ログインวันชาติจีน ดาวประจำโรงเรียนแต่งงาน เธอส่งข้อความเชิญเพื่อนร่วมห้องทุกคนไปร่วมงานผ่านแชทกลุ่ม ตอนแรกฉันแกล้งทำเป็นมองไม่เห็น แต่เธอกลับแท็กชื่อฉันโดยตรง “เสิ่นเหยียน ถึงเธอจะชอบอ้างตัวเป็นลูกสาวเศรษฐีตอนที่เรียนอยู่มัธยม ฉันก็ไม่ถือสาอะไรหรอกนะ ฉันยอมให้เธอมาเข้าร่วมงานแต่งสุดหรูหราของฉันในวันพรุ่งนี้” จากนั้นก็มีเพื่อนร่วมชั้นเข้ามาส่งเสริมว่า “ดาวโรงเรียนของเราใจกว้างจริงๆ มิน่าล่ะถึงแต่งงานเข้าตระกูลลู่ได้ แม้แต่เสิ่นเหยียนที่ชอบอวดรวยจอมปลอมยังยอมให้อภัย!” “คนอย่างเสิ่นเหยียนคู่ควรจะเข้าร่วมงานแต่งในคฤหาสน์ของดาวโรงเรียนเหรอ? ไว้หน้าเธอเกินไปแล้ว” พอคนเริ่มด่าทอหนักขึ้น ดาวโรงเรียนก็ออกมาช่วยเกลี้ยกล่อม “ช่างเถอะ เรื่องมันผ่านมาตั้งนานจนฉันไม่เก็บมาใส่ใจแล้ว เสิ่นเหยียนทั้งจนทั้งขี้เหร่อยู่แล้ว พวกเราอย่าไปว่าเธอนักเลย” พอเธอพิมพ์แบบนั้น คนในแชทกลุ่มก็พากันเลียแข้งเลียขาเธอยกใหญ่ ชมว่าเธอแสนดีและใจบุญขนาดไหน ฉันแสยะยิ้ม ตอนนั้นเธอแสร้งทำตัวเป็นลูกสาวเศรษฐีหลอกคนในโรงเรียน แล้วยังใส่ร้ายฉันที่เป็นลูกสาวเศรษฐีตัวจริงว่าพูดโกหก ทำให้ฉันถูกคนทั้งโรงเรียนด่า ฉันเปิดดูการ์ดเชิญในกลุ่มแชท ก่อนจะเห็นว่าคฤหาสน์ที่จัดงานแต่งคือบ้านของฉันเอง เจ้าบ่าวที่อยู่ในรูปก็คุ้นตามาก นี่ไม่ใช่คนขับรถของสามีฉันหรอกหรือ? พอคิดได้แบบนี้ฉันก็ยิ้มแล้วตอบกลับไปว่า “ได้สิ ฉันจะไปร่วมงานแต่งของเธอแน่นอน!”
もっと見る"Ustaz sudah punya calon istri belum?"
Aku hanya bisa ternganga ketika mendengar pertanyaan dari perempuan paruh baya yang suaranya sangat aku kenali itu.
Ya, suara perempuan paruh baya itu adalah orang yang sudah melahirkanku tiga puluh tiga tahun yang lalu atau yang biasa kupanggil dengan sebutan Ibu.
Lagi-lagi, Ibu bertanya hal yang memalukan lagi. Kemarin, beliau bertanya hal demikian kepada Juragan tanah, Juragan minyak, bahkan Juragan beras. Dan sekarang, Ibuku bertanya kepada ustad yang sedang mengadakan sesi tanya-jawab setelah ceramah yang disampaikannya selesai.
"Kalau belum punya calon istri, apa mau saya jodohkan dengan putri saya? Dia cantik lho, Taz."
Aku langsung menutup wajahku menggunakan masker yang berada di saku gamisku.
Mungkin niat Ibu baik, agar diriku yang dicap sebagai perawan tua ini segera bertemu jodohnya. Tapi, apa harus sampai segitunya? Menjadi perawan tua bukanlah tindakan kriminal, ‘kan?
Terkadang, aku ingin menangis meratapi nasib. Hal seperti ini bukan hanya sekali terjadi, tetapi sudah berulang kali.
Namun, apalah dayaku yang tidak bisa menghentikan aksi Ibuku tersebut. Karena kalau aku menghentikannya, ujung-ujungnya, doa-doa buruk darinya akan ke luar begitu saja.
"Ibumu berulah lagi, Ra." Mbok Sum, perempuan yang usianya sepantaran dengan Ibuku yang kebetulan duduk bersebelahan denganku menyenggol lenganku.
Sudah menjadi rahasia umum kalau Ibu adalah orang yang gemar mencarikan jodoh untuk putrinya yang disebut sebagai perawan tua ini.
Aku menoleh sembari tersenyum kecut. Mau marahpun itu juga akan terasa percuma.
"Sebaiknya kamu pulang duluan sebelum mendengar kata penolakan."
Lagi-lagi aku menghela napas panjang. Perkataan Mbok Sum memang benar adanya. Dari sekian usaha yang Ibuku lakukan, ujung-ujungnya mereka akan menolak dengan alasan berbagai macam. Mulai dari sudah beristri, sudah mempunyai calon, ingin mempunyai calon yang usianya masih muda atau belum ingin menikah.
Ah, benar-benar memalukan bukan? Ibaratnya aku adalah sebuah barang yang diobral ke sana-sini agar segera laku, namun pada akhirnya tidak ada yang membelinya juga.
"Ya sudah, kalau begitu saya pulang duluan ya, Mbok. Kalau ibu saya bertanya, bilang saja tidak tahu."
"Iya, Ra."
Tanpa pikir panjang, aku segera beranjak dari tempat dudukku lalu menyelinap ke luar dari masjid ini.
Aku berjalan ke rumah dengan gontai. Bingung sekali kalau berada di posisiku saat ini. Aku tulang punggung keluarga, wajar kalau belum menemukan jodoh karena sibuk bekerja. Ayahku meninggal dunia ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar karena sakit.
Dulu, pernah ada yang melamar saat usiaku dua puluh lima tahun, tapi ditolak oleh Ibu dengan mentah-mentah karena calon suamiku adalah orang miskin. Aku disuruh bekerja untuk menyekolahkan kedua adikku. Sekarang, aku belum menikah, Ibuku malah kalang kabut.
"Ibu mana, Mbak?" tanya Fika adikku, saat aku baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah.
"Masih di masjid, Fik. Mbak pulang duluan."
Saudara perempuan yang terpaut usia lima tahun dariku itu langsung mendekat ke arahku.
"Bagi duit dong, Mbak," pintanya kemudian.
Aku melepas kerudungku lalu duduk di kursi ruang tamu. "Memangnya suamimu nggak ngasih duit? Kok, dari kemarin minta Mbak terus?"
"Perhitungan banget sama adik sendiri. Pantesan jadi perawan tua! Pantesan gak laku-laku!"
Aku langsung mengucap istighfar saat Fika berkata demikian. Sebenarnya tidak hanya Fika, Ibuku pun juga sering mengatakan hal serupa jika aku tidak memberikan apa yang mereka minta. Kalau begini, rasa-rasanya aku ingin menghilang dari peredaran bumi.
"Ya sudah tunggu sebentar, Mbak ambilkan."
"Nah, gitu dong!"
Aku beranjak dari tempat dudukku menuju kamar lalu mengambil tiga lembar uang berwarna merah dan aku berikan kepada Adikku tersebut.
"Kok, cuma segini? Kuranglah, Mbak!"
"Kemarin kamu sudah aku kasih lima ratus ribu lho, Fik."
"Ah, kalau pelit bilang aja pelit!" tanpa berterimakasih, Fika langsung pergi meninggalkan rumah begitu saja.
Aku mengelus dada melihat kepergiannya. Zaman sekarang mencari uang itu susah. Dia hanya tahunya meminta saja. Padahal suaminya juga bekerja, dia juga belum mempunyai anak. Tapi, tetap saja kalau urusan uang, aku yang selalu dimintainya. Kalau tidak dikasih, doa-doa buruknya langsung keluar begitu saja.
Aku langsung pergi ke kamarku. Sore ini aku akan kembali ke ibu kota, meskipun jatah liburku masih satu hari. Sungguh aku sudah tidak betah berada di rumah ini.
***
"Ayo buruan pakai kerudungnya! Orang kok lelet, pantesan jodohnya juga lelet!" omel ibuku lagi. Niat hati ingin kembali ke ibu kota kemarin sore akhirnya gagal karena perempuan paruh baya itu tidak mengizinkannya.
"Rara sudah bilang kalau nggak mau ikut arisan, Bu. Itu 'kan arisan khusus ibu-ibu."
"Lha, seharusnya kamu juga sudah jadi ibu-ibu! Umur 33 tahun belum menikah memangnya wajar?"
"Nggak ada batasan waktu kapan orang itu menikah, Bu."
"Iya, tapi Ibu tuh malu, Ra. Tiap hari ada saja yang bertanya kapan kamu nikah. Katanya kamu perempuan gak laku, katanya kamu kena sawan makanya sulit jodoh."
"Ya ... tinggal jawab aja kalau belum ketemu jodohnya, Bu."
Terdengar Ibuku mendengus kesal. "Ini efeknya kalau suka mendebat orang tua! Lama-lama, kamu Ibu jodohkan juga dengan pak Kades dari kampung sebelah biar dijadikan istri keempatnya!"
"Tega amat sama anak sendiri, Bu."
"Makanya sekarang ikut Ibu! Nanti Ibu mau minta suaminya bu Ndari untuk menerawangmu!"
"Astaghfirullah, menerawang gimana maksudnya, Bu?"
"Siapa tau kamu ketempelan jin, jadi jodohnya sulit. Udah ayo cepet pakai kerudungnya!"
"Iya-iya." Tak ingin berdebat lagi, dengan terpaksa aku menurut.
Aku segera memakai kerudung yang telah disiapkan oleh Ibu dan berjalan mengikutinya.
***
"Rara harus dimandikan kembang tujuh rupa tepat malam jum'at nanti Bu Retno."
Aku melongo, baru juga tiba di tempat arisan, Pak Karyo—suaminya Bu Ndari sudah berkata demikian.
Inikah yang dinamakan menerawang?
"Aura anak Bu Retno ini hitam pekat penuh dengan kegelapan. Memandikannya dengan kembang tujuh rupa akan membuat aura hitam itu menghilang."
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Ini ajaran dari mana ya Allah? Rasanya aku ingin berlari menjauh dari orang-orang ini.
"Terus memandikannya harus jam dua belas malam tepat di sungai dekat pohon besar."
Aku langsung menarik lengan baju Ibuku agar tidak mengikuti perkataan konyol tersebut.
"Jangan lupa bawa sesajennya, kembang tujuh rupa dan telur ayam hitam tujuh butir."
"Ya baiklah, nanti malam akan saya bawa."
"Bu, aku nggak mau. Itu sama saja syirik, lho," bisikku pada Ibu.
"Ini demi kebaikanmu, Ra. Biar kamu itu segera bertemu dengan jodohmu!"
"Bu, jodoh itu urusan Allah."
"Diam, kamu! Bisanya bikin pusing kepala saja! Pulang duluan sana nggak usah jadi ikut arisan!" bentak Ibuku yang membuat kami langsung menjadi pusat perhatian.
