LOGINMita seorang lulusan cumlaude di perguruan tinggi ternama harus menahan malu karena sudah satu tahun menjadi pengangguran. Nasibnya begitu jelek dibanding teman-temannya yang semasa sekolah dan kuliah memiliki nilai pas-pasan. Oleh karena itu ambisinya untuk mendapatkan pekerjaan begitu besar. Dia menerima tawaran pekerjaan dengan gaji yang cukup besar yaitu menjadi asisten pribadi tuan muda kaya yang tampan, menjengkelkan dan otoriter. Lalu kerepotan apa saja yang dialami Mita selama menjadi asisten pribadi tuan muda Vano? Yuk simak selengkapnya disini!
View More
Episode 1
"Kate aren't you done with the makeup? Mr Lonnie is waiting. Awnn you look beautiful in that dress " My sister Jane complimented and I smiled.
"Thanks sister " I replied, and hugged her.
"You're the best " I added and she blushed.
Best indeed. A sister who lured her blood sister into prostitution. She's the worst sister ever.
In my life, I pray we don't cross parts.
"Thanks honey, well you have to hurry now " She said and walked out of the room.
It was night and I have a client this night. Mr Lonnie, a manager director in Excellent Limited.
I did my ugly makeup has usual, yeah I do heavy makeup so I don't get recognized.
Lol. Funny right? Am very beautiful without makeup. I do work at night.
I took the Rohypnol also called roofies and put it into my bag then my phone. I wore my black heels and stormed out of the room.
I waved my sister bye and took a taxi.
"Premier Hotel" I said and they taxi nodded.
I stared at my too exposed thigh and smiled. Am not a real slut. I should be called a fake prostitute cause am still a virgin.
A virgin prostitute. Am a little popular cause of my perfect sexy body. Every men would love to have me.
But I deal with VIP. Very Important people. Let's talk about the drug I do use.
Rohypnol is a drug also known as forget me pill,Mind eraser, Rophies and so on. Normally it is called "Date rape drug " due its amnesia produced by the drug.
An immediate acting benzodiazephine partial amnesia.
Well I do give my clients that, they won't recall what happened that night for a short term. I don't give them overdose so I won't have people's death hanging on my neck.
The drug is legal in this country. It normally used in clubs and bars. Most especially the rapist have this drug so as to rape girls.
But mine is vice versa. I use mine to steal money from my clients and run. When they wake up they won't remember a thing, not even my face nor the money.
One thing I avoid is, if the alcohol is clear or white one. I don't use the drug cause it will turn from white to blue.
I never had clients who drink water rather they drink wine or anything alcohol. I guess I have to stop here.
The taxi came to halt and I paid the man, I got down from the car and walked to the hotel gate.
The security gave me a lustful look and I winked at him. Did I tell you that everywhere I go, men even the teenage boys had to glance at me for three to four times.
They are only interested in my body and not my ugliness.
The security let me in, I got to the reception and asked the receptionist the room Mr Lonnie was.
She told me "Room 9, just go straight and turn left " She said and I nodded.
I cat walked with my heels making sounds.
I knocked and the door was opened immediately, an average man was standing in front of me.
I could tell he's in his forties. He smiled at me and I smiled back.
"You must be Kate right?" He asked and I nodded.
I walked in without his permission, my eyes roamed round the room and stopped when I saw the money on the table.
Mr Lonnie sat beside me and touched my hair softly but I only smirked.
"How about we have a drink Mr Lonnie? " I said, turning to him.
"Leave the drink alone, let's just start this "He whined.
"No, we must have a drink at least to boost our energy okay? Don't worry I will give you the best styles ever " I grinned at the fool.
"Arrghh! Must we have a drink? " He yelled.
"Am sorry but yes we must don't worry just a drink that's all " I replied and kissed him on the lips.
Am still a virgin but my lips.... No longer.
"Fine!! " He replied reluctantly.
I smiled and called for a red wine, It was brought immediately.
"Why don't you just have a bath " I said again.
"What?? Let's do this please.... Am feeling horny " He yelled.
"Hey calm down, fine I will be going. You can't just lay on me with that sinking body of yours " I fired back.
"But I just had my bath now, before you came you came in "
"Well your body still smell offensive to me " I replied, perfunctorily.
"Arrgh.. You are such a bitch." He snarled and walk to the bathroom.
Yeah. Am a bitch with certificate.
I quickly walk to my bag and took the liquid Rohypnol and poured a drop into one of the drinks.
I sat down immediately and composed my self well. Minutes later, Mr Lonnie came out with a towel hanging round his neck.
He sat down and I gave him his own drink, he drank a little and dropped it. It gonna take sometime to work.
I crawled up to him and began massaging him on his shoulder. He moaned with pleasure.
"Finish the drink, you need to have enough strength " I said and he took more.
...................
"Arrgh, I want to sleep. I really need to..... " He didn't complete his words before he slumped and slept like a dead pig.
I quickly rush to the table and took the money, then dropped it into my bag. I took his phone, his neck lace and other valuable things around him.
I scattered my hair roughly and adjusted my dress, I cleaned my lipstick and walked out of the room.
The effects of the drug isn't much, just make you sleep and forget what happened to you that day.
He's just gonna wake up and won't remember anything. Not even my face.
The receptionist gave me a scornful look and I glared at her before walking out. I called a taxi and entered.
Mission accomplished!
I got home and met my bitchy sister eating. I looked up when she noticed me.
"You are back? " She asked.
"Yeah I am "
"Was Mr Lonnie fun on the bed?" She asked again.
"Of course, I gave him the best style ever and he enjoyed it"
"Wow! My sister is now perfect than me " She winked and I smiled.
"I gotta go to my room, I feel sleepy and tired " I said and walk to my room.
TBC.........
Terimakasih untuk yang telah meluangkan waktu mengikuti kisah Mita dan Vano. Seperti halnya dalam hidup yang tak pernah ada akhir hingga kematian datang. Begitu pula kisah ini, yang sebenarnya belum berakhir. Bahkan Vano dan Mita baru mengawali kisahnya ketika ini berakhir. Maka dari itu, biarkan mereka melaluinya sendiri. Merajut kisah selanjutnya dengan hanya ada mereka sendiri. Sekali lagi, terimakasih untuk semuanya. Maaf jika sang pencipta cerita ini banyak mengulur waktu dan berakhir dengan cara yang mungkin membuat kalian kurang puas. Tetapi dengan cerita yang kurang sempurna ini saya berharap kalian semua bisa menikmati. Terlepas dengan saya yang memang suka ngaret update :) Terimakasih banyak. Salam hormat dari Mita, Vano dan author.****
"Ikuti kata hati, jangan menyangkalnya." Mita baru tau jika Ibunya bisa menasehati dengan baik. Ia pikir hanya Bapak yang bijak dalam menasehati. Saat itu setelah selesai acara makan siang bersama, Ibu berkata dengan kalimat itu sebelum keluar. Mita bingung tentang maksud perkataan Ibunya. Namun ketika dipikir lagi, ternyata memang masih ada problem dalam dirinya. Persis yang dikatakan Ibu, bahwa dia terus-terusan menyangkal perasaannya sendiri. Bukan tanpa alasan, sebab ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Yaitu menyakiti orang lain. Dulu ia benar-benar menyakiti orang yang sangat baik kepadanya. Atas dasar kelabilannya lah jadi banyak orang yang dia repotkan. Mita nggak ingin itu terjadi, maka dengan membohongi dan menyangkal dirinya sendiri adalah senjata untuk itu. Tetapi semakin menyangkal, semakin pula ia tak bebas dengan dirinya. Ada perasaan cemas dan juga khawatir. Tetapi atas dasar menghukum diri sendiri pula, Mita memantapkan diri untuk tetap baik-baik saja.
Siang hari kali ini panas menyengat membakar kulit. Di jalanan komplek tak ada orang yang bersenang hati berjalan di bawah teriknya matahari, bahkan di dalam rumah pun terasa sekali gerahnya kalau nggak ada kipas angin. Lebih bagusnya ac, namun rumah Mita bukanlah rumah mewah dengan adanya ac di setiap ruangan. Mereka mengandalkan angin dari kipas angin. Bukan hanya satu atau dua saja kipas terpasang, bahkan di ruang tamu ada, di ruang tengah dan di setiap kamar juga ada. Namun karena hari ini sangat panas, jadi gadis itu menyeret salah satu koleksi kipas berdiri menuju ruang makan. Nggak berat sama sekali, dia bisa santai tanpa perlu bantuan, namun karena seruan Ibu yang menyuruhnya untuk cepat membuat langkah kaki gadis itu semakin cepat. "Ayo duduk Van." Ibu Sri mempersilahkan si tamu untuk duduk di salah satu kursi makan. Sedangkan Mita hanya diam sembari menyalakan kipas angin yang tadi dia bawa. "Karena hari ini cuman buat satu pesanan jadi nggak begitu banyak masaknya," kata
Malam semakin berlalu, jam yang berdetak di ruang keluarga pun hingga terdengar jelas. Sedangkan itu di satu kamar nampak remang hanya diterangi lampu tidur. Keranjang berdecit kala seseorang di atasnya merubah posisi. Kembali berdecit saat lagi-lagi berganti posisi. Mita seketika menendang selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Merasa kesal akibat matanya yang tak kunjung tertutup. Dia mengambil bantal dan menutup wajahnya. Lagi-lagi nggak bisa tertidur. Dia frustasi dan mengembalikan bantalnya ke tempat semula. Sorot matanya seketika menerawang langit-langit kamar tak bisa tenang. Pikirannya berkelana pada satu momen siang tadi. "Tolong buka hati untuk saya." "Jangan menghindari saya." Argh! Rasanya Mita ingin berteriak kuat-kuat. Seketika jantungnya kembali berdegup nggak normal saat mengingat lagi momen itu. Dia memandang langit-langit kamar dengan menerawang. Tapi sesaat kemudian bibirnya terangkat ke atas secara otomatis. Mita tersenyum, namun kala tersadar ia memukul k
Tempat biasa yang dimaksud adalah sebuah cafe tempat biasa Farhan dan Gilang nongkrong. Cafe yang terletak di tengah pusat kota itu buka dua puluh empat jam dengan berbagai makanan dan minuman kemasan bak sebuah minimarket namun terdapat banyak bangku untuk anak-anak muda nongkrong dengan teman-tema
Angin malam berhembus menerpa wajah baby face milik Mita. Bibirnya menampilkan senyum sembari melambaikan tangan ke arah laki-laki yang kini sudah menunggangi motornya. Malam mulai larut, tiba waktunya untuk Mita beristirahat di atas kasur. "Kapan-kapan main balik ya?" ucap Gilang s
Siang hari yang cukup cerah nan panas membakar kulit. Mita berjalan dengan flat shoes yang sangat nyaman di kakinya untuk menyebrang jalan. Dia sehabis membeli tiga cup kopi untuk dirinya, Vano dan Billy. Kedua laki-laki itu saat Mita tinggal sedang melakukan diskusi serius, dan rasa
Mita sampai rumah tepat pukul sembilan malam. Gadis itu sudah bersih-bersih dan mulai merebahkan dirinya saat jarum jam menunjuk angka sepuluh. Suasana di dalam rumahnya sangat sunyi senyap sebab para keluarganya sudah mulai memasuki kamar masing-masing. Mita seketika menerawang langit-lan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore