分享

* 54 *

作者: KOMALA
last update publish date: 2025-06-29 17:30:53

POV : SAM

“Kenapa melotot begitu padaku?” tanyaku, seraya menghampiri Mala dan duduk di tepi ranjang, yang tiba-tiba Mala bangkit, dia terlihat panik dan loncat dari ranjang bahkan menjauh dariku.

Dia menyenderkan tubuhnya pada dinding dengan wajah pucat yang terlihat jelas diliputi kekhawatiran yang tampak nyata. Aku mengerti apa yang dipikirkan Mala, namun aku tak peduli. Saat ini aku ingin menjadi Sam yang menyukai Mala sejak SMA, bukan menjadi Sam yang adalah seorang CEO yang tengah menghad
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *64*

    Ruang kantor pagi itu terasa terlalu sunyi untuk ukuran hari Selasa. Sam masuk ke kantor agak terlambat dari biasanya. Lengan kirinya tersangga sling arm biru tua, kemeja hitamnya digulung setengah di sisi yang sehat. Langkahnya tetap tegak, suara sepatunya menggema di lantai. Tidak ada yang berani komentar tentang sling arm yang tampak menjadi pusat perhatian seantero kantor. Semua karyawan yang terlewati, hanya memberi salam biasa seperti hari-hari sebelumnya, seraya menundukkan kepala sebagai tanda hormat. Sam berjalan tegak seperti bisanya, seolah cedera itu cuma hiasan. Prioritas Sam saat itu hanya satu : memastikan Mala tidak kenapa-napa. Rasa sakit akibat cidera di bahu dan lengannya akan ditelannya mentah-mentah, asalkan Mala baik tak kurang suatu apapun.Sam tidak bisa menelepon, dia tahu Mala jelas tengah bersama Ben, suaminya. Ia sendiri juga belum tahu bagaimana nanti harus bersikap jika sudah berhadapan dengan Mala. Satu hal yang pasti, dia harus melihat Mala baik-baik sa

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *63*

    POV : SAMAku merasakan sakit dari bahu yang menjalar ke lengan, namun rasa sakit itu terkubur oleh kelegaan saat kudapati Mala tidak kenapa-napa. Tadi aku terlalu panik, segala pikiran buruk berseliweran dikepala, membayangkan Mala yang tidak mengangkat telepon serta tidak juga membuka pintu, pikiranku kemana-mana. Aku berpikir buruk bahwa terjadi sesuatu dengan Mala di dalam sana. Rasanya aku mau gila. Aku menghantam pintu baja rumah Mala dengan bahu dan lenganku, lalu menjadikannya bantalan untuk menumpu jatuhnya Mala agar tidak membentur lantai. Andai sesuatu yang buruk terjadi pada Mala, rasanya aku tak lagi bisa hidup dengan tenang.Sampai tiba-tiba Mala bangkit dengan tergesa, dia bahkan terlihat limbung. Dan,"Aaaaaa!!!" tiba-tiba saja dia berteriak histeris seraya mengacak-acak rambutnya, terlihat amat kalut. Kelegaanku musnah, berganti dengan kekhawatiran yang kuat. Sepertinya Mala amat sangat kesakitan. Mengabaikan rasa sakit di bahu dan lengan, segera aku berdiri dan menar

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *62*

    POV : MalaAku terbangun, sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden yang langsung mengenai mata. "Silau." gumamku, seraya menarik bantal dan menutupi wajahku dengan itu. Tapi aku tidak berniat untuk melanjutkan tidur. Hanya tengah mengumpulkan kesadaran. Sampai tiba-tiba ingatanku berkelebat kembali ke masa-masa saat di hotel. Saat aku sakit, saat Sam memanggil dokter, saat aku diminta ganti baju."Kamu demam, sayang. Tenanglah, ini dokter yang sengaja kupanggil untuk memeriksa keadaanmu." terngiang kembali perkataan Sam saat itu ditelingaku.Lalu aku ingat saat Sam memaksaku untuk ganti baju, dan dengan tak tahu malu dia mengambil bra dan celana dalamku. Meski untuk kupakai, tetap saja itu memalukan untuk diingat. Mengingatnya sekarang bahkan aku masih merasa malu dan kesal. Meski hal itu memang bukan pertama kalinya. Sepertinya bahkan Sam sudah tahu betul ukuran bra dan celana dalamku. "Memalukan." grutuku kesal pada diri sendiri. seraya menyingkirkan bantal yang menutupi

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *61*

    POV : SAMAku menghentikan mobilku tepat di depan gerbang rumah Mala. Kulihat di sebelahku Mala tertidur lelap, dia tampak cantik, amat cantik dimataku meski kondisinya sedang tidak terlalu baik."Bolehkah kucium dia?" tanyaku dalam hati."Tidak!" tegas kepalaku yang ternyata masih tersisa kewarasan disana.Haruskah kubawa saja dia ke rumahku? Dengan begitu aku bisa membopongnya ke kamarku tanpa harus membangunkannya. Tak tega rasanya jika aku harus membangunkan Mala dari tidur lelapnya. Dengan begitu setidaknya aku bisa menjaganya, memastikan dia beristirahat dengan baik, makan dengan benar, dan hidup dengan nyaman.Tapi aku tidak bisa melakukan itu sekarang, belum waktunya. Dan mendadak aku merasa kesal, tapi yang bisa kulakukan hanya menghembuskan napas berat.Kulihat keadaan rumah Mala, sepertinya suami Mala bahkan tidak pulang sejak aku melihatnya pergi waktu itu, tak lama setelah Mala naik taksi di hari keberangkatannya ke Bali."Apa sekarang aku bangunkan saja Mala dan memaksan

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *60*

    Aku terduduk lemas di jok mobil di samping Sam yang tengah mengemudi. Kita sudah tiba dengan selamat di Jakarta. Dan selama itu aku tidak mengatakan apapun. Tidak bertanya, tidak juga memprotes atau apapun prihal sikap Sam terhadapku. Aku sungguh memilih hanya diam. Saat Sam memapahku turun dari pesawat, mendudukkanku di kursi roda dan membawaku naik ke mobilnya. Dia mengurus semuanya dengan baik. Koper dan barang bawaan juga sepertinya Sam sudah mengurus semuanya. Entah kapan dia berkoordinasi untuk mengurus semuanya, aku tak tau, dan aku rasa aku tidak perlu tahu. Cukup menjadi perempuan yang patuh saja saat ini.Sampai tiba-tiba Sam menepikan mobilnya. Aku masih tetap diam, tidak menoleh atau sekadar bertanya kenapa."Kamu baik-baik saja?" tanya Sam terdengar cemas."Hmm." jawabku pelan tanpa menoleh, pandanganku menatap nanar jalanan dengan lalu-lalang kendaraan."Ada yang sakit?""Tidak.""Kamu terus diam, aku khawatir kamu menahan rasa sakit sendiri. Katakan padaku jika ada sesu

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   *59*

    POV : Mala.Dinas ke Bali kali ini, kacau! Aku tidak tahu pekerjaan apa yang sesungguhnya harus dilakukan. Dan Nia, aku tak melihatnya lagi sejak dia keluar dari kamar hotel. Sam bahkan tidak menjelaskan apapun, meski berulang kali kutanya prihal keberadaan Nia. Dia yang selalu ada bersamaku baik itu di kamar hotel sejak hari pertama, bahkan sampai di rumah sakitpun Sam terus bersamaku, tanpa membahas Nia ataupun pekerjaan!Dan aku yang jatuh sakit sesampainya di Bali, benar-benar merasa hanya menjadi beban Sam tanpa mengerjakan pekerjaan apapun. Dan Sam sendiri memang tidak memberiku kesempatan untuk melakukannya.Lalu sekarang aku terduduk lemas di kursi pesawat dalam penerbangan untuk kembali ke Jakarta, bersama Sam yang duduk di sebelahku dengan sikap protektifnya yang terasa aneh. Aku tak punya energi untuk mendebatnya, memprotesnya, atau mempertanyakan sikapnya. Aku benar-benar tidak lagi mengatakan apapun setelah beberapa kali pertanyaanku tentang Nia tidak dijawab Sama sekali

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   * 40 *

    "Duluan ya, mau jemput Kayas!" bisikku pada Nia yang masih tampak fokus pada layar komputernya.Nia menoleh, tampak sedikit terkejut dengan aku yang tiba-tiba sudah di sebelahnya."Oh oke, aku masih harus menyiapkan beberapa dokumen untuk besok. Kalau misal ada pekerjaan yang perlu bantuan untuk ku

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   * 39 *

    Handphoneku bergetar, kulihat nama Sam tertera di sana. Aku tidak langsung mengangkatnya dan lantas menoleh ke ruangan Sam, tampak di balik pintu kacanya Sam menatapku seraya menempelkan handphone ke telinganya, cukup terlihat jelas karena Sam berdiri tepat di depan pintu dengan kondisi ruangan yan

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   * 38 *

    POV : SamSepeninggal ayah, aku berdiri cukup lama di depan pintu kaca. Menatap sedih sosok Mala di meja kerjanya yang tengah sibuk merapihkan dokumen laporannya yang tidak lagi tersusun dengan benar. Perempuan itu sudah membuat jantungku berdebar bahkan sejak usiaku meginjak 15 tahun. Mungkin Mala

  • Terjebak Cinta CEO Beristri   * 37 *

    POV : SamSejujurnya aku memahami mengapa ayah sampai bersikap seprotektif itu terhadap perusahaan. Ayah adalah Baroto Putra Baskara, putra tunggal pengusaha furniture besar di Indonesia dengan merk dagang yang sudah dikenal bahkan ke mancanegara, dulunya! Ayah adalah harapan keluarga, calon pewari

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status