LOGINHe's dangerous. He's fearless. He kills without blinking an eye. He's asexual—women don’t attract him, let alone make him catch feelings. He owns one of the most dangerous mafia clans in Russia. He's feared by everyone in the clan, and no one dares go against him. "Go against me, and meet your death" is his code. When it comes to looks, he's one heck of a demigod. No one has ever seen him smile, and they believe they never will—let alone catch a glimpse of his teeth. But what happens when a woman is brought into the clan? What category does she fall into? Is she the innocent, goody-two-shoes type? The stubborn, hotheaded type? Or the mafia kind of girl?
View More“Pembunuh!”
“Wanita jahat! Hukum dia!” “Penggal kepalanya!” Suara-suara itu bergema tajam di telinga, bagaikan dengungan ribuan lebah. Setiap teriakan disertai tatapan kebencian, hinaan, dan jijik yang menghujam lebih tajam daripada pedang mana pun. Di tengah lapangan eksekusi, seorang gadis muda berdiri dengan tangan terikat ke belakang, rambut panjangnya kusut, hanfu yang dikenakannya jauh dari kata layak. Gadis itu akan dihukum, karena kesalahan yang tidak dilakukannya. Mencelakai Putri Kanaya, dengan mengirimkan bandit pada gadis itu untuk diperkosa, untungnya Putra Mahkota Daniel datang tepat waktu menyelamatkan gadis itu. Ini semua telah direkayasa oleh seseorang. Elena memandang sekeliling, mencari satu tatapan iba sekadar bukti bahwa ia tidak sepenuhnya sendirian di dunia ini. Namun yang ia temukan hanyalah tatapan kebencian. ‘Aku benar-benar sendirian?’ batinnya dengan mata yang berkaca-kaca. Tidak ada keluarga Adipati Dirgantara, tidak ada orang yang mencintainya. Hanya orang-orang yang menunggu kematiannya dengan senyum lebar. Di ujung pandangan, algojo mengangkat pedang besar yang memantulkan sinar matahari. Bilahnya terlihat berkilau dan tajam. ‘Jadi sampai di sini jalanku?’ batin Elena. Elena menutup mata rapat, kini ia pasrah. Sebuah bilah pedang menyentuh kulitnya. Crash! Seketika semuanya terlihat gelap. "Tidak!" “Hosh! Hosh!” Elena terbangun dengan teriakan tertahan. Napasnya tersengal-sengal, keringat dingin membasahi kening. Tangannya refleks meraih lehernya masih utuh, tanpa luka, tanpa darah. Jantungnya berdegup kencang seperti hendak pecah. Pintu kamar terbuka dengan cepat, seorang gadis pelayan berambut cokelat masuk tergesa-gesa mendengar teriakan dari dalam. “Nona! Apa yang terjadi?!” serunya panik, matanya melebar melihat nona mudanya menggigil di atas ranjang. Elena menoleh cepat, pandangannya langsung terpaku. “Cani?” suaranya serak, nyaris tidak percaya apa yang dilihatnya. Pelayan itu berhenti di ambang pintu. “Iya, Nona. Ini aku. Kenapa? Anda terlihat sangat pucat. Apa hari ini Nona kurang sehat?” tanyanya dengan khawatir. Elena tidak menjawab, hanya menatap pelayan muda itu lekat-lekat, seolah takut gadis itu akan menghilang kapan saja. Di kehidupan sebelumnya, Cani pelayan setianya telah meneguk racun untuk menggantikan dirinya, gadis itu mati di pelukannya, tetapi sekarang? “Kau masih hidup?” tanya Elena, suaranya bergetar. Cani mengerutkan kening bingung. “Tentu saja, Nona. Apa nona bermimpi buruk?” Elena mengabaikan pertanyaan itu, tangannya kembali meraba leher, memastikan sekali lagi bahwa kepalanya tidak terpisah. Semuanya nyata, panas tubuhnya, detak jantungnya, semuanya hidup. “Cani!” Elena menatapnya dengan tatapan penuh kegelisahan, “tahun berapa sekarang?” Cani terdiam heran, namun tetap menjawab, “Tahun 261 M, Nona. Kenapa bertanya seperti itu?” Dunia seakan berhenti berputar, Elena menahan napasnya. Tahun 261 M itu adalah tiga tahun sebelum kematiannya. Hari ketika Kanaya datang ke rumah Adipati Dirgantara untuk pertama kalinya, hari ketika segalanya mulai runtuh. Mata Elena membulat sempurna. ‘Aku … aku kembali? Dewa apakah ini kesempatan kedua?’ batinnya berdegup kencang. “Nona?” Cani melangkah mendekat, pelayan itu bertanya kembali, “Apa Anda—” Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Elena tiba-tiba menarik pelayan itu ke dalam pelukannya. “Cani,” bisik Elena. Tangis Elenaa pecah, penuh rasa kehilangan yang baru saja dihapus oleh keajaiban. “Kau hidup … kau benar-benar hidup.” Cani membeku, kaget dengan pelukan hangat yang tiba-tiba itu. “Nona apa yang sebenarnya terjadi? Anda jangan menakutiku.” Elena menahan air mata yang nyaris jatuh. Di kehidupannya yang lalu, Cani mati, kini ia bersumpah dalam hati tak akan membiarkan hal itu terulang. “Tidak apa-apa,” kata Elena dengan suara bergetar, mencoba tersenyum. “aku hanya sangat bersyukur.” Cani menatap wajah nona mudanya yang pucat, masih diliputi kebingungan. “Nona harus menenangkan diri. Adipati memerintahkan agar Anda bersiap ke aula utama. Katanya pagi ini ada tamu penting.” Ucapan Cani itu menghantam kesadaran Elena. Aula utama, ingatan masa lalunya melintas jelas di ingatannya. Hari ini adalah hari Kanaya putri