Rasanya malu sekali berada di posisiku saat ini. Sehina inikah perempuan berusia matang tapi belum menikah?
ซ่งเจินเจินอึ้งสนิทเธอตะโกนไล่หลังฉันมาสารพัด“แกหลอกฉัน! แค่ชุดไม่กี่ตัวมันจะราคาสามสิบห้าล้านได้ยังไง อย่าคิดว่าแกเป็นคุณนายฮั่วแล้วจะใช้อำนาจรังแกคนอื่นได้นะ ฉันไม่ยอมจบแค่นี้แน่---”ฉันเหนื่อยจะพูดกับเธอแล้ว จึงขึ้นรถแล้วขับออกไปทันทีผลปรากฏว่าในคืนนั้น กลับมีคลิปหนึ่งถูกแชร์จนว่อนเน็ตซ่งเจินเจินตัดคลิปส่วนที่ฉันบอกว่าถูกเธอทำร้ายอย่างไรบ้างออกไป เหลือแค่ส่วนที่บอกว่าถูกสามีฉันทำร้าย ถูกฉันข่มขู่ให้ชดใช้ค่าเสียหายหลังจากนั้นเธอก็อัดคลิปทำตัวน่าสงสารออกมาอีกอัน“ทุกคนคะ ฉันทนต่อไปไม่ไหวแล้ว พวกคนรวยมีอำนาจบางกลุ่มนี่น่ากลัวมากจริงๆ แค่พูดคำเดียวก็บีบคนธรรมดาอย่างฉันให้ตายได้แล้ว ฮือๆๆ---แค่เพราะประธานฮั่วมองฉันเล็กน้อย คุณนายฮั่วถึงกับจะฆ่าฉันให้ตาย ฉันควรจะทำยังไงดีคะ ทุกคนช่วยฉันทีเถอะค่ะ ฮือๆๆ...”คำพูดของเธอขัดแย้งกันเองแล้วยังมีช่องโหว่เยอะมากแต่เพราะมีชื่อของตระกูลฮั่วเข้ามาเกี่ยวข้องก็เลยกลายเป็นกระแสใหญ่โต ดึงดูดผู้ชมนับไม่ถ้วนเข้ามาคอมเมนท์ แล้วซ่งเจินเจินก็ใช้การไลฟ์ที่กำลังได้รับความนิยม ร้องไห้คร่ำครวญสารพัด จนได้รับของขวัญจากคนที่เข้ามาดูไปไม่น้อยฉันเห
ฉันพักอยู่ในโรงพยาบาลหนึ่งสัปดาห์ลู่เฉินขอมาเยี่ยมฉันอยู่หลายครั้งหลายหน แต่ถูกฮั่วเจิ้นเยี่ยนไล่กลับไปตลอดวันที่ฉันออกจากโรงพยาบาล ลู่เฉินมาดักรออยู่ที่หน้าทางเข้า พอเห็นฉันก็วิ่งเข้ามาคุกเข่าขอความเมตตาทันที“ประธานฮั่วผมขอร้องล่ะครับ ได้โปรดยกโทษให้ผมสักครั้ง จะฆ่าจะแกงยังไงก็ได้ ถ้ามันทำให้คุณนายฮั่วหายโกรธได้จะกระทืบผมก็ไม่ว่า ได้โปรดเถอะครับ...อย่าทำแบบนี้กับผมเลย...”ฉันรู้ว่าลู่เฉินทำงานกับฮั่วเจิ้นเยี่ยนมาหลายปี ตลอดเวลาที่เขาทำงานเป็นคนขับรถไม่เคยทำผิดอะไรฮั่วเจิ้นเยี่ยนเองก็ประเมินเขาไว้สูงเหมือนกันน่าเสียดายที่เขาตาต่ำ ดันไปคว้าผู้หญิงอย่างซ่งเจินเจินมาเป็นแฟนฮั่วเจิ้นเยี่ยนสีหน้าเฉยชา“ลู่เฉิน ฉันเห็นแก่ที่นายทำงานกับฉันมานานหลายปี แค่ยอมไว้ชีวิตนายก็นับว่าไว้หน้ามากแล้ว ไปให้พ้น! หลังจากนี้อย่าโผล่หน้ามาให้ฉันเห็นอีก!”พูดจบก็อุ้มฉันเดินขึ้นรถทันทีฉันมองผ่านกระจกมองหลังเห็นว่าลู่เฉินยังคุกเข่าอยู่ที่เดิม จึงอดพูดช่วยเขาไม่ได้“ความจริงแล้วเรื่องนี้ก็ไม่ได้เกี่ยวกับลู่เฉิน เขาไม่รู้สักหน่อยว่า---”“เขามีทุกวันนี้ได้ก็เพราะผมช่วยส่งเสริม แต่เขากลับตอบแทนบุ
