........”. wajah lelaki ini terlihat langsung berpaling kearah selatan saat satu cahaya merah terlihat juga melesat dengan kecepatan tinggi kearah bukit yang ditempatnya saat ini.
“Ternyata kau juga tidak lupa akan hari ini Yudha......”. entah apa maksud lelaki berperawakan besar itu bergumam sendiri saat melihat cahaya merah yang kini semakin dekat kearahnya.
“zeeeebbgghhhh............”. begitu menyentuh tanah, seperti halnya kemunculan lelaki berperawakan besar itu, cahaya merah inipun ikut menjelma menjadi sosok seorang laki-laki bertumbuh tinggi kekar, wajahnya terlihat tampan dan penuh wibawa, begitu tenang dan memancarkan keagungan yang bgitu nyata, pakaian yang dikenakannya pun tak jauh beda dengan sosok yang berada dihadapannya, bahkan sosok lelaki yang baru muncul inipun ikut mengenakan mahkota berkepala naga seperti halnya lelaki berewokan yang ada dihadapannya.
“Manggala......”
“Yudha.......”. hampir bersamaan kedua laki-laki ini terlihat saling mendekat dan saling berpelukan, rupanya keduanya telah saling mengenal satu sama lain, ini terlihat dari betapa hangatnya pelukan keduanya, seakan-akan keduanya sudah begitu lama tak bertemu satu sama lain.
Perlu para pembaca ketahui sebelumnya, kedua lelaki yang hampir muncul secara bersamaan diatas bukit tersebut, bukanlah orang-orang biasa, yang bertubuh besar dan kekar bernama Manggala atau yang lebih dikenal sebagai Raja Naga Samudra, penguasa istana dasar Samudra yang berada didasar lautan. Sedangkan laki-laki yang disebut dengan nama Yudha oleh Raja Naga Samudra adalah Raja Negeri Alam Lelembut atau yang lebih sering disebut sebagai Maharaja Alam Lelembut.
Kedua lelaki ini memang bukanlah saudara kandung, tapi kedua-duanya adalah bersaudara seperguruan karena kedua-duanya pernah menuntut ilmu pada seorang pertapa yang begitu waskita dan mumpuni yang bernama Panembahan Agung.
Sebagai penguasa-penguasa negeri alam lelembut dan negeri alam ghaib, tentu kedua-duanya memiliki kesaktian yang tinggi bahkan sangat mumpuni, tapi kali ini kedatangan keduanya ke bukit yang disebut oleh Panembahan Agung sebagai Bukit Iblis ini bukanlah karena tidak disengaja, tapi keduanya datang ketempat ini karena sumpah dan janji yang mereka ucapkan dihadapan guru mereka, Panembahan Agung. Sebelum menyelesaikan menuntut ilmu kesaktian dari Panembahan Agung, sang guru menceritakan sebuah cerita yang amat mengejutkan bagi keduanya, adapun cerita yang mengejutkan itu adalah mengenai akan lahirnya sosok penguasa alam kegelapan yang bernama Pangeran Iblis. Keberadaan sosok Pangeran Iblis ini sudah berlangsung selama ribuan tahun bahkan jutaan tahun yang lalu, tapi dari generasi ke generasi, Mahaguru hingga sampai ke Panembahan Agung bersama penerus kesaktiannya terus berhasil menggagalkan lahirnya kembali sosok Pangeran Iblis kembali keatas muka bumi ini. Panembahan Agung mengatakan kalau sampai Pangeran Iblis lahir dapat terlahir kembali keatas muka bumi ini, maka selamanya bumi ini akan selalu berada dalam kegelapan.
Oleh karena itulah sebagai murid terakhir dari Panembahan Agung, Raja Naga Samudra dan Raja Alam Lelembutlah yang harus memikul tanggung jawab tersebut untuk mencegah kembali lahirnya sosok Pangeran Iblis keatas muka bumi ini. Dan menurut perkiraan Panembahan Agung, sosok Pangeran Iblis akan lahir kembali keatas muka bumi ini, tepatnya di Bukit Iblis adalah 500 tahun sejak Panembahan Agung berhasil mencegah lahirnya Pangeran Iblis keatas muka bumi ini.
Dan hari itu adalah hari ini, tepat 500 tahun sejak tewasnya Pangeran Iblis ditangan Panembahan Agung diatas Bukit Iblis ini, hingga Raja Naga Samudra dan Raja Alam Lelembutpun datang ke Bukit Iblis untuk menunaikan amanat Panembahan Agung, guru mereka.
Walking into the dim master bedroom of the old mansion, my heels click across the polished hardwood. The smell of stale air and medicine hits me like a freight train. The family warned me that Knox is stubborn, cruel even in his decline, and that he hasn't touched solid food in nearly three weeks. They're paying me triple my usual rate to keep him alive until they can sort out the inheritance mess.I don't ask questions.At thirty-eight, with breasts that haven't stopped leaking since I underwent an experimental hormone treatment, I need the money far more than I need morals.Knox lies propped amid a mountain of pillows in the massive four-poster bed, his once-powerful frame reduced to sharp bones wrapped in thin, papery skin. Seventy-five years old, with silver hair plastered to his scalp, he fixes those pale eyes on me the second I enter.“Another caregiver?” Knox rasps, voice dry as dust. “Here to torture an old bastard before he finally checks out?”“I’m Mia, and I’m here to make
The lock clicks into place.No one else is getting in.Lucien stands a short distance from the couch, his gaze tracking me as though he's afraid I'll vanish if he blinks. That look always does something dangerous to me.I cross the space between us.My fingers curl into the front of his shirt, pulling him close enough that our bodies almost touch."Why do you keep coming back to me?" I ask."The same reason you can't let go," he answers. "We both know how this ends, and we still can't help it."I don't give him time to say more. I pull him down, and our mouths meet.The kiss starts slowly. Carefully. Like we're both testing whether this is just another mistake we'll regret later.His hands come up to cradle my face, thumbs brushing over my cheeks.Then the kiss changes.It turns deeper. Hungrier.Tongues sliding. Breaths mingling. Teeth grazing lips.I press myself into him, needing the steady heat of his body, the undeniable proof that he's here. His hands settle on my waist as he gu
I walk into Chancellor Whitlock’s office without an appointment. Amy tries to stop me, her voice rising as she calls my name from the reception area, but I brush past her with a curt, “It’s urgent.”The interruption earns me a startled look from Whitlock, who glances up from a stack of documents spread across his desk.He is holding a fountain pen in one hand, reading glasses perched low on his nose.“Professor Hale,” he says, setting down the pen. “Is everything alright?”The concern in his voice almost makes me reconsider.Almost.It is not that he sounds insincere. It is worse than that. It is genuine concern wrapped in institutional control, the kind that comes with knowing every decision here carries consequences beyond the person standing in front of him.If I wait any longer, I might lose my nerve.I remain standing. Sitting would soften this into a discussion instead of what it needs to be.“I am ending the special support arrangement with Lucien Grayson. Effective immediately
Lynn recovers first. A small, satisfied smile tugs at her mouth, as if she’s been waiting for this exact moment.“Well, this is awkward. Catherine. Didn’t expect to see you here.”I ignore her completely and fix my gaze on Lucien instead. My voice comes out cutting, stripped of patience. “Explain this bullshit.”The studio suddenly feels tighter, like the walls have shifted closer while no one was looking. Lucien steps forward with his hands slightly raised, his face drained of color.“Catherine, it is not what it sounds like. Let me explain.”Letting out a soft laugh, Lynn leans back against the piano, her arms still crossed. She looks exactly as she used to when we spent nights at clubs, trading secrets over drinks and music that felt harmless. The same woman who listened as I broke down for months over Mark’s growing distance. The same woman who apparently decided I was something she could step over.“Oh, please,” she says lightly. “Let’s not pretend there is confusion here. Lucien
Standing at the front of the lecture hall, I move through the material with the steady assurance years of teaching have carved into muscle memory. The notes on the projector advance behind me in sequence, though I barely rely on them. My voice carries cleanly across the room as I connect theory to
I wake before Mark, and the house feels lighter. The divorce papers have been sitting in my drawer for weeks. This morning, I finally pull them out, place them on the kitchen table beside a pen, and make myself a cup of coffee.By the time Mark stumbles into the kitchen, he's hungover, irritable, a
I freeze on top of Lucien. His cock is still buried inside me. The footsteps downstairs grow louder. Keys hit the table. A familiar voice curses under his breath.Mark.He's home. After weeks of nothing, he chooses today of all days.Lucien’s eyes meet mine. He looks more amused than scared. I clam
The vibrator buzzes between my legs but it does nothing for me. I push it deeper, desperate for any kind of relief after weeks of avoiding Lucien. Flashbacks storm in without warning. The way he filled me. The low groan he made when he came inside me. I pump the toy faster, hips lifting off the bed
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews