The Man I Swore to Hate

The Man I Swore to Hate

last updateLast Updated : 2025-06-06
By:  JeniGNCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
70Chapters
2.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Carmenta Bloom’s life is the epitome of gilded misery, and she is no stranger to controversy. With wealth and glory as her inheritance, she has everything but the freedom to live on her own terms. When a scandal threatens her family’s ironclad reputation, Carmenta is cast into a prison of her own making under the watchful eye of her bodyguard, Perion. Perion is her captor in every sense. He moves mountains and pounds them to ground again. He controls her, isolates her, and refuses to allow any escape—except one she never anticipated: his presence begins to consume her. Perion isn’t who he claims to be. He isn’t just a hired hand—he’s tied to a powerful mafia syndicate, his motives shrouded in secrecy. To him, Carmenta is a key piece in a high-stakes war his syndicate is waging. As Carmenta’s fiery spirit challenges Perion’s icy resolve, the line between duty and love begins to blur. Perion starts to see the woman behind the façade, and Carmenta, despite her mistrust, feels drawn to the man she thinks is her protector. He begins to question everything—his loyalty and the woman who has somehow gotten under his skin. Torn between duty and desire, Perion must face the consequences of his lies, while Carmenta must decide if she’s willing to risk everything—her heart, her life, and her very soul—for the man who was never meant to protect her. As war closes in and trust crumbles, they must confront what they’ve both been running from or be destroyed by it.

View More

Chapter 1

PROLOGUE

DELAPAN HARI SAJA MENJADI ISTRIMU

"Kamu sudah gosok gigi?"

Aku terkejut mendengar pertanyaan Mas Haris, lelaki yang baru dua belas jam lalu menjadi suamiku. Resepsi baru saja selesai dan kini kami berdua tengah berada di kamar pengantin. Rasa deg deg an dan jantungku yang berdebar kencang seketika buyar mendengar pertanyaannya.

"Sudah Mas. Tadi setelah makan malam."

"Hemm, gosok gigi lagi sana."

Aku tertegun. Mas Haris memalingkan wajahnya yang tampan dari wajahku. Padahal kami tadi hampir saja…

"Ayo cepat gosok gigi."

Aku mengalah, turun dari kasur dan masuk ke kamar mandi. Di depan cermin wastafel, kutatap pantulan diriku, yang masih tampak cantik sisa sisa riasan pengantin. Kuraih sikat gigi dan mulai mengisinya dengan odol. Tak mau membuat Mas Haris menunggu lama, aku segera gosok gigi, memakai obat kumur dan memastikan aroma dari mulutmu wangi. Meski perasaan tak enak mulai menelusup mendapati perintahnya tadi.

Keluar dari kamar mandi, aku tertegun mendapati lelaki yang baru saja sah menjadi suamiku ini sudah tertidur lelap. Dia berbaring miring menghadap ke pinggir, sehingga jika aku ikut berbaring di sebelahnya, maka dia akan memunggungiku. Aku menghela nafas, mengikat kembali kimono tidur dan mulai merebahkan diri.

Haris Pradana, seorang dosen bergelar doktor di Universitas ternama di kotaku. Aku mengenalnya dari Mama, yang mulai khawatir melihat aku tak juga punya gandengan hingga berusia dua puluh enam tahun. Aku akhirnya pasrah dengan perjodohan ini ketika melihat latar belakang keluarganya yang tanpa cela. Berharap cinta akan tumbuh seiring pernikahan. Perbedaan usia yang cukup jauh, dua belas tahun, kuharap juga mampu membuat kami saling mengisi. Setelah tiga bulan menjajaki, akhirnya kami resmi menjadi suami istri hari ini.

Dan kini, malam pertama yang kuharap tak terlupakan, nyatanya terlewat begitu saja. Tak ada ucapan romantis, atau pelukan mesra. Jangan lagi berharap kami melakukannya seperti kebanyakan pengantin baru lainnya. Dia kini tertidur sambil memunggungiku. Dengkur halus yang terdengar dari bibirnya, menjadi irama musik pengantar tidur untukku.

***

"Nadya, kamu bikinin aku kopi? Ini tadi gelasnya sudah disterilin dulu belum?"

Sapaan pagiku langsung berupa kalimat panjang. Mas Haris baru saja keluar kamar, dengan pakaian rapi, berkemeja biru muda dan celana panjang hitam.

"Itu gelasnya bersih Mas. Aku ambil dari rak piring."

Mas Haris urung duduk di meja makan. Dia mengambil gelas kopinya dan tanpa kuduga, membuang isinya ke tempat cuci piring. Setelah membuang isinya, dia meletakkan gelas itu, dan mengambil gelas yang baru dari dalam rak piring. Dituangkan nya air panas dari termos ke dalam gelas, lalu di goncang goncang hingga merata. Setelah itu, Mas Haris membuang air dalam gelas dan memberikan gelas kosong itu padaku.

"Bikin lagi. Lain kali, semua perabotan makan untukku harus kamu steril lebih dulu. Kau mengerti?"

Aku menelan ludah. Bukannya meminta maaf karena telah meninggalkanku tidur di malam pertama kami, aku justru mendapat tutorial mensteril alat makan.

Tak mau membantah, aku melakukan apa yang dia perintahkan. Setelah meletakkan gelas kopi yang baru di atas meja, aku duduk di sebelahnya. Namun tiba-tiba, Mas Haris menggeser kursinya menjauh.

"Sebaiknya kau duduk agak jauh Nad. Emm, aku tak suka duduk terlalu dekat dengan orang yang baru ku kenal."

Deg. Jantungku seakan berhenti berdetak. Kami memang belum lama mengenal, tapi kan, aku istrinya. Sebenarnya, siapa suamiku ini sesungguhnya? Seorang clean freak?

Kulihat kini Mas Haris memandangi hidangan sarapan di atas meja. Kami memang langsung pindah ke rumah sendiri usai resepsi di gedung dan sedikit ramah tamah di rumah Mamaku semalam. Alasannya, Mas Haris tak punya banyak waktu libur. Pekerjaan telah menunggu. Aku harus rela mengubur anganku tentang bulan madu di tempat impian. Kupikir inilah resikonya menikah dengan lelaki Workaholic.

Tiba-tiba kulihat Mas Haris mendorong piringnya yang bahkan sama sekali belum tersentuh isinya itu. Dia lalu menarik tempat roti dan mengambil selembar roti tawar, mengisinya dengan selai nanas dan memakannya tanpa bicara. Aku menatapnya dengan hati tak enak. Dia menolak makan pagi yang telah kubuat dengan susah payah sejak setelah subuh tadi.

"Lain kali tanya dulu aku mau makan apa. Jangan asal masak." Ujarnya sambil mendorong kursi ke belakang dan pergi begitu saja.

Seperti inikah rasanya pengantin baru? Kemana rasa semanis madu yang harusnya kukecap hari ini?

Selagi aku melamun sambil memandangi meja makan yang tak dia sentuh isinya, suara mobilnya pergi meninggalkan rumah terdengar. Aku menekan dada yang tiba-tiba terasa sesak. Ternyata, aku telah menikah dengan seorang asing, yang sama sekali tak kukenal.

***

Malam sudah merangkak naik ketika deru mobil Mas Haris memasuki halaman terdengar. Aku bergegas menuju pintu dan membukanya. Aku mendekat hendak meraih dan mencium tangannya, tapi Mas Haris justru mundur, dan menyembunyikan tangannya dibalik badan.

"Kamu udah cuci tangan belum? Habis pegang apa tadi?"

Aku tertegun, menatap lelaki itu tak mengerti. Tanpa merasa bersalah, Mas Haris langsung masuk ke dalam kamar. Kecewa dan tersinggung berat akibat perlakuannya sejak kemarin malam hingga malam ini, aku mengejarnya ke dalam kamar.

"Mas! Kamu itu kenapa sih? Aku salah apa?" Ujarku sambil memegang tangannya.

Diluar dugaanku, Mas Haris menyentak tangannya yang kupegang hingga aku terhuyung huyung. Kami bertatapan dan seketika aku bergidik melihat bara api di matanya.

Aku, semakin merasa tak mengenalnya.

"Nadya, berani sekali kau menyentuhku! Sekarang kemasi barang-barangmu dan pulang ke rumah orang tuamu!"

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
70 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status