LOGIN夫婿在大婚當日突然宣稱,愛的是我胞妹蘇婉夏。 無措之際,尚書府嫡子蕭逸塵三書六禮將我迎娶。 婚後三年,他寵我入骨,承諾一生一世一雙人。 曾經我以為我是全天下最幸福的女人。 直到我看見蕭逸塵吩咐我的貼身丫鬟,讓她每日餵我喝下滑胎藥。 丫鬟於心不忍: 「大人,您這樣做,夫人發現肯定會……」 他滿臉不耐地打斷。 「我做事還輪不到你來指手畫腳,當初娶她不過是爲了婉夏,這件事你也知道,不要走漏任何風聲。」 「我的孩子,絕不能從她肚子裡鑽出來。」 眼淚瞬間落下,我踉踉蹌蹌跑回了房。 這場姻緣,是時候散了。 生辰宴這天,我策劃了一場墜崖。 從此山高水遠,他再尋不到我半分蹤跡。
View More"Jadi kan mas nanti malam? Malam minggu lo mas" Tanya Andin dengan sumringah pada Firman yang baru saja bangun tidur dan langsung mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh Andin di meja makan. Padahal jam sudah menujukkan pukul 10 pagi. Firman sendiri bekerja di perusahaan X sebagai Asisten Manager.
"Kemana memang? Ah iya mengajakmu keluar ya? Sepertinya aku tidak bisa"jawab Firman sembari menyeruput kopinya. Hari ini adalah hari sabtu, dimana perusahaan tempat Firman bekerja sedang libur. "Kenapa mas? Bukannya kemarin kamu bilang bisa ya? Kasihan Fara mas, dia ingin sekali keluar denganmu" kekeh Andin yang ingin menyenangkan anaknya. Fara sendiri adalah anak Andin dan Firman yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SD. "Sudahlah, aku capek. Kamu keluar sendiri saja sama Fara" sentak Firman. "Aku mas? Keluar sendiri? Kalau gitu aku minta uang sama kamu!" Jawab Andin yang memang hari ini uangnya sudah habis untuk membeli lauk mereka makan. "Uang? Uang katamu? Seminggu yang lalu kan aku udah kasih kamu uang. Jangan boros2 lahh kamu" jawab Firman yang dia sendiri tidak tau bagaimana rumitnya kebutuhan rumah tangga. Mendidih sudah darah Andin mendengar jawaban suaminya "Boros mas? Mass! Nafkah 400ribu itu dapat apa zaman sekarang! Buat bayar listrik saja 200ribu sebulan, belum uang air, uang kebersihan, uang makan, uang sekolah Fara dan jajannya! Apa-apaan kamu bilang aku boros" balas Andin yang tak mau kalah dari Firman "Apa-apa an kamu sekarang jadi memusingkan nafkah yang aku kasih! Selama ini kamu ga protes. Kenapa sekarang kamu jadi kaya gini! " jawab Firman tak mau kalah "Udahlah mas! Mau jemput Fara aku! Capek ngomong sama kamu!" Jawab Andin sambil berlalu menuju parkiran rumahnya mengambil motor untuk menjemput Fara sekolah. Karena sekarang sudah hampir ham 11 siang. Namun, sebelum ia sampai di pintu keluar samar2 ia mendengar suaminya mengangkat telepon yang ia kira pasti dari ibu mertuanya. "Hallo Bu, ada apa?" "..." "Pinjam uang berapa Bu?" "..." "2juta ya? Memang uang yang kemarin udah habis ya?Yaudah habis ini Firman ke rumah Ibu ya sambil mengantar uang" Degh "Apa? Ku ajak keluar buat menyenangkan anaknya saja dia tidak mau mengeluarkan uang. Sekarang mau meminjamkan ibunya uang?" Batin Andin yang sampai sekarang ia masih berdiri di ambang pintu mendengarkan suaminya berbicara dengan mertuanya di telpon "Apa? Katamu mau menjemput Fara? Kenapa masih disini?"kata Firman yang tiba-tiba sudah ada di belakang Andin "Kamu mau meminjamkan uang ke ibumu mas? Sedangkan tadi aku mau minta uang buat menyenangkan anak kita saja kamu keberatan. Apa ini?"jawab Andin yang dia tidak Terima. Firman yang hendak keluar dari rumah seketika berbalik menatap istrinya dengan mata berkilat marah. " Apa ini apa maksudmu? Dia ibukku! Jelas aku harus patuh dengannya!" Sentak Firman pada Andin "Tapi aku istrimu mas, dimana-mana nafkah istri itu lebih utama setelah kamu menikah! " Andin dengan berani menjawab Firman "Kamuu!!! " jawab Firman dengan jari telunjuk diarahkan tepat di mata Andin "Ah sudahlah, aku mau ke rumah ibu duluu" Brakk Firman masuk ke dalam mobilnya dengan menutup pintu sangat kasar. Andin hanya memandang kepergian suaminya dengan dada bergemuruh. Ingin menangis tapi ia ingat bahwa harus menjemput anaknya di sekolah. Ah,si cantik Fara pasti sudah menunggu. _Di kediaman Ibu Firman_ "Assalamu'alaikum" ucap Firman tatkala ia sudah sampai di rumah ibunya "Walaikumsalam nak, sinii" jawab bu Winda ibu Firman. "Ibu masak apa? Tidak sempat sarapan aku" keluh Firman sambil masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di meja makan. "Tidak sempat sarapan? Memang istrimu itu kemana? Biasanya pagi-pagi udah masak, males yaa" "Bertengkar bu, entahlah biasanya si Andin tidak memusingkan berapa nafkah yang aku kasih. Tadi pagi tiba-tiba mempermasalahkannya. Dan lagi. Si Fara minta nanti malam mau mengajak aku keluar, Hahhh" keluh Firman pada ibunya. "Menang dasar ya istrimu itu boros, tidak bisa mengatur keuangan. Coba kalau ibu ikut tinggal di rumahnya, ku atur itu istri tidak tau dirimu itu" omel Bu Winda pada anaknya. "Udahlah bu, mau makan dulu aku, ini kenapa cuma ada oseng kangkung sama tempe sih" Keluh Firman pada ibunya. "Firman, di rumah ini ada kakakmu, kakak iparmu dan adikmu, mereka semua sarapan. Udahlah makan aja yang ada!" Sentak bu Winda pada Firman dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Mbcekkkk Anak Bu Winda sendiri ada 3. Kakak perempuan pertama Firman bernama Retno, ia sudah menikah dengan seorang Guru Honorer di SD yang lumayan dekat dengan rumah bu Winda, yang bernama Sugeng. Mereka dikaruniai anak perempuan berusia 9 tahun bernama Chika, ia sekarang kelas 3 SD. Lalu, Firman sebagai anak kedua yang sudah menikah dengan Andin dengan dikaruniai Fara. Lalu si bungsu Mulan, yang sekarang sedang kuliah semester 4. "Ahhh kenyang akuuu.. " ucap Firman karena ia sudah kenyang sehabis sarapan. "Ah kamu ini, jorok sekali, ihhh" kesal bu Winda yang tiba-tiba sudah keluar dari kamar. "Mana uangnya" tagih Bu Winda. "Ah ibu, baru juga selesai makan aku, nihh, lagian buat apa sih Bu pinjam uang sampai 2juta. Belum gajian aku bulan ini. Masih seminggu lagi"ucap Firman sambil menyodorkan uang 2juta pada ibunya. "Buat arisan Fir, tenang nanti kalau ibu dapet uangnya langsung ibu kembalikan. Uang arisan sampai 15juta lohh"jawab bu Winda. " Arisan apa bu sampai segitu?" Tanya Firman. "Udahlah gausah banyak tanyaa" kesal bu Winda karena menurutnya Firman terlalu banyak tanya. _Di Sekolah_ "Ibuuuuuu" teriak Fara setelah melihat ibunya di depan gerbang sekolah. "Maaf sayang, ibu telat ya? Aduh kasihan sampai merah begini mukanyaa" jawab Andin yang langsung membelai pipi putrinya. "Engga telat kok Buu, eh tapi telat dikit, temen2 kelas 2 udah pada pulang hihi" jawab Fara dengan nada lucunya. "Haha tidak telat tapi teman temanmu sudah pada pulang. Yasudah ibu minta maaf yaa, sekarang kita pulang yaa" belai Andin pada kepala putrinya. Lalu mereka naik menuju motor Andin dan segera pulang ke rumah. _Sampai Rumah_ "Buu nanti malam jadi kan keluar sama Ayahh?"tanya Fara pada ibunya setelah turun dari motor dan melepas helm. Andin hanya bisa tersenyum dan menjawab "Maaf ya sayang, mungkin lain kali saja ya, Ayah sedang banyak pekerjaan. Jadi belum bisa menemani Fara jalan2" "Yaaahhh, ayah kok ingkar janji Buu" "Maaf ya sayang" jawab Andin dengan menahan air mata yang hampir tumpah. "Sudah, sekarang ganti baju terus makan yaa, terus bobok siangg" "Iya buuu"patuh Fara sambil berlari menuju kamarnya. Andin hanya menghela nafas sambil melihat anaknya masuk ke dalam kamar. Andin adalah anak kedua dari pasangan Pak Budi Bramantyo dan Ibu Margareth William. Ayah Andin sendiri adalah pemilik perusahaan tempat Firman bekerja. Namun selama Firman bekerja ia sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik sebenarnya perusahaan tempat ia bekerja. Karena pak Budi sendiri memilih untuk merahasiakannya. Beliau mempunyai feeling pada Firman bahwa menantunya itu laki2 yang kurang baik bagi putrinya. Namun, sang putri yang sudah sangat mencintai Firman tidak mengindahkan peringatan dari Ayahnya bahwa Firman adalah laki2 tidak benar. Di perusahaan sendiri, pak Budi mempunyai orang kepercayaan yang setia dengan beliau. Jadi,pak Budi hanya mengawasi dari rumah. Ibu Andin sendiri adalah perempuan berkebangsaan Jerman dan Jepang. Itulah sebabnya beliau memiliki nama dan postur tubuh serba wajah yang ke barat baratan. Orangtua ibu margareth sendiri dulunya juga seseorang yang memiliki restoran dengan cabang dimana mana, salah satu cabangnya juga berada di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan ibu Margareth dengan tidak sengaja bertemu dengan Pak Budi di restoran orangtua ibu Margareth. Lalu mereka menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Orangtua ibu margareth pun sekarang sudah sangat renta, dan mereka sudah menetap di Jepang bersama adik dari Ibu Margareth. Jadi, restoran yang di Indonesia dan beberapa negara lain diturunkan menjadi milik ibu Margareth, karena adik ibu Margareth tidak terlalu suka usaha di bidang kuliner. Ia bernama Attar William. Beliau lebih memilih menjadi produser di negara Jepang. Hal inilah yang menyebabkan fisik Andin sangat berbeda dengan fisik orang Asia pada umumnya. Dengan tinggi 176, tubuh indah, kulit putih, mata biru serta rambut coklat mampu memikat seorang Firman Alamsyah. Namun, fisik Andin sekarang sedikit berubah karena nafkah yang diberikan suaminya tidak berapa. Bekas jerawat yang lumayan banyak dan bobot tubuh yang naik hingga 10kg. "Buuuuu kok ngelamun sihh, aku mau makann" pintar Fara yang mengejutkan ibunya yang sedang melamun. "Ah maaf sayang ibu melamun. Maaf yaa. Mau makan ya? Eh yaampun putri ibu sudah ganti bajuu. Cantiknyaa, yuk makan" ajak Andin pada putrinya. "Apa keputusan ku menikah dengan mas Firman adalah sebuah kesalahan ya? " Andin melamun sembari memotong ayam untuk putrinya.街上頓時混亂起來,但轉而又突然安靜。 所有人都看向為首騎著戰馬的紅衣女將。 就聽她朗聲道: 「全部起義軍聽令!不要讓戰馬踐踏到百姓一絲一毫!不要拿百姓一針一線!」 蘇知夏視線掃向身後,眼神凌厲。 「違令者,我親手了結。」 身後的高呼一浪接著一浪。 全軍人馬向皇宮進發,聲勢浩大,卻沒有讓戰馬傷到百姓分毫。 唯一有影響的,便是兩邊的商攤被踩踏,瓜果蔬菜灑落一地。 皇宮內,皇帝已經嚇得六神無主,準備乘坐馬車從密道逃脫。 可他剛一鑽進密道,就被一個女人抵住了喉嚨。 「我姐姐還沒到,你這麼急著走做什麼?」 皇帝看向來人,發現竟是一個尼姑。 眉眼凜冽,和
我搖搖頭。 「如果黑暗,那我便殺出一條明路。」 蕭逸塵瞳孔驟然緊縮,半晌,他苦笑一聲。 「你還是這樣。」 我深知這條路不好走,需要團結一切可以團結的力量,於是看向他。 「蕭逸塵,如果你相信我,那就跟我走。」 「尚書府如今大不如前,已經被皇上蠶食得只剩一個空殼,想必你也不甘心。」 「既然這樣,不如我們就揭竿而起。」 「大離朝如今表面上一副盛世光景,可內裡早已中空,金玉其外,敗絮其中,百姓身處水深火熱,官吏不僅不作為,還搜刮民脂民膏,你忍心見到這番場景嗎?」 「便是這改革舊制的女子為官,沒想到也是裹著蜜糖的陷阱!」 「我不願見百姓流離失所,更不願見有志之士壯
「得知你死亡訊息的那一刻,我只覺得晴天霹靂,這兩年的每個日夜,我每每夢中驚醒,都會後悔當年沒有陪你一同前去,將你獨自留在了那裡!」「你留給我的那些信,我看到了,我沒想到蘇婉夏竟然如此惡毒,她根本沒有把你當成她的姐姐,她嫉妒你的才華,嫉妒你所擁有的一切,她搶了你第一任夫婿,又把我搶走,還說一切都是我愛你愛得不堅定!」「可如果不是她存心勾引,又和我編排你的壞話,我怎麼會對她生出不該有的情感呢?」聽了他這話,我狠狠甩了他一個巴掌。「蕭逸塵,到現在你都不認為你有錯!」「這就是我離開你的原因,無關蘇婉夏,也無關你是否愛我。我承認我之前愛你至深,可到最後,當我發現你根本不是我想像中的那個人,我對
我靠著之前的勢力,為自己做了一枚身分令牌,從考學開始,一步一步往上爬,終於在不久之後得到了一個小小的官職。 雖說有女子入朝為官的前例,但始終沒有女性官員走到高位,眾人依舊對女子為官存有異議。尤其是在這樣的偏遠小城。 可我就是要拔除他們的異議,成為第一人。 當地縣令只給了我一個抄寫史書的小官職。 繼續這樣混下去,恐怕我到死依舊還是這樣的小官。 為了能夠繼續往上爬,我無所不用其極,將我能想到的所有辦法全部用上。 我如今任職的地方為江城,江城地處偏遠,常有水患發生,百姓溫飽沒有保障。 沒有糧食,當地官府又根本不下發賑災糧,易子而食很是普遍。 看著這一幕,我心中滿是悽楚