Wedded To My Enemy

Wedded To My Enemy

last updateLast Updated : 2025-04-29
By:  TheSyggrafeasOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
157Chapters
4.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

His lips brushed my palm and every time his hot breath hit my skin, it set my nerves on fire. “What the—” I whispered, breathless. And then, with deliberate slowness, Sevastian slipped my ring finger into his mouth. My eyes widened in disbelief, my heart hammering against my chest. His teeth scraped my skin before sinking into the flesh, just enough to make me twitch from the sharp pain. I gasped, both from the sting and the bite I got from him. My entire body tensed as he bit down harder, marking me not with ink or metal, but with flesh and teeth. When he finally released my hand, my skin throbbed, the faint mark of his bite was visible against my finger. I cradled my hand, staring in disbelief at the mark he left behind. “This,” Sevastian murmured, his voice low and sharp. “Is my mark and ring.” His tone carried an edge, dangerous yet confident, as if the words were meant to bind me. “The symbol that you are no longer Celestina Valeztina-Savelli.” His lips ghosted over my skin, and my chest tightened as he whispered the next words. “...but Celestina Valeztina-Ortega.” His next words were a soft snarl, dripping with ruthless certainty. “My property, my wife.” He added, while locking his gaze on me. There was no hesitation in his eyes, no flicker of remorse, only that same ruthless determination that chilled me to my core. I tried to pull my hand back, but he didn’t let go. "You’re insane," I whispered, my voice barely audible, trembling despite my best efforts not to show it. “Yes, I’m insane,” he replied with a hint of mischief in his voice, “And I can drive you crazy…” He paused, letting the tension hang in the air.

View More

Chapter 1

Prologue

Paginya, Tobi Yudistira terbangun.

Merasakan sesuatu yang lembut di telapak tangannya, pria itu tidak kuasa meremasnya beberapa kali. Rasanya kenyal sekali.

Ketika pria itu memalingkan wajahnya ke samping, terlihat seorang wanita cantik. Kulit wanita itu sangat halus dan lembut.

"Argh ...."

Merasa seperti ada sesuatu yang mencubitnya, Widia Lianto langsung terbangun. Saat mendapati dirinya telanjang, dia berteriak dan mendorong pria itu menjauh.

Wanita itu segera menarik selimut dengan satu tangannya dan melempar bantal dengan tangan yang satunya lagi.

"Dasar berengsek! Bajingan! Apa yang kamu lakukan kepadaku!"

"Sepertinya sudah kulakukan semuanya."

"Kurang ajar! Dasar nggak tahu malu!" umpat Widia dengan geram sekaligus malu.

Tobi merasa bersalah dan berkata, "Jangan bicara seperti itu. Lagian, tadi malam kamu yang berinisiatif duluan."

"Ngawur, jelas-jelas ...."

Widia ingin membantah, tetapi tidak jadi karena kejadian tadi malam tiba-tiba melintas di benaknya.

Akibat menagih utang tadi malam, Widia dibius. Saat tubuhnya mulai merasakan efek obat, dia langsung melarikan diri ke kamar mandi.

Untungnya, Tobi menyelamatkannya. Setelah pria itu mengantarnya sampai di depan pintu kamar hotel dan hendak pergi, Widia berinisiatif menyerahkan dirinya kepada pria itu.

Widia tidak tahan lagi. Dengan tubuh yang masih terbungkus oleh selimut, dia mulai menangis, "Huhu ...."

Melihat Widia yang sedih, Tobi merasa segan dan berkata tanpa daya, "Aku akan bertanggung jawab."

"Kamu bertanggung jawab?"

"Kamu tahu siapa aku? Memangnya kamu bisa bertanggung jawab?" tanya Widia dengan marah.

"Seharusnya bisa. Lagian, aku punya kemampuan. Banyak orang berkuasa menghormatiku saat mereka bertemu denganku."

"Yang benar saja!"

"Mati saja kamu!"

Widia hampir kehilangan akal sehatnya. Kesuciannya telah dirampas oleh pria pembual ini.

Namun, bagaimanapun juga, dia adalah direktur Grup Lianto, kondisi mentalnya sangat luar biasa. Setelah beberapa saat, dia merasa tenang kembali.

"Anggap saja nggak terjadi apa-apa tadi malam. Kalau kamu sembarangan bicara di luar, aku nggak akan memaafkanmu!"

"Ya. Aku janji nggak akan bicara sembarangan." Wanita itu tidak ingin dirinya bertanggung jawab, bukankah itu hal bagus?

"Lalu, kenapa kamu masih nggak keluar?" tanya Widia dengan nada dingin.

Tobi tampak tidak senang. 'Memangnya hanya kamu saja yang sedih. Keperjakaan yang kujaga selama lebih dari dua puluh tahun telah lenyap dan aku juga hanya diam saja,' pikir Tobi dalam hati.

Sudahlah, wanita itu terlalu galak. Lebih baik dia pergi saja.

Hanya saja pengalaman pertama yang berharga itu telah sirna begitu saja. Pria itu merasa bersalah dengan tunangannya.

Untungnya, dia tidak berniat untuk menyetujui pertunangan itu. Karena desakan kakek tua itu, dia terpaksa berjanji kepadanya.

Saat Tobi keluar dari hotel dan berniat pergi, sebuah Rolls-royce tampak berhenti di sampingnya.

Begitu pintu mobil terbuka, seorang pria kekar berusia lima puluhan tampak melangkah keluar.

Ketika pria itu melihat Tobi, dia segera berlutut dan berkata dengan hormat, "Damar Yusnuwa memberi hormat kepada Tuan Raja Naga!"

Begitu Tobi mendengar nama itu, semua informasi tentang Damar melintas di benaknya.

Delapan belas jenderal Sekte Naga semuanya adalah tokoh luar biasa. Sebagian besar dari mereka adalah pebisnis besar, Damar termasuk salah satunya.

"Berdirilah."

Setelah itu, Tobi langsung masuk ke dalam mobil dan bertanya, "Melihat kondisimu sekarang ini, sepertinya kehidupanmu di Kota Tawuna berjalan lancar?"

"Hanya pencapaian kecil saja, nggak pantas untuk disebut. Lagian, semua ini berkat bantuan Sekte Naga."

Damar tampak rendah hati.

Jika bukan karena identitasnya, tidak ada yang berani menyatukannya dengan pemimpin Serikat Dagang Lawana.

Damar bukan hanya Raja pasukan bawah tanah Kota Tawuna, dia juga ditakuti oleh semua orang.

Di bawah pimpinannya, Serikat Dagang Lawana menguasai lebih dari separuh perekonomian lokal. Banyak perusahaan berlomba-lomba agar bisa bergabung dengan serikat dagang, tetapi sayangnya jumlahnya terbatas.

"Baguslah kalau begitu. Oh ya, ada apa kamu mencariku?" tanya Tobi.

"Aku senang saat mendengar Raja Naga akan datang, jadi aku menyiapkan hadiah kecil untukmu."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

arya
arya
I just wanna know if sebastian and celestina will have a happy ending?
2025-04-05 21:04:16
1
1
Paisley Pandora
Paisley Pandora
i really like this book! worth of recommendations! ...
2024-12-27 17:58:04
2
0
157 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status