Mag-log inHot Billionaire Series Second Generation The Billionaire with a Pink Gun Carrying the Billionaire’s Heir Arranged for the Billionaire Doctor
view more"Tian'er! Apa yang kamu lakukan?!"
Sang paman begitu terkejut melihat keadaan Wu Tian yang dalam keadaan lusuh dan kotor. Tak hanya itu, remaja 15 tahun itu tampak sedang mencoba menyusup masuk ke dalam kamarnya.
Padahal, mentari pagi baru muncul di ufuk timur. Banyak warga kota Huan Nan yang belum beraktivitas, tetapi Wu Tian sudah dalam keadaan sangat menyedihkan.
"Aku hanya memetik buah persik dari pohon di belakang rumah, Paman.” Wu Tian menunduk. “Apa itu salah?"
Wu Cao lantas menggeleng kepala pelan mendengar pernyataan keponakannya itu.
Walau Wu Tian adalah putra bungsu dari Wu Zhen dan Yin Lin yang terkenal di Kerajaan Han. Namun, anak itu kurang perhatian dan diabaikan karena tidak memiliki dantian yang sempurna untuk menjadi kultivator sejati.
Menurut peramal, Wu Tian tidak akan pernah bisa menjadi kultivator. Menjadi pendekar biasa pun, anak itu tak akan mampu. Hal inilah yang membuat Wu Tian dianggap sampah dan aib Keluarga Wu, bahkan oleh ayah dan ibunya.
Hanya Wu Cao yang masih telaten merawatnya dengan penuh kasih sayang. Namun, Wu Tian semakin lama semakin sering berulah agar dirinya diperhatikan. Sayang, ulahnya justru akan membuat Wu Tian semakin dibenci Keluarga Wu, seperti pagi ini….
"Buah itu tidak boleh dipetik sebelum waktunya Tian'er. Seharusnya, kamu mengetahuinya! Kalau orang tuamu tahu perbuatanmu, kamu bisa dihukum berat!"
"Paman Cao, apa benar aku ini sampah yang tidak berguna?" tanya Wu Tian mendadak.
Mendengar itu, Wu Cao memandang Wu Tian penuh kasih. "Huussh ... kamu tidak boleh bicara seperti itu! Setiap orang dilahirkan dengan kelebihannya masing-masing! Hanya saja, kamu belum menemukannya!"
"Tapi, aku ingin berguna Paman Cao agar ayah dan ibu memperhatikan diriku!" ujar Wu Tian dengan sedih.
Meski tidak tahu semua permasalahan yang melingkupinya, Wu Tian sudah memikirkan ini sejak lama. Tidak ada satu keahlian pun yang dikuasainya meski nyaris dewasa. Padahal, orang lain sudah mahir dalam beberapa jurus.
Puk!
Wu Tian terkejut merasakan pukulan lembut di pundaknya.
"Orang tuamu bukan tidak memperhatikanmu. Mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing!"
Wu Cao tampak membesarkan hati Wu Tian. Namun, entah mengapa, Wu Tian merasa semakin buruk.
"Aku tahu paman kalau aku ini memang tidak berguna! Aku tidak punya kemampuan apapun yang bisa dibanggakan oleh keluarga Wu!"
"Meski demikian, paman tetap menyayangimu apa adanya Tian'er. Jadi, kamu tidak perlu khawatir!"
"Kalau begitu, aku ingin masuk Sekte Awan Angin, paman! Kebetulan, hari ini lagi dibuka pendaftaran untuk pemula. Izinkan aku, paman?" rengek Wu Tian.
Sekte Awan Angin merupakan sekte kultivasi yang sangat terkenal di kota Hu Nan. Tiap tahun, sekte Awan Angin membuka pendaftaran untuk pemuda/pemudi yang ingin memperdalam kultivasi.
Dipimpin oleh Patriark Mao Chen yang sudah berumur ribuan tahun dan beberapa Sect Elder terkenal, banyak keluarga besar yang mempercayakan pelatihan awal kultivasi penerus mereka ke sekte itu.
Bila sudah mendapat pelatihan di sana, barulah mereka kemudian dilatih dengan kultivasi dan pusaka rahasia keluarga mereka masing-masing.
Wu Cao kesulitan menjelaskan semua itu kepada Wu Tian. Kondisi keponakannya yang tidak memiliki dantian dan meridian yang sempurna–tidak mampu mengalirkan qi ke seluruh tubuh. Hal yang dasar dalam kultivasi.
Jadi, bagaimana mungkin sekte Awan Angin akan menerimanya?
Kalaupun diterima, Wu Tian hanya akan menambah aib keluarga Wu di mata keluarga besar lainnya. Parahnya, dia akan menjadi lelucon dan hinaan saja oleh peserta lainnya.
“Paman Cao?”
"Tian'er ... bukan paman tidak mengijinkan kamu mendaftar. Tapi, ayah dan ibumu tidak akan mengizinkannya!" ujar Wu Cao, mencoba memberi pengertian kepada Wu Tian.
"Tapi, aku ingin berguna paman Cao! Bagaimana aku bisa berguna kalau aku bahkan tidak diberi kesempatan untuk mencoba?"
Wu Tian tetap tidak mau menerima keadaannya yang tidak mungkin bisa berkultivasi. Pemuda ini tetap bersikeras menunjukkan kemampuannya pada orang tuanya agar mereka memperhatikan dirinya lagi.
"Tidak mudah untuk mendaftar masuk ke sekte Awan Angin ... kamu mesti mempunyai dasar ilmu bela diri dahulu, barulah mereka mempertimbangkan untuk menerimamu, Tian'er."
“Lalu?”
Wu Tian tidak paham alasan pamannya. Hati remaja itu semakin sedih. Mengapa semua anggota keluarga Wu tidak mempedulikan dirinya? Bahkan, paman Cao juga melarangnya untuk menunjukkan kemampuannya sebagai putra keluarga besar Wu.
Tangan Wu Tian lantas mengepal kesal.
"Aku harus mencobanya, paman! Mungkin saja ada pertimbangan lain dari sekte Awan Angin selain ilmu bela diri untuk bisa masuk ke perguruan tersebut!"
"Tian’er! Dengarkan paman! Kamu tidak boleh pergi ke sana. Jangan menambah masalah yang akan merugikanmu kelak!"
Tatapan Wu Cao seketika mendingin. Meski tidak menjelaskan secara detail, dia berharap peringatannya menyadarkan Wu Tian konsekuensi bila dirinya ekad mendaftar ke sekte Awan dan Angin.Melihat tatapan sang paman, Wu Tian tampak melunak. "Baik, paman!"
Senyuman pun timbul di wajah Wu Cao. Dia memeluk keponakannya dengan penuh kasih.
Hanya saja, dia tak sadar bahwa Wu Tian berucap demikian agar Wu Cao tidak mengawasinya.
Dia tetap akan menyelinap dari rumah besar keluarga Wu menuju ke pusat kota Hu Nan–tempat sekte Awan Angin ini berada.
Tujuan Wu Tian hanya satu. Membuktikan kepada keluarga besar Wu kalau dirinya bukanlah sampah yang tidak berguna yang bisa dibuang dari keluarga dengan seenaknya.
‘Maaf, Paman. Tapi, aku tidak ingin diabaikan seperti ini. Aku juga ingin membuatmu bangga.’
Sebastian's POV:Adahlia moaned softly so I continued playing with her chest. Damn her babies, it's too big for my mouth. I almost choked.Adahlia was also going crazy for teasing me. That turned me on because She liked what I was doing. I started unbuckling my pants and removing my polo while kissing her. We were both intoxicated by the sensation we were sharing.When we were both naked, I covered our bodies with a comforter because the air conditioner was cold. I just continued to kiss Adahlia's red lips. her hands, if not on my back, were on my neck.Little by little my kisses went down until I reached her babies. I pinched and played with her mountains."Oh my, you're good. Your tongue is so good, it's as if your tongue moves like our mop," said Adahlia so I suddenly laughed.I lost the momentum and laughed for a moment. I'm drunk too but it's like I woke up to her joke. Damn, she is really funny. She just doesn't know how to time jokes. It was really in that situation that she st
Sebastian's POV:I invited Adahlia to go to the center and that's when we started talking to each other. We even got wine every time a waitress came by with a cocktail. I can feel that I am drunk and so is Adahlia but we’re not yet very drunk. Next came the modern sexy dance music that made Adahlia laugh. Her eyes were wide and dark, they are very beautiful. I don't know but I have never admired such a beautiful woman like her.She came closer to me and ran her hands from my abs up to my jaw. I grabbed Adahlia by the waist to stop her. She's torturing me."Oh naughty," she laughed and whispered and bit my ear."Looks like someone is in Heartwell," I laughed sheburied her face in my chest. Reprimanding woman."What are you saying? I'm going to steal? Look like someone is a thief, huh? Hey, excuse me! We're tight, but I'm not that kind of person," said Adahlia and lightly hit my chest."Nah, you heard wrong. It's you," I said laughing.I just shook my head and ruffled her hair. I invit
Adahlia’s POV:I turned my attention to something else because I didn't want to stare too much at the other table.After a while, the drinks we ordered arrived. It's two buckets of Smirnoff. I rarely drink but when I do, I hardly get drunk. I'm always the one who takes care of my friends."You bought drinks for children. Aren't there any hard drinks?" I asked them."Oh, you're so arrogant, Adahlia! Later when we bring out tequila, I don't know if you can still say that. You're used to drinking on the corner, but not yet internationally," Louise said with a smirk."Those wines, they're all the same even if they're international brands. They just have different alcohol percentages so the effects are different," I said and opened my Smirnoff.We used up two buckets and I got the third. I still didn't get it right so I was surprised when a Black Label arrived at our table. I know this drink and it is quite pricey. We didn't buy something like this because we couldn't afford it. I even ask
Adahlia's POV:When I got to the bank, I immediately went inside and logged in. I worked all afternoon until I got home. I hate being left here alone and working overtime. I'm still afraid to be alone because the surroundings are so quiet and scary."Hey Adahlia, seriously look there! Isn't Joseph flirting with you?" Mercedes called me."Yes why?" I asked and approached Mercedes."Oh, that's it, watch it! That shameless womanizer! I thought he was a good man!" Mercedes said with a frown.She handed me her cellphone so I watched the video. My eyes widened because it was Joseph.There was a woman in front of him who was twerking. The fool even paid the woman some cash before drinking alcohol. What a cheater!Mercedes thought that Joseph was just flirting with me but we had been in a relationship for a month now. My family thought I was a “no boyfriend since birth” until now, but the reason I don’t tell them of my boyfriends because I always get cheated on! As for the mother, she’ve know
I moved the strands of hair on my face before standing up with a bang. I opened the door and Kristoff appeared with a sweet smile."Hey Kristoff, stop there! Where are you going? You're only 10 years old! Study there! You don't even know PEMDAS!" I yelled at Kristoff in annoyance."Oops, I just wok
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.