LOGINAira Valerius, the poised and dutiful daughter of the Beta of Crescent Wane Pack, was raised to be Luna. Engaged since childhood to Rico, the Alpha’s son, her fate had always been bound to his whims his arrogance, and his indifference. And out of loyalty to her family, who owed everything to the Alpha’s bloodline, she swallowed her pride and wore the mask of the perfect mate.Until her wedding day.When Aira caught Rico in bed with her adopted sister, she walked away from the altar with fire in her veins but she never made it out alive. Betrayed. Silenced. Killed.Only… fate had other plans.Aira wakes up alive, in the past, in her bridal suite once more, memories of her death seared into her soul. And this time, she refuses to be anyone’s puppet.Still in her wedding gown, she flees, stepping into the unknown with one vow: never again.Then she meets him.Alexander Thorne, the mysterious man in the back of the sleek black car, with eyes like winter storms and a name that shakes the werewolf realm—The Alpha King.Desperate and cornered, Aira blurts out the impossible: “Marry me.”And to her shock… he says yes.But Aira is no longer just the Beta’s daughter, and Alexander is far more than a stranger. In his arms, she finds safety. In his palace, danger. Because the Alpha King has secrets of his own and a possessive streak that won’t let his new Luna walk away.Not now.Not ever.
View MoreSuasana yang hingar-bingar membuatku mengeryitkan mataku. Aku tidak suka suasana ramai dan menyesakkan seperti ini. Yang kurindukan adalah kamarku, kamar tenang yang damai, tempat aku bisa duduk dan membaca sambil mendengarkan musik sayup-sayup, tetapi musik yang sangat keras ini hampir melampaui batas toleransiku, ingin rasanya aku pergi dari tempat ini, tapi dia tidak bisa. Seorang Casanova yang brutal, ganas dan jahat menurut sumber yang aku dengar dari temanku.
Casanova itu akan datang ke tempat ini beberapa saat lagi. Haish ... Aku ingin pulang saja dari dunia gelap ini. Jika tidak karena perekonomian keluarga aku tidak mau kerja di sini.Aku mencoba menarik turun rok hitam pendekku yang mulai terasa tidak nyaman. Seragam waiters ini amat sangat tidak nyaman, dengan belahan dada yang begitu rendah dan rok yang begitu pendek, rasanya seperti dipaksa menyamar menjadi orang yang tidak dikenalnya. Namun, bukankah itu memang tujuannya? Dia tidak ingin lelaki itu mengenalnya, meskipun hal itu sepertinya tidak perlu ditakutkannya. Mereka hanya pernah bertemu satu kali, pada pertemuan singkat yang tak disengaja, saat lelaki itu menemui ayahnya di ruang kerjanya. Saat itu penampilanku tidak seperti sekarang, rambutnya masih panjang dengan kacamata berbingkai tebal membingkai wajahnya, bajunya tertutup dan sopan, beda sekali dengan sekarang.Aku mengernyitkan kedua mataku lagi, “Astaga, Aku benar-benar berpenampilan seperti perempuan murahan, ini sangat menjijikkan, kapan cobaanku ini akan segera berakhir? Aku lelah dengan semuanya,” desahku dengan wajah yang ditekuk.Suara berisik dari arah pintu masuk mengalihkan perhatianku, kedua mataku mencari-cari dan akhirnya dia datang juga. Sang Casanova itu ada di sana, dengan kedatangannya yang begitu heboh dikelilingi banyak sekali bodyguard berbadan kekar. Tanpa sadar aku mendengus kesal karena dia lelaki jahat yang suka menyakiti orang, dia pasti punya banyak musuh yang ingin membunuhnya.Dengan penasaran aku menjinjitkan kakiku, berusaha melihat dengan jelas sosok lelaki itu, Devano sang Casanova yang terkenal dingin, jahat dan beringas. Sosok yang ditakuti dalam dunia bisnis karena tidak segan-segan menggilas siapapun yang menghalangi jalannya. Siapapun yang berani melawannya, akan berakhir dalam tragedi. Seperti ayahku. Tidak akan kubiarkan lelaki ini bersenang-senang di atas penderitaan keluargaku.“Devano, kamu harus menanggung semua apa yang sudah kau lakukan dengan keluargaku. Gara-gara keserakahan mu aku harus kehilangan ibuku, bahkan ayahku. Jangan harap kamu bisa terus bersenang-senang. Aku sangat membencimu, Devano.” Kataku bicara sendiri dengan penuh kekesalan sambil mengepalkan kedua tanganku.Aku menjadi sebatang kara dan rasa dendam yang terpendam dalam hatiku makin menyeruak setelah kematian kedua orang tuaku. Semua ini berakar dari Casanova ini. Sejak lelaki itu muncul di keluarganya, semuanya hancur dan musnah. Aku harus membalas dendam, dengan cara apapun, untuk membalaskan kesedihan ibuku, dan kematian sia-sia ayahku. Peternakan harus aku ambil kembali.Balas dendamku dengan cara menyelidiki semua hal tentang Devano. di mana dia tinggal, bagaimana jadwalnya, apa kesukaannya. Semua informasi itu dikumpulkannya baik-baik dan disusunnya. Ketika Raina mendapati bahwa dia sering menghabiskan waktunya dengan kekasih-kekasihnya di klub kelas atas ini, Klub Happy. Tanpa pikir panjang, aku meninggalkan pekerjaanku sebagai perawat di rumah sakit, pindah dari tempat tinggalnya dan melamar sebagai waitress di sini. Sungguh, pekerjaan yang berbanding terbalik.Semua butuh pengorbanan, aku menyadari bahwa pembalasan dendam butuh pengorbanan besar. Seperti ketika dia harus berdandan sebagai wanita murahan dengan rok mini dan baju seksi. Kadang malam demi malam harus menahan diri dari siksaan kegaduhan dan hingar bingar musik, ataupun harus menahan hati karena banyaknya lelaki-lelaki genit yang selalu berpikir bahwa aku wanita murahan yang bisa dibeli. Semua butuh pengorbanan, mahal harganya. Namun, aku merasa itu akan sebanding dengan kepuasan yang akan dia dapatkan nanti. Kepuasan untuk membunuh lelaki itu dalam siksaan menyakitkan, seperti yang dilakukan lelaki itu pada ayah dan ibunya.“Hai, Rain. Kau, tahu jika sang Casanova yang kita tunggu-tunggu sudah datang. Astaga tampan sekali lelaki itu. Mau dong, di belai sama dia.” Sherine langsung menghampiriku dan masih setia melihat paras Devano yang tampan. Temanku ini seperti tersihir olehnya“Cih, Tampan darimana? Hatinya saja busuk.” Aku mendengus kesal.“Tutup mulutmu, Raina.” Sherine langsung membungkam mulutku. “Jangan, sampai Devano mendengarnya. Bisa tamat riwayatmu.” Sherine mengingatkanku.“Aku tidak peduli, Sher. Yang aku tahu lelaki itu bukan manusia melainkan iblis.” Aku kesal dan melepaskan tangan Sherine yang membungkam mulutku. “Aku kerja dulu. Selamat menikmati pemandangan yang super jelek itu. Bye.” Aku langsung melambaikan tanganku dan pergi ke dapur.Tatapan dan senyumku mengembang di wajahku. Saatnya beraksi. Aku sudah mengoleskan racun yang tidak akan terdeteksi, di dasar gelas yang sudah disiapkan khusus untuk Devano Christopher malam ini. Devano, tidak mau menggunakan gelas yang sama dengan orang lain. Gelasnya ekslusif, khusus hanya dipakai dirinya, dan tadi siang ketika berpura-pura membersihkan bar, Aku menyelinap ke tempat penyimpanan khusus itu dan mengoleskan racun yang tidak terdeteksi ke gelas tersebut. Seteguk saja minuman dari gelas yg sudah diolesi racun itu ditelan oleh Devano, maka seluruh dendamnya akan terbalaskan.“Kamu ... Akan mati. Aku tidak sabar melihatmu terbujur kaku. Dendamku akan segera terbalaskan. Ayah, Ibu. Aku tidak akan membiarkan dia hidup dalam kesenangannya dan satu hal lagi. Peternakan milik ayah, Raina berjanji akan merebutnya kembali. Devano ... Kamu harus membayar semua penderitaan keluargaku.” Aku mulai menitikkan air mataku. Aku langsung mengusapnya dengan keras.Memory beberapa bulan yang lalu masih membekas di pikiranku. Aku masih ingat ketika dia berdiri di samping ayahku yang membeku menatap wajah ibuku yang kurus dan pucat. Ekspresinya seperti tertidur, dan merasa sedih karena menyadari kenyataan bahwa Ibuku mungkin lebih bahagia sekarang setelah meninggal dunia.Setelah kematian ibu, Hati ayah hancur. Hancur total. Ayah mulai mabuk-mabukan, kadang berteriak-teriak dan menangis sendirian di malam-malam sepi. Hingga pada suatu hari, ayah mengendarai mobil dan satu-satunya harta yang masih tersisa, dan menabrakkan diri pada tembok pembatas jalan hingga mobil itu terguling beberapa kali. Ayah tewas seketika di tempat. Polisi mengatakan bahwa kandungan alkohol di darah ayahku sangat tinggi, hingga dapat dikatakan, ayahnyalah yang membunuh dirinya sendiri. Saat ini hatiku remuk. Hanya amarah dan dendam yang ada di diriku saat ini. Devano harus menanggung semuanya.Kulihat foto ayahku di saku rok ku. tragis kematiannya. semua sudah terjadi dan tidak akan pernah terulang kembali."Devano, bersiaplah menjadi priaku malam hari ini. Sungguh, pria itu membuatku jatuh cinta, terlena dengan parasnya yang menggoda. Aku harap dia akan memilihku." Celutuk Clara di dekat bar.Aku hanya tertawa sinis. Sebentar lagi dia akan mati.AIRA VALERIUSIt just feel too good to be a coincidence that Alex and I discussed that yesterday, and all of these is happening today.Alex held my gaze, and i hated how I am unable to tell what was going on in his mind. I could not tell if he was hiding anything really, especially not when he stared back at me like that, unflinching, as if not scared and not hiding anything. And when he parted his lips to answer, it made me question why i went ahead and ask him that in the first place. "Aira, if i had that much influence, do you think i would let him be just like that?" He arched a brow, tilting his head to the side slightly. "Or do you think he is not capable of getting that position on his own?""I do not think he is." I shook my head almost immediately, certain of that at the very least. "I know Rico. He is not that capable in the slightest. So, yes. I do think someone played a role in this."He hummed, and for the next few seconds, and I found myself hating being unable to read
ALEXANDER THORNE I watched as Aira bid her farewell from the confines of my car, taking the chance to observe her relationship with them all. I had already investigated them all, but there was something different about seeing them in person. She seemed close to her mother and Rico’s parent, her father not so much and her adopted sister? Wlel, I truly didn’t expect anything there. I’d sent Callum out to retrieve her bags and shortly after, he had put them in the trunk and she was making her way over to the car. He pulled the door open for her, and once she was in, her eyes found mine—though she did not look so surprised. My best guess is, she must have guessed I was in it. I had seen the way she looked at the car earlier, almost knowing. “Shall we go home, dear wife?” I greeted. Aira gave me a look, her lips slanted into a slight smile. “What are you doing here?” She glanced behind at where the others stood watching the car while Callum rounded it to get in the driver’s seat.
AIRA VALERIUSRico left first with Sam, Alyna and the others—not just our family but the entire pack came to see him leave. He was all grins, shoulders squared and his head held up higher than his mountainous ego. I could only watch by the side, wondering just how high this trip and new position of his would take him as I watched him bid his parents farewell.A hand suddenly looping around mine caught my attention, making me turn my head around just for my gaze to fall on a familiar figure’s. My lips curled into a small, honest smile.“Alayna..” I greeted, turning my entire body to face her. I have not seen her since we parted last night after they were taken to their rooms to rest—after which I took the chance to slip out and see Alexander.“hey there.” She greeted back, throwing her arms around me, pulling me into her embrace instead.I wrapped my arms around her back, feeling some of the worries weighing my heart down start to disappear slightly. There was something calming about
AIRA VALERIUS.Excuse me, what? Teach what?Rico had no sufficient knowledge for himself much less enough to teach others. And he was not from any influential family that contributed to our world. His parents are great people but honestly, they are not that powerful out there. We are a small pack.So, how could he…“Rico will be teaching at the academy?” The question escaped my lips before I could even digest the thought. It sounded too absurd to my ears truthfully.“You sound surprised.” Rico’s response was instant, bland of any emotion. His eyes were slightly pointed at me, lips curled downwards, almost as if daring me to repeat my words.I dropped my spoon, and held his gaze then responded, “That is because I am.” I stated, unwaveringly. “The ones chosen to teach at the academy are usually highly educated and sophisticated Alphas.”He dropped his utensils as well with a thud, then snapped. “And what is that supposed to me?” He knew exactly what I meant, after all, I did stroke his
AIRA VALERIUS"What about you?" He surprised me by throwing his own question back at me. "Who are you, Aira, and why did you marry me?"I swallowed a lump, my heart hammering behidn my ribcage. There was something about the way he held my gaze, as if he could see right through me, and I felt shiver
AIRA VALERIUSIt was such a busy day, I barely managed to get time to slip away to the cottage to bring food to Alex. I am sure he is starving. There is not any food left at the cottage, and as he wolf, he must be starvug given how big his appetite must be.So, the minute I get the chance, after Al
ALEXANDER THORNE“Do you want to speak about it?” I inquired in a cautious voice, after her admission.She blinked, seemingly snapping out of the trance she had found herself in. There was this distant look in her eyes that seemed too familiar, as if she had been sucked into a bad memory she did no
ALEXANDER THORNE.I flicked through the pages of one of the books I had picked from the book shelf belonging to Aira's mother. She had been gone for hours and the sun had began to set. I had answered a handful of business calls, but at one point, I decided to explore while I waited for her return.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews