LOGINMy mate, Kael, got killed by rogues while trying to save me. He left behind a debt of ten million and a child, not yet a year old. Out of guilt and longing for Kael, I refused the advances of many excellent werewolves and never accepted a second chance, mate. I worked endlessly to raise my child and pay off the debt. But during a business meeting at a hotel, I saw my mate—who was supposed to be dead—lying in bed with my stepsister, Lila.
View More“Gimana, Abra, enak nggak sup iganya?” suara Riani mengisi ruang makan.
Serayu melirik suaminya yang menjawab singkat, “Enak,” sambil tetap makan.
Senyum puas muncul di wajah sang mertua, senyum yang sudah sering Serayu lihat, tapi tak pernah terasa hangat.
Abra merangkul bahu Serayu dengan santai. Sentuhan itu membuatnya kaku, bukan karena tidak nyaman, tapi karena ia tahu mata Riani sudah memperhatikan.
Dan benar saja, tatapan tajam itu langsung menusuk, seolah menilai bahwa Serayu tak pantas berada di sana.
“Ini masakan Aileen,” ucap Riani tiba-tiba.
Nama itu menghantam Serayu lebih kuat daripada nada suara yang mengatakannya.
Abra tersedak spontan, dan saat Serayu hendak memberinya air, Riani menepis tangannya seolah ia hanya gangguan. Sang mertua yang kemudian menyodorkan gelas pada Abra, membuat batas antara mereka semakin jelas, bahwa Serayu tetap orang luar.
“Aileen mampir tadi. Sekarang dia pindah tugas ke sini,” lanjut Riani. “Tambah cantik, pintar, karirnya bagus… Harusnya dulu kamu sabar nunggu dia S2.”
Ucapan itu menusuk, bukan karena Serayu cemburu, tetapi karena ia sudah terlalu sering dibandingkan dengan perempuan yang bahkan belum pernah ia temui.
Abra menahan ibunya dengan satu kata, “Mama.”
Saat itu juga Serayu tahu makan siang itu sudah berakhir untuknya.
“Kenapa, Abra? Nyatanya, sampai detik ini Mama memang tidak pernah merestui pernikahan kalian,” ujar Riani tanpa ragu. Ia menatap Serayu dengan tajam, seperti bagaimana ia selalu menatap menantunya itu.
“Ma, sudahlah.” Abra mulai kesal, tapi masih menahan diri.
Sementara Serayu, ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tahu, ia hanyalah koas dari keluarga sederhana yang masuk rumah sakit itu lewat beasiswa.
Hidupnya berubah sejak kecelakaan kecil dengan mobil milik Abra, dokter bedah muda yang arogan dan pewaris rumah sakit. Berniat bertanggung jawab, Serayu menyadari jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil itu cukup besar.
Hingga akhirnya, tawaran pernikahan kontrak muncul dari Abra sebagai jalan keluar. Serayu sudah menolaknya, tapi keadaan keluarganya yang serba kekurangan memaksanya menerima.
Tak ada yang tahu perjanjian itu, termasuk Riani, yang sejak awal menolaknya. Serayu terlalu “biasa” untuk keluarga besar itu.
Apa pun yang Serayu lakukan selalu tampak salah di mata Riani. Bahkan hal sekecil menaruh gelas pun bisa menjadi alasan untuk merendahkannya.
“Abra, sampai kapan kamu mau dibutakan oleh istri kecilmu itu? Dia ini hanya mengincar hartamu, memanfaatkan popularitasmu di dunia kedokteran!” seru Riani tak tahan lagi. Tatapannya kembali terarah pada Serayu. “Kamu ini dari keluarga miskin, modal beasiswa, harusnya kamu sadar diri.”
Serayu kembali menunduk, tak tahu harus merespon dengan kalimat apa. Ia tahu, pernikahan ini hanya di atas kertas, tapi apa yang ibu mertuanya katakan tentang latar belakang keluarganya benar-benar meluikai hatinya.
“Ibu Riani, saya memang dari keluarga miskin, tapi saya nggak pernah punya niatan buruk pada Mas Abra dan keluarga,” lirih Serayu berusaha membela diri.
Awalnya, ketika menerima perlakuan buruk dari sang ibu mertua, Serayu tak ingin ambil pusing. Ia hanya perlu bertahan hingga kontrak pernikahannya dengan Abra berakhir. Namun lama-kelamaan, ibu mertuanya semakin keterlaluan.
“Di dunia ini tidak ada maling yang mengaku, Serayu! Saya nggak tahu, apa yang sudah kamu perbuat sampai bisa mencuci otak anak saya dan berani melawan ibunya sendiri,” cibir Riani tanpa perasaan.
Serayu meremas ujung bajunya di bawah meja. Tatapannya terarah ke arah Riani dengan penuh rasa tidak terima.
Abra yang melihat ekspresi Serayu langsung mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan istrinya di bawah meja. Seolah memberi instruksi untuk tidak lagi membalas ucapan ibunya agar suasana tidak semakin keruh.
“Sejak awal semua sudah berjalan lancar. Abra hanya tinggal menunggu waktu untuk menikah dengan Aileen, tapi tiba-tiba kamu muncul dan mengacaukan semuanya. Seharusnya kamu nggak usah menampakkan diri di hidup anak saya,” lanjut Riani seolah masih belum puas menyudutkan sang menantu.
“Ma, dari awal Abra memang nggak ingin menikah dengan Alieen,” sahut Abra menyanggah.
“Iya karena perempuan ini lebih dulu mencuci otakmu, Abra!” seru Riani makin kesal.
Serayu makin merasa kesal. Ia tahu, tiap kali kejadian seperti ini datang, Abra memang berusaha membelanya. Entah apa motif sebenarnya, setidaknya Serayu sedikit merasa terbantu meskipun rasanya juga percuma karena ibu mertuanya itu sama sekali tak bisa dibantah.
Jika saja Abra bersikap abai, mungkin hidup Serayu akan semakin terasa terperosok. Sudah terjebak dalam pernikahan kontrak, masih juga ditindas di keluarga suaminya tanpa pembelaan sedikitpun.
“Sudahlah, Abra antar Mama pulang,” kata Abra pasrah. Ia berdiri dan bersiap untuk pergi dari ruang makan.
“Kamu benar-benar berubah semenjak menikah dengannya,” tuduh Riani dengan nada dingin.
Abra tidak menanggapi, hanya menghela napas lalu menoleh pada istrinya.
“Masuklah dulu, Saya akan antar Mama pulang,” titahnya berbisik, meminta Serayu masuk ke dalam kamar.
Serayu menurut, tapi belum genap langkahnya tiba-tiba suara Riani membelah keheningan.
“Ceraikan Serayu, Abra!”
As soon as these words rolled out of Chris’s mouth, the room erupted in shock:"So the true owner of Galaxy Group is Veya?""My God, she’s incredible! Not only did she turn a design company with millions of debt into a publicly traded firm, but also built the globally renowned Galaxy Group!""Am I dreaming? An Omega created a business empire?""This is unbelievable! I used to think she was a pushover and an embarrassment to women, but she’s actually a low-profile powerhouse!""She’s the ultimate role model for single women everywhere!"Kael’s body shook with anger, and his eyes turned red. He grabbed Chris’s arm and demanded,"This is commercial fraud! If you didn’t want to partner with me, why did you make me host a signing ceremony?""To make sure you invited all the top business elites, so they could witness the downfall of you and your ungrateful family firsthand," Chris replied with a sneer.Kael glared at me and asked through gritted teeth,"Veya, I get it now. This was all part
Chris's gesture toward me left everyone in the room utterly stunned."Did I hear that right? Did he just call Veya Lady Boss?""I don't get it. What’s their relationship?""Could Chris actually be interested in this Omega?"The crowd murmured in hushed tones.Kael, clearly confused, asked,"Chris, why are you calling Veya your boss? Did you mistake her for someone else?"Lila, even more unwilling to accept the situation, added,"Chris, you must be joking, right?"Chris cast a cold glance at them, his voice icy and laced with disdain."How could I mistake my own boss? Or do you think I’m blind?"His retort left Lila and the others visibly flustered."N-no, not at all, Chris! I was just worried you might’ve been deceived. I know exactly what kind of person my sister is!" Lila stammered.Chris let out a derisive snort, then turned his gaze back to me with a mix of affection and frustration."You don’t understand her at all. For years, she took care of your children, helped you pay off you
"He's the CEO of Galaxy Group!" One of the women gasped. “Chris?! The CEO?!” Lila said in utter shock. Dressed in a tailored suit, starkly contrasting to his usual casual attire, Chris stood beside me. His golden hair shimmered under the lights, and his green eyes were sharper than ever. He exuded an aura of authority that demanded respect without anger.His presence captivated the entire room, and I could even sense the pheromones emanating from some of the female werewolves."I wonder if he has a mate yet.""Even if he does, I wouldn’t mind going on a date with him."I overheard whispers from the women around me.Noah stared at Chris in shock, murmuring to himself,"How is this possible? Chris is my teacher. How could he be the CEO of Galaxy Group?"Equally stunned, Kael quickly stepped forward with a slightly awkward smile and extended his hand."I didn’t realize you were the CEO of Galaxy Group. About our last meeting, I may have said some things I shouldn’t have. I hope you can
Soon, it was the day of Kael's signing ceremony with Galaxy Group.The event was held at the largest hotel in the Galaxy Pack. No one could attend it without an invitation. Some Instagram influencers, eager to ride the wave, live-streamed the entire event, attracting a large online audience.Under the video, countless comments flooded in:"This event is insanely luxurious! I heard they even invited a famous singer to perform.""Kael really hit the jackpot—a submissive mate who paid off his debts and even introduced him to new projects. What kind of mysterious charm does this guy have? He’s not even better looking than me!""Who’s the CEO of Galaxy Group? They seem so mysterious."After scrolling through the comments, I turned off my phone and entered the hotel. Lila, chatting with guests, froze when she saw me. Her smile disappeared instantly.Setting down her wine glass, she stormed over, glaring at me fiercely."Veya, I don’t remember inviting you. Every guest here today is of high






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.