หลังจากฉันมาถึงโรงพยาบาลก็ถูกส่งเข้าห้องฉุกเฉินทันทีฮั่วเจิ้นเยี่ยนรีบติดต่อแพทย์ผิวหนังที่ดีที่สุดในเมืองมาตรวจอาการฉัน และอยู่เคียงข้างฉันตลอดเวลาฉันคบกับฮั่วเจิ้นเยี่ยนมาสามปี ตอนที่เพิ่งจะเรียนจบใหม่ๆ เขาก็ขอฉันแต่งงานทันทีหลังจากแต่งงานกันมาสี่ปีเขาตามใจฉันจนแทบเสียคน สนับสนุนงานของฉัน รักและทะนุถนอมฉันอย่างยิ่งพอเห็นฉันมีสภาพเป็นแบบนี้ เขาก็ตาแดงก่ำเหมือนคนจะร้องไห้ฉันอดไม่ได้จึงพยายามปลอบใจเขาว่า“ไม่เป็นไรค่ะที่รัก ก็แค่ทะเลาะตบตีกับอีบ้าพวกนั้นเอง พักสักสองสามวันก็---แค่กๆๆ”แม้ฉันจะพยายามทำเป็นเข้มแข็ง แต่สุดท้ายก็หลุดไอออกมาอยู่ดีฮั่วเจิ้นเยี่ยนเห็นแบบนี้ก็กัดฟันกรอด“กล้าแตะต้องคนของผม น่าตายนัก!”ไม่นานหมอก็ตรวจอาการฉันครบทุกด้านอย่างละเอียด นอกจากอาการปอดอักเสบจากการสำลักควันแล้ว ที่เหลือเป็นแค่แผลภายนอกทั้งหมดใบหน้าของฉันแทบจะเสียโฉม รอยแผลหลายแห่งทั้งกว้างและลึกพอเห็นหน้าที่ถูกผ้าพันแผลพันจนเหมือนกับมัมมี่ในกระจก ฉันก็รู้สึกโกรธแค้นขึ้นมาในใจ สาบานกับตัวเองว่าจะไม่มีวันปล่อยพวกซ่งเจินเจินไปแน่......ทางด้านซ่งเจินเจินได้ยินว่าหลังจากถูกลู่เฉินกร
ซ่งเจินเจินเดินไปตรงหน้าฮั่วเจิ้นเยี่ยนแล้วชี้มาทางฉัน“ท่านประธานฮั่วดูสิคะ อีสารเลวนี่มันมาทำลายงานแต่งของฉันจนเละเทะ แล้วยังกล้าแอบอ้างว่าเป็นภรรยาของคุณอีก หน้าไม่อายจริงๆ!”วันนี้ฮั่วเจิ้นเยี่ยนได้รับบัตรเชิญให้มาร่วมงานแต่งของลู่เฉิน แม้ลู่เฉินจะเป็นแค่คนขับรถของเขา แต่ก็ทำงานกับเขามาสิบกว่าปีแล้วพอมองตามทิศที่ซ่งเจินเจินชี้ ฮั่วเจิ้นเยี่ยนกำลังคิดจะดูให้ชัดว่าผู้หญิงคนไหนกล้าอ้างตัวเป็นภรรยาเขาแต่พอเขาเห็นฉันก็ตัวแข็งทื่อไปทันทีไม่อยากเชื่อว่าคนที่กำลังนั่งเลือดอาบทั่วตัวอยู่ จะเป็นภรรยาที่ปกติแล้วจะสง่าผ่าเผยของเขา“คนที่เธอด่าว่าอีสารเลวเมื่อกี้ หมายถึงคนนี้เหรอ?”เสียงของฮั่วเจิ้นเยี่ยนสั่นเครือเล็กน้อย ฉันรู้ว่าเขาจำฉันได้แล้วบอกตามตรง ฉันไม่อยากให้เขามาเห็นฉันในสภาพน่าอนาถแบบนี้หรอก ดังนั้นก็เลยจงใจก้มหน้าก้มตาอยู่นานเลยแต่คิดไม่ถึงเลยว่าสามีของฉันจะใส่ใจกันมากขนาดนี้ ขนาดฉันอยู่ในสภาพเละเทะไม่เหลือชิ้นดี เขาก็ยังมองปราดเดียวออกว่าเป็นฉันแต่ซ่งเจินเจินยังคงไม่รู้เรื่องรู้ราว คิดว่าสามีของฉันจะช่วยเธอสั่งสอนลู่เฉิน จึงพยักหน้าอย่างมั่นใจ“ใช่ค่ะ ประธานฮั่ว น
คนในเหตุการณ์กำลังรอให้ลู่เฉินจัดการฉันเพื่อระบายความโกรธให้ซ่งเจินเจิน ได้ยินเขาเรียกฉันแบบนั้นก็อึ้งไปเลย ก่อนจะตามมาด้วยความสงสัยโดยเฉพาะซ่งเจินเจินที่เดินเข้ามาด้วยความไม่อยากเชื่อ“ที่รักคุณพูดว่าอะไรนะคะ? คุณเรียกเขาว่าคุณนายฮั่ว คุณนายฮั่วที่ไหนกัน?”ลู่เฉินในตอนนี้หน้าซีดขาวจนแทบไม่มีเลื






レビュー