LOGINLa vida de Atenea Dankworth no será igual luego de que sus padres mueran en un trágico accidente y ella sea obligada a firmar un contrato en el que accede a ser la esposa de un importante multimillonario, arrogante y déspota con todos a su alrededor. A pesar de que intenta negarse a un trato tan despreciable, se resigna a su suerte cuando descubre que el testamento de su padre estipula que ese matrimonio debe llevarse a cabo. Por lo que muy a su pesar firma el contrato que la condena a un infierno al lado de Dominic Black Dominic Black, es la bestia a la que todos temen y a quien ahora le pertenece la dulce Atenea. Ella será su joya de la corona, no le interesa en lo absoluto, sin embargo, el prestigio del que goza el apellido de la joven le abrirá puertas que a pesar de su considerable fortuna continúan cerradas para él. No obstante, ella decide firmar un contrato prematrimonial en el que detalla uno a uno las condiciones que requiere para poder aceptar hacer un trato con la bestia. Una guerra encarnizada entre unos ojos tan negros como la noche más oscura y unos azules tan limpios como el cielo más puro se llevara a cabo cuando estas dos almas crucen sus caminos. ¿La bestia será domesticada o destrozará a su presa antes de ser amansada?
View MoreBAB 1 DATANG KE TEMPAT YANG SALAH
Lampu diskotik berputar di tengah ruangan remang dengan suara guncangan musik keras. Seorang penari striptis meliuk di atas meja, bergelayut, berputar pada tiang untuk dihujani lembaran dolar. Anelies merinding dengan segala pemandangan di tempat itu. Tapi dia harus nekat datang untuk menemui Madam Lexis. Dia butuh pinjaman uang. "Hutangnya yang kemarin saja belum bisa dia bayar, sekarang wanita itu kembali datang untuk berhutang lagi!" Pablo melapor pada Madam Lexsis. "Bawa dia menemuiku!" Madam Lexsis mengetukkan abu rokok di tangannya tanpa peduli serpihannya bakal melubangi karpet mahal di bawah tumit heels nya. "Wanita tetap punya sesuatu yang berharga untuk membayar meskipun dia tidak punya uang." Pablo langsung kembali keluar dari ruangan bosnya untuk memanggil Anelies. Pria Meksiko berbadan tinggi besar, dan berkepala plontos jelek itu mendesis kan giginya yang keropos akibat heroin. "Ayo cepat masuk." Punggung Anelies di dorong kasar. Tapi dia tidak berani mengeluh. Anelies sedang sangat butuh pinjaman uang untuk membebaskan kawannya dari penjara. Anelies kembali di dorong kasar. "Ayo sana maju!" Di dalam ruangan itu, Madam Lexis terlihat duduk menyilangkan kaki di singgasana kebesarannya. Tatapannya tajam penuh penilaian. Meski wanita itu sedang berpura-pura tersenyum manis, matanya tak luput dari tubuh Anelies. Muda. Berlekuk feminim. Bakal sangat bernilai dalam penjualan. Anelies juga terlihat masih sangat polos dan kikuk untuk sekedar bicara di hadapan Madam Lexis. "Tolong beri aku pinjaman lima puluh ribu lagi." Nafasnya gugup, tapi sungguh dia sudah tidak punya pilihan kecuali datang kemari. "Bagaimana kau akan membayar hutangmu?" Sura Madam Lexis masih sangat tenang. "Aku bisa bekerja sebagai kurir." Selain memiliki bar dan klub dewasa, Madam Lexis juga penjual obat-obatan terlarang. "Pekerjaan kurir sangat berbahaya untuk gadis muda sepertimu. Kau bisa ikut masuk jeruji besi seperti kawanmu." Madam Lexsis menyalakan batang rokok baru sambil pura-pura meneliti penampilan Anelies. "Wanita muda sepertimu akan lebih cepat mendapatkan banyak uang jika bekerja di klub." "Aku tidak bisa bekerja di klub, Madam." Anelies berusaha untuk tetap bersikap sopan untuk menolaknya. "Kau cantik, kau pasti akan menghasilkan banyak uang agar bisa hidup lebih mudah." Kali ini Madam Lexsis mengetukkan abu rokoknya ke tepi meja. "Kau akan mendapat banyak tips dari pekerjaanmu hanya dengan sesekali merentangkan kaki jika ada yang minta." Tangan Anelies diam-diam mengepal. "Lebih baik aku bekerja sebagai kurir." "Semua gadis-gadisku di klub awalnya juga sepertimu. Tapi lihatlah mereka sekarang!" Madam Lexsis berdiri dari tempat duduknya, menghembuskan asap rokok sambil berjalan menghampiri Anelies. "Mereka justru ketagihan dan nyaman dengan pekerjaannya." Madam Lexsis menyentuh dagu Anelies untuk dia angkat lebih jelas. "Jika beruntung kau juga bisa menjadi peliharaan pria kaya yang akan menjamin hidupmu." "Aku tidak akan menjual diri." Anelies tetap tegas menolak. "Aku akan menawarkanmu pada pelanggan kelas atas, kau benar-benar bisa beruntung." Madam Lexsis terus meneliti tubuh Anelies. "Kau memiliki tubuh yang bagus. Hargamu bisa sangat mahal. Kita akan berbagi lima puluh persen dari penghasilanmu." "Aku benar-benar tidak bisa Madam. Aku bahkan belum pernah ..." Untuk mengucapkannya saja Anelies tidak sanggup. "Aku belum pernah bersama pria." "Apa?!" Madam Lexsis cukup terkejut. "Kau belum pernah berhubungan intim dengan teman laki-laki?" Dengan polosnya Anelies langsung mengangguk. Pablo pun juga terkejut. "Kau masih virgin?" Madam Lexsis memastikan keterkejutannya. Anelies mengangguk lagi tanpa menaruh curiga sama sekali. Anelies tidak sadar jika di tempat seperti ini siapapun akan langsung tergiur untuk melelang keperawanannya. Gadis perawan bisa dihargai sangat mahal, Madam Lexsis tidak akan melepaskannya begitu saja. "Apa kau tahu berapa harga gadis virgin sepertimu?" Tatapan Madam Lexis seketika berubah, seperti seorang pemburu yang baru mendapatkan mangsa berharga. Dia melangkah maju. "Kau pasti akan terkejut dan berlutut di depanku, memohon agar melelangmu!" Kali ini Anelies mulai was-was. Khawatir telah salah langkah karena telah datang kemari. "Aku datang bukan untuk menjual diri!" jawab Anelies dengan nada lebih tegas. "Aku bisa mendapatkan harga yang sangat mahal jika menjualmu pada lelaki kaya!" tegas Madam Lexsis dengan intonasi yang sudah jelas berbeda. Anelies mulai panik, melangkah mundur. "Itu tidak akan terjadi!" Dan cukup sekali saja Madam Lexis mengedipkan mata pada pengawalnya. "Tidak!!!" Anelies menjerit. Lengan besar Pablo menjerat tubuh Anelies dari belakang. Aromanya busuk seperti campuran tembako dan bir. "Lepaskan aku!" Kaki Anelies menendang-nendang lantai untuk melepaskan diri. Tapi lengan Pablo masih melingkar seperti besi. Mengangkat tubuhnya dengan sangat enteng. Kondisinya sangat mengerikan dengan sangat cepat. Anelies terus menjerit sampai suaranya pecah. Dia harus kabur, Anelies tidak mau dijual. "Lepaskan!" Teriakan Anelies suda tidak berguna. Karena setelah itu wajahnya langsung dibekap kencang. Suaranya lenyap. Kaki masih berontak menendang-nendang udara kosong. Dan tidak sampai satu menit, tubuh Anelies lemas tak berdaya. "Jaga barangku tetap bagus!" Madam Lexsis mengingatkan. Pablo mengangkat tubuh Anelies untuk dia bawa keluar dari ruangan Madam Lexis. ******* Entah berapa lama, Anelies dibuat pingsan. Begitu kembali sadar Anelies sudah terkunci didalam sebuah ruangan kotor menyerupai gudang. Kepala Anelies masih pening, kepalanya berputar, matana kabur. Tapi gadis itu segera sadar jika dirinya berada dalam bahaya. Anelies bangkit merangkak untuk menggedor pintu. "Buka pintunya!" Brak Brak Brak "Lepaskan aku!" Brak Brak Brak Anelies terus memukul daun pintu tebal dengan tangannya yang nyeri, kukunya patah, kulitnya merah lebam. "Kalian tidak bisa menjual ku!" Anelies terus berteriak hingga habis tenaga. "Ini tindakan kriminal!" "Ini ilegal!" Di luar pintu, Pablo tidak perduli dengan omelan Anelies karena gadis itu sedang sangat berharga untuk dijual daripada disiksa. Mereka akan mendapatkan pria kaya yang akan membayar berapapun untuk gadis muda yang masih virgin. Anelies masih berteriak-teriak ketika Pablo memasukkan makanan kaleng dari lubang pintu. "Simpan energi mu. Mau tidak akan bisa kabur, Manis!" Pablo tersenyum menjijikkan. Bekas jahitan yang melintang di pipinya terkihat berkerut seperti lipan tua. "Jangan banyak berulah, kami akan segera menemukan pria kaya yang akan membelimu dengan harga mahal!" Pablo terus menyeringaikan senyum jeleknya. "Kau sedang sangat beruntung karena aku tidak jadi menyiksamu pelan-pelan di gudang penyimpanan!" Anelies terus merinding sekaligus murka karena diperlakukan tidak manusiawi. "Kalian tidak bisa menjualku!" Pablo justru langsung menutup lubang pintu. Meninggalkan Anelies yang kembali berteriak. Brak Brak Brak "Keluarkan aku brengsek!" Anelies menggedor daun pintu tebal yang sudah tertutup rapat. Terus berteriak-teriak sampai tenggorokannya serak. Sungguh nasib Anelies sangat menyedihkan. Tubuhnya merosot ke lantai karena lelah. Dia menangis sampai menggigil karena ketakutan dan merasa bodoh. Anelies benar-benar sendirian, Antonio masih di dalam penjara, dia tidak akan bisa menolong dan kekuatan Anelies juga sedang tidak berguna. "Tolong aku..." Jari Anelies menggenggam cincin tua yang tergantung di liontinnya. Satu-satunya peninggalan wanita yang melahirkannya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa sejak dirinya diculik saat bayi. "Tolong aku..." Ucap Anelies dengan penuh keyakinan. "Tolong aku dengan kekuatan apapun." Tiba-tiba sebuah kilasan masa depa melintas cepat di kepala Anelies. Terlalu banyak kematian mengerikan... "Tidak mungkin!" Anelies menggeleng, dan tiba-tiba hidungnya berdarah. Darah hitam yang sangat kental.Cada noche con tu cuerpo debajo del mío maldigo al cielo, el no poder amarte más de lo que ya lo hago. Ansió derramar mi sangre sobre ti para poder demostrarte que en cada molécula y en cada átomo se encuentra escrito tu nombre. Anhelo poder hallar un modo único de hacerte ver qué en tus manos tienes mi vida y mi muerte.Atenea Las luces sobre mi cabeza brillan intensamente, me siento cansada, como si un tren entero me hubiese pasado por encima, solo quiero cerrar los ojos, nunca pensé que esto fuese tan difícil. De nuevo el dolor se propaga por todo mi cuerpo, una nueva contracción que me hace pujar con todas mis fuerzas.—¡Vamos cariño, tú puedes! —Dominic está a mi lado, sujeta mi mano con fuerza.Su mirada está llena de miles de emociones.—Eres muy fuerte mi amor —dice esta vez acercando su frente a mía.De nuevo gimo y apretó su mano cuando una nueva contracción aparece.—Un poco más, ya tengo su cabeza —dice la doctora en medio de mis piernas.El sudor me corre a chorros desde
Bajo el embrujo de tu mirada, la atmosfera adquiere los más hermosos colores, tonos tan intensos y vividos que la apreciación de una simple mortal como yo, no le hace justicia.AteneaNo sé cómo sentirme con todo lo que ha sucedido, la muerte de Alberto no me causó ningún tipo de emoción, es como si me hubiese vuelto insensible después de haberme enterado de todo el horror en el que viví. Tenía una venda en los ojos, consideraba que tenía la vida perfecta y no fue más que un engaño.Me siento vacía por dentro, incapaz de expresar cualquier tipo de emoción, solo el amor de Dominic me da esperanza, ¿Pero será suficiente eso para mantenernos unidos?Siempre creí que mis padres eran los mejores del mundo y siempre desee ser como mi madre, desee con todas mis fuerzas enamorarme de un hombre igual a mi padre, pero ahora todos esos sueños y anhelos me causan asco.>>No puedo ser igual a ella, jamás lo seré —Elevo la mirada al cielo tratando de traspasar las barreras de la eternidad, sin emba
El mundo se detiene cuando los secretos salen a la luz y me siento culpable al tener tu mirada puesta en mí exigiendo la verdad. Una verdad que puede hacer que te pierda.DominicLas palabras de Finnegan son como un relámpago que abre una brecha entre los dos. Su mirada me dice tantas cosas, me hace tantas preguntas, puedo ver la lucha que se desata en su interior. Sé que debí contarle hace mucho, pero el miedo a que eso provoque que pierda a nuestra hija me ha detenido. No he querido ser egoísta, había pensado decirle lo que sucedió con su hermano luego de que diera a luz, pero ahora es inevitable.Me es difícil no mirarla lleno de culpa, le estoy ocultando algo que es importante para ella, sobre todo luego de lo que me confesó. Sus ojos me exigen la respuesta a una pregunta que no se formula con palabras, bajo la mirada, buscando llenarme de valor.—Lo siento, quería decírtelo, pero entonces tu embarazo…—¿Está muerto? —tartamudeo.Trago saliva.—Sí.—¿Fuiste tú?Desvío la mirada un
La necesidad brota en nuestro interior: hambrienta y descontrolada. DominicMe pierdo por completo en este momento, en su presencia, en toda ella. El mundo se desvanece a nuestro alrededor mientras las manecillas del reloj se detienen y nos otorgan la eternidad en este momento tan sublime, sus lágrimas mojan mi camisa a la vez que su cuerpo se estremece convulsivamente envuelto en mis brazos.El corazón me duele, me cuesta respirar. Lo que ella siente por mí es tan grande que no me siento merecedor de un amor tan inmenso y tan puro. Pero juro por mi vida que lucharé cada día para ser digno de ella, de esta oportunidad que me brinda para ser feliz a su lado. Me ahogo con la idea de un futuro en el que nada pueda quebrantar el lazo que nos une.—Estaba muy asustada —confiesa con la voz ahogada.La oprimo aún más contra mi pecho y aspiro el olor de su pelo.—Nada puede conseguir que yo no vuelva a ti —digo deseando ser todo lo franco posible—, tú eres mi norte, mi sur, mi camino, mi hor


















Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.
reviewsMore