kandung Adipati Dirgantara akan datang. Hari di mana dirinya dipaksa menyerahkan paviliun pribadinya, fi kehidupan lalu, ia menolak dengan keras, dan berakhir dihukum. Tapi kini Elena menarik napas panjang, tidak lagi ia menjadi bodoh. Ia tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Elena melepaskan pelukan pada Cani dan menatapnya penuh tekad kuat. “Baik. Bantu aku bersiap.” Cani mengangguk, masih ragu namun tetap patuh. “Ya, Nona. Saya akan menyiapkan air hangat lebih dulu.” Saat Cani bergegas ke kamar mandi. Elena menatap bayangan dirinya di cermin besar. Gadis berambut hitam panjang itu dengan mata biru kehijauan menatap balik. Di balik kelembutan wajahnya, kini terpantul sesuatu yang baru, tekad keras yang lahir dari kematian. Elena menggenggam jemarinya erat. “Kesempatan kedua ini,” gumamnya pelan, “akan kupakai untuk merebut kembali hidupku.”"I didn't tell you to come to Russia, just to date my sister alright, your relationship is highly disapproved" Chevy said."Chevy" Jupiter whines."Are you two planning on birthing a gangster? When two baddies join heads together is going to turn into chaos" Chevy said."We aren't planning on moving to that angle just yet. I love your sister and if you want me to change how I look just to approve our relationship, I'll do it" Damon said.Chevy looks at them and laughs."I was joking, Jupiter you should know me by now, that your happiness is my priority, But Damon, if you dare hurt my sister, you're going to answer to me," He said."I won't Chevy, you should also date too" Damon said."Nah, I am still recovering from heartbreak" Chevy said."What about Axton?" Jupiter asked and Chevy sighed. "He is refusing to talk to anymore. He only got to see his sister after so many years, and had to lose her again and this time for good" Chevy said and both Damon and Jupiter sighed.***Megan ent
"Gatsby!!!" They all screamed rushing to where he was."Gatsby, are you alright?" Jupiter asked, but Gatsby was already consumed by the fire."Please tell Freya that I love her so much, and that she was the first and last girl I have ever loved, tell her that I want her to be happy" Gatsby struggles to say, and they nod their heads with tears falling down their eyes."Please look after Freya. I know she's a bit annoying, but she's also a sweetheart, Please take care of her for me" Gatsby said before slowly meeting his death."Gatsby!!!" They scream his name out painfully.Kent and Chevy sees Ambrosia leaving, and they quickly go after her. Ambrosia entered her car, driving at multiple speeds.Kent and Chevy also got into a car, they don't even know who the car belongs to, but they use it in chasing after Ambrosia.Ambrosia increases the speed of her car, when she sees Kent and Chevy coming after her.The vroom sounds of their cars could loudly be heard, as they did the chase.Kent inc
Ace also successfully brought out Megan from another sewer, and after so much attempt, Megan wakes up gasping for air."Megan," He said, hugging her so tightly."Ace, what're doing here"."I came to save you pumpkin" Ace said and Megan broke the hug looking at him."Pumpkin? Only Miguel calls me that""Because I am Miguel Megan, I am your twin brother" Ace said and Megan's eyes widened."But how....."I'll explain everything to you later, we gotta get out of here, Axton also went in search of his sister" Ace said.And just when he was about to carry Megan, Jailbird approached them, and Ace quickly points a gun at him.Jailbird smirked. "I don't know how you were able to come here, but one thing is for sure, you're going to die tonight" Jailbird said and, he snapped his fingers, and his men popped out from nowhere pointing their guns at Ace and Megan.Ace covers the weakend Megan, pointing his gun at them left and right.***Back there in the dragon's Mob, Chevy, Kent, Damon and Gatsb
A Black Lamborghini car pulls into a halt, and both Spooky and Tornado come out from it.She was wearing a strapless short bodycon gown, and an animal hair black jacket was wrapped around her shoulder.Her peep toes heels was a top-notch to everything, making her look so s*xy, she was wearing a purple color curly wig, which gave her a different kinda look.Tornado was also dressed in disguise as her bodyguard.Both entered the clubhouse and their eyes fell on both Jupitar and Braxton who was disguised as a waitress.They all signal each other before Spooky and Tornado go to one of the chairs."Find anyone suspicious?" Jupitar asked.Braxton scans some people inside the clubhouse and shakes her head."None of them seems to be Game's minions, they all seems to be people who came for the clubbing" Braxton said."We have to find someone who can lead us to the mob beneath this clubbing house," Fallon said."I'll be on the lookout then" Braxton said, and they nodded and continued serving th


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore