เข้าสู่ระบบGladys menyimpan dua rahasia terbesar dalam hidupnya. Rahasia pertama, Keluarga Ruswandi sama sekali tidak menerima dirinya sebagai menantu, bahkan seluruh keluarga diam-diam menipu Marshel untuk menandatangani surat perjanjian perceraian sebelum menikah. Pernikahan mereka ... hanya bisa bertahan tujuh tahun. Rahasia kedua, Gladys diam-diam melahirkan seorang putri tanpa diketahui Marshel. Selama tujuh tahun pernikahan, Marshel sama sekali tidak tahu bahwa dirinya sudah memiliki seorang anak perempuan berusia lima tahun. Gladys pernah percaya, asal dia mencintai sepenuh hati dan terus bertahan, suatu hari hati dingin Marshel pasti akan luluh. Namun, tiga bulan sebelum surat perjanjian perceraian itu resmi berlaku, dia baru menyadari kenyataan paling menyakitkan, rahasia suaminya. Ternyata pria yang menjadi suaminya selama tujuh tahun menyimpan cinta lain di dalam hatinya. Wanita itu ... adalah tunangan adik sepupunya sendiri. Tujuh tahun pengorbanannya seolah-olah berubah menjadi lelucon paling memalukan. Hati Gladys benar-benar hancur. Dia memutuskan untuk tidak pernah memberi tahu Marshel tentang keberadaan anak mereka. Bercerai dengan tegas, meninggalkan suami, mempertahankan anak! Dia menganggap Marshel tak lebih dari "alat donor benih"! Namun siapa sangka, wanita yang dulu diremehkan sebagai ibu rumah tangga tak berguna itu akhirnya kembali ke puncak kejayaannya dan menjadi peraih penghargaan medis termuda. Saat itu, pria yang selalu bersikap cuek itu baru menyadari bahwa Gladys sejak awal benar-benar ingin meninggalkannya dan sudah lama tidak lagi menginginkannya. Ketika keberadaan putri mereka akhirnya terbongkar ke publik, pria dingin dan tak berperasaan itu akhirnya kehilangan kendali. Di depan banyak orang, dia menahan Gladys sambil menggertakkan gigi dan bertanya, "Cerai? Kamu meninggalkan suamimu dan mempertahankan anak saja? Istriku, kamu mau membunuhku?" Gladys hanya tersenyum tipis sambil menggenggam tangan putrinya. "Pak Marshel, dengarkan baik-baik, marga putriku Darmawan, bukan Ruswandi."
ดูเพิ่มเติมVerlyn dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.Gladys ikut menemaninya ke sana.Setelah menggendong Verlyn turun, Gladys juga sudah kehabisan tenaga. Dia langsung duduk di anak tangga depan pintu sambil mengatur napas. Kebetulan, Fabian sudah mendapat kabar dan buru-buru keluar.Setelah melihat Gladys, Fabian menghampirinya dan menepuk kepalanya. "Gimana keadaannya?"Gladys menjawab, "Asma alerginya kambuh sampai memicu reaksi jantung. Untungnya ambulans cepat datang, jadi seharusnya nggak ada masalah serius."Fabian mengangguk. "Anak itu memang punya riwayat asma. Dia nggak boleh terpapar serbuk sari bunga atau aroma yang terlalu menyengat. Sejak kecil dia juga punya penyakit jantung bawaan dan fisiknya kurang kuat. Itu sebabnya dia memilih belajar kedokteran."Fabian tahu secara begitu mendetail. Gladys juga tidak merasa heran. Bagaimanapun, mereka berada dalam satu lingkaran sosial yang sama. Verlyn adalah putri Keluarga Yukara, sekaligus cucu Indah, jadi wajar kalau Fabian mengetahu
Saat ini, berbagai universitas sudah bersiap untuk bersaing memperebutkan kuota terakhir pembentukan tim penelitian."Sudah selesai. Hari ini aku serahkan." Gladys membuka laptopnya. Sejak awal dia memang berencana menyelesaikannya hari ini. Seluruh revisi juga sudah rampung, tinggal langkah terakhir untuk menyerahkannya.Ketika Ingrid datang membawa laporan, kebetulan dia mendengar ucapan itu. Sudut bibirnya terangkat tipis. "Kerjamu cukup cepat juga."Namun, hanya mengejar kecepatan merupakan pantangan besar.Apa gunanya cepat kalau kualitasnya tidak bagus?Tanpa menoleh, Gladys terus menggunakan laptopnya untuk menguji perangkat baru itu. "Masih kalah darimu. Kalau kemampuan sendiri nggak cukup, tinggal pakai bantuan dari luar."Ingrid mengernyit."Kurasa kamu seharusnya tahu bahwa koneksi dan sumber daya juga merupakan bagian dari kemampuan seseorang. Gladys, mengakui keunggulan orang lain nggak sesulit itu.""Kalau yang lain aku nggak beVerlyn bilang, tapi kalau kamu beralih profe
