Presdir Cuek Dicampakkan Istri: Menceraikan Suami, Mempertahankan Anak

Presdir Cuek Dicampakkan Istri: Menceraikan Suami, Mempertahankan Anak

โดย:  N. Kabutอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
8.78
227 การให้คะแนน. 227 ความคิดเห็น
506บท
360.6Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Gladys menyimpan dua rahasia terbesar dalam hidupnya. Rahasia pertama, Keluarga Ruswandi sama sekali tidak menerima dirinya sebagai menantu, bahkan seluruh keluarga diam-diam menipu Marshel untuk menandatangani surat perjanjian perceraian sebelum menikah. Pernikahan mereka ... hanya bisa bertahan tujuh tahun. Rahasia kedua, Gladys diam-diam melahirkan seorang putri tanpa diketahui Marshel. Selama tujuh tahun pernikahan, Marshel sama sekali tidak tahu bahwa dirinya sudah memiliki seorang anak perempuan berusia lima tahun. Gladys pernah percaya, asal dia mencintai sepenuh hati dan terus bertahan, suatu hari hati dingin Marshel pasti akan luluh. Namun, tiga bulan sebelum surat perjanjian perceraian itu resmi berlaku, dia baru menyadari kenyataan paling menyakitkan, rahasia suaminya. Ternyata pria yang menjadi suaminya selama tujuh tahun menyimpan cinta lain di dalam hatinya. Wanita itu ... adalah tunangan adik sepupunya sendiri. Tujuh tahun pengorbanannya seolah-olah berubah menjadi lelucon paling memalukan. Hati Gladys benar-benar hancur. Dia memutuskan untuk tidak pernah memberi tahu Marshel tentang keberadaan anak mereka. Bercerai dengan tegas, meninggalkan suami, mempertahankan anak! Dia menganggap Marshel tak lebih dari "alat donor benih"! Namun siapa sangka, wanita yang dulu diremehkan sebagai ibu rumah tangga tak berguna itu akhirnya kembali ke puncak kejayaannya dan menjadi peraih penghargaan medis termuda. Saat itu, pria yang selalu bersikap cuek itu baru menyadari bahwa Gladys sejak awal benar-benar ingin meninggalkannya dan sudah lama tidak lagi menginginkannya. Ketika keberadaan putri mereka akhirnya terbongkar ke publik, pria dingin dan tak berperasaan itu akhirnya kehilangan kendali. Di depan banyak orang, dia menahan Gladys sambil menggertakkan gigi dan bertanya, "Cerai? Kamu meninggalkan suamimu dan mempertahankan anak saja? Istriku, kamu mau membunuhku?" Gladys hanya tersenyum tipis sambil menggenggam tangan putrinya. "Pak Marshel, dengarkan baik-baik, marga putriku Darmawan, bukan Ruswandi."

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Selama tujuh tahun pernikahannya, Gladys diam-diam melahirkan seorang anak. Tahun ini, anak itu sudah berusia lima tahun. Namun, suaminya tidak tahu apa-apa.

Dia tidak pernah memberi kesempatan kepada Marshel untuk menjadi seorang ayah.

Di sela waktu istirahat sif malam, Gladys mendengarkan pesan suara yang lembut dan polos, yang dikirim putrinya. Putri yang diam-diam dia besarkan di provinsi tetangga.

"Mama, kenapa aku belum pernah bertemu Papa? Dia sudah meninggal ya?"

Gladys memikirkan pertanyaan anaknya dengan serius. Belum mati, tetapi bisa dianggap begitu.

Belakangan ini, Keisha mulai punya pikiran sendiri. Di kepala mungilnya perlahan muncul satu kegelisahan. Misalnya, dia belum pernah melihat ayah kandungnya.

Rasa penasaran itu semakin tumbuh hari demi hari. Sampai-sampai Gladys mempertimbangkan dengan matang, haruskah dia mencoba jujur kepada Marshel bahwa sebenarnya mereka punya seorang anak berusia lima tahun?

Toh pria itu juga mendapat keuntungan, bisa langsung melewati masa sulit mengurus bayi dan menjadi ayah tanpa perjuangan.

Setelah keluar dari ruang obrolannya dengan Keisha, Gladys menghitung waktu. Hubungannya dengan Marshel ... sepertinya hanya tersisa tiga bulan lagi ....

Setelah menimbang kata-katanya, Gladys mengetik sebuah pesan di ruang obrolannya dengan suaminya, Marshel, yang hampir tidak memiliki riwayat percakapan.

[ Kalau ... kita punya anak, kamu .... ]

Belum sempat terkirim, pintu tiba-tiba didorong hingga terbuka dengan tergesa-gesa.

Seorang perawat buru-buru berkata, "Kak Gladys, ada pasien di IGD. Diduga hamil muda, tapi berhubungan intim terlalu kasar, kemungkinan menyebabkan korpus luteum pecah!"

Gladys langsung mematikan layar ponselnya. Dia segera berdiri dan berjalan cepat mengikuti perawat itu sambil mengernyit. "Mereka kira ini main-main? Hamil muda nggak boleh berhubungan intim! Masa nggak bisa menahan diri sedikit ...."

Namun, saat tirai ranjang pasien dibuka dan dia melihat wanita yang terbaring di atasnya, komentarnya langsung terhenti.

Setelah terdiam dua detik, dia memanggil dengan nada terkejut, "Ingrid?"

Ternyata itu adalah ... calon adik ipar suaminya?

Saat melihat Gladys, Ingrid juga tampak terpaku sesaat, tetapi tidak menjawab.

Gladys refleks mengamati kondisi wanita itu. Ingrid adalah tunangan adik sepupu suaminya. Namun, lima bulan lalu pria itu dipenjara karena masalah pembukuan perusahaan dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun.

Perut Ingrid masih rata dan belum tampak hamil. Kalaupun benar hamil, usia kandungannya pasti masih sangat muda. Lantas, anak yang usia kandungannya tidak cocok itu berasal dari mana ....

Namun, Gladys bukan tipe orang yang suka mencampuri privasi orang lain. Dengan cekatan, dia mengambil sarung tangan medis. "Berbaring dulu. Aku periksa kondisi dasarmu dulu."

Tiba-tiba, Ingrid duduk tegak. Dia tampak tidak senang dengan kemunculan Gladys. "Nggak perlu. Aku mau pindah rumah sakit."

Perawat muda itu langsung menatap Gladys dengan serbasalah.

Gladys berkata dengan nada tidak setuju, "Kalau nggak mau tubuhmu bermasalah, berbaringlah dulu. Aku bisa bantu pemeriksaan awal."

Ingrid mengerutkan kening. Dia tidak suka sikap Gladys yang tampak angkuh dan menjaga jarak itu.

Gladys tidak membuang waktu. Sebagai dokter, dia tidak bisa menunda kondisi pasien. Dia membungkuk dan hendak mengangkat ujung pakaian Ingrid.

Namun, Ingrid malah menyunggingkan senyuman sinis dan menepis tangannya. Plak! Suara pukulan itu terdengar nyaring. Tenaganya tidak ringan, jadi lumayan sakit.

Gladys menunduk melihat punggung tangannya yang sudah memerah. Sebelum dia sempat bereaksi, dia mendengar suara Ingrid tiba-tiba melunak dan memanggil ke arah belakangnya. "Shel ...."

Nama yang begitu familier membuat Gladys bahkan lupa pada rasa sakit di tangannya. Dia menoleh.

Langkah pria itu mantap dan tegas. Mantel panjangnya tersampir di lengan, sosoknya yang tinggi dan berkarisma sulit diabaikan. Saat dia melangkah mendekat, pandangannya sedikit bergeser dan bertemu dengan mata Gladys.

Namun, hanya sesaat. Langkahnya tak berhenti, tatapannya pun berpaling dengan dingin. Seolah-olah mereka adalah orang asing, dia melewati Gladys dan berjalan ke sisi lain ranjang pasien.

Suaranya rendah dan berat, terselip sedikit kekhawatiran. "Kamu nggak apa-apa?"

Gladys benar-benar tidak menyangka. Anggota keluarga yang datang mendampingi Ingrid ternyata adalah suaminya sendiri yang sudah tujuh tahun menikah dengannya secara diam-diam!

Saat melihat perhatian Marshel tertuju pada Ingrid, Gladys bahkan sempat berpikir, 'Apa Marshel melihat pukulan keras Ingrid tadi?'

Saat Marshel menunjukkan perhatian kepadanya, Ingrid melirik Gladys yang berdiri kaku. Dia mendongak pada pria yang mengkhawatirkannya itu, suaranya menjadi manja dan lembut seperti ditunjukkan pada seorang kekasih. "Kamu juga tahu, aku ke rumah sakit karena perutku sakit."

Kalimat itu langsung membuat para staf di sekitar memahami situasinya. Bukankah itu sama saja dengan menjelaskan bahwa pemeran pria dari hubungan panas itu adalah pria di depan mereka?

Marshel tidak menyangkal ataupun memberi penjelasan kepada orang lain.

Gladys menatap pemandangan itu hingga hampir lupa bereaksi. Dia hanya bisa menyaksikan suaminya menunjukkan perhatian dan toleransi sebesar itu kepada ... calon adik iparnya sendiri.

Meskipun Marshel selalu bersikap misterius dan emosinya sulit dibaca, naluri seorang wanita tetap bisa merasakan keanehan situasi ini. Terlebih lagi, alasan Ingrid masuk IGD yang begitu memalukan dan suaminya ternyata tahu semuanya!

Baru pada saat inilah tubuh Gladys terasa dingin. Dulu dia selalu berpikir sikap dingin Marshel hanyalah sifat bawaan, bukan karena dia tidak bisa mencintai. Sekarang dia mengerti, ternyata di hatinya sudah ada orang lain.

Namun, situasi dan hubungan mereka saat ini terasa begitu konyol sampai membuatnya ingin tertawa.

Orang bodoh pun tahu, dengan siapa sebenarnya hubungan panas malam ini terjadi.

Melihat Gladys terdiam lama, pandangan Marshel perlahan tertuju padanya. Tatapan itu seperti duri beracun yang membuat Gladys seketika tersadar.

Tangannya yang mengenakan sarung tangan medis dan semula hendak memeriksa pasien, kini samar-samar gemetar. Seolah-olah pukulan Ingrid tadi baru menunjukkan efeknya, membuat otaknya kekurangan oksigen sesaat.

Bukti perselingkuhannya sudah sejelas ini, apa dia masih perlu mempermalukan diri sendiri dengan memastikannya lagi?

Ingrid menyadari sikap Marshel yang memperlakukan Gladys seperti orang asing, lalu samar-samar tersenyum. Dia berkata lebih dulu, "Shel, aku mau pindah rumah sakit. Antar aku ke rumah sakit yang lebih besar ya."

"Oke." Marshel tidak ragu sedikit pun, seolah-olah permintaan apa pun dari Ingrid pasti akan dia penuhi.

Di antara mereka berdua, jelas ada keintiman yang tidak bisa diganggu orang lain. Sebagai seorang istri yang pernah sangat mencintai pria di depannya ini, bagaimana mungkin Gladys tidak merasakannya? Sakitnya begitu menusuk hingga dadanya terasa tercabik-cabik.

Soal ucapan Ingrid tentang "rumah sakit yang lebih besar", tak lain adalah sindiran yang terang-terangan bahwa Gladys tidak cukup pantas menangani dirinya.

Marshel pun mengatur semuanya dengan tenang dan rapi. Dari awal sampai akhir, dia tidak mengatakan sepatah kata pun lagi kepada Gladys, bahkan tanpa sedikit pun ... rasa malu!

Sampai keduanya meninggalkan ruang pemeriksaan, Gladys masih tidak bisa keluar dari situasi konyol itu.

Sementara rekan-rekan kerja yang menyaksikan semuanya langsung ramai bergosip, "Ya ampun! Anak muda zaman sekarang benar-benar liar!"

Perawat muda itu tampak iri. "Tapi cowok tadi memang ganteng banget sampai bikin kaki lemas. Kelihatannya urusan begituan juga benar-benar hebat!"

Gladys menunduk, pikirannya melayang. Dia melepas sarung tangan medisnya perlahan. "Oh ya?"

Perawat muda itu tidak menyadari keanehannya, malah teringat sesuatu dan mendekat sambil berbisik, "Ngomong-ngomong, Kak Gladys juga sudah nikah bertahun-tahun, 'kan? Kok nggak pernah dengar soal anak?"

Gladys membuang sarung tangan itu ke tempat sampah. "Suamiku mengalami disfungsi ereksi, masih dalam pengobatan."

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

คะแนน

10
90%(204)
9
0%(0)
8
1%(2)
7
0%(1)
6
0%(1)
5
0%(0)
4
2%(4)
3
2%(4)
2
3%(7)
1
2%(4)
8.78 / 10.0
227 การให้คะแนน · 227 ความคิดเห็น
เขียนรีวิว

ความคิดเห็นเพิ่มเติม

widyaisy
widyaisy
Guys mau tanya dong, aku baru nyampe bab 445 dan marsel baru tau gladys pernah hamil.. kira2 di bab berapa marsel ketemu keisha?
2026-10-08 11:15:05
3
2
Ayuki Sha
Ayuki Sha
si marshel itu pasti kagum sekali pas liat gladys makei gaun pengantin.dulunya,marshel dan galdys ngak punya kesempatan punya baju pengantin.hatinya si marshel itu sakit lo liatin si gladys bakal jadi isteri orang lain.Gladys beneran cuek hingga marshel ngak tau gimana nunjukin perasaanya yg sbnr
2026-10-07 18:28:44
1
3
kanayaauliya634
kanayaauliya634
thor jangan..jangan nanti di bikin cerita kalo c inggrid adalah anak keluarga Yukara yg hilang???ibu nya pura pura ngakuin klo c inggrid adiknya c verrel..duuuuh tambah menderita aja we c Gladis,kpn bahagia nya??
2026-10-06 21:45:11
1
6
eriyani mayang
eriyani mayang
ceritanya membosankan....muter muter enggak sesuai dengan judulnya....
2026-10-06 21:27:35
3
1
Ayuki Sha
Ayuki Sha
alur ceritanya belit gitu tapi keknya,mampir 500 ceritanya makin seru.Ngak lama lg,pasti peran para aktornya bakal terbuka.Aku ngak sabar perannya si marshel spt apa sebenarnya.Ayoh tor.Jgn kelamaan.Capek nunggu bb
2026-10-06 08:25:31
1
0
506
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status