Share

Bab 17 • Jadi Lebih Lembut?

Aila menangis. Tadi dia memang sudah tertidur, tapi ternyata tubuhnya begitu sensitif soal 'orang itu' sehingga terbangun.

Dia sangat ketakutan dengan lelaki buta itu, membuat dirinya tanpa sadar menjadi begitu waspada. Bahkan sekedar kedatangan atau suara 'orang itu' pun bisa membuat Aila gemetar.

"Mamaa," isaknya, mengusap dahi yang tadi dicium. Dia tidak menyukai semua sentuhan yang dilakukan 'orang itu' padanya. Sekedar teringat saja sudah membuat Aila bergidik ngeri. "Mamaa .... Aila mau pulang."

Noah.

Air mata Aila mengalir semakin deras saat teringat kekasihnya. Dia merasa sangat kotor karena telah disentuh lelaki lain. Meski sudah berkali-kali menggosok dan mengelap kulit, tapi sentuhan dan ciuman 'orang itu' masih juga terasa, membuatnya meremang.

Mengusap air mata, Aila tergugu. Dia merasa seolah jatuh ke neraka sejak datang ke sini.

"Tenang, Aila. Tenanglah," bisiknya. "Cobalah berpikir, bagaimana caranya pergi dari sini?"

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status