Bagaimanapun, hubungan mereka sudah berlangsung cukup lama. Keluarga Sutomo membutuhkan sebuah kepastian yang bisa membuat mereka merasa tenang.Kalau terus dibiarkan tanpa kejelasan, keadaan mereka hanya akan semakin sulit. Mereka sudah telanjur menyinggung Julian dan kehilangan begitu banyak proyek besar. Jika terus mendapat tekanan dari berbagai sisi, kondisi Keluarga Sutomo tentu akan semakin terpuruk.Ingrid mengatupkan bibir dan berkata, "Aku akan memikirkan masalah ini."Dia tidak memberikan jawaban yang jelas.Namun, Arthur berkata, "Kamu tetap harus buat rencana secepatnya. Kalau nggak bisa dapat posisi itu secara resmi, nggak ada salahnya menggunakan cara-cara tertentu bila memang diperlukan."Sebagai orang yang lebih tua, Arthur merasa kurang pantas menjelaskan secara gamblang apa yang dia maksud dengan "cara-cara tertentu".Namun, dia tahu Ingrid pasti mengerti.Ingrid mulai tidak sabar. "Aku akan menemui Marshel."Setelah mengakhiri panggilan, Ingrid langsung mengemudi men
Mungkin karena sikap Gladys yang tidak ingin ketahuan oleh "calon ibu mertuanya" itu terlalu kentara, Marshel pun menurunkan pandangan dan menatapnya dengan dingin.Tanpa diduga, tatapan mereka bertemu.Namun, Marshel tidak mengatakan apa pun. Dia juga tidak peduli apakah Vivian sudah menjauh atau belum. Dia langsung berbalik dan membuka pintu, lalu keluar.Sepanjang kejadian tadi, selain tindakan intim Marshel yang membantu menaikkan ritsleting gaunnya, komunikasi mereka hanya terbatas pada satu kalimat, "salah masuk".Gladys tidak tahu apakah Marshel kemudian pergi menemui Ingrid. Dia juga tidak tahu apakah Ingrid kembali memanggil Marshel.Gladys menunggu beberapa saat sebelum perlahan keluar. Vivian sudah menunggunya.Begitu melihat Gladys, matanya langsung berbinar dan dia memuji dengan tulus, "Gladys benar-benar cantik dan proporsional. Kulitmu putih, tubuhmu juga bagus. Cantik sekali."Sambil berkata demikian, Vivian mengeluarkan ponselnya dan memotret Gladys beberapa kali."Fin
Zayyan, sahabat lain yang ada di samping Marshel, ikut tertawa sambil bertanya, "Ya, kenapa mukamu murung begitu?"Setelah duduk, Verrel melirik Ingrid yang berada di seberang. Wanita itu selalu anggun dan tahu batas saat bergaul dengan mereka. Cara bicara dan pembawaannya juga nyaris tanpa cela. Na
Perawat muda itu langsung terdiam, wajahnya penuh rasa canggung. Dia tidak menyangka Gladys bisa begitu tenang saat membongkar aib suaminya sendiri.Namun, sepertinya itu memang benar. Kalau tidak, mana mungkin ada pasangan yang sudah menikah tujuh tahun tetapi belum punya anak? Akibatnya, tatapanny
Kini, Marshel membiarkan barang-barang Ingrid dipindahkan masuk tanpa berusaha menutupinya sedikit pun. Pria itu seperti ingin semua orang melihat betapa menyedihkan dan gagalnya dirinya sebagai Nyonya Ruswandi.Meskipun dia ingin bercerai dengan Marshel, meskipun Marshel sudah tidak sabar ingin mem
Setelah menikah, hubungan mereka sebagai suami istri sebenarnya tidak harmonis sejak awal.Marshel sangat jarang pulang ke rumah. Dalam sebulan, bisa dua kali berhubungan suami istri saja sudah bisa dianggap sebagai hal yang istimewa.Apalagi komunikasi sehari-hari.Namun, pada akhir tahun pertama p












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม